Contoh Data Nilai Siswa Excel yang Rapi: Template Tabel Siap Ketik + Rumus Rata-Rata, Predikat, Lulus/Remedial, dan Ranking (Lengkap Per Sel)
Diperbarui: 4 Januari 2026
Ringkasan cepat:
- Artikel ini memberi contoh data nilai siswa di Excel (1 kelas, 1 mapel) lengkap dengan rumus per kolom yang bisa langsung dicopy.
- Nilai akhir dibuat berbobot (Tugas/UH/UTS/UAS) menggunakan “tabel parameter” supaya gampang disesuaikan aturan sekolah.
- Predikat (A–E), status Lulus/Remedial, dan Ranking dibuat otomatis dengan rumus yang ringan untuk pemula.
- Supaya tabel tidak mudah rusak saat data bertambah, biasakan jadikan range sebagai Excel Table (Ctrl+T) mengikuti panduan Cara Membuat Excel Table (Ctrl+T) yang Benar untuk Pemula.
Daftar isi
- Konsep singkat: “data nilai” yang enak dipakai rekap
- Langkah 1: Buat tabel parameter (bobot + KKM)
- Langkah 2: Contoh tabel data nilai siswa (siap ketik)
- Langkah 3: Rumus per kolom (isi di baris 2, lalu tarik ke bawah)
- Langkah 4: Rekap cepat (rata-rata kelas + jumlah remedial)
- Tips supaya input tidak typo + file awet
- FAQ Contoh Data Nilai Siswa Excel
Konsep singkat: “data nilai” yang enak dipakai rekap
Untuk pemula, format paling aman adalah: 1 baris = 1 siswa (untuk 1 mapel). Setelah itu baru ditambah mapel lain di sheet berbeda atau pakai format “1 baris = 1 siswa per mapel” (lebih fleksibel, tapi lebih kompleks).
Di artikel ini saya buat contoh kelas 8A, mapel Matematika agar jelas dulu cara mainnya. Kalau kamu ingin memahami konsep rata-rata (termasuk rata-rata berbobot) pelan-pelan, bisa bandingkan dengan Cara Menghitung Nilai Rata-Rata: Rumus Mean, Rata-Rata Berbobot, dan Contoh di Excel.
Catatan pemisah rumus: contoh di bawah memakai koma (,). Jika Excel kamu memakai titik koma (;), ganti semua koma menjadi titik koma.
Langkah 1: Buat tabel parameter (bobot + KKM)
Biar fleksibel, taruh parameter di tempat khusus. Misalnya di kolom P–Q (kanan tabel utama).
| Sel | Isi | Catatan |
|---|---|---|
| P1 | Parameter | Header |
| Q1 | Nilai | Header |
| P2 | Bobot_Tugas | Contoh bobot |
| Q2 | 0,30 | 30% |
| P3 | Bobot_UH | Contoh bobot |
| Q3 | 0,20 | 20% |
| P4 | Bobot_UTS | Contoh bobot |
| Q4 | 0,20 | 20% |
| P5 | Bobot_UAS | Contoh bobot |
| Q5 | 0,30 | 30% |
| P7 | KKM | Batas lulus |
| Q7 | 75 | Contoh KKM |
Kenapa bobot pakai desimal? Supaya rumusnya singkat (0,30 = 30%). Pastikan total bobot = 1,00.
Langkah 2: Contoh tabel data nilai siswa (siap ketik)
Ketik tabel ini mulai dari A1.
| No | Nama | Tugas1 | Tugas2 | UH1 | UH2 | UTS | UAS | Rata_Tugas | Rata_UH | Nilai_Akhir | Predikat | Status | Rank |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Ahmad | 80 | 85 | 78 | 82 | 84 | 88 | ||||||
| 2 | Budi | 70 | 75 | 72 | 70 | 73 | 76 | ||||||
| 3 | Citra | 92 | 90 | 88 | 91 | 89 | 94 | ||||||
| 4 | Dewi | 60 | 65 | 58 | 62 | 64 | 66 | ||||||
| 5 | Eka | 85 | 87 | 80 | 83 | 86 | 90 | ||||||
| 6 | Fajar | 78 | 76 | 75 | 77 | 80 | 82 | ||||||
| 7 | Gina | 88 | 90 | 86 | 84 | 87 | 89 | ||||||
| 8 | Hana | 55 | 60 | 50 | 58 | 57 | 62 | ||||||
| 9 | Irfan | 82 | 80 | 79 | 81 | 83 | 85 | ||||||
| 10 | Joko | 74 | 72 | 70 | 68 | 71 | 73 |
Kalau data akan sering ditambah, saya sarankan jadikan range A1:N11 sebagai Excel Table (Ctrl+T). Panduan detailnya ada di Cara Membuat Excel Table (Ctrl+T) yang Benar untuk Pemula. Dengan Table, rumus biasanya ikut “turun” otomatis saat kamu tambah siswa baru.
Langkah 3: Rumus per kolom (isi di baris 2, lalu tarik ke bawah)
1. Kolom Rata_Tugas (I2)
Di sel I2 ketik:
=AVERAGE(C2:D2)
Lalu tarik/copy ke bawah sampai I11.
2. Kolom Rata_UH (J2)
Di sel J2 ketik:
=AVERAGE(E2:F2)
3. Kolom Nilai_Akhir berbobot (K2)
Di sel K2 ketik (pakai bobot dari Q2:Q5):
=ROUND( (I2*$Q$2) + (J2*$Q$3) + (G2*$Q$4) + (H2*$Q$5) , 2)
Kenapa pakai $Q$2 dst? Supaya saat rumus dicopy ke bawah, referensi bobot tidak bergeser.
4. Kolom Predikat (L2)
Contoh batas predikat:
- A: ≥ 90
- B: ≥ 80
- C: ≥ 70
- D: ≥ 60
- E: < 60
Di sel L2 ketik:
=IF(K2>=90,"A",IF(K2>=80,"B",IF(K2>=70,"C",IF(K2>=60,"D","E"))))
Kalau kamu ingin input predikat manual tapi tetap rapi (tidak typo “a”, “A ”, dll), lebih aman pakai dropdown. Panduannya ada di Cara Membuat Dropdown List (Pilihan) di Excel Pakai Data Validation.
5. Kolom Status Lulus/Remedial (M2)
Di sel M2 ketik:
=IF(K2>=$Q$7,"Lulus","Remedial")
6. Kolom Rank (N2)
Di sel N2 ketik (ranking nilai tertinggi = 1):
=RANK.EQ(K2,$K$2:$K$11,0)
Untuk pemahaman ranking yang benar (termasuk nilai kembar dan bedanya RANK.EQ vs RANK.AVG), kamu bisa baca Cara Membuat Ranking di Excel yang Benar: RANK.EQ vs RANK.AVG.
Contoh cek hasil (biar kamu yakin rumusnya benar): untuk Ahmad (baris 2) dengan bobot 30%-20%-20%-30%, Nilai_Akhir akan sekitar 83,95 (hasil bisa beda tipis kalau kamu tidak pakai ROUND).
Langkah 4: Rekap cepat (rata-rata kelas + jumlah remedial)
Taruh rekap di bawah tabel (misalnya di P10–Q13) supaya mudah dibaca.
| Sel | Isi | Rumus |
|---|---|---|
| P10 | Rata-rata Nilai Akhir | =AVERAGE($K$2:$K$11) |
| P11 | Nilai Tertinggi | =MAX($K$2:$K$11) |
| P12 | Nilai Terendah | =MIN($K$2:$K$11) |
| P13 | Jumlah Remedial | =COUNTIF($M$2:$M$11,"Remedial") |
Tips supaya input tidak typo + file awet
- Jangan merge cell di area data (sering bikin sort/filter kacau).
- Gunakan dropdown untuk kolom yang pilihannya terbatas (mis. Predikat/Status/Kelas) agar rekap tidak rusak gara-gara beda spasi. Panduan lengkapnya: Cara Membuat Dropdown List (Pilihan) di Excel Pakai Data Validation.
- Kalau suatu saat ranking/sort “aneh” (mis. 100 dianggap lebih kecil dari 20), biasanya datanya bukan angka murni (angka tersimpan sebagai teks). Audit cepatnya bisa mengikuti Audit Data “Angka Tersimpan sebagai Teks” agar SUMIF/SUMIFS Normal.
- Kalau kamu perlu mengurutkan berdasarkan Nilai_Akhir (tertinggi–terendah), lakukan sort dengan cara yang aman supaya baris tidak “geser”. Panduannya ada di Cara Mengurutkan Data di Excel untuk Pemula.
FAQ Contoh Data Nilai Siswa Excel
1. Lebih baik 1 sheet per mapel atau 1 sheet semua mapel?
Untuk pemula, 1 sheet per mapel lebih gampang. Kalau mau rekap lintas mapel otomatis, baru pertimbangkan format “1 baris = 1 siswa per mapel” (lebih fleksibel, tapi lebih rumit).
2. Bobot nilai di sekolah saya beda. Apakah template ini tetap bisa dipakai?
Bisa. Kamu cukup ganti nilai bobot di Q2–Q5. Rumus Nilai_Akhir otomatis mengikuti.
3. Bagaimana kalau tidak ada UH2 atau Tugas2?
Hapus kolomnya, lalu ubah rumus AVERAGE (mis. =AVERAGE(C2) atau langsung pakai C2). Yang penting konsisten untuk semua siswa.
4. Kalau ada nilai kembar, rankingnya bagaimana?
Dengan RANK.EQ, nilai yang sama akan mendapat ranking yang sama dan ranking berikutnya bisa “lompat”. Jika ingin perlakuan yang lebih “rata” untuk nilai kembar, gunakan RANK.AVG.
5. Bagaimana cara menandai Remedial dengan warna otomatis?
Pakai Conditional Formatting: buat rule untuk kolom Status (M) yang berisi “Remedial”, lalu beri warna. Ini opsional tapi membantu saat data banyak.
Baca juga di Beginisob.com
- Cara Menghitung Nilai Rapor untuk SNMPTN (Sekarang SNBP) 2026: Rumus Semester 1–5, Simulasi Bobot PTN, dan Contoh Excel
- Cara Menghitung Nilai 10 Pilihan Ganda + 5 Essay: Rumus Manual dan Excel (Otomatis, Anti Salah Hitung)
- Cara Membuat Nomor Urut di Excel yang Tidak Lompat Saat Filter dan Tetap Rapi Saat Insert Baris
- Contoh Data Excel untuk Latihan (Siap Ketik) + Tantangan Rumus Bertahap: Dari Pemula sampai Dashboard
- Cara Menghitung Persen untuk Pemula: Rumus Dasar, Contoh Soal, dan Trik Cepat (Termasuk di Excel)
Comments
Post a Comment