Skip to main content

Cara Budidaya Ikan Bawal di Keramba Jaring Apung (KJA)

Benih bawal diperoleh dari penangkapan di alam. Benih bawal ditangkap dengan jermal, sero, jaring insang, jaring kantong dan lain-lain. Benih bawal hidup bergerombol di muara sungai atau daerah estuarin dan yang dasar perairannya berpasir atau berlumpur Bawal belum dibenihkan di hatchri. 

Pemeliharaan Bawal di KJA

Budi daya bawal belum dilakukan secara intensif. Bawal dipelihara bersama dengan ikan-ikan laut lainnya, terutama dengan ikan kuwe (Caranx sp). Bawal hitam (Parastromateus niger/Stromateus niger/Formio niger) adalah bawal yang dipelihara bersama dengan ikan kuwe.

Benih bawal dari hasil penangkapan berukuran bobot 20-100 gr/ekor dipelihara bersama dengan ikan kuwe atau dipelihara sendiri. Benih ukuran 20-100 gr ditebar ke dalam KJA dengan kepadatan antara 50-70 ekor/m3. 

Agar pertumbuhan ikan lebih seragam, maka benih yang ditebar ukurannya juga seragam. Namun karena benih bawal ditangkap di alam. maka perbedaan ukuran benih tidak bisa dihindari. Karena itu, ukuran benih yang ditebar tidak terlalu berbeda, misalnya ukuran 20-50 gr/ekor dapat ditebar bersama. Demikian pula benih ukuran 60-100 gr/ekor dan seterusnya.

Bawal diberi pakan berupa ikan rucah segar yang dipotong atau dicacah kecil-kecil sesuai dengan lebar bukaan mulut ikan. 

Frekuensi pemberian pakan minimal 2 kali sehari, yaitu pada pagi dan sore hari dengan dosis (jumlah pakan) sebanyak 5-10% bobot badan per hari. 

Selain itu, ikan juga dapat diberi tambahan vitamin seminggu sekali yang diberikan ber sama pakan. Vitamin yang digunakan adalah Amolovit dengan dosis 1 gr/kg pakan dan Probiotik 1-2 cc/kg pakan.

Pakan berupa ikan rucah yang digunakan harus selalu dalam kondisi segar. Namun, sering ketersediaan pakan tidak menentu, sehingga perlu dilakukan penyimpanan dalam lemari es (freezer), yang tidak boleh lebih dari 1 minggu. 

Pakan yang tidak segar atau terlalu lama disimpan, menyebabkan penurunan kualitas nutrisi (asam lemak esensial) yang sangat dibutuhkan oleh ikan, karena terjadinya proses oksidasi.

Lama pemeliharaan 7-9 bulan untuk menghasilkan bawal ukuran konsumsi, > 700 gr/ekor. Karena benih yang ditebar tidak seragam, maka ukuran ikan pada waktu panen tidak seragam. 

Panen sebaiknya dilakukan secara bertahap dengan memanen ikan-ikan yang telah mencapai ukuran konsumsi, sedangkan ikan yang berukuran kecil dipelihara kembali.

Comments

Edukasi Terpopuler

Connect With Us

Copyright @ 2020 beginisob.com, All right reserved