Skip to main content

Cara Budidaya Mentimun Organik di Pot

Budidaya mentimun

Cara MENANAM Timun di rumah 

Budidaya mentimun - Cara terbaik untuk mendapatkan mentimun organik adalah dengan menanamnya sendiri. Kita dapat menggunakan pot untuk menanam mentimun organik. Keunggulan menanam mentimun organik dalam pot di antaranya tidak memerlukan pekarangan yang luas dan mudah dipindahkan. Mentimun yang dihasilkan lebih sehat untuk dikonsumsi. Kegiatan ini dapat menjadi peluang usaha yang cukup menjanjikan mengingat harga mentimun organik lebih mahal dibanding mentimun non-organik. Selain itu, bagi mereka yang hobi bercocok tanam, menanam mentimun organik dalam pot merupakan kegiatan yang menyenangkan.

Tahapan di dalam menanam mentimun organik dalam pot adalah penyiapan media tanam, pemilihan dan penanaman bibit, pemeliharaan bibit, penanggulangan hama dan penyakit, proses panen, dan pengolahan hasil panen. 

1. Media Tanam

Pot yang digunakan untuk menanam mentimun ada bermacam-macam, antara lain pot plastik, pot tanah liat, pot anyaman bambu, kaleng bekas, dan pot dari sabut kelapa. Ukuran pot sebaiknya tidak terlalu besar atau terlalu kecil, tetapi pilih yang berukuran sedang agar tanaman dapat tumbuh optimal. Untuk memanfaatkan pekarangan rumah yang terbatas secara maksimal sebaiknya Anda menggunakan rak pot. Setiap rak bisa diisi sepuluh pot atau lebih, disesuaikan luas pekarangan.

Setelah pot dan rak tersedia, langkah selanjutnya adalah menyiapkan media tanam berikutnya, yaitu tanah dan pupuk. Tanah yang baik memiliki pH sekitar 6-7 dengan suhu 21-26 derajat Celsius. Mentimun dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian 1000 hingga 1200 meter di atas permukaan laut (dpl).

Komposisi media tanam yang ideal untuk mentimun adalah tanah gembur, pasir dan pupuk kandang atau pupuk kompos dengan perbandingan 1:1:1. Artinya, setiap 1 kg tanah gembur dicampur 1 Kg pasir dan 1 Kg pupuk kandang atau pupuk kompos. Pupuk kandang bisa berupa kotoran sapi, kotoran kelinci, kotoran ayam, kotoran kambing, dan kotoran kerbau. Pupuk kompos dapat berupa dedaunan yang sudah busuk, abu sekam, dan lain lain. Jika sulit mendapatkan pasir maka gunakan tanah gembur dan pupuk kompos atau pupuk kandang dengan perbandingan 7:4 yang berarti setiap 7 Kg tanah gembur dicampur dengan 4 Kg pupuk kompos atau pupuk kandang.

Setelah media tanam itu tercampur rata kemudian masukkan ke dalam pot lalu siram dengan air hingga menjadi gembur dan lembab.

2. Pemilihan dan Penanaman Benih

Benih mentimun dapat diperoleh dari biji yang ada di dalam buahnya. Untuk mendapatkan benih yang berkualitas, pilih biji dari mentimun yang berkualitas. Benih mentimun juga dapat dibeli di toko pertanian. Jika Anda kesulitan mencari toko pertanian, Anda dapat membeli benih mentimun secara online. Saat ini banyak toko online yang menjual benih berbagai sayuran. Anda perlu berhati-hati di dalam membeli benih secara online. Pastikan toko online yang menjual benih itu memiliki kredibilitas tinggi.

Mentimun memiliki beberapa varietas, antara lain hercules, panda, dan hijau roket. Anda bisa memilih benih varietas yang sesuai dengan keinginan Anda. 

Setelah benih didapatkan, benih kemudian ditanam di dalam pot. Buat lubang menggunakan kayu dengan kedalaman sekitar 2 cm. Masukkan benih mentimun ke dalamnya lalu timbun dengan tanah. Setiap pot diisi dua benih Siram dengan air agar tanah menjadi lembab.

3. Pemeliharaan

Bibit mentimun mulai berkecambah dan berdaun 2-3 helai 12 hari setelah tanam. Cepat-lambatnya bibit tumbuh tergantung kualitas bibit dan perawatannya. Selama proses tumbuh kembang, bibit perlu dirawat secara optimal agar bibit dapat cepat tumbuh dan berbuah.

Beberapa hal yang dilakukan agar bibit dapat tumbuh dan cepat berbuah adalah pemupukan susulan, penyiraman secara teratur, penancapan ajir penyiangan, dan penanggulangan hama dan penyakit.

a. Pemupukan susulan

Karena ingin panen mentimun organik maka pupuk susulan yang digunakan juga pupuk organik, yaitu pupuk kandang atau pupuk kompos. Pemupukan susulan pertama dilakukan 12 hari setelah tanan. Pemupukan berikutnya dilakukan seminggu sekali. Caranya ada dua, yaitu dengan menanam pupuk ke dalam pot dan dengan menyiramkan pupuk ke dalam pot. Cara yang pertama, buat lubang di sekitar benih menggunakan kayu lalu sedalam 2 sentimeter. Masukkan pupuk kandang atau pupuk kompos ke dalam lubang itu kemudian timbun dengan tanah. Setelah itu siram dengan air agar tanah tetap lembab.

Pupuk kandang yang digunakan bisa berupa kotoran ayam, kotoran sapi, kotoran kambing atau kotoran kelinci. Sedangkan pupuk komposnya dapat berupa dedaunan yang sudah busuk/layu dan abu sekam.

Kedua, pemupukan dengan menyiramkan pupuk ke dalam pot. Caranya, campur pupuk kandang dengan air. Tanah di sekitar tanaman dibuat lubang kecil-kecil. Pupuk kemudian disiramkan dengan dosis sesuai kebutuhan dan ukuran pot.

Namun jika Anda merasa jijik untuk menggunakan pupuk kandang, Anda dapat membuat pupuk kompos cair dari bahan yang lebih bersih dan mudah didapat, yaitu buah-buahan yang sudah matang atau yang sudah busuk, gula pasir dan air. Semua bahan itu diblender atau ditumbuk sampai halus kemudian dimasukkan ke dalam botol atau ember dan ditutup rapat, jangan sampai terkena sinar matahari langsung. Diamkan selama 15 hari.

Pupuk organik cair ini dapat digunakan sebagai pupuk susulan. Lakukan pemupukan secara teratur dan sesuai kebutuhan. 

b. Penyiraman

Lakukan penyiraman secara teratur agar media tanam terjaga kelem. babannya. Pada musim hujan cukup dilakukan sehari sekali, namun di musim kemarau penyiraman dilakukan dua kali sehari, siang dan sore.

c. Pemasangan ajir

Tanaman mentimun termasuk tanaman merambat sehingga diperlukan media yang berupa kayu atau bambu untuk merambat tanaman. Tancapkan kayu di dekat bibit dengan bentuk segitiga atau piramida, Saat bibit mulai tumbuh maka dengan sendirinya akan merambat pada bambu atau kayu itu.

d. Penyiangan

Penyiangan dilakukan untuk membasmi tanaman liar (gulma) yang tumbuh di sekitar pot karena dapat mengganggu pertumbuhan tanaman budidaya. Lakukan penyiangan sesering mungkin agar pot terbebas dari tanaman liar dan tanaman budi daya dapat tumbuh secara optimal. 

4. Penanggulangan Hama dan Penyakit

Hama dan penyakit merupakan hambatan besar di dalam bercocok tanam. Penanggulangan hama dan penyakit secara tepat merupakan salah satu kunci keberhasilan bercocok tanam.

a. Hama

Ulat hijau

Ulat hijau menyerang dedaunan, merupakan hama yang sangat merusak yang jika tidak ditanggulangi dengan cepat maka daun tanaman akan habis dalam waktu singkat. Tanaman dapat mati karenanya.

Indikasi: Daun berlubang-lubang bahkan habis seluruhnya. 

Pengendalian: Petik daun yang terserang hama, kumpulkan ulat hijaunya dan musnahkan. 

Penggerek daun

Hama ini menyerang daun sehingga daun menjadi berwarna putih keabu-abuan. 

Indikasi: Daun berwarna putih keabu-abuan serta melinting.

Pengendalian: Petik daun yang terserang hama kemudian semprot dengan pestisida organik yang berupa campuran minyak cengkeh, air tembakau dan minyak sereh.

Thrips

Hama ini menyerang semua jenis tanaman, terutama bagian pucuk daun. Hama ini termasuk famili Thripidae ordo Thysanoptera.

Indikasi: Pucuk daun terlihat layu lalu mengering. 

Pengendalian : mencabut daun yang terserang hama kemudian lakukan penyemprotan menggunakan pestisida organik.

Kumbang kecil

Kumbang kecil merupakan hama yang mengganggu pertumbuhan tanaman seperti halnya hama ulat hijau. Hama ini juga menyerang daun. 

Indikasi: Daun berlubang lubang kecil sehingga tanaman terlihat kurang segar.

Pengendalian: Petik daun yang terserang. Kumpulkan kumbangnya dan musnahkan. Setelah itu semprot dengan pestisida organik secara teratur pada pagi atau sore hari.

Kutu

Hama ini menyerang hampir seluruh bagian tanaman, seperti ranting, batang, dan daun

Indikasi: Seluruh ranting, batang, buah dan daun terlihat layu dan rusak. 

Pengendalian: Petik atau potong bagian tanaman yang terserang hama kemudian semprot dengan pestisida organik.

b. Penyakit

Layu

Penyakit ini disebabkan jamur yang menyerang akar.

Indikasi: Terlihat layu pada siang hari, terutama saat terkena sinar matahari, dapat mengakibatkan kematian.

Pengendalian: Cabut pohon yang terserang dan bakar Ganti dengan bibit yang baru. 

Black spot

Indikasi: Permukaan daun berbercak hitam. Daun kemudian menguning lalu rontok. 

Pengendalian: Semprot dengan pestisida organik.

Busuk daun

Penyakit ini disebabkan jamur Phytophthora infestans yang menyerang pangkal buah hingga daun. 

Indikasi: Terdapat bercak hitam pada pangkal buah dan daun. 

Pengendalian: Semprot secara teratur menggunakan pestisida organik

Kapang daun

Penyakit ini disebabkan jamur Cladosporum fulvus cke yang menyerang daun.

Indikasi: Seluruh permukaan daun tertutup spora berwarna cokelat. 

Pengendalian: Semprot secara teratur menggunakan pestisida organik

5. Panen

  • Mentimun mulai panen 50 hari setelah tanam.
  • Pemanenan dilakukan pagi atau sore hari dengan cara diputar sampai tangkainya putus. 
  • Setelah masa panen habis maka tanaman akan mati karena mentimun merupakan tanaman semusim. 

6. Pengolahan Hasil Panen

Mentimun dapat dikonsumsi sebagai lalapan mentah, dapat juga dibuat sayur. Mentimun juga bisa dijadikan acar. Ada banyak cara pengolahan mentimun. Anda tinggal pilih mana yang sesuai dengan selera Anda. 

Comments

Edukasi Terpopuler

Connect With Us

Copyright @ 2020 beginisob.com, All right reserved