Langsung ke konten utama

Cara Mengatasi Hama dan Penyakit di Kebun Sayuran Organik

Dengan apa para petani mengatasi serangga hama pada budidaya sayuran? Umumnya, mereka memanfaatkan insektisida. Namun, ada cara lain yang ama sekali tak memanfaatkan racun pembunuh serangga itu. Petani bisa "mempekerjakan" burung atau menggunakan pestisida organik. 

Cara Mengatasi Hama dan Penyakit di Kebun Sayuran Organik

1. Ketilang dan Puyuh

Hama yang sering merusak tanaman sayuran adalah ulat grayak Spodoptera litura, belalang, dan jangkrik. Untuk mengatasi serangan hama itu manfaatkan jasa baik burung. Pada budidaya di dalam greenhouse berukuran 20 m x 50 m dapat dilepaskan sepasang burung kutilang atau puyuh untuk mengatasi serangan hama. Burung hasil tangkapan sengaja dilepas di sekitar lahan di dalam rumah tanam. 

Pakan ketilang Pycnonotus aurigaster berupa serangga hama, termasuk hama sayuran. Selain ketilang, pekebun dapat pula memanfaatkan puyuh Coturnix coturnix. Puyuh memakan serangga yang berada di tanah. Agar burung betah, sediakan tomat atau pisang di dalam greenhouse. Untuk penanaman di luar greenhouse pasang rekaman suara burung. Tujuannya untuk menarik burung pemakan serangga datang ke lahan dan memangsa hama. 

2. Usir Kutu Daun

Pekebun terus berinovasi menemukan formula-formula baru dengan menggunakan bahan dari alam. Untuk memberantas kutu daun misalnya digunakan daun tembakau dan kulit buah mahoni. Racun dalam buah mahoni bersifat kontak. Daun tembakau mengandung bahan aktif alkaloid yang mempengaruhi kerja saraf. Efektivitas pestisida itu mampu bertahan selama 1 minggu di alam. 

Sari buah mahoni ampuh mengusir kutu daun alias aphids pada cabai. Itu lantaran buah Swietenia mahagoni mengandung senyawa heksaklorosiklo-heksana (HCH) yang berfungsi sebagai insektisida untuk hama. Sayuran lain aman dari serangan hama berkat semprotan air lengkuas dan serai. Cara membuat pestisida organik mudah.

Bahan

  • Buah mahoni 100 g. 
  • Daun tembakau 100 g.

Pembuatan

  1. Biji dan kulit buah mahoni dipisahkan dari daging. 
  2. Kemudian diblender bersama pelarut (air). 
  3. Tambahkan daun tembakau, lalu diblender hingga halus.
  4. Hasilnya disaring dan disimpan dalam botol-botol plastik ditempat yang teduh. Setelah 3-4 hari air yang terpisah dengan endapan sari buah mahoni dan daun tembakau bisa digunakan.

Pemakaian

Pada musim kemarau, gunakan air sebagai pelarut dan pada musim hujan, deterjen sebagai pelarut dengan perbandingannya 1:1. Deterjen juga berfungsi sebagai perekat agar pestisida nabati tidak mudah hilang saat terkena hujan. 

3. Usir Hama

Manisnya berniaga sayuran organik bukan tanpa aral. Masalah utama adalah kontinuitas. Pekebun belum menemukan pola tanam yang tepat agar produksi tidak terputus. Saat pergantian musim hujan ke kemarau, hama datang bertubi-tubi. Untuk mengatasinya, pekebun dapat membuat ramuan khusus untuk mengusirnya.

Ramuan 1

Bahan

  • Daun surian
  • Brotowali
  • Daun tembakau
  • Kemangi
  • Kacang babi

Pembuatan

  1. Siapkan bahan baku insektisida nabati di atas. 
  2. Bahan-bahan alami itu dicampurkan dengan air didalam tong dan ditutup rapat.

Pemakaian

Setelah diperam 1-2 minggu, larutan bahan alami dengan air, perbandingannya 1:1 dan siap semprot. 

Ramuan 2

Bahan

  • Mimba 130 g 
  • Legkuas 100 g 
  • Serai 100 g. 

Pembuatan

Caranya 130 g mimba ditumbuk halus bersama 100 g lengkuas dan 100 g serai. Campuran ini untuk memberantas ulat di pertanaman jagung dan sayuran.

Pemakaian

Setelah dicampur dengan 4 liter air, larutan dibiarkan selama 24 jam. Esoknya disaring kembali dan ditambahkan 3 g deterjen. Lalu diencerkan dalam 10 liter air sebelum digunakan. 

4. Atasi Serangan Trip

Serangan trip, busuk daun Phytophthora infestans, dan bercak daun Cercospora capsici meningkat saat pancaroba. Pekebun melakukan penanggulangan dengan menyemprotkan seliter campuran air yang berisi 10 ml urine kelinci dan 1 gram tumbukan halus biji sirsak setiap pekan. Hama berkurang setelah dua kali penyemprotan

5. Atasi Cendawan

Saat musim hujan, serangan penyakit menjadi momok Apalagi jika sayuran ditanam di lahan terbuka. Untuk mengatasi serangan cendawan, cukup dengan menggunakan ramuan berikut.

Ramuan 1

Bahan

  • Jahe
  • Kunyit
  • Cengkih
  • Bawang putih
  • Lengkuas

Pembuatan

Bahan-bahan di atas diblender. Masukkan dalam wadah dan tambah air 1 liter air dan aduk hingga rata. Tutup wadah dan biarkan selama 2 minggu. Pemakaian cukup dengan perbandingan 1:17.

Ramuan 2

Bahan

  • Lengkuas
  • Kunyit
  • Jahe
  • Serai

Pembuatan

  1. Kunyit, jahe, dan serai dihaluskan bersama-sama.
  2. Setelah ditambah air, adonan diperas untuk diambil airnya. 
  3. Jika ditambahkan biji mahoni atau cabai, ampuh untuk memberantas semua hama, kecuali hama di dalam tanah

6. Pola Bergilir Atasi Penyakit 

Yang lebih sulit adalah ketika serangan penyakit merajalela Misal, saat perakaran kol terserang Plasmodiasphora, akar puru alias bengkak. Kol di lahan itu dicabut dan dimusnahkan. Selanjutnya tanam pupuk hijau berumur panjang seperti jayanti Sesbania sesban dan kaliandra. Biarkan lahan ditumbuhi tanaman perdu itu selama 6-12 bulan. 

Penyakit di lahan tak akan menemukan inangnya la pun semakin tertekan kala rhizobium di perakaran semakin banyak. Cacing pun hidup subur memangsa bahan organik yang mengandung penyakit sehingga pembunuh itu inaktif. Baru lahan itu siap ditanam sayuran kembali. 

Persahabatan antar tanaman itulah yang banyak diterapkan pekebun organik. Hasilnya, sayuran seperti selada tampak segar dan mulus. Jadi citra sayuran organik yang bolong bolong, tak berlaku lagi. Sayuran organik juga bisa mulus. 

Komentar

Connect With Us

Copyright @ 2020 beginisob.com, All right reserved