Skip to main content

Format Buku Kas Umum Bendahara Pengeluaran di Excel: Contoh Tabel, Rumus Saldo Berjalan, dan Rekap Bulanan (Siap Ketik, Tanpa VBA)

Diperbarui: 5 Januari 2026

Ringkasan cepat:

  • Template BKU paling “aman dipakai lama” di Excel adalah: pisahkan sheet SETUP (daftar pilihan) → BKU (transaksi harian) → REKAP (ringkasan bulanan).
  • Kunci anti salah hitung: transaksi di BKU harus urut tanggal, angka benar-benar angka (bukan teks), dan saldo memakai rumus saldo sebelumnya + masuk − keluar.
  • Untuk bendahara pengeluaran, kolom yang sering dibutuhkan: Nomor bukti, UP/GU/TU/LS, dan kode akun/sub rincian objek (opsional sesuai SOP instansi).
  • Rekap bulanan paling mudah: pakai SUMIFS berdasarkan Bulan (kolom bantu) + (opsional) jenis belanja/akun.
  • Jika hasil rekap 0 padahal ada transaksi, kemungkinan besar data “kotor”: angka jadi teks, format tanggal salah, atau ada spasi tersembunyi.

Daftar isi

Konsep BKU bendahara pengeluaran (versi praktis)

Buku Kas Umum (BKU) adalah catatan kronologis transaksi kas (dan biasanya juga pergerakan saldo kas/bank) yang dipakai bendahara untuk memastikan: uang masuk–keluar tercatat, saldo bisa diaudit, dan rekap bulanan bisa dibuat tanpa “ngarang”.

Untuk bendahara pengeluaran, BKU biasanya dipakai bersama buku pembantu (misalnya bank/kas tunai/pajak/panjar) sesuai kebutuhan. Di artikel ini, saya fokus ke format BKU inti yang paling sering diminta saat pemeriksaan: transaksi harian + saldo berjalan + rekap bulanan.

Struktur file Excel yang rapi (SETUP–BKU–REKAP)

Minimal buat 3 sheet berikut (jangan dicampur jadi satu, supaya tahan audit):

  • SETUP → daftar pilihan (Jenis Belanja, Metode Bayar, Unit/Kegiatan, dll)
  • BKU → transaksi harian (satu baris = satu bukti transaksi)
  • REKAP → ringkasan per bulan (total penerimaan, total pengeluaran, saldo akhir)

Supaya tabel BKU otomatis memanjang saat Anda tambah baris baru, paling enak jadikan BKU sebagai Excel Table (Ctrl+T). Panduan lengkapnya ada di Cara Membuat Excel Table (Ctrl+T) yang Benar untuk Pemula: Header, Filter, Total Row, dan Range Otomatis Ikut Nambah.

Langkah 1: Buat sheet SETUP (dropdown anti typo)

1. Buat daftar “Jenis Belanja” (contoh)

Ketik di sheet SETUP mulai A1:

Jenis_Belanja
UP
GU
TU
LS

2. Buat daftar “Metode Bayar” (opsional tapi sangat membantu)

Metode_Bayar
TUNAI
TRANSFER

3. Terapkan dropdown (Data Validation) di kolom BKU

Setelah daftar siap, Anda bisa buat dropdown di sheet BKU agar input konsisten (tidak salah ketik “UP ” pakai spasi, atau “Trf”/“Transfer” jadi beda-beda). Kalau Anda belum pernah membuat dropdown, ikuti panduannya di Cara Membuat Dropdown List (Pilihan) di Excel Pakai Data Validation: Manual, Dari Range, Dinamis, sampai Dependent.

Untuk input lebih cepat tanpa VBA, Anda juga bisa pakai tombol Form bawaan Excel (jika tersedia) agar input seperti “form entri”. Panduannya ada di Cara Membuat Form Entri Data di Excel (Tanpa VBA): Aktifkan Tombol Form + Struktur DATA–LIST–REKAP.

Langkah 2: Buat sheet BKU (contoh tabel + rumus saldo berjalan)

1. Buat kolom BKU inti (siap ketik)

Ketik header berikut di sheet BKU mulai A1:

No Tanggal No_Bukti Uraian Kode_Akun/SubRincian (opsional) Jenis (UP/GU/TU/LS) Metode (Tunai/Transfer) Penerimaan Pengeluaran Saldo Bulan (helper) Keterangan

2. Isi contoh transaksi (biar kebayang)

Contoh ini memakai saldo awal Rp5.000.000. Letakkan saldo awal sebagai baris transaksi pertama supaya rumus saldo jadi sederhana.

NoTanggalNo_BuktiUraianKode_AkunJenisMetodePenerimaanPengeluaranSaldoBulanKeterangan
101/01/2026-Saldo awal bulan---0050000002026-01Input manual
202/01/2026BKU-001Panjar kegiatan A5.1.02.xxUPTRANSFER01200000(rumus)(rumus)
303/01/2026BKU-002Belanja ATK5.1.02.xxUPTUNAI0350000(rumus)(rumus)
405/01/2026BKU-003Pengembalian sisa panjar-UPTRANSFER2000000(rumus)(rumus)
510/01/2026BKU-004Pembayaran jasa (dipotong pajak)5.1.02.xxLSTRANSFER01500000(rumus)(rumus)pajak dicatat terpisah bila perlu

3. Rumus nomor otomatis (kolom No)

Jika data mulai dari baris 2, taruh rumus di A2 lalu copy ke bawah:

  • =IF(B2="","",COUNTA($B$2:B2))

Logika: kalau Tanggal kosong, No kosong. Kalau Tanggal terisi, No bertambah otomatis.

4. Rumus saldo berjalan (kolom Saldo)

Taruh rumus di J3 (baris setelah saldo awal), lalu copy ke bawah:

  • =IF(B3="","",J2+H3-I3)

Artinya: Saldo sekarang = Saldo sebelumnya + Penerimaan − Pengeluaran. Ini rumus paling stabil untuk BKU harian.

5. Rumus kolom Bulan (helper) untuk rekap

Taruh di K2 lalu copy ke bawah:

  • =IF(B2="","",TEXT(B2,"yyyy-mm"))

Hasilnya seperti 2026-01, 2026-02, dst. Ini memudahkan SUMIFS rekap bulanan tanpa pusing tanggal awal/akhir.

6. Checklist anti error (wajib sebelum rekap)

Langkah 3: Buat sheet REKAP bulanan (SUMIFS + saldo akhir)

1. Buat tabel rekap bulanan

Di sheet REKAP, buat header seperti ini mulai A1:

Bulan Total_Penerimaan Total_Pengeluaran Netto (Masuk-Keluar) Saldo_Akhir_Bulan
2026-01 (rumus) (rumus) (rumus) (rumus)

2. Rumus total penerimaan & pengeluaran per bulan (SUMIFS)

Asumsi: kolom Bulan ada di BKU!K:K, Penerimaan di BKU!H:H, Pengeluaran di BKU!I:I.

  • Total_Penerimaan (B2): =SUMIFS(BKU!$H:$H,BKU!$K:$K,$A2)
  • Total_Pengeluaran (C2): =SUMIFS(BKU!$I:$I,BKU!$K:$K,$A2)
  • Netto (D2): =B2-C2

3. Rumus saldo akhir bulan (ambil saldo terakhir pada bulan itu)

Jika transaksi sudah diurutkan per tanggal, saldo terakhir bulan dapat diambil dengan LOOKUP. Di E2:

  • =LOOKUP(2,1/(BKU!$K:$K=$A2),BKU!$J:$J)

Rumus ini mencari saldo terakhir pada bulan yang sama. Jika Excel Anda memakai pemisah titik koma, ubah koma menjadi titik koma.

4. (Opsional) Rekap per Jenis (UP/GU/TU/LS)

Misalnya Anda ingin tahu total pengeluaran UP bulan tertentu, gunakan SUMIFS tambahan:

  • =SUMIFS(BKU!$I:$I,BKU!$K:$K,$A2,BKU!$F:$F,"UP")

Kalau Anda sering rekap sambil filter data, lebih aman memahami kapan memakai SUBTOTAL/AGGREGATE. Panduan ringkasnya ada di Menjumlah Data yang Difilter di Excel: SUBTOTAL vs AGGREGATE (Biar Rekap Tidak Salah Saat Filter Aktif).

Checklist tutup buku akhir bulan (biar siap tanda tangan)

  • Pastikan urut tanggal dan tidak ada baris “nyelip”.
  • Cek saldo akhir vs kas nyata/bank (rekonsiliasi sederhana).
  • Pastikan bukti transaksi lengkap (No_Bukti tidak kosong untuk transaksi nyata).
  • Cek saldo minus (kalau minus, biasanya ada transaksi belum dicatat penerimaannya atau salah input masuk/keluar).
  • Kunci bulan: copy sheet BKU (duplikat) jadi “BKU_2026-01” supaya tidak berubah saat bulan berikutnya.
  • Cetak/ekspor PDF jika diminta SOP internal.

FAQ format BKU bendahara pengeluaran di Excel

1. Apakah BKU harus ada saldo awal?

Iya, secara praktik pembukuan harus punya titik awal agar saldo berjalan masuk akal. Cara paling mudah: buat baris “Saldo awal bulan” di transaksi pertama (seperti contoh tabel).

2. Bolehkah satu transaksi dicatat sebagai penerimaan dan pengeluaran di tanggal yang sama?

Bisa, tergantung mekanisme transaksi (mis. pencatatan tertentu yang butuh sisi penerimaan dan pengeluaran). Yang penting: Anda konsisten dan bisa menjelaskan alurnya dengan bukti yang sah.

3. Kenapa saldo saya tiba-tiba tidak sesuai padahal rumusnya benar?

Penyebab paling sering: urutan tanggal tidak rapi, angka terbaca sebagai teks, atau ada baris kosong yang membuat rumus loncat. Audit data dulu sebelum menyalahkan rumus.

4. Apakah saya perlu membuat Buku Pembantu Bank/Kas/Pajak juga?

Tergantung kebutuhan SOP instansi. Namun, untuk kontrol internal, minimal pisahkan Metode (Tunai/Transfer) dan rekap per metode sudah sangat membantu.

5. Bagaimana cara memastikan template ini “tahan audit”?

Pakai dropdown untuk kolom-kolom kunci, hindari edit manual saldo, dan simpan versi tutup bulan (file/sheet terpisah). Pembukuan adalah amanah: catat sesuai bukti, jangan “disesuaikan” agar kelihatan bagus.

Baca juga di Beginisob.com

Comments

Edukasi Terpopuler

Connect With Us

Copyright @ 2023 beginisob.com, All right reserved