Skip to main content

Cara Budidaya Ikan Kakap Merah di Keramba Jaring Apung (KJA)

Benih kakap merah untuk budidaya diperoleh dari penangkapan di alam karena belum tersedia benih di hatchri. Benih kakap merah ditangkap di perairan sekitar terumbu karang pantai berlumpur dan berpasir di teluk dan laguna. 

PEMELIHARAAN KAKAP MERAH DI KJA

Kakap merah adalah ikan yang hidup di sekitar pantai, teluk, dan sekitar gosong karang yang merupakan lingkungan bersalinitas tinggi. Karena itu, kakap merah dipelihara di KJA yang ditempatkan di teluk atau daerah sekitar terumbu karang. 

Pemeliharaan kakap merah di KJA dengan menggunakan benih berukuran kecil dilakukan dalam tahap tahap sebagaimana budi daya ikan laut ukuran besar lainnya. Teknik pemeliharaan dengan cara ini dimaksudkan untuk meminimalkan mortalitas dan efisiensi dalam penggunaan pakan. 

1. Pendederan

Jika benih yang diperoleh berukuran kecil, 2-3 cm/ekor, maka perlu dilakukan pendederan. Karena pada benih yang tidak seragam, masih bersifat kanibal dan cenderung berkumpul di satu tempat (bergerombol). 

Mengingat tingkat kematiannya yang masih tinggi pemeliharaan benih (pendederan) harus dilakukan secara khusus di bak-bak terkontrol di KJA, atau di tambak.

Pendederan di KJA harus melalui proses aklimatisasi yang dilakukan dengan dengan cara membuka kemasan berisi benih dan ditempatkan di sisi keramba selama 0,5-1 jam agar terjadi penyesuaian suhu lingkungan secara perlahan. Kemudian kantong dibuka dan posisi kantong dimiringkan dengan mulut kantong diturunkan ke arah permukaan air pada keramba pendederan sehingga air di keramba pendederan sedikit demi sedikit masuk ke dalam kantong. Dengan demikian benih ikan dapat keluar dari kantong dan dengan sendirinya masuk ke keramba pendederan. 

Padat penebaran benih kakap merah di KJA adalah 70-80 ekor/m3. Kemudian. setelah masa pemeliharaan 1,5-2 bulan, tingkat kepadatan dikurangi menjadi 60-70 ekor/m3. Kepadatan 60-70 ekor/m3 ini dipertahankan sampai masa pemeliharaan benih pendederan mencapai 2-3 bulan. 

Selama pendederan, ukuran pakan yang diberikan harus disesuaikan dengan lebar bukan mulut ikan. Sebagai pakannya, dapat digunakan rebon segar (udang kecil berukuran 1 cm) dan daging ikan rucah (minced fish) seperti teri (Stolephorus sp). tembang (Sardinella fimbriata), selar (Selar sp. Selaroides sp), peperek tatakeri (Leiognathus sp. Secutor vp Gazza gp), lemuru (Sardinella sirm, dan lain-lain, yang segar dan digiling Jumlah pakan yang diberikan 10-15 per hari dari berat biomassa ikan dengan frekuensi pemberian pakan adalah 3-5 kali/hari.Agar pakan yang diberikan mencukupi sebaiknya setiap kali pemberian pakan diberikan hingga ikan benar-benar kenyang. 

2. Penggelondongan

Setelah 2-3 bulan di pendederan, benih kakap merah telah mencapai bobot 80-100 gr/ekor. Karena itu, benih dapat dipindahkan ke dalam keramba penggelondongan yang telah disiapkan. Padat penebaran dalam tahap ini sebaiknya berkisar antara 60-70 ekor/m3. Pada tahap penggelondongan ini digunakan jaring polietilen (PE) dengan ukuran mata jaring berkisar antara 0,5-1,0 inci.

Pada tahap ini, kakap merah diberi pakan berupa ikan rucah segar yang dipotong atau dicacah kecil-kecil sesuai dengan lebar bukaan mulut ikan. Frekuensi pemberian pakan 3 kali sehari, yaitu pada pagi, siang, dan sore hari dengan dosis (jumlah pakan) 10-15% dari total bobot badan ikan. Selain itu, kakap merah juga dapat diberi tambahan vitamin seminggu sekali yang diberikan bersama pakar. Vitamin yang digunakan adalah Amolovit dengan dosis 1 gr/kg pakan dan Probiotik 1-2 cc/kg pakan. 

3. Pembesaran

Biasanya setelah dipelihara 2-3 bulan di KJA penggelondongan, kakap merah telah mencapai ukuran 200-250 gr/ekor. Pada saat ini, kakap merah dapat dipindahkan ke keramba pembesaran. Kegiatan pembesaran dilakukan untuk menghasilkan ikan sesuai dengan permintaan pasar. Padat penebaran dalam keramba pembesaran berkisar antara 40-30 ekor/m3.

Pada tahap ini, pakan yang diberikan berupa ikan-ikan rucah segar. Sampai saat ini belum ada pakan buatan untuk kakap merah. Dosis pakan hanya 4-10% dari total bobot ikan per hari, yang diberikan 2 kali sehari. yaitu pada pagi dan sore hari. Dalam tahap pembesaran ini juga dapat ditambahkan vitamin yang diberikan seminggu sekali dengan cara dicampurkan pada pakan. Biasanya dalam 5-7 bulan di keramba pembesaran, kakap merah akan mencapai ukuran konsumsi dengan berat 800-1.000 gr/ekor.

Untuk menghasilkan kakap merah yang akan diekspor dalam bentuk filet maka ikan dipanen pada ukuran minimal 1.000 gr/ekor. Kakap merah akan mencapai ukuran 1.000 gr/ekor setelah dipelihara sekitar 7 bulan. Pada bulan ke-8 sekitar 80% ikan telah mencapai 1.000 gr/ekor.

Selama pemeliharaan, KJA perlu dirawat dengan baik sehingga mendukung usaha peningkatan produksi. Mata jaring yang kecil akan memudahkan jaring keramba menjadi cepat kotor ditempeli organisme pengganggu, misalnya beberapa jenis alga, teritip, dan kerang-kerangan. 

Menempelnya organisme tersebut akan menghambat pertukaran air. Untuk mengatasinya, jaring keramba harus diganti. Jaring keramba yang kotor, dicuci dan dikeringkan, sehingga nantinya siap untuk menggantikan jaring keramba yang kotor. Biasanya bagi jaring keramba berukuran mata jaring kecil (1 inci), membutuhkan waktu ganti jaring 2 minggu sedangkan bagi keramba jaring bermata 2 inci, membutuhkan waktu ganti antara 3-4 minggu. 

Kegiatan lain yang perlu dilakukan adalah grading yaitu penggolongan ikan berdasarkan ukurannya. Grading dilakukan karena pertumbuhan ikan seringkali tidak seragam sementara ikan sering bersifat kanibal. Sifat buasnya ini akan menonjol apabila terjadi perbedaan ukuran. Ikan ikan yang berukuran besar tidak hanya memangsa ikan-ikan yang berukuran kecil, tetapi seakan-akan juga menjadi penguasa, sehingga ikan-ikan kecil akan tersisih dalam segala hal termasuk dalam persaingan memperoleh makanan. Untuk mencegahnya, perlu dilakukan penyeragaman ukuran setiap 2-4 bulan sekali.

Ikan juga harus dihindarkan dari kondisi stres yang akan menurunkan nafsu makan. Bahkan dalam kondisi lebih buruk, dapat menyebabkan ikan muntah-muntah sehingga menghambat pertumbuhan. Stres terjadi karena goncangan air atau perubahan kondisi lingkungan secara mendadak. Permukaan jaring juga sebaiknya ditutup dengan bilik atau shading net, agar ikan tidak mudah dimangsa oleh burung. 

Comments

Edukasi Terpopuler

Connect With Us

Copyright @ 2020 beginisob.com, All right reserved