Langsung ke konten utama

Adakah fungsi darah yang lainnya selain mengangkut oksigen dan karbondioksida?

Baca Juga

Adakah fungsi darah yang lainnya selain mengangkut oksigen dan karbondioksida? - Hallo para pelajar yang berbahagia, pada kesempatan kali ini kami akan menyebutkan fungsi darah lainnya yang belum kamu ketahui selain mengangkut oksigen dan karbondioksida. Kami telah mempersiapkan jawaban terbaik untuk kamu baca dan ketahui.

Materi yang akan kami bagikan ini merupakan pelajaran IPA, cukup menarik bukan? Jika iya, mari kita lanjut!. Kamu juga bisa mendapatkan materi pelajaran menarik lainnya yang tidak kalah bermanfaatnya disini.

Adakah fungsi darah yang lainnya selain mengangkut oksigen dan karbondioksida?

Salah satu fungsi darah adalah mengangkut oksigen dan karbondioksida. Selain itu, adakah fungsi darah yang lainnya? Jika ada, sebutkanlah fungsi darah yang lainnya!

Selain mengangkut oksigen dan karbondioksida, masih ada beberapa fungsi darah yang lainnya.
  • Menjaga kestabilan suhu tubuh 
  • Alat transportasi nutrisi dan sisa metabolisme 
  • Sistem kekebalan tubuh
Fungsi ini diperankan oleh sel darah putih (leukosit). Sel darah putih melindungi tubuh dari infeksi melalui berbagai macam cara. Beberapa leukosit memfagosit sel bakteri dalam tubuh dan memproduksi antibodi. Leukosit dapat menyelip diantara sel-sel yang membentuk dinding pembuluh darah kecil.

Pergerakan itu disebut diapedesis yang memungkinkan sel-sel darah putih untuk meninggalkan sirkulasi darah. Selanjutnya protein tertentu akan membantu leukosit ini menuju ke daerah yang terluka. Pada saat berada di luar pembuluh darah, sel darah putih akan melakukan gerak ameboid sehingga dapat berpindah tempat. Leukosit fagositik yang paling aktif bergerak adalah neutrofil dan monosit.

Meskipun neutrofil tidak mampu untuk menelan partikel jauh lebih besar dari sel-sel bakteri, monosit dapat menelan struktur yang lebih besar. Monosit mengandung banyak lisosom, diisi dengan enzim pencernaan yang memecahmolekul organik pada bakteri yang ditangkap. Ketika mikroorganisme menyerang jaringan manusia, basofil merespon dengan melepaskan reaksi kimia yang dapat melebarkan pembuluh darah lokal.

Misalnya, histamin melebarkan pembuluh darah kecil dan membuat pembuluh terkecil bocor. Saat darah mengalir lebih melalui pembuluh terkecil, jaringan memerah dan cairan yang berlebihan bocor ke ruang interstisial. Pada kondisi ini akan terjadi reaksi pembengkakan/ reaksi inflamasi. Reaksi ini berfungsi untuk menghasilkan penundaan penyebaran serangan mikroorganisme ke daerah lain.

Pada saat yang sama, sel-sel yang rusak melepaskan bahan kimiayang menarik leukosit. Sehingga terjadi pergerakan sel darah putih ke dalamdaerah yang meradang dengan cepat. Pada kondisi ini sering terbentuk nanah di daerah yang mengalami inflamasi. Nanah sebenarnya adalah bakteri, leukosit, dan sel-sel yang rusak menumpuk di daerah inflamasi.

Materi Bab 7 Sistem Transportasi dan Sistem Respirasi Kelas 08 SMP IPA Semester 2, Cetakan ke-1 2014

Komentar