Langsung ke konten utama

Beni memiliki penglihatan normal, kemudian dia mencoba kacamata Udin yang berlensa negatif. Ternyata, penglihatan Beni menjadi kabur. Mengapa hal ini terjadi?

Baca Juga

Penglihatan yang normal mencoba kacamata berlensa negatif. Ternyata, penglihatan menjadi kabur. Mengapa hal ini terjadi? - Hallo para pelajar yang berbahagia, Beginisob pada kesempatan kali ini kami akan menjelaskan Mengapa hal ini bisa terjadi. Materi yang akan kami bagikan ini merupakan pelajaran IPA, cukup menarik bukan? Jika iya, mari kita lanjut!.

Judul pembahasan kali ini adalah Beni memiliki penglihatan normal, kemudian dia mencoba kacamata Udin yang berlensa negatif. Ternyata, penglihatan Beni menjadi kabur. Mengapa hal ini terjadi? yang bisa kamu pelajari disini Beni memiliki penglihatan normal, kemudian dia mencoba kacamata Udin yang berlensa negatif. Ternyata, penglihatan Beni menjadi kabur. Mengapa hal ini terjadi?. Kamu juga bisa mendapatkan materi pelajaran menarik lainnya yang tidak kalah bermanfaatnya disini.

Penglihatan yang normal mencoba kacamata berlensa negatif. Ternyata, penglihatan menjadi kabur. Mengapa hal ini terjadi?

Beni memiliki penglihatan normal, kemudian dia mencoba kacamata Udin yang berlensa negatif. Ternyata, penglihatan Beni menjadi kabur. Mengapa hal ini terjadi? Lensa mata Badu yang berpenglihatan normal dapat membentuk bayangan tepat pada retina. Oleh karena itu, dia tidak membutuhkan kacamata agar dapat melihat benda dengan jelas.

Berbeda dengan Roni, bayangan yang dibentuk oleh lensa mata Roni jatuh di depan retina karena dia menderita rabun dekat (hipermetropi). Dengan kondisi yang demikian Roni membutuhkan lensa mata negatif (cekung) agar bayangan yang dihasilkan dapat jatuh tepat pada retina sehingga dia dapat melihat benda dengan jelas.

Penglihatan Badu menjadi kabur ketika memakai kacamata Roni karena dengan adanya lensa tambahan (kacamata) akan menyebabkan bayangan benda tidak dapat jatuh tepat pada retina

Materi Bab 10 Indera Penglihatan dan Alat Optik Kelas 08 SMP IPA Semester 2, Cetakan ke-1 2014

Komentar