Langsung ke konten utama

Cara Membuat Media Tanam dari Arang, Kompos, Sekam Padi, dan Pupuk Kandang

Selain membeli, bahan-bahan media tanam pun bisa dibuat sendiri Peralatan dan teknologi yang digunakan pun relatif sederhana. Bahan bahan untuk media tanam yang mungkin bisa dibuat sendiri di antaranya arang, kompos, pupuk kandang, dan sekam bakar.

Cara Membuat Media Tanam

1. Arang

Tahap-tahap pembuatan media tanam arang sebagai berikut.

  • Siapkan bahan-bahan yang akan dijadikan arang, misalnya kayu, tempurung kelapa, bambu, atau serbuk gergaji yang dimampatkan. 
  • Masukkan bahan-bahan tersebut ke dalam tungku pemanas. kemudian bakar dan diamkan selama kurang lebih 5 hari.
  • Pada hari terakhir, tutup tungku rapat-rapat hingga api mati karena tidak ada suplai oksigen. Kemudian, suhu dalam tungku mencapai 700--1.200 °C. Pada kondisi ini terjadi proses karbonisasi akibat pembakaran yang tidak sempurna. Dari karbonisasi, akan tercipta rongga/pori sangat banyak dan teratur pada badan arang yang terbentuk. Arang yang bermutu tinggi memiliki kadar karbon tinggi serta kadar gas dan kandungan abu rendah.

2. Kompos

Tahap-tahap pembuatan media tanam kompos sebagai berikut:

  • Siapkan bahan yang akan dijadikan kompos misalnya daun-daunan, ranting pohon, dan bahan-bahan atau material organik lainnya. 
  • Sebaiknya, ukuran bahan-bahan tersebut diperkecil dengan cara dicincang untuk mempercepat pembusukan.
  • Timbun cincangan material kompos dalam lubang tanah berbentuk kotak dengan tinggi sekitar 1,25-2 m. Ketinggian tersebut dianggap mampu memenuhi suhu (panas) ideal dan menjaga kestabilan udara yang dibutuhkan oleh bakteri atau jasad renik untuk merombak material organik menjadi senyawa lain yang kaya akan unsur N.
  • Untuk menjaga kelembapan, tambahkan air ke dalam timbunan material organik, tetapi jangan terlalu banyak agar tidak becek. Kelembapan ideal dalam lubang sekitar 40-60%.
  • Setelah 3-4 minggu proses, akan terjadi kenaikan suhu. Kemudian, suhu mulai menurun secara perlahan-lahan.
  • Untuk mengetahi proses pemanasan dalam kompos berjalan baik, tancapkan sebatang kayu kering dan diamkan selama 10 menit. Jika ujung kayu tersebut menjadi lembab, terasa hangat dan tidak tercium bau busuk maka proses pengomposan berjalan dengan normal dan baik. Namun, jika kayu tersebut menjadi kering maka segera siram lubang dengan air bersih. Jika suhu udaranya tetap dingin, sebaiknya proses pengomposan diulang kembali.
  • Pada akhir minggu keempat, aduk kompos agar udara bisa masuk sehingga bakteri anaerobik tidak bisa muncul. Selain itu, pengadukan juga bertujuan untuk menukar material kompos bagian atas yang kurang busuk dengan bagian dalam sehingga pembusukan menjadi lebih merata. Secara perlahan lahan, suhu dalam lubang akan menurun. 
  • Setelah satu bulan dari proses penurunan suhu, proses pengomposan telah selesai dan kompos siap digunakan.

3. Sekam padi bakar

Tahap tahap pembuatan media tanam sekam padi bakar sebagai berikut.

  • Pembuatan sekam bakar diawali dengan pembuatan cerobong berbentuk tabung yang terbuat dari kawat kasa atau kawat ram setinggi kurang lebih 1,5 m dengan diameter sekitar 50 cm. Cara ini dianggap cukup efisien dalam pembuatan sekam bakar.
  • Pasang tegak tabung kawat kasa di tengah-tengah lahan kosong. Tambahkan sekam padi ke sekeliling tabung tersebut hingga bentuknya seperti kerucut (menggunung).
  • Masukkan kayu bakar ke bagian tengah cerobong, Bakar kayu tersebut hingga apinya menyebar ke sekam.
  • Diharapkan, pembakaran yang berlangsung pada sekam tidak menimbulkan api sehingga akan membentuk arang. Proses ini memakan waktu kurang lebih 2 jam.
  • Hasil pembakaran yang bermutu baik berupa sekam bakar dengan kadar sekam yang tidak terbakar sebesar 5% serta kadar abu hanya 1%.

4. Pupuk kandang

Tahap-tahap pembuatan pupuk kandang sebagai berikut.

  • Simpan kotoran ternak, misalnya sapi atau kerbau, yang akan dijadikan bahan dasar pupuk kandang dalam tempat penyimpanan, berupa kandang yang lantainya kedap udara. Kandang tersebut harus beratap sehingga terbebas dari air hujan dan terpaan sinar matahari langsung. Jika terkena air hujan dan sinar matahari langsung, proses dekomposisi kotoran ternak akan terganggu (pengaruh jamur Trichoderma harzianum), Akibatnya, unsur hara yang terkandung dalam pupuk kandang akan terlarut atau berkurang.
  • Selama proses dekomposisi ini, akan terjadi penurunan kadar atau rasio karbon terhadap nitrogen (rasio C/N) sampai pada tingkatan yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman . 
  • Setelah jadi, warnanya hitam kecokelatan, keringkan pupuk kandang dengan cara menjemurnya di bawah sinar matahari atau menggunakan alat pengering. Pupuk kandang dikatakan baik jika kandungan airnya maksimum 30%. 
  • Setelah kering, ayak pupuk kandang untuk membuang materi materi kasar sehingga diperoleh hasil pupuk yang lebih halus dan homogen. 
  • Terakhir, berantas benih-benih gulma yang mungkin masih terbawa setelah proses pengayakan. Pemberantasan hama bisa dibantu dengan menggunakan pestisida, sepeti Polaris.
  • Pupuk kandang dianggap layak pakai jika sudah tidak terjadi lagi penguraian oleh mikroba. Tandanya, jika dipegang, pupuk kandang sudah tidak terasa hangat lagi. Selain itu, jika dicium, pupuk kandang sudah tidak berbau amoniak lagi.

Perlakuan sebelum Digunakan

Sebelum digunakan beberapa bahan media tanam harus diperlakukan secara khusus terlebih dahulu. Beberapa perlakuan pada bahan media tanam sebelum digunakan yaitu perebusan, perendaman, pengeringanginan, pengayakan, dan penambahan air.

1. Perebusan

Perebusan dilakukan untuk menyeterilkan bahan media tanam, antara lain andam/humus daun pakis dan sekam padi. Uap panas dalam panci akan membunuh jamur dan bibit-bibit ilalang atau rumput yang kemungkinan melekat pada andam/humus dan sekam padi. Adapun cara perebusan bahan media tanam sebagai berikut.

  • Siapkan drum ukuran besar di atas tungku api.
  • Masukkan air ke dalam drum hingga setengahnya. 
  • Masukkan media tanam (dalam hal ini andam/humus daun pakis) yang ingin direbus ke dalam air mendidih hingga penuh. 
  • Masak media andam/humus daun pakis selama 2,5 jam.
  • Setelah matang matikan api. Angkat andam/humus daun pakis dan tiriskan dengan cara dikeringanginkan. Hamparkan andam/humus yang sudah direbus di atas plastik di tempat terbuka.

2. Perendaman

Seperti halnya perebusan, perendaman juga dilakukan dengan tujuan sterilisasi. Pada dasarnya, hampir semua jenis media tanam bisa disterilkan dengan cara perendaman, di antaranya pasir malang, coco peat. dan cacahan pakis. Untuk mengoptimalkan proses sterilisasi, perendaman dilakukan dengan penambahan serbuk fungisida, misalnya Ditane. Adapun tahap perendaman pada bahan media tanam sebagai berikut.

  • Siapkan bak plastik berukuran besar.
  • Isikan air bersih sampai setengah dari tinggi bak tersebut. 
  • Tambahkan fungisida ke dalam bak plastik yang telah diisi air. Dosis yang digunakan yaitu 3 sendok makan fungisida untuk 20 liter air bersih.
  • Aduk rata agar larutan fungisida tercampur homogen. 
  • Masukkan bahan media tanam (pasir) yang akan disterilisasi ke dalambbak berisi air hingga terendam larutan fungisida. 
  • Diamkan selama sekitar setengah jam. Selama perendaman, fungisida bekerja dengan membunuh bibit jamur dan ilalang yang mungkimelekat di pasir.
  • Setelah selesai, angkat media tanam dari larutan fungisida. Tiriskan dengan cara dihamparkan di atas plastik di tempat terbuka.

3. Pengayakan

Pengayakan bertujuan untuk mendapatkan ukuran media tanam yang homogen. Selain itu, pengayakan juga bertujuan untuk memisahkan bahan media tanam dari bahan campuran yang bisa menurunkan kualitas media tanam tersebut. Bahan media tanam yang perlu diayak sebelum digunakan yaitu pasir, tanah liat (tanah merah), kompos dan pupuk kandang. Biasanya, pengayakan dilakukan dengan kawat ram yang ukurannya disesuaikan dengan bahan media tanam yang akan diayak Sebagai contoh, tanah liat diayak dengan kawat ram berukuran mash (1x 1) cm.

4. Penambahan air

Perlakuan penambahan air hanya dilakukan pada gel. Secara garis besar, prosedur penambahan air pada gel sebagai berikut.

  • Campur 7,5 g gula kering setara 1 sendok makan penuh) dengan 1 liter air.
  • Aduk campuran tersebut secara merata dan diamkan selama sekitar empat jam sampai mengembang.
  • Setelah itu, angkat dan tiriskan hingga benar-benar mengering agar akar tanaman tidak busuk.
  • Untuk menghindari warna gel menjadi kusam, sebaiknya proses pengeringan menggunakan kertas koran dan jangan dijemur di bawah sinar matahari.
  • Persediaan air dalam gel diperkirakan cukup untuk tiga tahun. Bahkan hal ini bisa diperpanjang dengan cara menyemprotkan air setiap enam bulan sekali. Namun demikian, pemberian air secara berlebihan sangat tidak dianjurkan karena hanya akan menyebabkan akar tanaman cepat membusuk. 

Meracik Media Tanam

Bahan-bahan yang bisa digunakan sebagai media tanam cukup beragam baik berupa bahan organik maupun anorganik. Masing-masing bahan tersebut memiliki sifat, kekurangan, dan keunggulan tersendiri. Ada media tanam yang bersifat porous, gembur atau mudah menahan air. Sementara, tanaman hias memiliki lingkungan tumbuh yang berbeda beda. Dengan perbedaan lingkungan tumbuh, media tanam yang dibutuhkan oleh tanaman pun memiliki persyaratan yang berbeda-beda pula. Terkadang tanaman memang bisa hidup dengan satu jenis media tanam saja. Misalnya anggrek hanya membutuhkan media tanam batang pakis. Namun, tanaman hias lain cenderung membutuhkan media tanam lebih dari satu macam. Hal ini bertujuan untuk saling melengkapi kekurangan satu sama lain.

Secara umum, cara meracik media tanam pada berbagai tanaman hampir sama. Perbedaan hanya terletak pada bahan penyusun serta formula yang digunakan. Berikut diuraikan tahapan dalam meracik media tanam untuk tanaman philodendron. 

  1. Siapkan bahan media tanam sesuai dengan formula yang sudah ditetapkan. Sebagai contoh, media tanam berupa coco peat, pasir malang, tanah liat, dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1:1:1
  2. Tuangkan bagian yang paling banyak terlebih dahulu (coco peat) ke permukaan plastik . 
  3. Tambahkan pasir malang, coco peat, dan pupuk kandang ke atasnya.
  4. Aduk rata semua bahan media tanam tersebut dengan sendok pengaduk. Usahakan, pengadukan dilakukan dari bawah ke atas agar percampuran benar benar homogen. 
  5. Jika bahan media tanam dalam jumlah banyak, aduk menggunakan cangkul atau sekop.
  6. Jika ada media tanam yang menggumpal, ayam dengan kawat ram berukuran mash (1x 1) cm. 
  7. Jika kondisi media tanam terlalu asam, tambahkan kapur dolomit ke dalam campuran media tanam.
  8. Biasanya, kandungan unsur hara dalam media tanam bekerja dalam tempo waktu yang lambat (slow release). Oleh karenanya, untuk menunjang pertumbuhan tanaman, tambahkan pupuk dasar (NPK). Selain itu, untuk mencegah tumbuhnya jamur dan Nematoda yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman, tambahkan juga fungisida, misalnya Furadan. 

Komentar

Connect With Us

Copyright @ 2020 beginisob.com, All right reserved