Cara Mengatasi Printer Bergaris (Garis Putih/Hitam, Banding Horizontal/Vertikal): Diagnosis Cepat Inkjet vs Laser + Langkah Aman Tanpa Bongkar
Diperbarui: 28 Januari 2026
Ringkasan cepat:
- Printer bergaris paling sering disebabkan nozzle/printhead mampet (inkjet), alignment meleset, atau setting kertas & kualitas tidak cocok.
- Untuk printer laser, garis/streak sering terkait drum/toner (mis. corona wire kotor, toner bocor, drum aus).
- Mulai dari yang aman: tes print/nozzle check → cleaning 1–2 kali → alignment → baru cek komponen yang lebih “keras” (drum/encoder strip).
- Hindari “reset sembarang” atau bongkar fuser/drum kalau tidak paham—bisa memperparah dan berisiko.
- Jika printer juga “ngambek” di Windows (antrian macet/offline), bereskan sisi Windows dulu agar hasil tes tidak menipu.
Daftar isi
- Kenali jenis garis: horizontal vs vertikal (dan bedanya di inkjet vs laser)
- Tabel diagnosis cepat: gejala → penyebab paling mungkin → solusi pertama
- Langkah 1–14 mengatasi printer bergaris (urut paling aman)
- Contoh pola nozzle check & cara membaca hasilnya (simulasi)
- Pencegahan agar garis tidak cepat balik (jadwal perawatan ringan)
- FAQ
Kenali jenis garis: horizontal vs vertikal (dan bedanya di inkjet vs laser)
Sebelum memperbaiki, pastikan dulu “garis” yang muncul itu seperti apa. Ini menentukan jalur perbaikannya.
- Banding horizontal (garis mendatar putus-putus): sering pada inkjet karena nozzle sebagian mampet, setting kualitas terlalu cepat, atau kertas tidak cocok.
- Garis vertikal (garis tegak dari atas ke bawah): bisa karena jalur tinta/printhead bermasalah (inkjet), atau drum/toner (laser). Pada beberapa inkjet, garis vertikal “kosong/putih” bisa terkait encoder/timing strip yang kotor.
- Garis hanya saat copy (bukan print): sering terkait kaca scanner/ADF kotor (mesin all-in-one/fotocopy).
Kalau masalah Anda bukan “hasil bergaris” tetapi printer tidak mau mencetak/terdeteksi, ikuti alur umum di Cara Mengatasi Printer Error Paling Aman: Checklist 10 Menit.
Tabel diagnosis cepat: gejala → penyebab paling mungkin → solusi pertama
| Gejala yang terlihat | Penyebab paling mungkin | Solusi pertama (paling aman) |
|---|---|---|
| Garis putih mendatar (banding), warna tidak rata | Nozzle/printhead inkjet mulai mampet, setting kualitas terlalu cepat | Nozzle check → Head cleaning 1x → ulang tes |
| Garis hitam vertikal panjang (laser) | Drum/corona wire kotor, toner bocor, drum aus | Bersihkan corona wire (jika model mendukung) / cek cartridge |
| Garis vertikal “kosong/putih” konsisten di semua halaman (inkjet) | Encoder/timing strip kotor atau alignment kacau | Alignment → bila gagal, bersihkan timing strip (hati-hati) |
| Garis hanya di foto/gambar, teks lumayan | Kualitas cetak disetel draft/eco, paper type salah | Ubah ke Standard/High + sesuaikan jenis kertas |
| Halaman kosong / putus-putus parah | Tinta habis, cartridge tidak terbaca, nozzle buntu berat | Cek tinta/cartridge → cleaning terbatas → jika tetap kosong, cek kasus khusus |
Kalau Anda mendapati hasil cetak justru kosong atau hampir kosong, cocokkan dulu dengan panduan Kenapa Hasil Print Menjadi Kosong? agar tidak salah jalur.
Langkah 1–14 mengatasi printer bergaris (urut paling aman)
Ikuti dari atas ke bawah. Prinsipnya: tes → perbaiki sedikit → tes lagi. Jangan langsung melakukan banyak tindakan sekaligus.
1) Uji: garis muncul di semua file atau hanya file tertentu?
- Cetak 1 halaman teks sederhana dan 1 halaman gambar/foto.
- Jika hanya muncul di satu aplikasi (mis. hanya dari browser), coba cetak dari aplikasi lain.
2) Pastikan kertas & setting kertas sesuai
- Di menu print, pastikan Paper Size dan Paper Type sesuai (Plain/Photo/Matte).
- Hindari kertas lembap/keriting (bisa bikin jalur tinta/toner tidak rata).
3) Nonaktifkan mode “Draft/Eco” untuk tes
Untuk troubleshooting, gunakan kualitas Standard atau High agar pola garis lebih jelas dan mudah didiagnosis.
4) (Inkjet) Jalankan Nozzle Check / Print Quality Test
- Dari panel printer atau dari driver di komputer, cari menu Maintenance/Tools.
- Pilih Nozzle Check (atau “Print Quality Test”).
- Simpan kertas hasil tes untuk dibandingkan setelah cleaning.
5) (Inkjet) Lakukan Head Cleaning 1 kali, lalu tes lagi
- Jalankan Head Cleaning sekali.
- Cetak nozzle check lagi.
- Jika membaik tapi belum sempurna, Anda boleh ulang 1 kali. Jangan “maraton” cleaning berkali-kali tanpa jeda karena bisa boros tinta dan memanaskan head.
6) (Inkjet) Jalankan Print Head Alignment
Kalau garisnya seperti “geser” atau ada bayangan, alignment sering membantu.
- Masuk menu Maintenance.
- Pilih Print Head Alignment.
- Ikuti instruksi sampai selesai (kadang perlu memilih pola yang paling rapi).
7) Cek tinta/cartridge (jangan abaikan yang “hampir habis”)
- Untuk infus/tank, pastikan level tinta cukup dan tidak ada udara berlebihan di selang (jika terlihat jelas).
- Untuk cartridge, pastikan terpasang rapat dan kontak chip bersih.
Jika printer Anda sering error cartridge, lihat juga Kenapa Cartridge HP Tidak Terbaca? (prinsipnya juga berguna untuk merek lain: kontak kotor, chip bermasalah, posisi tidak rapat).
8) Bersihkan “kaca scanner” jika garis muncul saat copy
- Kalau garis muncul di hasil copy, bersihkan kaca scanner (dan ADF jika ada) dengan kain lembut sedikit lembap.
- Jangan pakai cairan berlebihan.
9) (Inkjet, opsional) Jika garis vertikal “kosong” konsisten: curigai timing/encoder strip
Gejalanya: garis putih vertikal lurus dari atas sampai bawah, muncul di print dan kadang copy juga (tergantung desain). Jika alignment tidak membantu, kemungkinan encoder strip kotor. Ini langkah yang lebih “sensitif”, jadi lakukan pelan-pelan dan hati-hati.
10) (Laser) Jika garis hitam vertikal: cek drum/toner dulu (tanpa bongkar dalam)
- Lepas cartridge/drum sesuai prosedur manual.
- Periksa apakah ada toner menumpuk, bercak, atau kebocoran.
- Jika model Anda punya tab pembersih (sering tab hijau pada corona wire), lakukan pembersihan ringan.
11) (Laser) Jika setelah dibersihkan masih bergaris: kemungkinan drum/toner perlu diganti
Jika garisnya tetap di posisi yang sama di tiap halaman, seringnya komponen yang berputar (drum/roller) sudah aus/tergores.
12) Uji dengan kertas & setting lain (untuk membuktikan ini bukan “paper issue”)
- Coba kertas baru (plain A4) dan kualitas Standard.
- Jika hilang, berarti penyebabnya kemungkinan kombinasi setting + kertas.
13) Jika printer terhubung lewat Windows dan hasil tes “aneh”: bersihkan antrean (queue)
Kadang job menumpuk atau printer ke-pause membuat hasil tes tidak konsisten. Untuk kasus Windows/printer jaringan, ikuti langkah di Cara Mengatasi “Windows Cannot Connect to the Printer” (bagian reset spooler & bersihkan antrean biasanya paling relevan).
14) Stop jika mulai mengarah ke hardware berat
Tanda-tanda harus berhenti coba-coba:
- Hasil makin parah setelah cleaning/alignment.
- Muncul bunyi gesek keras, paper jam berulang, atau toner berhamburan.
- Garis sangat tebal/hitam pekat dan posisinya selalu sama.
Jika printer Anda menunjukkan pola lampu error (mis. Canon IP2770), cocokkan dulu dengan panduan Kenapa Printer Canon IP2770 Lampu Orange Berkedip?.
Contoh pola nozzle check & cara membaca hasilnya (simulasi)
Ini simulasi sederhana agar Anda bisa “membaca” hasil tes. Prinsipnya: blok warna harus rapat tanpa putus.
| Warna/Pola | Normal | Jika bermasalah | Langkah berikutnya |
|---|---|---|---|
| Black (K) | Garis rapat, tidak putus | Ada garis putus / belang | Head cleaning 1x → tes ulang |
| Cyan (C) | Rapat & rata | Bagian hilang/blank | Cleaning → cek tinta/selang |
| Magenta (M) | Rapat & rata | Putus-putus | Cleaning + alignment |
| Yellow (Y) | Rapat & rata | Pudar/bolong | Cek tinta + cleaning terbatas |
Pencegahan agar garis tidak cepat balik (jadwal perawatan ringan)
Printer inkjet paling mudah bermasalah kalau jarang dipakai. Gunakan jadwal ringan berikut:
| Rutinitas | Frekuensi | Tujuan | Catatan aman |
|---|---|---|---|
| Print 1 halaman warna sederhana | 1× per minggu | Mencegah tinta mengering di nozzle | Untuk inkjet sangat membantu |
| Bersihkan luar printer & area kertas | 2× per bulan | Kurangi debu yang bisa mengganggu mekanik | Gunakan kain kering/lembut |
| Alignment (jika mulai “geser”) | Saat perlu | Meratakan posisi cetak | Jangan dilakukan tiap hari |
FAQ
1) Printer bergaris itu karena tintanya mau habis?
Bisa, tapi tidak selalu. Tinta hampir habis bisa membuat warna putus-putus. Namun banding juga sering karena nozzle mampet atau alignment meleset. Cara paling aman: nozzle check / print quality test.
2) Berapa kali boleh head cleaning?
Umumnya cukup 1–2 kali lalu tes ulang. Jika berkali-kali tidak berubah, jangan dilanjutkan terus karena boros tinta dan bisa memanaskan komponen. Lebih baik lanjut ke alignment atau diagnosis lain (kertas/setting/komponen).
3) Kenapa garis hanya muncul saat copy, tapi print biasa tidak?
Biasanya kaca scanner/ADF kotor (ada titik/garis debu) sehingga setiap scan/copy “merekam” garis tersebut. Bersihkan kaca scanner dengan kain lembut.
4) Printer laser saya garis hitam vertikal, harus ganti apa?
Seringnya terkait drum/toner (mis. corona wire kotor, drum aus, atau toner bocor). Mulai dari pembersihan ringan yang disediakan pabrik (tab pembersih), lalu pertimbangkan penggantian drum/toner jika garis tetap di posisi yang sama.
5) Apakah aman membersihkan encoder/timing strip sendiri?
Itu langkah sensitif. Jika Anda tidak yakin, lebih aman berhenti di tahap nozzle check/cleaning/alignment. Jika tetap dilakukan, harus sangat hati-hati karena komponen ini mudah rusak.
Baca juga di Beginisob.com
- Cara Mengatasi Error pada Mesin Fotocopy Canon (imageRUNNER): Arti Kode + Solusi Aman
- Tutorial Cetak Foto dengan Photoshop: Setting Resolusi, Ukuran Kertas, dan Export File Siap Print
- Cara Membuat Undangan di Microsoft Word yang Siap Cetak: Pilih Ukuran + Setting Print
- Format Label Undangan 103 di Excel: Contoh Tabel Data + Setting Word (Siap Print)
- Aplikasi Cetak Struk Offline untuk PC: Pilihan + Tips Pakai untuk Kasir
Comments
Post a Comment