Skip to main content

Cara Budidaya Ikan Bawal Bintang di Keramba Jaring Apung (KJA)

Benih bawal bintang berasal dari penangkapan di alam dan di hatchri. Benih bawal bintang dari Malaysia yang harganya cukup mahal, mencapai Rp4.000,00 ekor untuk benih berukuran 3 cm. Sedangkan benih bawal bintang yang diproduksi oleh BBL Batam harganya lebih rendah antara Rp1.200,00 Rp1.500,00/ekor untuk benih berukuran 3 cm. Sejak tahun 2007, BBL Batam telah memproduksi benih bawal bintang sebanyak 150 ribu benih per siklus (1,5 bulan) ukuran 3 cm.

Pemeliharaan Bawal Bintang di KJA

Bawal bintang diperdagangkan sebagai ikan konsumsi dan ekspor pada ukuran 800-1.000 gr/ekor. Untuk menghasilkan bawal bintang ukuran tersebut dibutuhkan waktu pemeliharaan di KJA selama 6-9 bulan. Benih untuk pembesaran dapat berasal dari hasil penangkapan maupun dari pembenihan di hatchri atau balai benih.

Pemeliharaan ikan-ikan laut di KJA yang dimulai dari benih berukuran relatif kecil, memerlukan beberapa tahapan. Tahapan ini antara lain berguna untuk menghindari tingkat mortalitas (kematian) yang biasanya tinggi. Dalam tahapan ini, ikan diseleksi berdasarkan ukurannya untuk menghindari sifat kanibal (saling memangsa) dan agar pertumbuhan ikan lebih seragam. Dalam pemeliharaan, dibedakan adanya tiga tahap pemeliharaan, yaitu pendederan. penggelondongan, dan pembesaran. 

Jika pemeliharaan bawal bintang digunakan benih dari hasil penangkapan, maka pembesaran hanya dilakukan dalam dua tahapan yaitu penggelondongan dan pembesaran karena benih dari hasil tangkapan umumnya sudah mencapai ukuran > 20 gr/ekor.

1. Pendederan

Benih bawal bintang yang berasal dari hatheri atau balai benih, umumnya mulai dipasarkan saat berukuran 2-3 cm dengan bobot rata-rata 1.2 gr/ekor. Pada umur ini biasanya benih tidak seragam, masih bersifat kanibal dan bergerombol (berkumpul di satu tempat. Mengingat tingkat kematiannya masih tinggi, pemeliharaan benih (pendederan harus dilakukan secara khusus di bak-bak terkontrol atau di KJA khusus.

Pendederan di KJA harus melalui proses aklimatisasi (adaptasi) yang dilakukan dengan cara membuka kemasan berisi benih dan ditempatkan di sisi keramba selama 0,1-1 jam, agar terjadi penyesuaian suhu ling kungan secara perlahan: Kemudian, kantong dibuka dan posisi kantong dimiringkan dengan mulut kantong diturunkan ke arah permukaan air pada keramba pendederan, sehingga air di dalam keramba pendederan sedikit demi sedikit masuk ke dalam kantong. Dengan demikian, benih ikan dapat ke luar dari kantong dan sendirinya berenang masuk ke dalam keramba pendederan. 

Padat penebaran benih bawal bintang di KJA adalah 70-80 ekorim/m3. Kemudian setelah masa pemeliharaan 1,5-2 bulan, tingkat kepadatan dikurangi menjadi 60-70 ekor/m3. Kepadatan 60-70 ekor/ m3 ini dipertahankan sampai masa pendederan (pemeliharaan benih) mencapai 2-3 bulan. 

Selama pendederan, ukuran pakan yang diberikan harus disesuaikan dengan lebar bukaan mulut ikan. Pakan yang diberikan dalam keadaan segar dan digiling. Sebagai pakan, dapat digunakan rebon segar (udang kecil berukuran 1 cm), dan daging ikan rucah (minor fish) seperti ikan teri (Stolephorus heterolobus, S baganensis S. indicus), tembang (Sardinella fimbriata), selar (Selaroides leptolepsis), paperek/tatameri (Secutor ruconius, Gazza minuta, Leiognathus splendens). lemuru (Sardinella sirm), dan lain-lain. Benih juga dapat diberikan pakan buatan seperti pelet. 

Jumlah pakan yang diberikan sebanyak 10-15% per hari dari berat blomassa ikan dengan frekuensi pemberian pakan adalah 3 kali hari. Agar pakan yang diberikan mencukupi, sebaiknya setiap kali pemberian pakan diberikan hingga ikan benar-benar kenyang.

2. Penggelondongan

Benih bawal bintang dari hasil penangkapan atau dari hasil pendederan (benih dari hatchri) berukuran bobot 20-40 gr/ekor ditebar ke dalam KJA dengan kepadatan antara 60-70 ekor/m3. Pada tahap penggelondongan ini digunakan jaring polietilen (PE) dengan ukuran mata jaring berkisar antara 0,5-1,0 inci.

Bawal bintang diberi pakan berupa ikan rucah segar yang dipotong atau dicacah kecil-kecil sesuai dengan lebar bukaan mulut ikan. Frekuensi pemberian pakan minimal 2 kali sehari, yaitu pada pagi dan sore hari dengan dosis (jumlah pakan) sebanyak 5-7% bobot badan per hari. Selain itu, ikan juga dapat diberi tambahan vitamin seminggu sekali yang diberikan bersama pakan. Vitamin yang digunakan adalah Amolovit dengan dosis 1 gr/kg pakan dan Probiotik 1-2 cc/kg pakan.

Pakan berupa ikan rucah yang digunakan harus selalu dalam kondisi segar. Namun, sering ketersediaan pakan tidak menentu, sehingga perlu dilakukan penyimpanan dalam lemari es (freezer), yang tidak boleh lebih dari 1 minggu. Pakan yang tidak segar atau terlalu lama disimpan, menyebabkan penurunan kualitas nutrisi (asam lemak esensial) yang sangat dibutuhkan oleh ikan, karena terjadinya proses oksidasi.

3. Pembesaran

Biasanya setelah dipelihara 2-3 bulan di KJA penggelondongan, benih telah mencapai ukuran 70-80 gr/ekor. Pada saat ini ikan dapat dipindahkan ke keramba pembesaran. Padat penebaran dalam keramba pembesaran berkisar antara 40-50 ekor/m3.

Pada tahap ini. ikan juga diberikan pakan berupa ikan-ikan rucah segar. Dosis pakan yang diberikan antara 3-5% dari total bobot ikan per hari. Pakan diberikan 2 kali sehari, yaitu pada pagi dan sore hari. Dalam tahap pembesaran ini juga dapat ditambahkan vitamin yang diberikan seminggu sekali dengan cara dicampurkan pada pakan.

Biasanya dalam 5-6 bulan di keramba pembesaran, ikan akan mencapai ukuran konsumsi. Bawal bintang dapat mencapai ukuran berat 700-900 gr/ekor setelah dipelihara 5-6 bulan.

Comments

Edukasi Terpopuler

Connect With Us

Copyright @ 2020 beginisob.com, All right reserved