Cara Set IP Address Manual di Windows 10/11: Static IP, Gateway, DNS + Cara Balikin ke Otomatis (DHCP)
Diperbarui: 19 Desember 2025
Ringkasan cepat:
- Kalau internetmu normal dan tidak ada kebutuhan khusus, pakai Otomatis (DHCP) saja (paling aman).
- Static IP cocok untuk perangkat yang harus “tetap” (mis. printer kantor, NAS, server lokal, atau PC yang sering di-remote).
- Langkah inti: buka Settings → pilih Wi-Fi/Ethernet → IP assignment → Edit → pilih Manual → isi IP, Subnet, Gateway, DNS.
- Kalau setelah diubah internet jadi mati, balikkan ke Automatic (DHCP) atau jalankan ipconfig /release lalu /renew.
Daftar isi
- Kapan perlu set IP manual (static) di Windows?
- Apa itu IP Address, Subnet Mask, Gateway, dan DNS?
- Syarat & persiapan sebelum ubah IP (biar tidak salah)
- Langkah set IP manual di Windows 11 & Windows 10
- Cara balikin ke DHCP (otomatis) kalau koneksi bermasalah
- Cara cek hasilnya (uji koneksi) + perintah penting
- Tips aman: hindari IP conflict & salah gateway
- Risiko & kesalahan umum (yang bikin “No Internet”)
- FAQ
- Baca juga di Beginisob.com
Kapan perlu set IP manual (static) di Windows?
Kamu biasanya butuh static IP kalau:
- PC harus selalu bisa diakses perangkat lain di jaringan (mis. PC kasir, PC server kecil, PC CCTV/NVR).
- Kamu pakai printer/NAS yang di-setting ke IP tertentu dan ingin PC konsisten satu subnet.
- Di jaringan kantor, admin memberi IP khusus (bukan DHCP) untuk keamanan/segmentasi.
Kalau kebutuhanmu hanya browsing/game biasa, DHCP lebih aman karena router yang mengatur semuanya otomatis.
Apa itu IP Address, Subnet Mask, Gateway, dan DNS?
Singkatnya, saat kamu memilih “Manual”, Windows meminta 4 hal ini:
| Komponen | Fungsi | Contoh (jaringan rumahan umum) |
|---|---|---|
| IP Address | Alamat perangkatmu di jaringan lokal | 192.168.1.50 |
| Subnet Mask / Prefix length | Menentukan “kelompok” jaringan (subnet) | 255.255.255.0 (prefix 24) |
| Default Gateway | Alamat router (pintu keluar ke internet) | 192.168.1.1 |
| DNS | Menerjemahkan nama domain → alamat IP | DNS router/ISP atau DNS publik |
Syarat & persiapan sebelum ubah IP (biar tidak salah)
-
Catat konfigurasi yang sekarang (wajib).
- Buka Command Prompt lalu jalankan:
ipconfig /all - Catat: IPv4 Address, Subnet Mask, Default Gateway, DNS Servers
- Buka Command Prompt lalu jalankan:
-
Pastikan IP yang kamu pilih tidak bentrok.
- Jika router punya rentang DHCP (mis. 192.168.1.2–192.168.1.200), pilih IP di luar rentang itu (mis. 192.168.1.210) atau lakukan “reservation” di router.
- Pastikan kamu mengubah adapter yang benar: Wi-Fi atau Ethernet (kabel).
Langkah set IP manual di Windows 11 & Windows 10
Metode 1 — Lewat Settings (paling gampang, Windows 10/11)
- Buka Settings.
- Masuk ke Network & Internet.
- Pilih sesuai koneksimu:
- Wi-Fi → pilih jaringan yang sedang terhubung, atau pilih properti Wi-Fi.
- Ethernet → pilih koneksi Ethernet yang sedang aktif.
- Cari bagian IP assignment (Penetapan IP) → klik Edit.
- Pilih:
- Automatic (DHCP) = otomatis (default, aman), atau
- Manual = isi sendiri (static IP).
- Jika pilih Manual:
- Aktifkan IPv4.
- Isi IP address, Subnet mask / Prefix length, Gateway.
- Isi Preferred DNS dan (opsional) Alternate DNS.
- Klik Save.
Metode 2 — Lewat Control Panel (cara klasik, masih dipakai di banyak kantor)
- Buka Control Panel → Network and Internet → Network and Sharing Center.
- Klik Change adapter settings.
- Klik kanan adapter yang aktif (Wi-Fi atau Ethernet) → Properties.
- Pilih Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4) → klik Properties.
- Pilih salah satu:
- Obtain an IP address automatically (DHCP), atau
- Use the following IP address (static) lalu isi IP/Subnet/Gateway dan DNS.
- Klik OK → Close.
Metode 3 — (Opsional) Via Command Line untuk teknisi (netsh)
Metode ini berguna untuk helpdesk/skrip, tapi untuk pemula lebih aman pakai Settings. Jika kamu paham, kamu bisa menggunakan netsh untuk mengatur IPv4 ke DHCP atau static.
Cara balikin ke DHCP (otomatis) kalau koneksi bermasalah
- Kembali ke Settings → Network & Internet → Wi-Fi/Ethernet → IP assignment → Edit.
- Pilih Automatic (DHCP) → Save.
- Jika masih “No Internet”, lanjutkan uji cepat di bawah (bagian Cara cek hasilnya).
Cara cek hasilnya (uji koneksi) + perintah penting
-
Cek IP yang terpasang:
- Jalankan:
ipconfig /all
- Jalankan:
-
Tes router (gateway):
- Ping gateway, contoh:
ping 192.168.1.1 - Kalau gagal, biasanya IP/subnet/gateway salah atau bentrok.
- Ping gateway, contoh:
-
Tes internet (tanpa DNS):
- Ping IP publik (contoh):
ping 1.1.1.1 - Kalau ini berhasil tapi membuka situs gagal, masalahnya biasanya di DNS.
- Ping IP publik (contoh):
-
Refresh IP (kalau pakai DHCP):
ipconfig /releaselaluipconfig /renew
-
Bersihkan cache DNS (kalau domain tidak bisa dibuka):
ipconfig /flushdns
Tips aman: hindari IP conflict & salah gateway
- Jangan asal pilih IP. Ambil pola dari IP kamu sekarang (hasil
ipconfig) lalu ganti angka terakhirnya. - Gateway hampir selalu IP router (mis. 192.168.0.1 atau 192.168.1.1). Kalau gateway salah, internet biasanya mati total.
- Subnet harus konsisten. Kalau jaringanmu 192.168.1.x, umumnya subnetnya 255.255.255.0 (prefix 24).
- Pakai DNS yang stabil. Kalau ragu, pakai DNS router dulu (gateway) supaya paling kompatibel.
- Kalau setelah ubah jadi makin kacau, jangan panik: balik ke DHCP, lalu restart adapter (disable/enable) atau restart PC.
Risiko & kesalahan umum (yang bikin “No Internet”)
- IP conflict (IP kamu sama dengan perangkat lain) → koneksi putus-nyambung atau tidak bisa internet.
- Gateway salah → bisa konek ke perangkat lokal, tapi tidak bisa keluar internet.
- DNS salah → aplikasi terasa “no internet” padahal ping IP publik masih bisa.
- Salah memilih adapter (ngubah Ethernet padahal pakai Wi-Fi).
- Network stack rusak (jarang, tapi bisa) → perlu reset jaringan/TCP-IP sebagai langkah terakhir.
FAQ
1) Lebih baik pakai DHCP atau static IP?
Untuk pemakaian normal (browsing, YouTube, game), DHCP lebih aman. Static IP dipakai kalau ada kebutuhan khusus seperti printer/NAS/server lokal.
2) Saya sudah set static IP tapi “No Internet”. Apa penyebab paling sering?
Paling sering karena gateway salah, subnet/prefix salah, atau IP bentrok. Balikkan ke DHCP dulu untuk memastikan jaringan normal.
3) Kalau ping IP publik bisa, tapi buka website tidak bisa?
Biasanya masalah DNS. Coba ganti DNS ke DNS router (gateway) atau jalankan ipconfig /flushdns.
4) Apakah perlu mengubah IPv6 juga?
Untuk kebanyakan jaringan rumahan, cukup atur IPv4. Ubah IPv6 hanya jika admin jaringan memang menginstruksikan demikian.
5) Langkah terakhir kalau semua gagal?
Gunakan panduan pemecahan masalah jaringan Windows (troubleshooter, network reset) sebagai opsi terakhir, setelah memastikan IP/gateway/DNS sudah benar.
Comments
Post a Comment