Langsung ke konten utama

Menanam Sawi di Polybag: Penyemaian Benih, Media Tanam, Perawatan, dan Penanggulangan Hama

Sawi adalah salah satu jenis sayuran yang cukup banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Tanaman Sawi terdiri dari beberapa jenis, seperti Sawi Putih, Sawi Hijau dan Sawi Huma. Secara umum tanaman Sawi biasanya mempunyai daun panjang, halus, tidak berbulu, dan tidak berkrop. 

Kita mungkin lebih mengenal Sawi Hijau. Selain itu, juga ada pula jenis Sawi Keriting dan Sawi Monumen. Sawi Hijau ada juga yang menyebutnya Sawi China yakni jenis Sawi yang paling banyak dijajakan di pasar. 

Tangkai daunnya panjang, langsing berwarna putih kehijauan. Daunnya lebar memanjang, tipis dan berwarna hijau. Rasanya yang renyah, segar, dengan sedikit sekali rasa pahit. Selain enak ditumis atau dioseng, juga untuk campuran bakso, mie ayam, dan lain sebagainya.

Banyak sekali keuntungan dari konsumsi Sawi Hijau. Sawi Hijau dapat menyehatkan tulang karena mengandung vitamin K. Sawi Hijau juga memiliki kandungan serat dan kadar air yang tinggi sehingga membantu mencegah sembelit dan mempertahankan saluran pencernaan yang sehat. Kali ini kita akan membahas Cara Menanam Sawi di Polybag dari Penyemaian Benih, Media Tanam, Perawatan, dan Penanggulangan Hama. 

Syarat Tumbuh

Sawi hijau

Tanaman Sawi dapat tumbuh maksimal di dataran tinggi. Tanaman Sawi tahan terhadap air hujan, maka dapat ditanam sepanjang tahun. Namun, jika kemarau perlu penyiraman teratur.

Tanaman sawi pada dasarnya tidak memerlukan terlalu banyak air. Media tanam berupa tanah yang gembur, banyak humus, serta memiliki pembuangan air yang baik. Derajat keasamannya antara pH 6 sampai pH 7.

Penyemaian Benih

Sawi Hijau dapat tumbuh dengan baik jika pembenihan dilakukan dengan cermat. Benih yang baik dapat menghasilkan tanaman yang memiliki pertumbuhan bagus. Benih Sawi Hijau yang akan digunakan harus memiliki kualitas yang baik. 

Pada umumnya benih Sawi Hijau yang baik memiliki bentuk bulat kecil,warna kulit coklat kehitaman, agak keras, dan permukaannya licin mengkilap. Jika benih tersebut didapat dari membeli, maka saat membeli harus diperhatikan lamanya penyimpanan, kadar air, varietas, suhu dan tempat untuk menyimpan. Perhatikan dan pastikan bahwa kemasan benih tersebut dalam kondisi utuh dan kemasan berbahan alumunium foil.

Setelah mendapatkan benih yang berkualitas, selanjutnya penyemaian benih, Penyemaian benih Sawi Hijau dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu mulai membuat media penyemaian, penaburan benih dan penyiraman. 

Media penyemaian dapat menggunakan polybag ukuran diameter 15 cm atau kotak kayu. Isi polybag dengan tanah humus atau sub soil. Akan lebih baik Jika menggunakan kompos. Semaikan biji Sawi Hijau di dalam satu polybag. Lakukan penyiraman setiap hari, yaitu pagi dan sore hari. Setelah tumbuh menjadi benih dan berumur 4-3 minggu baru bisa ditanam. 

Media Tanam Sawi di Polybag

Polybag yang digunakan untuk menanam Sawi Hijau adalah polybag berdiameter 15 cm. Setelah mendapatkan polybag, kita akan membuat media tanaman  Media tanamnya terdiri dari campuran tanah pupuk kandang dan arang sekam atau bisa juga sabut kelapa. 

Perbandingan bahan media tanam tersebut 2:11 Kemudian, bahan bahan tersebut dicampur rata. Setelah rata, masukkan ke dalam polybag yang sudah disediakan. Diamkan media tanam selama 3 jam, setelah itu dapat digunakan untuk menanam. 

Penanaman Sawi Hijau di Polybag

Pilihlah bibit Sawi Hijau yang baik. Lubangi setiap polybag untuk proses penanaman bibit Sawi Hijau. Setiap lubang tanam bisa ditanami 3 bibit Sawi Hijau. Pindahkan bibit Sawi Hijau dengan hati hati ke dalam lubang tanam. 

Setelah proses ini selesai siram setidaknya sekali dalam sehari. Tambahkan kompos sebagai pupuk organik setidaknya jika memang sawi kurang begitu subur. 

Perawatan

Seperti tanaman sayur lainnya, tanaman Sawi Hijau memerlukan perawatan yang harus dilakukan dengan baik. Penyiraman tanaman Sawi Hijau dilakukan menurut musim. Jika tidak terlalu panas, penyiraman dapat dilakukan sehari sekali, bisa pada pagi hari atau sore hari. Jika musim penghujan, maka drainase media tanam polybag harus diperhatikan kelancarannya.

Pencabut tanaman Sawi Hijau yang tumbuh terlalu rapat juga perlu dilakukan Penjarangan ini dilakukan setelah 2 minggu penanaman. Setelah tanaman Sawi Hijau tumbuh, perlu dilakukan penyulaman tanaman yang mati atau terserang hama dan penyakit dengan tanaman baru. 

Jika gulma terlalu mengganggu, sering-sering melakukan penyiangan. Jika dirasa perlu, pada saat melakukan penyiangan, lakukan pula penggemburan dan pengguludan tanah. Pemupukan tambahan dilakukan setelah umur 21 hari setelah tanam. Pupuk yang diberikan berupa pupuk urea. Cara pemupukan dapat dilakukan dengan melarutkan sekitar 5 gram pupuk ke dalam 5 liter air. Larutan tersebut disiramkan di atas tanaman yang ada di media tanam. 

Penanggulangan Hama dan Penyakit

Hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman Sawi Hijau, seperti kumbang daun, ulat daun, dan penyakit busuk akar. Untuk menanggulangi hama dan penyakit tersebut dapat dilakukan secara mekanik. 

Usahakan untuk menghindari pemakaian pestisida dalam menanggulangi hama dan penyakit Sawi Hijau. Jika terpaksa harus menggunakan pestisida, maka usahakan dipakai 2 minggu sebelum panen. 

Panen Sawi

Pemanenan Sawi Hijau dapat dilakukan pada umur 40 sampai 50 hari setelah tanam. Cara memanen Sawi Hijau adalah dengan memotong pangkal batang atau dengan mencabut seluruh tanaman. 

Setelah dicabut, bersihan Sawi Hijau tersebut dengan membuang tanah yang melekat pada akar Sawi Hijau atau dengan memotong bagian yang tidak penting. Kemudian, cucilah dengan menggunakan air guna memperpanjang kesegaran Sawi Hijau.

Komentar

Connect With Us

Copyright @ 2020 beginisob.com, All right reserved