Skip to main content

Tabulampot Anggur: Pembibitan, Media Tanam, Teknik Penanaman, Pemupukan, Penopangan, Pemangkasan, Penjarangan, Penanggulangan Hama, dan Panen Anggur

Tanaman Anggur adalah tanaman asli daerah sub tropis. Namun anggur bisa juga dibudidayakan di daerah tropis seperti di Indonesia. Anggur termasuk tanaman yang cukup mudah dibudidayakan. Bahkan di beberapa daerah sudah menjadi sentra perkebunan anggur. Selain dibudidayakan dalam perkebunan konvensional, pekarangan rumah dengan lahan terbatas juga bisa untuk menanam anggur. 

Tanaman Anggur adalah tanaman merambat dan ukuran batangnya kecil. Dengan lahan ukuran 50 x 50 x 50 cm sudah cukup untuk setiap pohon. 

Buah Anggur biasanya dikonsumsi langsung atau bisa juga diolah menjadi jus atau untuk bahan campuran makanan lainnya. Buah ini juga bisa diolah menjadi kismis Rasanya manis dan sedikit kecut.

Bentuknya kebanyakan bulat, walaupun ada juga yang lonjong dan warnanya bervariasi. Ada yang warna merah, ungu, dan hijau. Buah anggur mengandung vitamin yang dapat mencegah terkena kanker dan juga penyakit lainnya. Selain itu juga bermanfaat sebagai anti radikal bebas. Kali ini kita akan membahas Tabulampot Anggur, dari Pembibitan, Media Tanam, Teknik Penanaman, Pemupukan, Penopangan, Pemangkasan, Penjarangan, Penanggulangan Hama, dan Panen. 

Teknik Penanaman Anggur pada Tabulampot

1. Syarat Tumbuh

Anggur

Tanaman anggur dapat tumbuh dengan subur di tempat yang memiliki ketinggian antara 25 sampai dengan 300 meter di atas permukaan air laut, dengan suhu berkisar 25 sampai 31 derajat celcius. Tanaman anggur juga dapat tumbuh dengan baik di daerah yang memiliki tingkat kelembaban udara mencapai 75 sampai 80%, dengan intensitas sinar matahari 50 sampai dengan 8%.

Selain itu curah hujan yang baik untuk melangsungkan budidaya anggur adalah 800 mm per tahun. Sedangkan tingkat derajat keasaman (pH) tanah mencapai 6 sampai 7. Anggur dapat tumbuh subur pada lahan yang memiliki jenis tanah liat ataupun liat berpasir.

2. Bibit Anggur

Bibit anggur sangat mudah didapatkan karena banyak dijual di toko-toko pertanian maupun gerai tanaman hias. Bibit Anggur juga dijual dengan harga yang terjangkau. 

3. Media Tanam

Untuk menanam tanaman anggur di pot, kita membutuhkan pot ukuran 50 x 50 x 50 cm. Kemudian, buatan media tanaman dari bahan tanah, pasir dan pupuk kandang dengan komposisi 1:1:2.

4. Langkah Penanaman

Jika bibit tanaman Anggur berada di polybag, buka polybag dengan cara menyobek pelan-pelan dengan silet atau gunting dan jangan sampai merusak perakaran. Kemudian, masukkan ke dalam media tanam pot. Ratakan dengan tanah.

Atur posisi tanaman supaya tegak. Lalu tutup lagi permukaan media tanam. Selanjutnya siram dan ketinggian tanah akan menurun sampai 5 cm dari pinggir pot karena pemadatan pada media tanam. Letakkan tanaman di tempat dengan pencahayaan matahari penuh.

Perawatan untuk Meningkatkan Produktivitas Buah

1. Penyiraman

Tanaman anggur membutuhkan air namun jangan sampai terjadi genangan air. Sejak awal pertumbuhan disiram 2 kali sehari, kecuali hujan. Sebulan sebelum dipangkas, penyiraman agar dihentikan. 

Setelah 3 hari dari pemangkasan, tanaman disiram air lagi sebanyak banyaknya. Seminggu sebelum panen, penyiraman dihentikan dan 4 hari sebelum panen harus segera diairi lagi hingga tanahnya cukup basah. 

2. Pemupukan

Tanaman Anggur diberi pemupukan selama 1 tahun. Pupuk yang digunakan berunsur N (urea), dilakukan setiap 10 hari sekali sampai berumur 3 bulan, pemupukan 10 gram/pohon. Selanjutnya, tanaman 3-6 bulan butuh 15 gr/pohon setiap 15 hari sekali, 6-12 bulan butuh 50 gr/pohon setiap 30 hari sekali. Setelah tanaman berumur 4 tahun, pemupukan diberikan setahun sekali menjelang pemangkasan pembuahan.

3. Penopangan

Tanaman anggur butuh penopang untuk pertumbuhannya. Jika dibiarkan menjalar di tanah maka akan rentan terserang penyakit dan hama. Penopang bisa dibuat dari bambu atau kayu Jika memilih permanen bisa dibuatkan dari bahan pagar teralis.

4. Pemangkasan

Setelah tanaman berumur satu tahun, tunas cabang pokok disebut cabang primer dipangkas dan disisakan 0,5 meter. Tunas cabang sekunder menghasilkan cabang tersier yang tumbuh bersama bunga yang selanjutnya menghasilkan buah Bersamaan dengan pemangkasan, semua daun dihilangkan/dipotong. Tunas-tunas tersier diatur agar bentuknya seperti sirip. 

Untuk meningkatkan produktifitas, dalam memotong cabang subur ditinggalkan 4-10 mata tunas Cabang yang dipangkas harus meneteskan air, bila tidak pemangkasan ditunda.

5. Penjarangan

Tunas yang tumbuh di atas bunga sebaiknya dipangkas. Apabila buahnya sudah besar sebesar biji asem, sebaiknya dilakukan penjarangan sebanyak 40-50 persen. 

6. Penanggulangan Hama dan Penyakit

Agar buah tidak diserang hama, buahnya sebaiknya dibungkus dengan kertas semen atau kantong plastik transparan. Buah siap panen setelah pemangkasan bunga 105-110 hari.

7. Panen

Panen Anggur biasanya dilakukan pada saat Anggur sudah berusia satu tahun, tergantung jenis dan varietasnya juga. Selanjutnya panen bisa dilakukan secara kontinyu antara 1 sampai 2 kali dalam setahun.

Pada umumnya, tanaman Anggur dibudidayakan secara konvensional Akan tetapi, tanaman Anggur juga bisa dibudidayakan di lahan terbatas berupa media tanam pot. Dengan media yang memenuhi setiap kebutuhan tanaman, tanaman Anggur bisa tumbuh dan berbuah seperti di lahan pertanian.

Comments

Edukasi Terpopuler

Connect With Us

Copyright @ 2020 beginisob.com, All right reserved