Skip to main content

Budidaya Pembesaran Ikan Gurame di Kolam Terpal

Bila dibandingkan dengan ikan air tawar yang lain, ikan gurami memiliki pertumbuhan yang agak lambat. Namun, ikan ini cukup digemari masyarakat dan termasuk dalam kategori ikan bergengsi karena sering disajikan dalam acara pesta perjamuan makan yang bergengsi pula. Selain itu, kebutuhan pasar akan ikan gurami diketahui terus meningkat setiap tahunnya.

Varietas yang saat ini beredar di pasaran antara lain bastar, paris, dan blusafir dengan masing-masing keunggulan, terutama dari jumlah telur dan kecepatan tumbuh benihnya. Blusafir dapat memproduksi telur antara 7.000-12.000 butir, bastar 4.000-7.000 butir, dan paris 3.000-5.000 butir. Dari produksi telur, blusafir paling unggul, lalu diikuti bastar dan paris. Akan tetapi dari kecepatan tumbuh, bastar paling unggul. Jadi, untuk varietas dapat dipilih sesuai keinginan ataupun menyilangkan antar varietas. 

Sebenarnya, yang paling menarik dalam usaha budidaya gurami adalah pada segmen pembenihan. Hal ini karena budidaya gurami membutuhkan waktu lebih pendek dalam setiap segmennya dan perputaran modal pada segmen pembenihan jauh lebih cepat. 

Ada kalanya benih yang dihasilkan oleh unit produksi pembenihan masih kecil sehingga belum siap ditebarkan dan dipelihara dalam unit pembesaran. Oleh karena itu, benih yang demikian perlu dipelihara lebih lanjut dalam kegiatan pendederan sehingga usaha pembenihan sangat menarik dan dapat dikembangkan dalam kolam terpal. 

PENEBARAN BENIH

Usaha budidaya gurami sering kali mengalami kegagalan. Salah satu faktor penyebabnya adalah rendahnya kualitas benih yang digunakan. Para pembudidaya gurami, tidak terkecuali pembudidaya di kolam terpal harus cermat dalam menentukan kebutuhan benih yang akan ditebarkan. Dalam budidaya ikan gurami di kolam terpal, benih yang digunakan sebaiknya memiliki ukuran seragam. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi persaingan dalam memanfaatkan pakan. Ukuran benih juga turut mempengaruhi kepadatan tebar Semakin besar benih, kepadatan tebarnya akan semakin berkurang,

Benih yang baru ditebarkan ke dalam media di kolam terpal idealnya perlu diadaptasikan dahulu dengan lingkungan yang baru. Hal ini karena adanya pengaruh lokasi budidaya yang jauh dari tempat pembelian benih sehingga membuat benih ikan kekurangan oksigen atau karena adanya perbedaan kualitas air antara tempat asal dengan tempat yang baru. 

Proses adaptasi dapat dilakukan dengan cara cara sebagai berikut. 

  1. Sucihamakan benih ikan terlebih dahulu sebelum ditebar, dengan menggunakan larutan kalium permanganat (PK) (4 mg/l air) selama 30 menit atau bisa juga direndam dalam air garam dapur (100/1l air selama 15-30 menit.
  2. Lakukan penebaran benih ketika sinar matahari minimal, yaitu pada waktu pagi atau sore hari. 
  3. Lakukan proses aklimatisasi, yakni dengan cara memasukkan benih ikan secara perlahan kemudian benih dibiarkan keluar dengan sendirinya dari wadah pengangkutan ke dalam media budidaya yang baru.

Pemeliharaan ikan gurami di kolam terpal tidak hanya sebatas pada tingkat pembenihan atau pendederan, pembesaran juga bisa dilakukan. Pendederan gurami kebanyakan dilakukan di kolam terpal. Alasannya, fleksibel, lebih praktis, dan biaya murah. Benih gurami yang didederkan tergantung kebutuhan pasar. Segmentasi benih gurami berbeda-beda berdasarkan waktu pemeliharannya.

Para pembudidaya bisa mendederkan telur sampai ukuran kuku (0,5-1 g/ekor). Telur harus ditetaskan terlebih dahulu hingga menjadi larva. Penetasan telur biasanya dilakukan di wadah baskom atau akuarium. Kepadatan tebar sekitar 5-10 ekor/l air. Telur akan menetas dalam jangka waktu dua hari. Telur yang dipelihara selama satu bulan pemeliharaan akan dihasilkan benih ukuran kuku kelingking, sedangkan benih kuku jempol didapat jika pemeliharaan ditambah satu bulan lagi. Kolam tanah banyak digunakan pembudidaya untuk menghasilkan benih ukuran kuku. 

Segmentasi benih lanjutan dari benih ukuran kuku adalah benih ukuran silet atau korek. Untuk menghasilkan benih ukuran silet atau korek dapat digunakan berbagai wadah pemeliharaan, tetapi berdasarkan pengalaman yang paling efektif adalah di kolam terpal. Lama pemeliharaan dari benih ukuran kuku untuk memperoleh benih ukuran silet sekitar 30-40 hari dengan bobot 5-10 g, sedangkan benih ukuran korek sekitar 50-60 hari dengan bobot 20-25 g/ekor. Benih ukuran kuku yang ditebar kepadatannya sekitar 75-125 ekor/m2. Kepadatan dikurangi jika ingin dihasilkan benih ukuran korek menjadi 60-70 ekor/m2.

Segmentasi benih selanjutnya adalah menghasilkan benih ukuran bungkus rokok. Pada segmen ini, wadah yang banyak digunakan adalah kolam terpal atau kolam tanah. Gurami ukuran bungkus rokok dihasilkan dari benih ukuran korek dengan lama pemeliharaan sekitar 60 hari, Bobot benih rata-rata sudah mencapai 70-100 g. Kepadatan benih optimal sekitar 40-60 ekor/m2. 

Untuk menghasilkan gurami ukuran konsumsi dibutuhkan waktu satu tahun jika memeliharanya dari telur. Namun, jika dipelihara dari benih ukuran bungkus rokok hanya diperlukan waktu sekitar 3-5 bulan, tergantung bobot yang ingin dipanen. Bobot panen gurami sekitar 500-700 g/ekor. Padat tebar optimal sekitar 10-25 ekor/m2.

Standar benih gurami siap tebar

PEMBERIAN PAKAN

Gurami termasuk ikan pemakan segala (pomnivora). Larva gurami yang masih kecil memakan binatang renik seperti Rotifera sp., Infusoria sp., Moina sp. , atau Daphnia sp. yang hidup sebagai peripiton. Benih gurami lebih menyenangi larva serangga, Crustaceae, zooplankton, atau cacing sutera. Sementara itu, gurami dewasa cenderung menjadi pemakan tumbuhan air. Makanan dan kebiasaan makan ikan gurami tersebut dapat berubah sesuai dengan keadaan lingkungan hidupnya atau berkorelasi dengan ketersediaan makanan.

Untuk mencukupi asupan gizi ikan, pembudidaya gurami di kolam terpal biasanya memberikan pakan buatan yang telah disesuaikan dengan kebutuhan ikan (rata-rata berkisar 3—5% berat biomas gurami per hari). Pemberian pakan buatan dianggap lebih praktis dan lebih terukur dibandingkan pakan alami. Dalam pemberian pakan tersebut, selain jenis makanan, pembudidaya juga harus memperhatikan sifat biologis dari ikan gurami yang dibudidayakan, misalnya kebiasaan kapan ikan aktif mencari makan sehingga pemberian pakan bisa menunjang pertumbuhan ikan secara optimal.

Pemberian pakan sesuai dengan tingkat ukuran ikan gurami

PEMELIHARAAN

Pemeliharaan yang dilakukan selama masa pendederan gurami di kolam terpal meliputi penanggulangan penyakit dan pengontrolan air. Untuk mencegah terjadinya serangan penyakit, ada baiknya bila benih gurami diberi vitamin C dosis 250—500 mg/kg berat tubuh selama beberapa hari sebagai imunostimulan atau diberikan lipo polisakarida 10 mg/l untuk mempertahankan stamina. Sementara dalam melakukan pengontrolan air, berikut hal-hal yang harus diperhatikan. 

  1. Kuantitas air, ketinggian air kolam sebaiknya tidak lebih dari 30 cm. 
  2. Kualitas air, kebersihan air kolam harus selalu terjaga. Jika menggunakan pakan berupa pelet, sisa pakan yang terendap di dasar kolam sebaiknya dibersihkan dengan melakukan penyiponan menggunakan selang kecil. 
  3. Jika kolam pembenihan tingkat kepadatannya tinggi, perlu dilakukan aerasi untuk menambah suplai oksigen terlarut. 
  4. Melakukan penggantian air kolam secara bertahap, yakni sedikit demi sedikit.
  5. Memberikan penghangat atau heater pada kolam pembenihan, misalnya dengan memasang bohlam listrik sebesar 2,5 watt di atas permukaan air. Hal ini terutama dilakukan pada saat suhu udara cukup dingin yang biasa terjadi pada bulan Juli-September.

Comments

Edukasi Terpopuler

Connect With Us

Copyright @ 2020 beginisob.com, All right reserved