Skip to main content

Tambulampot Rambutan: Pembibitan, Media Tanam, Penanaman, Penyiraman, Penggemburan, Pemupukan, Pemangkasan, dan Pengendalian Hama Pada Rambutan

Pohon rambutan memiliki cabang yang banyak dengan arah mendatar. Mahkota daunnya rimbun. Buahnya besar berbentuk bulat hingga lonjong. Kulit buah ini memiliki rambut (bulu), mulai dari yang berbulu pendek hingga berbulu panjang. Warna kulitnya ada yang kuning, merah dan hijau kekuningan. Rasanya ada yang masam hingga manis sekali. 

Tanaman buah tropis ini asli dari indonesia ini membutuhkan lingkungan yang mendukung untuk tumbuh optimal, seperti kelembapan udara rendah. Rambutan juga menyukai paparan sinar matahari. Jika kurang sinar matahari, produksi buahnya akan menurun. 

Cara Penanaman Rambutan di Pot

Media tanam

Media tanam untuk penanaman dalam pot memiliki banyak variasi. Berikut beberapa komposisi media tanam untuk tanaman rambutan di dalam pot. Alternatif Komposisi Media Tanam Rambutan; tanah, pupuk kandang, sekam padi. Dengan perbandingan 2:1:1.

Cara menanam

Penanaman rambutan dalam pot perlu diketahui teknik budidaya yang benar agar bisa menghasilkan buah. Berikut adalah tahapan melakukan penanaman tanaman rambutan dalam pot. 

  • Siapkan bibit Bibit berasal dari okulasi yang telah berumur delapan bulan dengan tinggi sekitar 60-75 cm. 
  • Siapkan pot berupa drum berdiameter 40 cm dengan bagian dasarnya dilubangi kecil-kecil. 
  • Masukkan pecahan batu bata genteng, atau batako ke dasar drum hingga mencapai 10 cm, lalu lapisi dengan ijuk atau humus atau daun-daun kering.  
  • Masukkan media tanam ke dalam pot hingga mendekati bibir pot lalu buat lubang tanam di tengah-terigah drum.
  • Keluarkan bibit bersama media tanamnya dari polibag dengan cara disobek atau digunting, lalu pangkas akar dan cabang yang tampak panjang dan gunting daun setengahnya.  
  • Masukkan bibit ke lubang dalam drum, lalu timbun dengan media tanam dan tekan tanah pelan-pelan pada bagian pangkal bibit.  
  • Siram tanaman dan media tanam sampai cukup basah.
  • Letakkan tanaman di tempat yang teduh.
  • Pindahkan tanaman di tempat yang terkena sinar matahari jika sudah tumbuh tunas-tunas baru. 

Cara Pemeliharaan

Perawatan penting pada tanaman rambutan adalah penyiraman, penggemburan, pemupukan, dan pemangkasan

Penyiraman dan penggemburan

Penyiraman sangat perlu terutama saat awal penanaman dan musim kemarau. Penyiraman dilakukan setiap hari pada sore hari. Namun, hindari penyiraman berlebihan hingga terjadi genangan air karena bisa merangsang timbulnya penyakit busuk akar. Selain itu, akan terjadi pemadatan media, Jika hal itu terjadi lakukan penggemburan dengan menggunakan sekop kecil. Hati-hati, jangan sampai merusak akarnya.

Pemupukan

Tabel Panduan Pemupukan Rambutan. 

Tabel Panduan Pemupukan Rambutan

Adapun pemberian pupuk kandang dapat dilakukan setiap enam bulan sekali. Penggunaanya untuk penanaman di pot sebanyak lima kilogram per pot, sedangkan penanaman di lahan sebanyak 15-20 kg per pohon. 

Pemangkasan

Pemangkasan bertujuan agar tanaman tampak pendek serta cabang dan pertumbuhannya seimbang. Pemangkasan pertama kali dilakukan saat tanaman berumur kurang dari setahun atau tinggi batang sekitar 60-70 cm dari permukaan drum. Cara pemangkasannya dengan memilih dan memelihara tiga cabang primer. Jika panjang cabang primer mencapai 50 cm, pangkas ujungnya hingga tumbuh cabang cabang sekunder Selanjutnya, pilih hanya tiga cabang sekunder per cabang primer. Setelah itu, pangkas ujung cabang sekunder sampai tumbuh cabang tersier dan pilih hanya tiga cabang tersier. Ketiga cabang tersier ini akan mengalami pembungaan dan pembuahan. Pemangkasan kemudian dilakukan sesudah pemanenan buah.

Cara Mengatasi Serangan Hama dan Penyakit

Hama ulat penggerek buah

1. Penyebab: ulat penggerek Tirathaba ruptilinea

2. Gejala serangan:

  • Buah rambutan muda rontok. 
  • Jika dibelah, di dalam daging buah terdapat larva (belatung) yang berwarna hitam kecokelatan. 

3. Pengendalian:

  • Semprot pentil buah dengan insektisida Mipsin 50 WP atau Thiodan 35 EC dengan konsentrasi 2 cc/liter air. Jika perlu, penyemprotan diulangi 2-3 kali dengan interval waktu 10 hari sekali.

Penyakit tepung

1. Penyebab: cendawan Oidium naphelli. 

2. Gejala serangan:

  • Bunga rambutan berwarna putih.
  • Jika serangannnya berat, bunga gagal menjadi buah.

3. Pengendalian:

  • Lakukan penyemproan dengan insektisida Delsene Mx 200, Benlate 20 WP, atau Dithane M45 80 Wp dengan konsentrasi 2 g/liter air.

Comments

Edukasi Terpopuler

Connect With Us

Copyright @ 2020 beginisob.com, All right reserved