Skip to main content

Budidaya Wortel: Pembibitan, Media Tanam, Cara Penanaman, Pemupukan, Perawatan, dan Pemanenan Wortel

Wortel termasuk dalam famili tanaman Umbelliferae. Dinamakan Umbelliferae karena bunganya berbentuk payung. Selain wortel sayuran yang termasuk famili ini adalah seledri. Kebanyakan kita mengenal wortel sebagai sayuran yang khas dengan warna orangenya. Warna oranye karena mengandung antioksidan jenis beta karoten yang sangat penting untuk kesehatan mata, sistem imun tubuh, kulit, serta jantung.

Jenis Wortel

Tanaman Wortel

Wortel (Daucus carota L) berdasarkan bentuk umbinya dapat dibedakan menjadi tiga tipe yaitu imperator, chantenay, dan nantes. 

JENIS-JENIS WORTEL BERDASARKAN BENTUK UMBI. 

Tipe imperator

  • Bentuk umbi bulat panjang dengan ujung runcing seperti kerucut.
  • Akar serabut tumbuh pada bagian umbinya.
  • Jenis wortel yang termasuk tipe ini ialah scarlet wonder. 
  • Rasanya kurang manis sehingga kurang disukai.

Tipe chantenay

  • Bentuk umbi bulat panjang dengan ujungnya tumpul. 
  • Tidak tumbuh akar serabut pada umbinya.
  • Contohnya adalah royal cross.

Tipe nantes

  • Bentuk umbi peralihan dari tipe imperator dan chantenay. 
  • Jenis wortel tipe nantes ialah early marketer.

Cara budidaya wortel

Wortel mudah ditanam di tempat-tempat yang tingginya lebih dari 500 m dpl, terutama di ketinggian 1.200 m (pegunungan). Syarat penting tumbuhnya tanaman wortel adalah tanah banyak mengandung humus (subur), gembur, dan pH tanah antara 5,5-6,5. Keadaan struktur dan fisik tanah tersebut akan berpengaruh terhadap pembentukan umbi Tanah yang terlalu asam (pH kurang dari 5) akan sulit terbentuk umbi. 

1. Cara tanam

Wortel dikembangbiakkan dengan bijinya. Biji tersebut langsung ditanam tanpa disemai terlebih dahulu. Tanah yang akan ditanami dicangkul sedalam 40 cm Jika pengolahan tanahnya dalam (gembur), umbi wortel yang akan dihasilkan panjang. Setelah dicangkul tanah diberi pupuk kandang atau kompos sebanyak 15 ton/ha.

Pemberian pupuk kandang ini dapat ditiadakan jika tanahnya sangat subur, misalnya tanah bekas tanaman kentang dan kubis. Setelah tanah diratakan dibuat alur dengan cangkul kecil atau kored. Jarak antar- alur tersebut 20 cm. 

Sebelum ditanam, biji-biji wortel itu harus digosok-gosok dengan kedua telapak tangan. Hal ini dilakukan agar biji tidak saling melekat karena biji-biji itu tertutup oleh bulu-bulu yang berbentuk duri bengkok. Setelah itu, biji wortel ditaburkan dengan hati-hati sepanjang alur, kemudian ditutup tipis dengan tanah atau pupuk kandang. Untuk lahan seluas satu hektar dibutuhkan 45 kg biji wortel. Biji tersebut tumbuh setelah 10 hari kemudian. 

Setelah berumur satu bulan, tanaman diberi pupuk buatan. Pupuk buatan tersebut berupa campuran urea dan KCL dengan perbandingan 2:1 sebanyak 300 kg/ha (200 kg urea dan 100 kg KCL/ha). Pupuk buatan Ini diletakkan di sebelah kanan dan kiri tanaman sejauh 5 cm dari batangnya. Pupuk diberikan pada saat tanah didangir. Selain didangir. tanaman diperjarang sehingga jarak antartanaman menjadi 5-10 cm agar tanaman tumbuh cepat dan seragam. 

2. Pemeliharaan tanaman

Tanaman wortel tidak memerlukan banyak pemeliharaan yang khusus. Pemeliharaannya cukup dengan memberantas gulma yang tumbuh dan penyakit cacar daun (Alternana sp) yang menyebabkan daunnya kering berwarna hitam keabu-abuan. 

3. Pemanenan

Tanaman wortel dapat dipanen hasilnya setelah berumur tiga bulan dengan cara dicabut. Pemanenan yang terlambat akan menyebabkan umbi menjadi keras sehingga menurunkan kualitasnya. Tanaman yang terawat dengan baik dapat menghasilkan 20-30 ton umbi tiap hektar. Produksi wortel umumnya hanya untuk pasar lokal dengan harga cukup tinggi. 

Comments

Edukasi Terpopuler

Connect With Us

Copyright @ 2023 beginisob.com, All right reserved