Skip to main content

Contoh Data Excel untuk Latihan (Siap Ketik) + Tantangan Rumus Bertahap: Dari Pemula sampai Dashboard (UMKM: Penjualan, Stok, dan Rekap)

Diperbarui: 28 Desember 2025

Ringkasan cepat:

  • Artikel ini memberi dataset latihan (tabel siap ketik) + tantangan bertahap (pemula → menengah → mahir).
  • Dataset dibuat “realistis” untuk UMKM: Master Produk + Transaksi Penjualan + (opsional) Stok Opname.
  • Kamu akan latihan: rumus dasar, SUMIFS/COUNTIFS, rekap bulanan, ranking produk, filter + subtotal, sampai pondasi dashboard.
  • Kalau hasil rumus aneh (0 padahal data ada), kemungkinan besar data kamu “kotor” (spasi tersembunyi / angka sebagai teks) — wajib audit dulu.

Daftar isi

Aturan main (biar latihan efektif dan tidak bikin pusing)

  • Pakailah format data yang benar: 1 baris = 1 transaksi, kolom konsisten, tanggal betul-betul Date, angka betul-betul Number. Ini pondasi semua laporan.
  • Jangan mengetik “nama produk” di transaksi. Gunakan Kode_Produk agar konsisten dan bisa diaudit.
  • Jika ingin membatasi input (Kategori/Channel/Metode Bayar), pakai dropdown agar tidak ada typo. Panduan lengkapnya ada di artikel Cara Membuat Dropdown List (Pilihan) di Excel Pakai Data Validation.

Sheet 1: Master_Produk (dataset)

Buat sheet bernama Master_Produk. Ketik tabel ini mulai dari A1.

Kode_Produk Nama_Produk Kategori Satuan Harga_Beli Harga_Jual Status
BRG-001Beras 5kgSembakoPack6200075000Aktif
BRG-002Gula 1kgSembakoPack1250015000Aktif
BRG-003Minyak 1LSembakoBotol1650019500Aktif
BRG-004Telur 1kgSembakoKg2500029000Aktif
BRG-005Teh CelupMinumanBox900012000Aktif
BRG-006Kopi Bubuk 200gMinumanPack1800024000Aktif
BRG-007Air Mineral 600mlMinumanBotol25004000Aktif
BRG-008Roti TawarMakananPack1150015000Aktif
BRG-009Susu UHT 1LMinumanKotak1750022000Aktif
BRG-010Tepung 1kgSembakoPack1100014000Aktif

Kalau kamu ingin memperdalam “cara rekap angka” (SUM, SUMIF/SUMIFS, SUBTOTAL), kamu bisa bandingkan dengan artikel Cara Menghitung Jumlah di Excel untuk Pemula: SUM, AutoSum, SUMIF, SUMIFS, dan SUBTOTAL.

Sheet 2: Penjualan (dataset transaksi harian)

Buat sheet bernama Penjualan. Ketik tabel ini mulai dari A1.

Tanggal No_Invoice Sales Channel Kota Kode_Produk Qty Diskon_Persen Metode_Bayar Status_Bayar
2025-12-01INV-001AniOfflineJakartaBRG-00120%TunaiLunas
2025-12-01INV-002BudiMarketplaceBandungBRG-00615%TransferLunas
2025-12-02INV-003AniOfflineJakartaBRG-00250%QRISLunas
2025-12-02INV-004CiciResellerSurabayaBRG-003610%TransferPiutang
2025-12-03INV-005BudiOfflineJakartaBRG-00430%TunaiLunas
2025-12-03INV-006DoniMarketplaceBandungBRG-00925%TransferLunas
2025-12-04INV-007AniResellerJakartaBRG-01040%TransferPiutang
2025-12-04INV-008CiciOfflineSurabayaBRG-007120%QRISLunas
2025-12-05INV-009BudiMarketplaceSurabayaBRG-00830%TransferLunas
2025-12-05INV-010AniOfflineJakartaBRG-00520%TunaiLunas
2025-12-06INV-011DoniOfflineBandungBRG-00110%TunaiLunas
2025-12-06INV-012CiciResellerSurabayaBRG-006210%TransferPiutang

Penting: Diskon_Persen ditulis “0%/5%/10%” supaya kamu latihan format persen. Di Excel, ini tetap bisa dihitung jika formatnya benar. Jika rumusmu hasilnya 0 padahal harusnya ada, kemungkinan data angka/persen kamu terbaca teks—auditnya ada di Audit Data “Angka Tersimpan sebagai Teks” agar SUMIF/SUMIFS Normal.

Tantangan Pemula (Level 1–3): rumus dasar + validasi input

Level 1: Tambah kolom Harga_Jual dan Total_Bruto

  1. Di sheet Penjualan, tambahkan 2 kolom di kanan (misalnya kolom K dan L): Harga_Jual, Total_Bruto.
  2. Isi Harga_Jual dengan lookup dari Master_Produk (kamu boleh pakai XLOOKUP/VLOOKUP sesuai versi). Contoh konsep: ambil Harga_Jual berdasarkan Kode_Produk.
  3. Hitung Total_Bruto = Qty × Harga_Jual.

Level 2: Tambah kolom Total_Setelah_Diskon

  1. Tambahkan kolom Total_Net.
  2. Rumus konsep: Total_Net = Total_Bruto × (1 − Diskon_Persen).
  3. Pastikan Diskon_Persen benar-benar terbaca sebagai persen, bukan teks.

Level 3: Buat dropdown untuk Channel, Metode_Bayar, dan Status_Bayar

  1. Buat sheet kecil bernama List berisi daftar Channel (Offline/Marketplace/Reseller), Metode_Bayar (Tunai/Transfer/QRIS), Status_Bayar (Lunas/Piutang).
  2. Terapkan Data Validation (List) di kolom Channel, Metode_Bayar, Status_Bayar agar input konsisten.

Tantangan Menengah (Level 4–7): rekap SUMIFS/COUNTIFS + ranking

Level 4: Rekap omzet per Sales (SUMIFS)

  1. Buat sheet Rekap.
  2. Buat tabel kecil: kolom Sales dan Omzet.
  3. Isi Omzet dengan SUMIFS dari Total_Net berdasarkan Sales.

Catatan resmi: SUMIFS memang untuk menjumlah berdasarkan beberapa kriteria (mis. Sales tertentu, status tertentu, tanggal tertentu). 5

Level 5: Rekap “Omzet Lunas saja” per Kota

  1. Di sheet Rekap, buat tabel Kota (Jakarta/Bandung/Surabaya).
  2. Hitung omzet hanya untuk Status_Bayar = Lunas (pakai SUMIFS dengan kriteria Status_Bayar).

Level 6: Hitung jumlah transaksi Piutang per Channel (COUNTIFS)

  1. Buat tabel: Channel vs Jumlah Piutang.
  2. Hitung banyak baris transaksi yang memenuhi Channel tertentu DAN Status_Bayar = Piutang.

Level 7: Produk terlaris (Top 3) berdasarkan Qty, lalu ranking

  1. Buat tabel ringkas per Kode_Produk: Total_Qty (jumlah Qty per produk) dan Total_Omzet.
  2. Tambahkan kolom Ranking (pakai RANK.EQ atau RANK.AVG). Untuk latihan nilai kembar, sengaja biarkan kalau ada Qty yang sama.

Kalau kamu ingin mengubah hasil latihan ini menjadi tampilan 1 halaman (dashboard) yang bisa difilter per Sales/Channel/Bulan, lihat alur amannya di Dashboard Laporan Tahunan di Excel: Pivot Table + Slicer (Filter Cepat) dalam 1 Halaman.

Tantangan Mahir (Level 8–10): subtotal visible + pondasi dashboard

Level 8: Nomor urut “tampilan” yang rapi saat filter

  1. Tambahkan kolom No_Tampil di paling kiri Penjualan.
  2. Buat nomor yang tidak lompat saat filter aktif (konsepnya memakai SUBTOTAL untuk menghitung baris yang terlihat).

Level 9: Rekap “hanya data yang terlihat” saat kamu filter (visible-only)

  1. Filter Status_Bayar = Lunas, lalu Channel = Offline.
  2. Di bagian bawah, buat 2 angka: Total transaksi terlihat dan Total omzet terlihat (gunakan SUBTOTAL/AGGREGATE, bukan SUM biasa).

Kalau kamu butuh pembahasan lengkap “kenapa SUM biasa salah saat filter”, ada panduan khusus di Menjumlah Data yang Difilter di Excel: SUBTOTAL vs AGGREGATE (Biar Rekap Tidak Salah Saat Filter Aktif).

Level 10: Pondasi dashboard (tanpa harus muluk-muluk)

  1. Pastikan data Penjualan sudah rapi (tidak ada baris kosong, header 1 baris).
  2. Jadikan tabel Penjualan sebagai Excel Table agar range ikut bertambah saat data baru masuk.
  3. Buat Pivot Table sederhana: Omzet per Bulan, Omzet per Sales, Produk terlaris.

Bonus (Opsional): mini dataset stok opname untuk latihan audit

Kalau kamu ingin latihan yang lebih “real”, buat satu sheet Stok_Opname berisi hasil fisik, lalu cocokkan dengan catatan. Ini cocok untuk latihan SUMIFS (karena input fisik bisa dobel). Untuk workflow stok opname lengkap 4 sheet (Master → Catatan → Fisik → Rekap Selisih), lihat artikel Rekap Stok Opname Akhir Tahun di Excel: Selisih Stok, Barang Minus, dan Nilai Persediaan Akhir.

Tanggal Kode_Produk Stok_Fisik Catatan
2025-12-31BRG-00115Hasil hitung gudang
2025-12-31BRG-0068Rak minuman
2025-12-31BRG-00730Botol display
2025-12-31BRG-01012Gudang belakang

FAQ

1) Kenapa saya disuruh pakai Kode_Produk, bukan Nama_Produk?

Karena nama mudah typo dan tidak konsisten. Kode membuat data lebih rapi, mudah dicocokkan, dan mudah diaudit (terutama saat stok opname dan rekap tahunan).

2) Rumus saya hasilnya 0 padahal datanya ada. Penyebab paling umum?

Paling sering: angka tersimpan sebagai teks, ada spasi tersembunyi pada kategori/status, atau format persen salah. Audit kebersihan data dulu sebelum menyalahkan rumus.

3) Apakah saya harus pakai Pivot untuk dashboard?

Untuk data yang sudah banyak dan butuh filter cepat, Pivot biasanya paling praktis. Tapi latihan rumus tetap penting agar kamu paham logika datanya dan bisa cek jika ada angka janggal.

4) Boleh tidak membuat dataset lebih besar otomatis?

Boleh. Jika kamu memakai Microsoft 365 yang mendukung Copilot, kamu bisa meminta Copilot membuat data contoh untuk pengujian. Ini opsional dan tergantung versi/lisensi.

5) Bagaimana sisi “amanah” dalam latihan pembukuan?

Biasakan data rapi dan angka bisa diaudit. Ini membantu menghindari kecurangan, mengurangi sengketa, dan menjaga amanah (terutama untuk piutang, stok, dan laporan uang).

Baca juga di Beginisob.com

Comments

Edukasi Terpopuler

Connect With Us

Copyright @ 2023 beginisob.com, All right reserved