Langsung ke konten utama

Jenis Tanaman dan Ikan yang Cocok Untuk Akuaponik

Akuaponik

Kriteria tanaman yang dapat dibudidayakan dengan sistem akuaponik (Aquaponics) adalah struktur tanaman tidak terlalu besar, memiliki daya adaptasi cukup luas, berumur panen relatif cepat, dan minim perawatan. 

Hampir semua jenis tanaman baik sayur maupun buah dapat a budidayakan dengan teknik aquaponik. Tidak hanya tanaman sayur dan buah, tetapi juga tanaman hias dan herbal Namun ada beberapa kriteria tanaman yang dapat dibudidayakan dengan sistem akuaponik yaitu struktur tanaman tidak terlalu besar, memiliki daya adaptasi cukup luas berumur panen relatif cepat dan minim perawatan

Macam-macam jenis tanaman yang bagus untuk akuaponik

Tanaman menjadi bagian penting pada sistem akuaponik Selain sebagai biofilter, tanaman juga berfungsi sebagai alat ukur" kadar nutrisi yang terkandung dalam kotoran terlarut di air bak atau wadah ikan Hampir semua sayuran, baik sayuran daun maupun sayuran buah bisa ditanam dengan teknik akuaponik, tetapi dalam pengaplikasiannya, harus disesuaikan dengan sistem akuaponik yang akan digunakan.

Tanaman yang cocok untuk sistem akuaponik bergantung dan model hidroponik yang kita pakai. 

  • Tanaman yang menyukai air cocok ditanam pada sistem akuaponik floating raft dan NFT.
  • Hampir semua tanaman yang bisa ditanam di tanah bisa ditanam dalam sistem akuaponik media based. 

Kangkung

Kangkung termasuk tanaman yang biasa diaplikasikan dalam sistem akuaponik karena terdapat beberapa kelebihan, yaitu sebagai berikut:
  • Sangat mudah dibudidayakan Memiliki perakaran yang tidak terlalu kuat.
  • Dalam pemeliharaannya memerlukan air secara terus menerus. 
  • Lebih menyukai tempat terbuka, tetapi tidak terlalu terik.
  • Tanaman ini tumbuh cepat dan memberikan hasil dalam waktu 25-30 hari.

Bayam

  • Ada dua jenis bayam yang bisa ditanam, yaitu bayam merah dan bayam hijau.
  • Cocok dibudidayakan di dataran rendah maupun dataran tinggi.
  • Memerlukan sinar matahari sepanjang hari. 
  • Umur panen 20-25 hari sejak pembibitan atau persemaian.

Selada

  • Dapat tumbuh di iklim panas meskipun pertumbuhannya tidak sebaik apabila ditanam pada daerah beriklim sejuk.
  • Sudah bisa dipanen pada umur 30-35 hari setelah persemaian. 
  • Tanda selada siap panen adalah jika daun bawahnya sudah hampir menyentuh media.
  • Bisa juga dengan mencoba rasanya seperti segar dan renyah, berarti sudah siap panen.
  • Jika terlambat dipanen, rasanya akan pahit. 

Sawi atau Caisin

  • Relatif tahan terhadap hujan dan pancaroba sehingga dapat ditanam sepanjang tahun.
  • Tidak memerlukan banyak air.
  • Dapat dipanen 25-30 hari setelah semai.
  • Waktu panen juga dapat dilihat dari warna, bentuk dan ukuran daun Apabila daun terbawah sudah menguning, harus segera di panen. 

Pakcoy

  • Tampilannya sangat mirip dengan sawi Jika sawi batangnya lebih ramping dan memanjang, pakcoy memiliki batang yang lebih besar dan pendek, serta struktur daunnya lebar. 
  • Dapat dipanen 25-30 hari setelah semai.
  • Ciri-ciri pakcoy yang sudah bisa dipanen adalah daunnya berbentuk oval melebar, tangkai daunnya berwarna hijau cerah, dan bentuknya relatif pendek

Kailan

  • Kailan berdaun tebal, datar, mengilap, dengan batang tebal.
  • Waktu panen 50-70 hari.

Tomat

  • Tomat dapat dibudidayakan secara akuaponik dengan sistem irigasi tetes.
  • Mudah ditanam dan tumbuh pada iklim yang cukup panas. 
  • Tomat disemai pada media hingga usia kurang lebih dua minggu atau sudah tumbuh daun sejati. 
  • Tomat dapat dipanen pada umur 65-70 hari sejak persemaian, tergantung varietas.

Cabai 

  • Mudah ditanam dan tumbuh pada iklim yang cukup panas. 
  • Jarak tanam tidak terlalu rapat agar mengurangi serangan hama penyakit. 
  • Bibit tanaman cabai dapat diperoleh dengan menyemai biji yang berasal dari cabai segar, selanjutnya jika bibit sudah tumbuh, bibit dapat dipindahkan pada media tanam akuaponik yang telah dipersiapkan sebelumnya. 
  • Pada musim kemarau, cabai ditanam agak rapat.
  • Pada musim hujan, cabai mudah terserang penyakit jamur jika ditanam terlalu rapat.
  • Cabai sangat membutuhkan sinar matahari.

Macam-macam jenis ikan yang cocok untuk akuaponik

Dalam sistem akuaponik ikan merupakan komponen utama Hampir seluruh nutrisi bagi tanaman disediakan oleh ikan Ikan yang dapat dibudidayakan dalam akuaponik tidak terbatas jenisnya, baik ikan hias maupun ikan konsumsi bisa dipakai. Hanya saja sebaiknya dipilih yang toleran terhadap kualitas air yang buruk

Beberapa jenis ikan yang sudah teruji baik untuk akuaponik berdasarkan kebutuhan akan oksigen adalah sebagai berikut:
  • Ikan yang membutuhkan banyak oksigen. Pada ikan jenis ini membutuhkan penambahan aerator pada kolam ikan. Misalnya, nila mas, dan bawal. 
  • Ikan yang tidak membutuhkan banyak oksigen. Misalnya, lele, patin dan gurame. 

Ikan Nila

  • Termasuk omnivora dapat memakan pakan alami dedaunan tanaman air, dan pelet. 
  • Waktu pemeliharaan sekitar 3-4 bulan. 
  • Kondisi kolam yang ideal memiliki suhu 24-30 C dengan pH 7-8.
  • Ikan nila memiliki ketahanan tubuh yang lebih kuat dibandingkan dengan ikan air tawar lainnya.

Mas

  • Tergolong ikan omnivora yang dapat mengonsumsi hewan renik, tumbuhan, dan pelet. 
  • Waktu pemeliharaan sekitar 3-4 bulan.
  • Kondisi kolam yang ideal memiliki suhu 20-30 C dengan pH 7-8.

Bawal

  • Termasuk ikan omnivora yang dapat mengonsumsi daun-daunan ataupun pelet. 
  • Daya adaptasi tinggi.
  • Waktu pemeliharaan sekitar 3-4 bulan. 
  • Kondisi kolam yang ideal memiliki suhu 22-28° C dengan pH 5-7.

Lele

  • Termasuk ikan omnivora Memakan plankton pakan alami atau pelet.
  • Waktu pemeliharaan sekitar 2-3 bulan. 
  • Kondisi kolam yang ideal memiliki suhu 20-30 C dengan pH 65-8.

Patin

  • Termasuk ikan omnivora yang dapat memakan plankton, pakan alami, atau pelet. 
  • Cepat besar dan adaptif dengan kondisi air yang kurang baik.
  • Waktu pemeliharaan sekitar 3-4 bulan.
  • Kondisi kolam yang ideal memiliki suhu 25-30 C dengan pH 7-8.

Gurame

  • Termasuk ikan omnivora yang dapat memakan plankton, pakan alami atau pelet. 
  • Peka terhadap suhu rendah sehingga jika suhu perairan lebih rendah daripada kisaran suhu optimal, gurame tidak akan produktif.
  • Waktu pemeliharaan sekitar 5-6 bulan.
  • Kondisi kolam yang ideal memiliki suhu 24-28 C dengan pH 7-8.

Ikan Hias

Biasanya ikan hias digunakan pada akuaponik portable skala kecil yang tujuannya lebih pada ornament (hiasan). Namun, tidak menutup kemungkinan digunakan untuk akuaponik skala pekarangan. Ikan hias yang bisa digunakan dalam akuaponik contohnya adalah ikan koi.

Komentar

Connect With Us

Copyright @ 2020 beginisob.com, All right reserved