Diperbarui: 2 Desember 2025 Ringkasan cepat: Survei dan kajian tren pariwisata menunjukkan pergeseran besar: wisatawan makin suka perjalanan yang pelan ( slow travel ), ramah lingkungan ( eco-tourism ), dan berbasis pengalaman lokal, bukan sekadar foto di tempat populer. Di Indonesia, 2025 ditandai naiknya tren staycation dekat rumah, eco-traveling ke desa wisata dan taman nasional, serta liburan anti-mainstream ke “hidden gems” yang belum terlalu ramai. Bagi Muslim, tren ini bisa dimanfaatkan untuk wisata yang lebih hemat, sehat, dan sesuai syariat: pilih destinasi ramah keluarga, menjaga adab, dan menghindari aktivitas maksiat. Daftar isi Kapan sebaiknya mulai ikut tren wisata 2025? Apa yang dimaksud tren wisata 2025? Syarat sebelum ikut tren staycation & eco-traveling Langkah memanfaatkan tren wisata 2025 untuk liburan dan bisnis Jenis tren wisata 2025: staycation, eco-traveling, dan liburan anti-mainst...
Tren Wisata 2025: Staycation, Eco-Traveling, hingga Liburan Anti-Mainstream