Skip to main content

Apakah yang dimaksud perkembangbiakan vegetatif dan generatif pada hewan? Jelaskan!

Apakah yang dimaksud perkembangbiakan vegetatif dan generatif pada hewan? Jelaskan!

A. REPRODUKSI SECARA ASEKSUAL (VEGETATIF)

Reproduksi aseksual adalah reproduksi tanpa melalui peleburan sel kelamin jantan dan sel kelamin betina. Individu baru akan sama dengan induknya sebab seluruh bahan untuk menyelenggarakan kehidupan hanya berasal dari satu induk. Jadi, semua sifat induk akan dimiliki oleh keturunannya. Reproduksi aseksual dilakukan oleh hewan tingkat rendah, misalnya Porifera, Coelenterata dan Cacing.

1. Membelah Diri (Pembelahan)

Cara reproduksi ini umumnya dilakukan Protozoa dan beberapa hewan invertebrata. Hewan ini akan membelah menjadi dua sel anak (pembelahan biner) atau beberapa sel anak (pembelahan ganda). Arah pembelahan sel-selnya ada yang melintang, misalnya pada Paramaecium, Amoeba (Liat Gambar 4.5a) dan ada yang membujur (memanjang) seperti pada Euglena. Sedangkan pada hewan invertebrata, misalnya cacing pipih (Turbellaria air tawar), pembelahan diri dimulai dengan penggentingan di belakang faring sampai terjadi pemisahan menjadi dua hewan. Tiap-tiap potongan meregenerasi bagian yang hilang.

2. Pembentukan Tunas

Pada Porifera, kuncup atau tunas muncul dari tubuh bagian "kaki", makin lama makin membesar dan tetap tinggal bersama induknya. Lama-kelamaan terbentuk koloni. Cara ini juga terjadi pada Coelenterata (misalnya Hydra) dan ubur-ubur. Lihat Gambar 4.5b. 

3. Pemutusan bagian Tubuh (Fragmentasi)

Reproduksi dengan cara fragmentasi atau pemutusan bagian tubuh terjadi misalnya pada cacing pita, Planaria, mawar laut. Peristiwa fragmentasi ini dapat terjadi secara sengaja atau tidak sengaja. Individu baru terbentuk dari bagian bagian tubuh induk yang memisahkan diri atau terpotong liat gambar 4.5c

4. Partenogenesis

Partenogenesis adalah proses perkembangan telur tanpa harus dibuahi. Partenogenesis dapat terjadi pada kutu daun, rotifera, Crustacea air tawar (misalnya Daphnia), lebah, tawon dan semut. Partenogenesis berperan dalam organisasi sosial spesies tertentu, misalnya lebah, tawon dan semut. Lebah madu jantan dihasilkan secara partenogenesis, sementara lebah madu betina, baik pekerja yang steril maupun lebah ratu, berkembang dari telur yang dibuahi.

B. REPRODUKSI SECARA SEKSUAL (GENERATIF)

Amati dengan seksama hewan-hewan vertebrata yang ada di sekitar kita (mis alnya angsa, ayam, kambing dan sapi). Pada umumnya hewan dapat dibedakan jantan dan betina karena perbedaan penampilan. Hewan jantan umumnya memiliki penampilan yang menarik (misalnya warna bulu yang indah pada merak jantan). Hal ini bertujuan untuk memikat hewan betina.

Perilaku masa kawin pada hewan tingkat tinggi berbeda-beda tergantung jenisnya. Misalnya, sapi betina yang sedang birahi mengeluarkan suara lenguhan (melenguh) dan burung merak jantan memekarkan bulunya.

Gambar 4.5

a. Pembelahan pada Amoeba;

b. Pembentukan tunas pada Hydra;

c. Fragmentasi pada Planaria

Comments

Edukasi Terpopuler

Connect With Us

Copyright @ 2020 beginisob.com, All right reserved