Skip to main content

Posts

Asas-asas Hukum dalam kegiatan Ekonomi Islam

Berikut ini akan diuraikan mengenai Asas-asas Hukum Ekonomi. Imaniyati menyebur kan bahwa asas-asas utama Hukum Ekonomi yang bersumber dari asas Hukum Publik antara lain: asas keseimbangan kepentingan; asas pengawasan publik; asas campur tangan negara terhadap kegiatan ekonomi. Selain asas hukum yang bersumber dari Hukum Perdata atau Hukum Dagang pada dasarnya hanya mengandung satu segi saja, yaitu khusus mengenai hubung hukum pihak di dalam suatu kegiatan tertentu. Sementara itu Gemala Dewi menyebutkan asas-asas hukum kegiatan ekonomi ada empat, yaitu: 1. kebebasan berusaha; 2. pengharaman riba;  3. pengharaman jual-beli samar/mengandung sifat penipuan (Bai's Al-Ghanar); 4. pengharaman penyalahgunaan pengaruh untuk mencari harta. Asas kebebasan berusaha didasarkan pada firman Allah 3 dalam Surah Asy-Syu'ra' (26) ayat 15. Berdasarkan ayat tersebut tampak asas Islam bahwa hal itu telah diserahkan oleh Allah kepada manusia dan dimudahkannya. Oleh karena itu, manusia harus mem
Asas-asas Hukum dalam kegiatan Ekonomi Islam

Pengertian ekonomi Islam Menurut para ahli

Dalam bahasa Arab istilah ekonomi diungkapkan dengan kata al-iqtisad, yang secara bahasa berarti kesederhanaan dan kehematan. Berdasarkan makna ini, kata al-iqtisad berkembang dan meluas sehingga mengandung makna im al-iqtisad, yakni ilmu yang berkaitan dengan atau membahas ekonomi. Dalam hal ini Ali Anwar Yusuf memberikan definisi ekonomi adalah kajian tentang perilaku manusia dalam hubungannya dengan pemanfaatan sumber-sumber produktif yang langka untuk memproduksi barang dan jasa serta mendistribusikannya. Telah menjadi sunatullah bahwa setiap manusia hidup dalam suatu kegiatan seperti yang disebutkan dalam pengertian ekonomi tersebut di atas memerlukan kerja sama. Tanpa adanya kerja sama mustahil bagi manusia untuk hidup secara normal. Kerja sama memiliki unsur take and give, membantu dan dibantu. Salah satu aspek penting dalam melakukan kerja sama adalah dalam bidang muamalah dalam bentuk kegiatan perdagangan, sewa menyewa, utang-piutang, dan sebagainya. Kegiatan ini menyerap 85%
Pengertian ekonomi Islam Menurut para ahli

Ciri-ciri Ekonomi Islam

Ekonomi Islam merupakan bagian dari sistem Islam yang memiliki hubungan sempurna dengan agama Islam, yaitu adanya hubungan antara ekonomi Islam dengan akidah dan syariat. Hubungan ini menyebabkan ekonomi Islam memiliki sifat pengabdian (ibadah) dan cita-cita yang luhur serta memiliki pengawasan atas pelaksanaan kegiatan nya dan mengadakan keseimbangan antara kepentingan individu dan masyarakat dalam berekonomi. 1. Sifat Pengabdian dari Ekonomi Islam Pekerjaan ekonomi seseorang akan bernilai ibadat apabila dimaksudkan atau untuk mencari wajah dan keridhaan Allah . Dalam pelaksanaan niat ini harus dijalankan dengan menggunakan jalan Allah, misalnya dengan berbuat baik kepada hamba-Nya, menanggulangi kebutuhan-kebutuhan mereka, dan memudahkan yang sedang susah dengan penuh ikhlas. orang diniatkan 2. Cita-Cita Luhur dari Ekonomi Islam Cita-cita luhur yang dikehendaki oleh ekonomi Islam tidak hanya terbatas pada keuntungan semata melainkan memiliki tujuan untuk memakmurkan bumi dan mempersi
Ciri-ciri Ekonomi Islam

Prinsip yang fundamental dari sistem ekonomi Islam

Bank Islam adalah institusi keuangan yang dibangun untuk memperkenalkan ekonomi Islam. Ekonomi Islami adalah pasar ekonomi yang dipimpin berdasarkan nilai moral. Islam secara esensi berbeda dari Kapitalisme, Sosialisme dan komunisme. Islam memberikan aturan yang terinci untuk jalannya ekonomi secara seimbang dan adil. Mengacu ke Alquran, segala sesuatu di dunia adalah milik Allah Yang Maha Besar. Manusia hanyalah yang dipercayakan dan memberi pertanggungan jawab kepada Dia, berdasarkan hukum yang tertera di dalam Islam. Seperti, kegiatan ekonomi didasarkan prinsip kerjasama dan pertanggungjawaban yang di atur secara etika, dan tujuannya adalah untuk membangun masyarakat yang dimana setiap orang berperilaku bertanggung jawab dan jujur.  Prinsip yang fundamental dari sistem ekonomi Islam sebagai berikut: 1. Keadilan dalam Sosial-Ekonomi dan Kesamaan Distribusi Hal esensi dari ekonomi Islam adalah membangun keadilan sosial-ekonomi. Keadilan sosial-ekonomi disarikan menjadi dua prinsip. Pe
Prinsip yang fundamental dari sistem ekonomi Islam

PRINSIP BANK ISLAM

Bank Islam adalah berdasarkan prinsip Islam dan tidak mengijinkan pembayaran dan penerimaan bunga tetapi pembagian keuntungan. Bank Islam punya tujuan yang sama persis dengan bank konvensional kecuali bank Islam dijalankan dibawah hukum islam. Karakteristik Bank Islam yang terkenal adalah keadilan dan kesamaan melalui pembagian keuntungan dan kerugian dan melarang bunga. Prinsip untuk Bank Islam sebagai berikut 1. Melarang Bunga Bunga secara keras dilarang oleh Islam dan dipahami sebagai haram (tidak diizinkan). Islam melarang kaum Muslim untuk menerima atau memberi bunga. Islam hanya mengijinkan satu jenis pinjaman dan itu adalah Qardhil Hassan (pinjaman yang murah hati) di mana peminjam tidak dikenakan bunga atau tambahan jumlah dari uang yang dipinjam. 2. Pembagian yang Seimbang Riba dilarang dalam Islam. Bank menyediakan dana untuk modal dengan wirausaha berbagi risiko bisnis dan dalam pembagian keuntungan. Islam mendorong orang Muslim untuk menanam uang mereka dan menjadi partner
PRINSIP BANK ISLAM

Sasaran utama pendirian bank Islam

Sasaran utama pendirian bank Islam adalah untuk menyebarkan kemakmuran ekonomi dalam struktur Islam dengan mempromosikan dan mengembangkan prinsip Islam dalam area bisnis.  Point sasaran bank Islam sebagai berikut: 1. Menawarkan Jasa Keuangan: aturan dan hukum dari bank Islam dengan tepat menerapkan prinsip islam untuk transaksi keuangan, dimana riba dan gharar diidentifikasi sebagai tidak Islami. Pendorong utamanya adalah kearah keuangan yang berbagi risiko dan fokus pada kegiatan-kegiatan yang halal. Fokusnya adalah menawarkan transaksi perbankan yang melekat pada prinsip syariah dan menolak transaksi bank konvensional yang berdasarkan bunga. 2. Menjaga stabilitas nilai uang: Islam mengakui uang sebagai alat tukar dan bukan sebagai komoditi, di mana harga dapat digunakan. Jadi, sistem tanpa bunga membawa ke stabilitas dalam nilai uang sehingga bisa menjadi alat tukar yang dapat dipercaya dalam unit transaksi. 3. Pengembangan Ekonomi: Bank Islam mengembangkan ekonomi melalui fasilitas
Sasaran utama pendirian bank Islam

Definisi Bank Islam menurut OIC dan Undang-undang

Bank Islam adalah institusi keuangan yang menjalankan usaha dengan tujuan menerapkan prinsip ekonomi dan keuangan islam pada area perbankan. Bank Islam bisa di definisikan dengan berbagai cara. Definisi bank Islam, yang di setujui oleh General Secretariat of the Organization of the Islamic Conference (OIC), sebagai berikut: 1. "... Bank Islam adalah institusi keuangan yang memiliki hukum, aturan dan prosedur sebagai wujud dari komitmen kepada prinsip syariah dan melarang menerima dan membayar bungan dalam proses operasi yang dijalankan..." (Ali & Sarkar, 1995) 2. Bank Islam adalah: "Bisnis bank Islam berarti bisnis bank yang memiliki tujuan dan operasi tidak memasukan elemen yang tidak diijinkan oleh agama Islam..." Dari definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa institusi keuangan islam adalah institusi yang berdasarkan prinsip Islam. Hal ini termasuk tetapi tidak terbatas dalam menerapkan prinsip Islam berikut. a) Menolak adanya bunga (riba). b) Melarang gharar
Definisi Bank Islam menurut OIC dan Undang-undang

Edukasi Terpopuler

Connect With Us

Copyright @ 2020 beginisob.com, All right reserved