Skip to main content

Proses pembentukan urin pada manusia!

Jelaskan proses pembentukan urin pada manusia! Secara singkat cara kerja ginjal sebagai alat pengeluaran (ekskresi) adalah dengan menyaring darah atau mengambil zat-zat sisa yang terdapat dalam darah, kemudian dikeluarkan dalam bentuk air seni. Penyaringan darah hingga terbentuknya air seni meliputi tiga tahap, yaitu tahap penyaringan (filtrasi) tahap penyerapan kembali (reabsorpsi), dan tahap pengeluaran (augmentasi).

Proses pembentukan urin pada manusia! 

1. Penyaringan (Filtrasi)

Darah yang akan disaring dialirkan ke dalam ginjal melalui arteri ginjal (arteri renalis). Penyaringan darah pertama kali terjadi di badan Malpighi. Plasma darah dan zat yang terlarut di dalamnya disaring oleh glomerulus di dalam badan Malpighi. Setelah di saring di dalam badan Malpighi, darah keluar dari ginjal melalui vena ginjal (vena renalis). Hasil saringan (filtrat) berupa filtrat glomeruli, yang selanjutnya masuk ke dalam kapsula Bowman. Filtrat hasil penyaringan ini disebut urin primer. Dalam urin primer masih terdapat zat-zat yang berguna, yaitu air, glukosa, asam amino, dan garam mineral, misalnya ion Natrium (Na™) dan ion Kalsium (Ca²).

2. Penyerapan Kembali (Reabsorpsi)

Urin primer selanjutnya mengalir melalui tubulus yaitu saluran menuju ke rongga ginjal. Pada saat urin berada di dalam tubulus (tubula) kontortus proksimal, terjadilah proses penyerapan kembali zat-zat yang masih berguna. Zat-zat yang masih berguna tadi masuk kembali ke dalam pembuluh darah yang terdapat di sekitar tubula. Hasil penyaringan berupa filtrat tubulus, disebut urin sekunder, berkadar urea tinggi.

3. Pengumpulan Urin

Urin selanjutnya disalurkan melalui saluran pengumpul (tubulus kolektivus) ke rongga ginjal (pelvis renalis). Dari rongga ginjal urin menuju kandung kemih melalui saluran ginjal (ureter).

Selanjutnya, di dalam tubula kontortus distal, pembuluh darah menambahkan zat-zat yang tidak berguna ke dalam urin sekunder dan menyerap kembali kelebihan air. Zat yang ditambahkan antara lain: ion hidrogen (H), ammonia, obat-obatan antibiotik seperti penicillin. Pada saluran ini, urin yang sesungguhnya terbentuk.

Penyerapan air di dalam tubulus kontortus distal dipengaruhi oleh adanya hormon antidiuretika (ADH). Kekurangan hormon ADH menyebabkan penyakit diabetes insipidus. Pada orang yang menderita penyakit ini, urin yang terbentuk 20-30 kali lebih banyak daripada orang normal.

4. Proses Pengeluaran Urin

Pengeluaran air melalui urin ada hubungannya dengan pengeluaran air melalui keringat pada kulit. 

Pada waktu udara dingin, pengeluaran air dari dalam tubuh dilakukan dalam bentuk urin, sehingga kita tidak berkeringat, sering buang air kecil. 

Sebaliknya, pada waktu udara panas, badan kita banyak mengeluarkan keringat dan jarang buang air kecil.

Urin yang dikeluarkan oleh ginjal sebagian besar tersusun dari air (95%) yang mengandung antara lain:

  • Urea, asam urin dan amoniak, yang merupakan sisa-sisa perombakan protein bermacam-macam garam terutama garam dapur (NaCl).
  • Zat warna empedu yang menyebabkan warna kuning pada urin. 
  • Zat-zat yang berlebihan dalam darah seperti vitamin B, C, obat-obatan dan hormon. 
  • Urin normal tidak mengandung protein dan glukosa. Jika urin mengandung protein, berarti terjadi gangguan atau kerusakan ginjal pada bagian glomerulus.

Jika urin mengandung glukosa, berarti tubulus ginjal tidak menyerap kembali gula dengan sempurna. 

Hal ini dapat disebabkan oleh adanya kerusakan pada tubulus ginjal, tetapi dapat pula disebabkan oleh tingginya kadar gula di dalam darah sehingga tubulus ginjal tidak dapat menyerap kembali semua gula yang ada pada filtrat glomeruli. 

Kadar gula darah yang tinggi disebabkan oleh terhambat nya proses pengubahan gula menjadi glikogen, akibat produksi hormon insulin yang terhambat. 

Kelainan ini dikenal sebagai penyakit kencing manis (diabetes mellitus).

Jika kandung kemih telah penuh dengan urin, maka dinding kantung kemih akan tertekan. 

Kemudian dinding otot pada kandung kemih meregang sehingga timbul rasa ingin buang air kecil. 

Selanjutnya urin akan keluar melalui saluran kencing (uretra).

Comments

Edukasi Terpopuler

Connect With Us

Copyright @ 2023 beginisob.com, All right reserved