Langsung ke konten utama

Menanam Tomat di Polybag: Pembenihan, Pembibitan, Media Tanam, Pemupukan, Penanggulangan Hama, dan Panen

Tomat adalah salah satu komoditas pertanian yang sangat bermanfaat bagi tubuh karena mengandung vitamin dan mineral yang diperlukan untuk pertumbuhan dan kesehatan. Buah Tomat mengandung karbohidrat, protein, lemak dan kalori. 

Buah Tomat mempunyai manfaat, antaralain sebagai sayuran, bumbu masak, buah meja, penambah nafsu makan bahan pewarna makanan, sampai kepada bahan kosmetik dan obat-obatan. Sebagai sumber mineral, Buah Tomat dapat bermanfaat untuk pembentukan tulang dan gigi karena zat kapur dan fospornya. Sedangkan zat besi yang terkandung di dalam Buah Tomat dapat berfungsi untuk pembentukan sel darah merah atau hemoglobin. Kali ini kita akan membahas bagaimana cara Menanam Tomat di Polybag dari Pembenihan, Pembibitan, Media Tanam, Pemupukan, Penanggulangan Hama, dan Panen. 

Syarat Tumbuh

Tomat

Tanaman Tomat idealnya ditanam pada kisaran suhu 20 sampai 27°C. lika suhu terlalu rendah pertumbuhan tanaman akan terhambat. Demikian juga pertumbuhan dan perkembangan bunga dan buahnya yang kurang sempurna. 

Pada fase vegetatif, tanaman Tomat memerlukan curah hujan yang cukup. Sebaliknya, pada fase generatif memerlukan curah hujan yang sedikit. Curah hujan yang tinggi pada fase pemasakan buah dapat menyebabkan daya tumbuh benih rendah. 

Kelembaban relatif yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman Tomat adalah 80%. Sewaktu musim hujan, kelembaban akan meningkat sehingga resiko terserang bakteri dan cendawan cenderung tinggi karena itu, jarak tanaman perlu diperlebar dan areal penanamannya perlu dibebaskan dari segala jenis gulma. 

Tanaman Tomat membutuhkan penyinaran matahari penuh sepanjang hari. Tetapi sinar matahari yang terik tidak sesuai untuk pertumbuhan tanaman Tomat. Tanaman yang ada di daerah dengan kondisi demikian akan mudah terserang cendawan busuk daun dan sejenisnya. Angin kering dan udara panas juga kurang baik bagi pertumbuhannya dan sering menyebabkan kerontokan bunga.

Penyemaian Benih

Benih Tomat bisa didapatkan dengan mudah di berbagai toko pertanian. Benih yang berkualitas ditandai dengan bentuk biji yang sempurna atau tidak cacat dan keriput. Setelah mendapatkan benih, saatnya melakukan pencemaran untuk mendapatkan bibit. 

Benih Tomat disemaikan sampai memiliki daun dan batang yang cukup kuat. Penyemaian hendaknya dilakukan di atas media yang terpisah dengan media penanaman. 

Kita dapat menggunakan media persemaian berupa polybag untuk mengurangi resiko tanaman stres ketika dipindahkan. Taburkan benih dalam media penyemaian dan jangan sampai bertumpuk-tumpuk. Sebaiknya jarak antar benih 3-2 cm. Setelah itu, tutup dengan tanah dan siram secukupnya.

Lamanya penyemaian sampai tanaman siap dipindahkan sekitar 40-35 hari. Untuk memindahkan bibit guna ditanam, pencabutan merupakan salah satu cara memindahkan bibit. Namun, sebelum benih dicabut, siram dahulu dengan air untuk melunakkan media sehingga akar tidak putus ketika ditarik. Cara yang lain adalah dengan mengambil bibit tanaman Tomat bersama dengan tanah di sekeliling bibit.

Media Tanam Tomat di Polybag

Untuk menanam Tomat di polybag, dibutuhkan media tanam yang sesuai dengan karakteristik tanaman Tomat. Sebelum membahas lebih lanjut mengenai media tanam, sebaiknya ditentukan dahulu wadah yang akan digunakan untuk menempatkan media tanam. 

Wadah yang dimaksud adalah polybag dengan ukuran minimal 30 cm. Ukuran minimal ini bertujuan agar media tanam cukup kuat menopang pertumbuhan tanaman Tomat yang rimbun. Media tanam yang dimasukkan ke dalam polybag adalah tanah lapisan atas,kompos, pupuk kandang, dan arang sekam, yang sudah dicampur terlebih dahulu. Pupuk kandang yang sebaiknya digunakan adalah pupuk yang telah matang. 

Komposisi media tanamnya adalah 5:1:1, yakni terdiri dari bahan tanah, pupuk kandang dan arang sekam. Semua bahan media tanam diayak sampai halus. Kemudian campurkan semua bahan dan tambahkan NPK sebanyak 3 sendok makan. Aduk hingga campuran tersebut benar-benar rata.

Sebelum media tanam dimasukkan ke dalam polybag, lapisi bagian dalamnya dengan sabut kelapa atau pecahan genteng. Lapisan itu berguna untuk mengalirkan air agar tidak menggenangi daerah perakaran tanaman. 

Setelah media tanam polybag telah disiapkan, langkah selanjutnya adalah penanaman. Proses penanaman di polybag ini berbeda dengan penanaman di media atau lahan konvensional. Untuk lebih jelasnya akan dibahas pada bagian berikut ini.

Penanaman

Sebelum tanaman Tomat di tanam, buatlah lubang-lubang tanam pada media tanam polybag yang sudah disediakan dengan diameter 5-7 cm dan kedalaman lubang tanam 5-7 cm. Dalam satu polybag hanya dapat ditanami satu tanaman Tomat.

Bibit yang dihasilkan dari proses persemaian di polybag, dapat dilepas terlebih dahulu plastiknya lalu semua media tanam dimasukkan tanpa mencabut akar tanaman. Setelah itu, tutup dan ratakan dengan tanah sekitar

Perawatan

Seminggu setelah penanaman, tanaman Tomat perlu penyulaman yang berfungsi untuk mengganti tanaman yang gagal tumbuh, baik sakit atau rebah karena cuaca. Penyulaman dilakukan dengan cara mencabut tanaman yang terlihat tidak sehat atau mati lalu menggantinya dengan bibit baru. 

Penyiangan dapat dilakukan 3 sampai 4 kali selama musim tanam. Penyiangan bertujuan untuk mengangkat gulma yang ada di media tanam Selain penyiangan, perlu dilakukan pemangkasan. Setiap minggu tanaman Tomat perlu dipangkas tunasnya yang tumbuh pada ketiak daun ini untuk menghindari tumbuhnya tunas tersebut menjadi batang. Pemangkasan tunas muda bisa dilakukan dengan tangan. 

Pemupukan susulan merupakan salah satu cara pemeliharaan tanaman Tomat yang harus kita lakukan. Kita bisa menyemprotkan pupuk organik cair yang mempunyai kandungan kalium tinggi pada saat tanaman akan berbunga dan berbuah. Penyemprotan bisa dilakukan setiap minggu. 

Penggunaan pupuk organik cair ini menggunakan perbandingan 1:100, yakni 1 liter pupuk cair dicampur dengan 100 liter air. Selain pemupukan cair, kita dapat menambahkan pupuk kandang atau kompos setelah tanaman berumur 2-3 minggu dengan dosis satu genggam tangan per tanaman. 

Cara pemeliharaan tanaman Tomat selanjutnya adalah penyiraman. Tanaman Tomat sebenarnya tidak terlalu banyak membutuhkan air, artinya asal tercukup saja. Kelebihan air dalam menanam Tomat membuat pertumbuhan vegetatif (daun dan batang) yang subur tetapi akan menghambat fase generatif atau fase berbunga dan berbuah. Sebaliknya, kekurangan air yang berkepanjangan bisa menyebabkan pecah-pecah pada Buah Tomat yang dihasilkan. 

Kekeringan yang panjang bisa menyebabkan kerontokan bunga. Penyiraman hendaknya disesuaikan dengan kondisi cuaca Bila curah hujan sedang tidak perlu lagi penyiraman. Justru yang harus diperbaiki adalah saluran drainase agar air tidak menggenang di media tanaman. Pada musim kemarau, penyiraman bisa dilakukan pada pagi hari untuk mencegah kekeringan.

Tanaman Tomat yang sudah tumbuh meninggi perlu diberi ajiran Pemasangan ajiran bertujuan sebagai tempat mengikatkan tanaman agar tidak roboh. Ajiran ditancapkan pada jarak sekitar 10-20 cm dari tanaman. 

Pemasangan ajir dilakukan ketika Tomat berumur 7 hari setelah tanam. Hal ini untuk mencegah luka pada akar tanaman akibat penancapan. Luka pada akar yang diakibatkan tusukan lanjaran bisa menghambat pertumbuhan dan mengundang penyakit.

Setelah tanaman Tomat tumbuh besar, ikatkan tanaman Tomat dengan tali plastik pada ajiran. Model ikatan sebaiknya berbentuk angka 8 agar batang Tomat tidak terluka karena bergesekan dengan tiang ajiran. 

Penanggulangan Hama dan Penyakit

Tanaman Tomat cukup sensitif terhadap cuaca dan hama serta penyakit. Oleh sebab itu, tanaman Tomat perlu perawatan yang intensif. Perawatan intensif dapat menggunakan pestisida organik demi kualitas buah yang baik. 

Ketika tanaman Tomat dibudidayakan di dataran rendah tanaman ini sangat rentan terhadap hama dan penyakit. Oleh sebab itu, perhatikan cara pemeliharaan dengan benar dan perlakukan tanaman Tomat dengan cara cara yang baik.

Panen Tomat 

Buah Tomat baru dapat dipanen ketika buah sudah matang. Untuk varietas tertentu, pemanenan dapat dilakukan pada 60-100 hari setelah tanam. Namun, untuk varietas lainnya bisa dipanen setelah dilakukan pengamatan fisik terhadap buah Tomat.

Buah Tomat sudah siap panen apabila kulit buah berubah dari hijau menjadi kekuning kuningan, bagian tepi daun menguning dan bagian batang mengering. Pemanenan dilakukan pada pagi atau sore hari. Pemanenan bisa dilakukan setiap 2-3 hari sekali.

Komentar

Connect With Us

Copyright @ 2020 beginisob.com, All right reserved