Skip to main content

Cara Budidaya Ikan Beronang Lingkis di Hampang

Beronang populer dengan sebutan rabbit fish atau ikan kelinci, karena moncongnya memang menyerupai kelinci dan pemakan tumbuhan. Nama umum beronang dalam perdagangan internasional adalah rabbit fish dan siganid.

Sedangkan nama beronang di Indonesia cukup banyak, seperti baronang kea kea, samadar, limadar masadar, madar, llayak biawasa, cemadar, marang, cabe-cabe dan sebagainya.

Pemeliharaan Beronang Lingkis di Hampang

Benih beronang lingkis diperoleh dari penangkapan di alam dan pem benihan di hatchri. Benih beronang ditangkap di padang lamun, sekitar ekosistem mangrove, muara sungai, dan pada gosong-gosong karang. 

Beronang dapat dipelihara di hampang yang dibangun di padang lamun atau teluk, pada kedalaman maksimal 2 m pada saat pasang tinggi dan 0,5 m ketika surut terendah. 

Berat awal benih beronang lingkis yang ditebar pada hampang ditentukan oleh ukuran celah atau mata jala/kawat anyam bahan hampang. 

Sedangkan padat penebaran ditentukan oleh tingkat kesuburan lahan dan sistem pengelolaan. 

Atas dasar ini, padat penebaran beronang lingkis untuk berat benih 8-20 gr/ekor cukup ditebar sebanyak 4-5 ekor/m2.

Jika ukuran hampang lebih kecil, maka pengelolaan mudah dilakukan. 

Beronang lingkis di hampang diberi pakan buatan berupa pelet mengan dung protein minimal 20% dengan ransum 5-10% dari bobot ikan per hari. 

Pakan lain yang diberikan beronang adalah rumput laut dan lamun. 

Karena hampang berada di perairan dangkal dan air dalam kondisi tenang diam, pemberian pakan cukup 2-3 kali sehari. 

Pemberian pakan yang banyak akan mempercepat penimbunan limbah di dalam hampang.

Comments

Edukasi Terpopuler

Connect With Us

Copyright @ 2020 beginisob.com, All right reserved