Skip to main content

Posts

Cara Budidaya Ikan Napoleon di Keramba Jaring Apung (KJA)

Benih ikan napoleon untuk budi daya berasal penangkapan di alam dan pembenihan terkontrol. Penangkapan benih dan napoleon ukuran besar dilakukan di daerah terumbu karang Sedangkan benih dari pembenihan terkontrol baru tersedia di BBRPBL Gondol, Bali. PEMELIHARAAN IKAN NAPOLEON DI KJA Pemeliharaan napoleon KJA yang dimulai dari benih berukuran relatif kecil, memerlukan beberapa tahapan. Tahapan ini antara lain berguna untuk menghindari tingkat mortalitas (kematian) yang biasanya tinggi. Dalam tahapan ini, ikan diseleksi berdasarkan ukurannya untuk menghindari sifat kanibal dan agar pertumbuhan ikan lebih seragam. Dalam pemeliharaan, dibedakan adanya tiga tahap pemeliharaan, yaitu pendederan, penggelondongan, dan pembesaran. 1. Pendederan Umumnya, benih ikan-ikan laut, termasuk napoleon, mulai dipasarkan untuk dibesarkan setelah berumur antara 30-45 hari, yaitu saat berukuran 2-3 cm/ekor, dengan bobot rata-rata 1,2 gr/ekor. Pada umur ini biasanya ukuran benih tidak seragam, bersifat kani
Cara Budidaya Ikan Napoleon di Keramba Jaring Apung (KJA)

Cara Budidaya Ikan Titang di Keramba Jaring Apung (KJA)

Benih titang yang ditangkap di alam umumnya berukuran panjang > 7 cm/ekor atau berat > 10 gr/ekor. Seleksi perlu dilakukan sebelum benih ditebarkan ke dalam KJA sehingga diperoleh benih yang sehat dan seragam. Padat penebaran optimal gelondongan titang dalam KJA untuk menghasilkan titang konsumsi adalah 300-500 ekor/m3 dengan perkiraan tingkat kematian mencapai 10%.  Pemeliharaan ikan titang di KJA Sebelum ditebarkan dalam KJA, benih perlu diadaptasikan ke dalam kondisi lingkungan perairan budi daya terhadap salinitas maupun suhu. Penebaran hendaknya dilakukan pada pukul 06.00-08.00 atau 19.00-20.00 untuk menghindari stres terhadap ikan akibat perubahan kondisi lingkungan perairan. Padat penebaran sangat dipengaruhi oleh hubungan ukuran ikan dan luas wadah budidaya. Padat penebaran ikan dalam KJA memengaruhi pemanfaatan ruang gerak, peluang mendapatkan pakan serta kualitas air terutama konsentrasi oksigen terlarut. Dalam kondisi ikan berjejal, persaingan penggunaan oksigen terlar
Cara Budidaya Ikan Titang di Keramba Jaring Apung (KJA)

Cara Budidaya Ikan Titang di Tambak

Benih titang untuk budidaya ditangkap di alam. Penangkapan benih otang dilakukan di muara sungai, estuari. dan sekitar hutan mangrove Di Indonesia, ikan ini belum dibenihkan secara terkontrol di hutchi.  PEMELIHARAAN IKAN TITANG DI TAMBAK Pemeliharaan ikan titang di tambak dilakukan secara monokultur dan polikultur. Ikan titang dapat dipelihara secara ekstensif sampul interat. Benih ikan titang dan hasil penangkapan di alam yang berukuran > 7 cm /ekor atau berat > 10 gr/ekor ditebar dengan kepadatan 20.000 - 30.000 ekor /ha atau 2-3 ekor/m2 untuk tambak yang dikelola semi intens. Untuk tambak yang dikelola secara intensif padat penebaran untuk benih yang sama sebanyak 4-5 ekor/m2 atau 40.000-50.000 ekor/ha. Bila ukuran benih lebih besar, sekitar 13 cm/ekor atau 20 gr/ekor, maka padat penebaran diturunkan menjadi 3 ekor/m2 atau 30.000 ekor/ha. Pakan ikan titang terdiri dari pakan alami dan pakan buatan. Pakan alami terdiri dari lumut sutra dan rumput laut grasilaria (Gracillaria s
Cara Budidaya Ikan Titang di Tambak

Cara Budidaya Ikan Tuna di Keramba Jaring Apung (KJA)

Tuna merupakan ikan pelagis yang memiliki pola migrasi tinggi, tidak hanya antarnegara tetapi bahkan antarbenua. Tuna mempunyai tubuh seperti torpedo dengan kepala yang lancip. Tubuhnya licin, sirip dada melengkung dan sirip ekor bercagak dengan celah yang lebar. Di belakang sirip punggung dan sirip dubur terdapat sirip-sirip tambahan yang kecil-kecil dan terpisah-pisah. Sirip punggung, dubur. perut, dan dada, pada pangkalnya mempunyai lekukan pada tubuh, sehingga dapat memperkecil daya gesekan air pada saat ikan sedang berenang dengan kecepatan penuh Ikan tuna terkenal sebagai perenang hebat, bisa mencapai sekitar 50 km/jam (Nontji, 1987). Yang disebut tuna ada empat spesies, yaitu madidihang atau tuna sirip kuning/yellowfin tuna (Thunnus albacares), tuna mata besar/ bigeye tuna (7. obesus), albakor/albacore tuna (T. alalunga), dan tatihu atau tuna sirip biru/southern bluefin tuna (T maccoyi). Di samping itu, dikenal pula ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) dan tongkol atau komo (Euthy
Cara Budidaya Ikan Tuna di Keramba Jaring Apung (KJA)

Cara Budidaya Ikan Kerapu Batik di Keramba Jaring Apung (KJA)

Benih kerapu batik untuk budi daya diperoleh dari penangkapan di alam dan pembenihan di hatchri. Benih kerapu menyukai daerah tenang yang tidak bergelombang dan tidak berarus kuat. Dengan demikian, daerah daerah berteluk dengan dasar perairan berupa terumbu karang atau patahan-patahan karang yang ditumbuhi lamun dasar perairan berlumpur atau berpasir, merupakan daerah penangkapan benih yang cukup ideal. Ukuran benih kerapu yang tertangkap sangat tergantung pada kedalaman perairan. Pada kedalaman 0,5-3 m, benih yang tertangkap berukuran kecil. Di perairan yang lebih dalam di atas 4 m), kerapu yang tertangkap berukuran lebih besar. Beberapa alat tangkap yang dapat digunakan untuk menangkap benih kerapu antara lain bagan, pukat pantai, bubu, jaring insang, muroami, pancing, sero, jaring kantong jaring dorong, dan jermal. Sedangkan benih kerapu batik produksi hatchri tersedia di BBRPBL Gondol-Bali. Benih kerapu batik produksi hatchri, sebagaimana benih ikan laut lainnya, mulai diperdagangk
Cara Budidaya Ikan Kerapu Batik di Keramba Jaring Apung (KJA)

Cara Budidaya Ikan Kerapu Batik di Tambak

Untuk menghasilkan kerapu batik ukuran konsumsi (> 500 gr/ekor) dapat dilakukan pembesaran di keramba jaring apung (KJA) atau tambak dalam waktu 6-8 bulan, lebih cepat dari kerapu bebek dan kerapu macan. Karena itu, untuk menghasilkan kerapu batik berbobot 1.000 gr/ekor dibutuhkan waktu pemeliharaan 10-12 bulan. Untuk menjaga mutu air dan kemudahan pengelolaan pada budi daya kerapu batik di tambak, maka perlu diterapkan pemeliharaan secara bertahap. Pemeliharaan sistem pentahapan atau biasa disebut sistem modular dilakukan dalam tiga tahap/fase. yaitu tahap pendederan, penggelondongan/pembesaran awal dan pembesaran akhir/pembesaran. Dengan demikian, satu unit tambak pemeliharaan kerapu batik mem butuhkan 3-4 petak yang terdiri dari petak pendederan, petak penggelondongan, petak pembesaran dan petak tandon air. Luas ideal petak pemeliharaan adalah petak pendederan 300-400 m2 petak penggelon dongan 500-1.000 m2, dan petak pembesaran 700-1.000 m2. Pemeliharaan kerapu batik di tambak 1.
Cara Budidaya Ikan Kerapu Batik di Tambak

Cara Budidaya Ikan Kakap Merah di Keramba Jaring Apung (KJA)

Benih kakap merah untuk budidaya diperoleh dari penangkapan di alam karena belum tersedia benih di hatchri. Benih kakap merah ditangkap di perairan sekitar terumbu karang pantai berlumpur dan berpasir di teluk dan laguna.  PEMELIHARAAN KAKAP MERAH DI KJA Kakap merah adalah ikan yang hidup di sekitar pantai, teluk, dan sekitar gosong karang yang merupakan lingkungan bersalinitas tinggi. Karena itu, kakap merah dipelihara di KJA yang ditempatkan di teluk atau daerah sekitar terumbu karang.  Pemeliharaan kakap merah di KJA dengan menggunakan benih berukuran kecil dilakukan dalam tahap tahap sebagaimana budi daya ikan laut ukuran besar lainnya. Teknik pemeliharaan dengan cara ini dimaksudkan untuk meminimalkan mortalitas dan efisiensi dalam penggunaan pakan.  1. Pendederan Jika benih yang diperoleh berukuran kecil, 2-3 cm/ekor, maka perlu dilakukan pendederan. Karena pada benih yang tidak seragam, masih bersifat kanibal dan cenderung berkumpul di satu tempat (bergerombol).  Mengingat tingk
Cara Budidaya Ikan Kakap Merah di Keramba Jaring Apung (KJA)

Edukasi Terpopuler

Connect With Us

Copyright @ 2020 beginisob.com, All right reserved