Skip to main content

Cara Budidaya Ikan Beronang Batik di Hampang

Beronang batik merupakan ikan herbivora (pemakan tumbuhan). Makanannya berupa lumut alga, lamun, dan sebagainya. Beronang batik, seperti beronang lainnya, pada tingkat larva memakan plankton dan menjadi herbivora di saat mulai aktif mencari makan. 

Pemeliharaan Beronang batik di hampang

Beronang batik dapat dipelihara di hampang yang dibangun di padang lamun, estuaria, teluk atau sekitar ekosistem mangrove, pada kedalaman maksimal 2 m pada saat pasang tinggi dan 0,5 m ketika surut terendah. Untuk pemeliharaan beronang, pada saat pembuatan hampang. lamun pada lokasi tidak perlu ditebas atau dicabut, karena akan dimakan oleh beronang.

Berat awal benih beronang batik yang ditebar pada hampang ditentukan oleh ukuran celah atau mata jala/kawat anyam bahan hampang. Sedang kan padat penebaran ditentukan oleh tingkat kesuburan lahan dan sistem pengelolaan. Atas dasar ini maka padat penebaran beronang batik untuk berat benih 8-20 gr/ekor cukup ditebar sebanyak 4-5 ekor/m2.

Tika ukuran hampang lebih kecil maka pengelolaan mudah dilakukan. Beronang batik di hampang diberi pakan buatan berupa pelet mengandung protein minimal 20% dengan ransum 5-10% dari bobot ikan per hari. Pakan lain yang diberikan beronang adalah rumput laut. lamun, dan klekap yang diambil di tambak-tambak terlantar. 

Karena hampang berada di perairan dangkal dan air dalam kondisi tenang/diam, pemberian pakan cukup 2-3 kali sehari. Pemberian pakan yang banyak akan mempercepat penimbunan limbah di dalam hampang. 

Lama pemeliharaan beronang batik di hampang tergantung dan sistem pengelolaan dan target ukuran berorang yang hendak diproduksi. Lama pemeliharaan 3-4 bulan akan menghasilkan beronang batik ukuran 200 400 gr/ekor.

Comments

Edukasi Terpopuler

Connect With Us

Copyright @ 2023 beginisob.com, All right reserved