Skip to main content

Contoh Formulir Daftar Ulang Siswa Baru SD/SMP/SMA: Format Word dan Data yang Wajib Diisi

Diperbarui: 23 Mei 2026. Artikel ini membantu orang tua dan calon murid membuat formulir daftar ulang siswa baru dalam format Word, memahami data yang perlu diisi, serta membedakan template umum dengan formulir resmi sekolah atau portal SPMB daerah.

Setelah anak dinyatakan diterima di sekolah, panitia dapat meminta orang tua mengisi formulir daftar ulang atau formulir biodata murid baru. Formulir ini biasanya berisi identitas calon murid, data orang tua/wali, sekolah asal, pilihan jalur penerimaan, nomor kontak, dan daftar dokumen yang diserahkan. Masalahnya, tidak semua sekolah memakai susunan formulir yang sama, sehingga orang tua sering bingung harus menyiapkan data apa saja sebelum datang ke sekolah atau mengisi formulir online. Artikel ini menyediakan contoh format Word yang rapi dan mudah disalin, dengan catatan bahwa formulir resmi dari sekolah atau portal SPMB tetap harus diprioritaskan apabila sudah tersedia.

Ringkasan cepat:
  • Formulir daftar ulang digunakan untuk mencatat data calon murid yang sudah diterima dan mengonfirmasi pengambilan kursi di sekolah tujuan.
  • Format formulir dapat berbeda menurut sekolah, jenjang, jalur penerimaan, dan pemerintah daerah.
  • Jika sekolah menyediakan formulir resmi atau Google Form resmi, gunakan formulir tersebut; template dalam artikel ini hanya format adaptif.
  • Data inti yang umumnya perlu disiapkan meliputi identitas murid, data orang tua/wali, sekolah asal, sekolah tujuan, nomor pendaftaran, jalur penerimaan, kontak aktif, dan checklist dokumen.
  • Jangan menambahkan data sensitif seperti penghasilan keluarga, kondisi kesehatan, atau dokumen bantuan kecuali memang diminta secara resmi sesuai jalur.
  • Jangan mengirim formulir berisi NIK, KK, nomor telepon, atau dokumen anak ke grup publik.

Formulir Daftar Ulang Siswa Baru Itu Apa?

Formulir daftar ulang siswa baru adalah lembar data yang diisi setelah calon murid dinyatakan diterima di sekolah tujuan. Formulir ini digunakan sekolah untuk mencatat identitas murid, identitas orang tua/wali, asal sekolah, jalur penerimaan, kontak yang dapat dihubungi, dan dokumen yang sudah diserahkan.

Formulir daftar ulang berbeda dari formulir pendaftaran awal. Pada tahap pendaftaran awal, calon murid masih mengikuti proses seleksi. Pada tahap daftar ulang, calon murid sudah dinyatakan diterima dan perlu mengikuti prosedur sekolah agar status penerimaannya tercatat dengan benar.

Untuk memahami tahap setelah anak dinyatakan lolos, baca juga artikel: Daftar Ulang SPMB 2026 Setelah Lolos: Berkas yang Harus Dibawa dan Kesalahan yang Harus Dihindari.

Template Ini Bukan Formulir Nasional Wajib

Orang tua perlu memahami bahwa tidak ada satu susunan formulir daftar ulang dalam artikel ini yang otomatis berlaku untuk seluruh sekolah di Indonesia. Pelaksanaan teknis SPMB mengikuti ketentuan pemerintah daerah dan sekolah tujuan.

Contohnya, pengumuman resmi SMA Negeri 4 Metro tahun ajaran 2026/2027 menyebut calon murid yang diterima harus mengisi formulir daftar ulang melalui Google Form yang disediakan sekolah, melakukan lapor diri secara online, lalu hadir ke sekolah untuk melengkapi berkas tertentu. Sekolah lain dapat memiliki prosedur dan kolom formulir berbeda.

Aturan aman: jika sekolah, portal SPMB provinsi, kabupaten/kota, atau panitia sudah memberikan formulir resmi, gunakan formulir resmi tersebut. Template di artikel ini hanya membantu orang tua menyiapkan data atau membuat format sementara apabila sekolah memang memperbolehkannya.

Bedanya Formulir Daftar Ulang dan Surat Pernyataan

Formulir daftar ulang dan surat pernyataan sering diberikan bersamaan, tetapi fungsinya tidak sama.

Dokumen Fungsi Utama Isi Umum Catatan
Formulir daftar ulang Mencatat biodata murid baru dan konfirmasi pengambilan kursi Identitas murid, orang tua, asal sekolah, kontak, jalur, checklist berkas Bisa berupa kertas, PDF, Word, atau Google Form sekolah.
Surat pernyataan Menyatakan kebenaran dokumen atau kesediaan mematuhi ketentuan Pernyataan, konsekuensi jika data tidak benar, tanda tangan, meterai jika diwajibkan Gunakan format resmi apabila sekolah/daerah menyediakannya.

Apabila sekolah meminta surat pernyataan terpisah, jangan menggantinya dengan formulir biodata. Panduan format surat dapat dibaca di: Contoh Surat Pernyataan SPMB 2026 untuk Orang Tua: Format Word, Isi, dan Cara Mengisinya.

Data yang Perlu Disiapkan Sebelum Mengisi

Sebelum mulai mengetik formulir di Word atau mengisi formulir online sekolah, siapkan dokumen asli dan catat data berikut secara teliti.

Kelompok Data Kolom yang Umumnya Diperlukan Sumber Pengecekan Risiko Jika Salah
Identitas calon murid Nama lengkap, NISN jika diminta, NIK jika diminta, tempat/tanggal lahir, jenis kelamin, alamat Akta kelahiran, KK, ijazah/SKL, akun SPMB Data sekolah tidak cocok atau verifikasi tertunda
Data penerimaan Nomor pendaftaran, sekolah tujuan, jenjang, jalur penerimaan, tanggal diterima Bukti hasil seleksi/portal SPMB resmi Salah jalur atau salah sekolah tujuan
Data sekolah asal Nama sekolah asal, NPSN jika diminta, alamat sekolah, nomor ijazah/SKL jika diminta Ijazah/SKL atau sekolah asal Riwayat pendidikan tidak terbaca jelas
Data orang tua/wali Nama ayah, nama ibu, nama wali jika ada, alamat, nomor HP aktif KK/KTP dan nomor telepon yang benar-benar aktif Sekolah kesulitan menghubungi keluarga
Dokumen penyerahan KK, akta, ijazah/SKL, foto, dokumen jalur, surat pernyataan jika diminta Pengumuman daftar ulang sekolah Berkas tidak lengkap saat verifikasi

Untuk persiapan dokumen sebelum pendaftaran atau verifikasi, orang tua dapat membaca: Checklist Berkas Masuk SMP/SMA 2026: KK, Akta, Ijazah/SKL, Rapor, Piagam, dan Foto.

Data yang Hanya Diisi Jika Diminta Sekolah

Tidak semua informasi perlu dimasukkan ke dalam template umum. Beberapa kolom hanya sebaiknya diisi apabila sekolah memang memintanya melalui formulir resmi atau kebutuhan layanan pendidikan yang sah.

  • penghasilan orang tua/wali;
  • data KIP/PIP, PKH, atau bantuan sosial;
  • keterangan disabilitas atau kebutuhan layanan khusus;
  • riwayat kesehatan;
  • ukuran seragam;
  • pilihan kegiatan ekstrakurikuler;
  • data transportasi atau jarak rumah;
  • data prestasi rinci;
  • data rekening atau pembayaran, apabila sekolah resmi memang mengatur kebutuhan tersebut.

Formulir daftar ulang sebaiknya tidak menjadi alasan untuk mengumpulkan informasi pribadi secara berlebihan. Isi hanya data yang benar-benar diminta sekolah melalui kanal resmi dan dibutuhkan untuk pelayanan pendidikan atau administrasi yang jelas.

Contoh Formulir Daftar Ulang Format Word

Contoh berikut merupakan blanko adaptif yang dapat disalin ke Microsoft Word apabila sekolah belum memberikan format khusus atau memperbolehkan format buatan sendiri. Bagian bertanda [isi jika diminta] boleh dihapus apabila tidak diperlukan.

FORMULIR DAFTAR ULANG CALON MURID BARU
TAHUN AJARAN 2026/2027

Nama Sekolah Tujuan : .............................................................
Jenjang              : SD / SMP / SMA / SMK *)
Jalur Penerimaan     : Domisili / Afirmasi / Prestasi / Mutasi / Lainnya: ........ *)
Nomor Pendaftaran    : .............................................................
Tanggal Diterima     : .............................................................

A. DATA CALON MURID

1. Nama Lengkap                  : ..................................................
2. NISN [jika diminta]           : ..................................................
3. NIK [jika diminta]            : ..................................................
4. Tempat, Tanggal Lahir         : ..................................................
5. Jenis Kelamin                 : Laki-laki / Perempuan *)
6. Alamat Sesuai KK              : ..................................................
                                  ..................................................
7. Desa/Kelurahan                : ..................................................
8. Kecamatan                     : ..................................................
9. Kabupaten/Kota                : ..................................................
10. Provinsi                     : ..................................................
11. Nomor HP Calon Murid
    [jika sudah memiliki]        : ..................................................

B. DATA SEKOLAH ASAL

1. Asal Sekolah                  : ..................................................
2. NPSN [jika diminta]           : ..................................................
3. Alamat Sekolah Asal           : ..................................................
                                  ..................................................
4. Nomor Ijazah/SKL
   [untuk jenjang lanjutan]      : ..................................................
5. Tahun Lulus                   : ..................................................

C. DATA ORANG TUA/WALI

1. Nama Ayah                     : ..................................................
2. Nomor HP Ayah                 : ..................................................
3. Nama Ibu                      : ..................................................
4. Nomor HP Ibu                  : ..................................................
5. Nama Wali [jika ada]          : ..................................................
6. Hubungan Wali dengan Murid    : ..................................................
7. Nomor HP Wali [jika ada]      : ..................................................
8. Alamat Orang Tua/Wali
   jika berbeda dari murid       : ..................................................
                                  ..................................................

D. KONTAK DARURAT [ISI JIKA DIMINTA SEKOLAH]

1. Nama Kontak Darurat           : ..................................................
2. Hubungan dengan Murid         : ..................................................
3. Nomor HP Aktif                : ..................................................

E. CHECKLIST BERKAS YANG DISERAHKAN

Beri tanda centang (✓) pada dokumen yang diserahkan.

[  ] Bukti diterima / bukti hasil seleksi SPMB
[  ] Bukti pendaftaran / kartu pendaftaran
[  ] Kartu Keluarga
[  ] Akta kelahiran / surat keterangan lahir
[  ] Ijazah / Surat Keterangan Lulus (SKL) [untuk jenjang lanjutan]
[  ] Pas foto sesuai ketentuan sekolah
[  ] Surat pernyataan orang tua/wali [jika diminta]
[  ] Dokumen jalur domisili [jika diperlukan]
[  ] Dokumen jalur afirmasi [jika diperlukan]
[  ] Rapor / piagam / dokumen prestasi [jika jalur prestasi]
[  ] Surat penugasan / surat pindah domisili [jika jalur mutasi]
[  ] Dokumen lain: ..................................................................

F. KONFIRMASI DAFTAR ULANG

Dengan ini saya menyatakan bahwa putra/putri saya:

Nama Calon Murid : ...................................................................

akan mengambil hak penerimaan sebagai murid baru di:

Nama Sekolah     : ...................................................................
Jenjang/Kelas    : ...................................................................

dan bersedia mengikuti ketentuan administrasi sekolah sesuai pengumuman resmi
yang berlaku. Seluruh data dalam formulir ini saya isi berdasarkan dokumen yang
benar dan dapat diperiksa kembali apabila diperlukan.

............................, ..... ................ 2026

Orang Tua/Wali,                         Petugas Verifikasi Sekolah,
                                         [diisi oleh sekolah jika diperlukan]


(............................)          (............................)
Nama Jelas: ..................          Nama Jelas: ..................


*) Coret yang tidak perlu.

CATATAN PENTING:
Jika sekolah atau portal SPMB menyediakan formulir resmi, gunakan formulir
resmi tersebut. Template ini bukan pengganti formulir wajib daerah/sekolah.

Kenapa template ini tidak memuat semua data?

Template di atas sengaja hanya memuat data administrasi umum yang lazim diperlukan untuk mencatat calon murid dan berkas daftar ulang. Data yang lebih sensitif, seperti penghasilan keluarga, bukti bantuan sosial, kondisi kesehatan, kebutuhan khusus, atau informasi pribadi tambahan, sebaiknya hanya dituliskan apabila sekolah meminta melalui formulir resmi dan memiliki kebutuhan yang jelas.

Cara Menyalin Formulir ke Microsoft Word

Jika sekolah memperbolehkan penggunaan format sendiri, lakukan langkah berikut agar formulir terlihat rapi saat dicetak:

  1. Blok seluruh isi contoh formulir di atas, lalu salin.
  2. Buka Microsoft Word dan buat dokumen baru.
  3. Gunakan ukuran kertas A4 dan margin normal, kecuali sekolah meminta format berbeda.
  4. Tempel teks formulir ke Word.
  5. Atur judul menjadi rata tengah dan tebal.
  6. Gunakan font formal yang mudah dibaca, misalnya Times New Roman 12 atau Arial 11/12.
  7. Gunakan spasi 1,0 atau 1,15 agar formulir tidak terlalu panjang tetapi tetap nyaman diisi.
  8. Ganti garis titik-titik manual dengan tab leader atau tabel tanpa garis apabila ingin hasil yang lebih rapi.
  9. Hapus bagian yang tidak diperlukan hanya jika sekolah tidak menetapkan format resmi.
  10. Cetak satu lembar percobaan dan cek apakah ruang menulis cukup.
  11. Isi menggunakan data dari dokumen asli, lalu tanda tangani jika memang diperlukan.
  12. Simpan versi Word dan versi PDF agar mudah dicetak ulang.

Jika ingin membuat garis isian atau titik-titik yang rapi di Word tanpa mengetik titik satu per satu, baca: Cara Membuat Titik-Titik di Word (Dot Leader) yang Rapi untuk Daftar Isi Manual, Formulir, dan Daftar Harga.

Perbedaan Pengisian untuk SD, SMP, dan SMA/SMK

Formulir daftar ulang dapat memakai kerangka yang sama, tetapi beberapa kolom perlu disesuaikan dengan jenjang sekolah.

Jenjang Data yang Umumnya Relevan Catatan Penting
SD Identitas anak, akta/surat lahir, KK, orang tua/wali, jalur penerimaan, kontak aktif Kolom asal TK/PAUD hanya diisi jika sekolah meminta; jangan menjadikannya syarat umum sendiri.
SMP Identitas murid, asal SD/MI/sederajat, ijazah atau SKL, jalur penerimaan, dokumen pendukung jalur Pastikan nama dan tanggal lahir pada SKL/ijazah sesuai dokumen kependudukan.
SMA/SMK Identitas murid, asal SMP/MTs/sederajat, ijazah atau SKL, jalur penerimaan, rapor/piagam/surat tugas bila relevan Untuk SMK, sekolah dapat meminta data tambahan sesuai program keahlian atau prosedur sekolah.

Checklist Berkas yang Diserahkan

Kolom checklist dalam formulir membantu orang tua dan petugas sekolah mengetahui dokumen apa yang sudah diserahkan atau diverifikasi. Namun, isi checklist harus mengikuti pengumuman resmi sekolah, bukan ditentukan sepihak oleh orang tua.

Dokumen umum yang sering perlu dicek

  • bukti diterima atau bukti hasil seleksi;
  • bukti pendaftaran dari portal SPMB;
  • Kartu Keluarga;
  • akta kelahiran atau surat keterangan lahir;
  • ijazah atau Surat Keterangan Lulus untuk jenjang lanjutan;
  • pas foto jika diminta sekolah;
  • surat pernyataan apabila diwajibkan.

Dokumen sesuai jalur penerimaan

Jalur Dokumen yang Mungkin Dicocokkan Saat Daftar Ulang Catatan Aman
Domisili KK atau dokumen domisili sesuai ketentuan daerah Alamat dan data keluarga harus sama dengan dokumen yang digunakan saat mendaftar.
Afirmasi Bukti program keluarga ekonomi tidak mampu atau dokumen disabilitas sesuai kategori Jangan memasukkan dokumen bantuan orang lain atau bukti yang tidak sah.
Prestasi Rapor, surat keterangan peringkat, piagam, atau dokumen prestasi lain Bawa dokumen yang sama dengan yang digunakan saat seleksi.
Mutasi Surat penugasan, surat pindah domisili, atau dokumen anak guru Pastikan surat diterbitkan pihak berwenang dan data orang tua sesuai KK.

Jika Daftar Ulang Dilakukan Online

Sebagian sekolah dapat melakukan daftar ulang secara online menggunakan portal, formulir digital, atau Google Form resmi sekolah. Contoh resmi SMA Negeri 4 Metro tahun ajaran 2026/2027 menunjukkan bahwa calon murid yang diterima mengisi formulir daftar ulang secara online, melakukan lapor diri di sistem, lalu tetap hadir ke sekolah untuk melengkapi berkas tertentu.

Jika sekolah menggunakan formulir online, lakukan langkah berikut:

  1. Buka tautan hanya dari portal sekolah, portal SPMB daerah, atau pengumuman resmi.
  2. Pastikan akun email yang digunakan aktif dan dapat dibuka kembali.
  3. Siapkan seluruh data dalam satu catatan pribadi sebelum mulai mengisi.
  4. Unggah dokumen dengan file jelas, tidak terpotong, dan tidak salah halaman.
  5. Jangan meninggalkan halaman sebelum melihat notifikasi bahwa formulir berhasil terkirim.
  6. Simpan screenshot, email bukti, atau PDF hasil pengisian jika tersedia.
  7. Periksa apakah setelah mengisi online masih wajib hadir di sekolah.
Perlindungan data: formulir daftar ulang dapat memuat identitas anak dan keluarga. Jangan mengunggah dokumen melalui link yang tidak jelas, jangan memberikan OTP atau kata sandi, dan jangan membagikan hasil isian ke grup publik.

Rujukan Resmi yang Perlu Dicek

Sebelum menggunakan template formulir, cek rujukan resmi berikut:

Kesalahan Umum Saat Mengisi Formulir Daftar Ulang

  • Membuat formulir sendiri padahal sekolah sudah menyediakan formulir resmi. Gunakan formulir sekolah apabila sudah tersedia.
  • Mengira satu template berlaku untuk seluruh SD, SMP, dan SMA. Kolom dan prosedur dapat berbeda menurut sekolah dan daerah.
  • Menyalin data dari ingatan. Nama, NIK, NISN, alamat, dan tanggal lahir harus dicocokkan dengan dokumen asli.
  • Salah menulis jalur penerimaan. Pastikan jalur pada formulir sama dengan hasil seleksi resmi.
  • Mengisi data sensitif yang tidak diminta. Jangan menambahkan data pribadi berlebihan ke formulir umum.
  • Menganggap formulir menggantikan surat pernyataan. Jika sekolah meminta surat pernyataan terpisah, keduanya tetap perlu dipenuhi.
  • Tidak mencatat dokumen yang diserahkan. Checklist membantu memastikan tidak ada berkas tertinggal.
  • Mengunggah file buram atau salah dokumen. Periksa file sebelum mengirim formulir online.
  • Tidak menyimpan bukti pengisian. Simpan bukti submit, email konfirmasi, atau tanda terima dari sekolah.
  • Membayar biaya kepada pihak tidak resmi. Ikuti hanya pengumuman resmi dan hindari pihak yang menjanjikan pengamanan kursi.

Kesimpulan

Formulir daftar ulang siswa baru SD, SMP, atau SMA/SMK digunakan untuk mencatat data calon murid yang sudah diterima, data orang tua/wali, sekolah asal, jalur penerimaan, kontak aktif, dan berkas yang diserahkan. Template Word dalam artikel ini dapat membantu orang tua menyiapkan data atau membuat blanko sementara yang rapi.

Namun, template ini bukan formulir nasional wajib. Pelaksanaan daftar ulang mengikuti pemerintah daerah dan sekolah tujuan. Jika sekolah menyediakan formulir resmi, Google Form resmi, atau format unduhan tertentu, orang tua wajib mengikuti format tersebut dan tidak menggantinya dengan template lain.

Langkah paling aman adalah menyiapkan dokumen asli, mencocokkan seluruh data sebelum menulis, hanya mengisi data yang diminta secara sah, menyimpan bukti daftar ulang, dan menjaga kerahasiaan data pribadi anak. Ketelitian pada tahap daftar ulang membantu memastikan kursi sekolah yang sudah diperoleh tidak bermasalah karena kesalahan administrasi.

FAQ

1. Apa itu formulir daftar ulang siswa baru?

Formulir daftar ulang adalah lembar data yang diisi setelah calon murid diterima untuk mencatat identitas murid, data orang tua/wali, sekolah asal, jalur penerimaan, kontak, dan dokumen yang diserahkan sesuai ketentuan sekolah.

2. Apakah contoh formulir dalam artikel ini bisa langsung dipakai?

Bisa digunakan sebagai format adaptif apabila sekolah belum memberikan formulir khusus atau memperbolehkan format sendiri. Jika sekolah sudah menyediakan formulir resmi, gunakan formulir resmi tersebut.

3. Data apa saja yang biasanya diisi dalam formulir daftar ulang?

Data yang umumnya disiapkan meliputi nama calon murid, tempat dan tanggal lahir, alamat, sekolah asal, nomor pendaftaran, jalur penerimaan, sekolah tujuan, nama orang tua/wali, nomor HP aktif, dan checklist dokumen.

4. Apakah formulir daftar ulang sama dengan surat pernyataan?

Tidak. Formulir daftar ulang mencatat biodata dan berkas, sedangkan surat pernyataan menyatakan kebenaran dokumen atau kesediaan mengikuti ketentuan. Sekolah dapat meminta keduanya.

5. Apakah formulir daftar ulang harus memakai meterai?

Formulir biodata tidak selalu memakai meterai. Meterai lebih sering muncul pada surat pernyataan atau SPTJM. Ikuti ketentuan formulir resmi sekolah atau daerah.

6. Apakah daftar ulang bisa dilakukan online?

Bisa, jika sekolah atau portal SPMB daerah menyediakan proses online. Calon murid tetap perlu memeriksa apakah setelah mengisi formulir online masih diwajibkan hadir ke sekolah untuk verifikasi berkas.

7. Apakah boleh menambahkan data penghasilan atau kondisi kesehatan ke template?

Jangan menambahkan data sensitif kecuali memang diminta secara resmi dan diperlukan untuk proses administrasi atau layanan pendidikan yang jelas.

Baca Juga

Comments

Edukasi Terpopuler

Connect With Us

Copyright @ 2026 beginisob.com, All right reserved