Skip to main content

6 Jenis Filter Aquarium yang Cocok untuk Aquascape dan Cara Kerjanya

Seperti kolam semen, di akuarium ada yang hanya mengandalkan aerator dengan sistem sponge filter atau dengan sistem filter biologis. Filter biologis mempunyai beragam bentuk, di antaranya: sponge filter, back filter, internal filter, canister filter, dan filter biologis rakitan.

Terdapat 3 cara kerja filter di akuarium,yaitu:

  1. Secara mekanis, filter bekerja dengan menyaring partikel kotoran yang ada di air akuarium. Dengan bahan yang baik, air menjadi lebih bersih. Bahan yang dipakai biasanya beragam bebatuan dan busa filter.
  2. Secara kimia, bahan filter bekerja dengan cara menyerap bahan-bahan beracun yang ada di air, seperti zat asam, amonia, kaporit, dan beragam obat ikan seperti metil biru pun dapat dinitralisir dengan bahan filter ini. Bahan filter jenis ini misalnya zeolit, arang aktif, dan beragam bahan cair yang dimasukkan di air.
  3. Secara biologis, filter bekerja dengan merombak bahan berbahaya seperti amonia (berasal dari kotoran ikan dan sisa pakan) menjadi bahan yang lebih aman bagi ikan. Bakteri pengurai berada di bak filter seperti di bahan filter berupa bioball dari plastik, ring keramik, bahkan di busa filter juga terdapat Nitrosomonas dan Nitrobacter, dua bakteri pengurai yang bekerja seperti bakteri pengurai di bak septik tank.

6 Jenis Filter Aquarium yang Cocok untuk Aquascape

Hampir semua bahan filter bekerja dengan 3 mekanisme di atas. Beberapa filter yang popular di akuarium di antaranya:

1. Hang On Filter

Gambar filter hang on

Adalah filter yang menggantung dan diletakkan di bagian belakang atas akuarium. Jenis ini juga sering disebut sebagai back filter. Filter ini paling popular dan banyak digunakan di rumah karena bentuknya yang portable dan mudah dibersihkan.

Filter ini bekerja secara mekanis, biologis, dan bila arang aktif juga dimasukkan sebagai bahan filter maka cara kimiawi juga bekerja dalam sistem ini.

Cara kerja filter hang on

Karena bentuknya kecil maka filter ini cocok untuk akuarium kecil dengan kepadatan ikan yang rendah.

2. Internal Filter

Internal Filter

Filter jenis ini dimasukkan ke dalam akuarium sehingga disebut sebagai internal filter. Sistem filter ini menggunakan cara kerja mekanis, yaitu dengan cara menyaring partikel kotoran air; dan secara biologis karena terdapat ruang di busa filter di dalam alat ini sebagai tempat bakteri pengurai berkoloni.

Filter jenis ini tidak direkomendasikan untuk dipakai saat memelihara benih ikan karena bila benih tersedot ke dalam kotak filter, biasanya akan mati.

Internal Filter

Kelemahan dari filter jenis ini adalah kotoran di busa filter lebih cepat terkumpul sehingga pengguna harus lebih sering membersihkan busa filter. Kelebihannya adalah adanya arus yang kuat sehingga tercipta oksigen terlarut yang tinggi di akuarium.

3. Sponge Filter

Sponge Filter

Sponge filter adalah filter dengan bahan utama berupa busa spon (sehingga disebut sebagai sponge filter Filter ini paling banyak dipakai oleh peternak ikan, terutama saat memelihara dan membesarkan benih ikan.

Spoge filter bekerja dengan cara mekanis, yaitu menyaring partikel kotoran di air dan secara biologis karena terdapat ruang untuk berkoloni bakteri pengurai.

Sponge Filter

Kelebihan sponge filter adalah arus yang tercipta tidak terlalu kuat sehingga cocok untuk memelihara benih ikan. Dari segi harga, jenis filter ini juga paling murah dan hanya mengandalkan aerator sebagai penghembus oksigennya.

4. Filter "Atas"

Jenis filter yang paling banyak dijual di Indonesia adalah filter jenis ini. Filter atas menggunakan pompa air, kemudian air dialirkan ke kotak filter di atas akuarium dan setelah melewati kotak tersebut, air akan kembali ke akuarium.

Filter "Atas"

Air yang melalui sistem ini akan mengalami 2 proses, yaitu secara mekanis, biologis, dan jika dimasukkan juga bahan penyerap seperti zeolit dan arang aktif maka cara kimiawi juga berperan di bak filter ini.

Kelemahan cara ini adalah tingkat clogging atau air mampet sangat tinggi sehingga harus sering dibersihkan. Sistem filter ini juga kurang tepat untuk budi daya ikan dalam fase benih karena anak ikan bisa tersedot pompa di dalam akuarium.

5. Canister Filter

Canister filter adalah filter berupa bak filter tersendiri dan dihubungkan dengan pipa. Sistem kerjanya adalah pipa masuk ke canister filter dan pipa kembali ke akuarium. Pompa air terletak di dalam canister filter tersebut. Dari segi harga, jenis filter ini adalah yang paling mahal di antara jenis filter yang lain.

Canister Filter

Di dalam sistem ini bekerja semua prinsip filter karena semua bahan dipakai. Ring keramik yang berpori untuk bersembunyi bakteri pengurai (secara biologis). Terdapat juga pelet arang aktif yang secara kimiawi akan menyerap bahan yang beracun dan tidak berguna di akuarium. Ada juga bahan busa yang dipotong-potong berbentuk kubus yang dimasukkan dan berfungsi secara mekanis dan juga biologis.

Jenis ini memang paling baik, tetapi dari segi harga termasuk mahal sehingga biaya yang dibutuhkan akan sangat banyak jika memelihara ikan dengan banyak akuarium.

Selain itu, filter jenis ini juga tidak sesuai untuk ikan fase anakan karena dapat tersedot oleh pompa air yang kuat.

6. Do It Your Self Filter

Filter ini adalah filter yang dibuat sendiri berdasarkan ukuran yang disesuaikan. Ukuran filter sangat ditentukan oleh kepadatan ikan, ukuran kolam/akuarium, dan kekuatan pompa air yang mentransfer air dari akuarium ke filter.

Do It Your Self Filter

Filter ini sering disebut sebagai filter biologis, padahal dengan filter cara ini semua prinsip kerja, baik biologis, kimiawi, maupun mekanis berfungsi semua.

Saat dipakai di akuarium, bak filter ini biasanya diletakkan di bawah akuarium. Untuk budi daya, biasanya akuarium disusun secara berseri, kemudian semua air dialirkan ke filter, dari filter, air dibagi menuju ke semua akuarium dengan menggunakan keran.

Beberapa bahan untuk filter di antaranya: Ring keramik yang mempunyai permukaan berpori-pori sehingga sangat cocok untuk menempel atau berkoloni bakteri pengurai. Busa, selain berfungsi secara mekanis dalam menyaring air yang kotor juga banyak mempunyai ruang untuk berkoloni bakteri pengurai. Zeolit, jelas mempunyai fungsi sebagai penyerap bahan-baan beracun seperti amonia, H2S, dan zat kimia lainnya. Pelet arang aktif berfungsi secara kimiawi seperti halnya zeolit.

Comments

Edukasi Terpopuler

Connect With Us

Copyright @ 2020 beginisob.com, All right reserved