Langsung ke konten utama

Sel telur memiliki cara untuk mencegah terjadinya polispermi melalui perubahan muatan listrik. Jelaskan mekanisme tersebut!

Baca Juga

Sel telur memiliki cara untuk mencegah terjadinya polispermi melalui perubahan muatan listrik - Hallo para pelajar yang berbahagia, Beginisob pada kesempatan kali ini kami akan menjelaskan Jelaskan mekanisme tersebut!. Materi yang akan kami bagikan ini merupakan pelajaran IPA, cukup menarik bukan? Jika iya, mari kita lanjut!.

Judul pembahasan kali ini adalah Sel telur memiliki cara untuk mencegah terjadinya polispermi melalui perubahan muatan listrik. Jelaskan mekanisme tersebut!   yang bisa kamu pelajari disini Sel telur memiliki cara untuk mencegah terjadinya polispermi melalui perubahan muatan listrik. Jelaskan mekanisme tersebut! . Kamu juga bisa mendapatkan materi pelajaran menarik lainnya yang tidak kalah bermanfaatnya disini.

Sel telur memiliki cara untuk mencegah terjadinya polispermi melalui perubahan muatan listrik. Jelaskan mekanisme tersebut! 

Pada proses fertilisasi, telur dapat dicapai oleh lebih dari satu sperma, namun secara normal hanya satu yang berfusi dengan membran plasma sel telur, dan selanjutnya inti haploid dari sperma dan telur berfusi membentuk satu inti yang diploid. Peristiwa dimana hanya satu sperma yang mampu membuahi sel telur disebut monospermi.

Bila satu sel telur dibuahi oleh lebih dari satu sperma disebut polispermi. Polispermi menyebabkan terbentuknya sel-sel triploid dan menyebabkan perkembangan embrio menjadi terhenti. Sel telur memiliki cara untuk mencegah terjadinya polispermi melalui perubahan muatan listrik. Jelaskan mekanisme tersebut!

Salah satu cara pencegahan polispermi adalah depolarisasi membrane sel telur. Depolarisasi membran sel telur meliputi perubahanperubahan potensial elektrik membran yang berlangsung dengan cepat, mungkin hanya beberapa detik segera setelah sperma memasuki telur. Seperti halnya dengan membran sel yang lain, membran sel telur dapat membangkitkan potensial membran yang berbeda yang disebut resting potensial membran.

Pada telur yang telah dibuahi, resting potensial membrannya bermuatan negatif. Fusi tubulus akrosom sperma dengan membran plasma telur, menyebabkan membran plasma mengalami depolarisasi dengan cepat menyebabkan membrannya menjadi bermuatan positif, dan selama 2-3 detik potensial membran sel seluruhnya menjadi positif.

Potensial membran yang positif menyebabkan sperma yang lain tidak dapat berfusi dengan membran plasma sel telur. Kejadian tersebut merupakan dasar penghambatan polispermi yang berlangsung dengan cepat.

Materi Bab 1 Sistem Reproduksi pada Manusia Kelas 09 SMP Ilmu Pengetahuan Alam Semester 1. Cetakan Ke-1, 2015

Komentar