Skip to main content

Bagaimana Saluran Pemasaran Ritel?

Yang membedakan ritel multilevel & ritel konvensional adalah strategi pemasarannya, strategi-strategi yang diimplementasikan tujuannya adalah tidak lebih tidak kurang, yaitu menyediakan produk yang diproduksi dari pabrik kepada konsumen akhir. 

Strategi yang diaplikasikan oleh ritel konvensional adalah melalui media iklan secara gencar melalui media massa, radio, televisi. 

Strategi yang diaplikasikan oleh ritel multilevel ada lah melalui individu per individu, yang di mana testimoni atau positive word of mouth menjadi media promosi utama ritel multilevel, terkadang media-media lain juga digunakan, tetapi hal cara promosi yang paling utama tetap melalui individu-individu yang di-support secara penuh oleh perusahaan dapat melalui sampling produk, seminar atau berpromosi pada komunitas-komunitas besar dan lain lain. 

Kedua jenis ritel di atas sama-sama memiliki strategi pemasaran yang baik.

Di sisi lain produsen harus mengetahui apa kemauan dan kebutuhan konsumen serta mengetahui cara yang paling tepat untuk meraihnya. Produsen di sini harus memiliki orientasi pasar. 

Ada beberapa yang perlu dijadikan pertimbangan: 

  1. Tujuan organisasi, kapabilitas serta sumber daya. Produsen yang me miliki bauran produk banyak harus sedekat mungkin dengan end usernya dan lain-lain. 
  2. Karakteristik pasar, geografi semakin jauh jarak maka dibutuhkan perantara yang banyak juga, ukuran pasar, perilaku konsumennya, dan lain-lain. 
  3. Atribut produk, perlu service apa tidak, penyimpanan, ukuran pro duk, kompleksitas.
  4. Pengaruh lingkungan, seperti tingkat persaingan, dan teknologi.

Ada tiga tipe strategi distribusi yang dapat digunakan

1. Distribusi Intensif

Digunakan untuk produk-produk convenience, di mana produk (barang) perlu tersedia di mana saja atau tersebar luas serta tingkat utilitasnya tinggi (high replacement). Di sini perusahaan memandang ketersediaan sebagai faktor utama yang memengaruhi sales. Strategi ini berarti perusahaan melakukan stocking produk di sebanyak mungkin. Sebagai contoh adalah soft drink, gum, permen, dan lain lain. Produk-produk itu di jual di toko grosir, pompa bensin sampai warung sebelah rumah.

2. Distribusi Selektif.

Sering dipakai untuk produk-produk yang termasuk katagori shopping product, ketika konsumen menghabiskan waktu, membandingkan serta memiliki preferrensi tertentu terhadap merek. Service terhadap konsumen dianggap sangat perlu. Melalui selektif distribusi, maka perusahaan menyediakan lebih dari satu, tetapi tidak banyak distributor. Beberapa merek televisi, furniture serta small appliance didistribusikan dengan cara ini.

3. Distribusi Ekslusif.

Digunakan untuk produk-produk yang termasuk dalam katagori specialy product, di mana konsumen memiliki preferensi merek yang kuat, frekuensi pembelian produk jarang serta membutuhkan service tambahan. Dengan cara ini perusahaan memiliki distributor yang terbatas serta masing-masing memiliki hak eksklusif untuk men distribusikan produk perusahaan di wilayahnya masing-masing. Biasa digunakan untuk produk-produk mobil, pakaian eksklusif.

Comments

Edukasi Terpopuler

Connect With Us

Copyright @ 2020 beginisob.com, All right reserved