Skip to main content

Tabulampot Jambu Biji: Pembibitan, Media Tanam, Teknik Penanaman, Pemupukan, Penanggulangan Hama, dan Panen Jambu Biji

Jambu biji adalah salah satu tanaman buah jenis perdu. Tanaman ini berasal dari Brazilia Amerika Tengah yang menyebar ke Thailand kemudian ke negara Asia lainnya termasuk Indonesia.

Hingga saat ini Jambu Biji telah dibudidayakan dan menyebar luas di daerah daerah Jawa, Jambu biji sering disebut juga jambu klutuk, jambu siki, atau jambu batu Jambu tersebut kemudian dilakukan persilangan melalui stek atau okulasi dengan jenis yang lain. Saat ini ada jenis Jambu Biji yang buahnya lebih besar dengan keadaan biji yang lebih sedikit. 

Buah Jambu Biji dapat dimakan sebagai buah segar maupun olahan yang mempunyai gizi dan mengandung vitamin A dan vitamin C yang tinggi. Kadar gula jambu biji sebesar 8%. Jambu biji mempunyai rasa dan aroma yang khas disebabkan oleh senyawa eugenol. 

Daun dan akar Jambu Biji juga dapat digunakan sebagai obat tradisional. Kayunya dapat dibuat berbagai peralatan dapur karena memilki kayu yang kuat dan keras. Pohon Jambu biji juga bisa menjadi pembatas di pekarangan dan sebagai tanaman hias. Maka dari itu, menanam Jambu Biji di pot bisa jadi hiasan pekarangan rumah yang cantik. 

Teknik Penanaman Jambu Biji pada Tabulampot

1. Syarat Tumbuh

Jambu biji

Tanaman Jambu Biji memerlukan peran angin dalam proses penyerbukan. Namun, angin yang kencang dapat menyebabkan kerontokan pada bunga. Tanaman jambu biji merupakan tanaman daerah tropis dan dapat tumbuh di daerah sub-tropis dengan intensitas curah hujan antara 1000-2000 mm/ tahun dan merata sepanjang tahun. Tanaman Jambu Biji dapat tumbuh berkembang serta berbuah dengan optimal pada suhu sekitar 23-28 derajat Celcius di siang hari.

Kekurangan sinar matahari dapat menyebabkan penurunan hasil atau kurang sempurna. Kelembaban udara sekeliling cenderung rendah karena kebanyakan tumbuh di dataran rendah dan sedang.

2. Bibit Jambu Biji

Tanaman Jambu Biji biasa dikembangkan dengan cara dicangkok dan diokulasi. Sebaiknya pilih bibit yang unggul seperti jambu bangkok atau jambu merah. Ciri-ciri tanaman induk yang bisa dijadikan bibit adalah yang buah cukup tua dan buahnya tidak jatuh dan pecah. Lakukan pengokulasian atau pencangkokan pada batang yang berdiameter 1 cm dan tumbuh lurus. Setelah tumbuh baik potong cangkokan dan tanam di media tanam. 

Untuk memudahkan bibit tanaman dapat dibeli di penjual bibit tanaman buah yang banyak kita temui. Untuk memastikan bibit berkualitas, Anda harus memperhatikan batang dan daunnya. Apakah ada cacat atau bibit penyakit pada keduanya. Jika tidak, itulah bibit yang baik

3. Media Tanam

Tanaman Jambu Biji dengan tinggi 30-40 cm membutuhkan pot berdiameter 40-50 cm. Pot bisa terbuat dari bahan drum, plastik atau beton/cor. Semakin tinggi bibit yang kita peroleh maka pot yang kita gunakan harus mimiliki tinggi dan diameter yang lebih besar.

Media tanam Jambu Biji adalah campuran tanah, pasir,sekam dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1:2. Pupuk kandang yang digunakan sebaiknya berasal dari kotoran kambing, yang mengandung fosfor lebih banyak. Campurkan semua bahan lalu lakukan penanaman. 

4. Langkah Penanaman

Tutup lubang pada dasar pot dengan pecahan genting, lalu di atas genting dilapisi dengan kerikil dan pasir secukupnya. Masukkan campuran media tanam yang sudah dibuat hingga sepertiga dari pot.

Keluarkan bibit dari polybag, lalu pangkas sebagian akarnya. Jika akar tunggang terlalu panjang, potong sebagian, sisakan setengahnya Letakkan bibit Jambu Biji di tengah-tengah pot, lalu timbun dengan media tanam hingga pot penuh. Siram dengan sedikit air lalu tekan tekan agar tanah dalam pot memadat. 

Perawatan untuk Meningkatkan Produktivitas Buah

1. Penyiraman

Selama dua minggu pertama setelah bibit ditanam penyiraman dilakukan sebanyak dua kali sehari pagi dan sore. Pada minggu-minggu berikutnya penyiraman dapat dikurangi menjadi satu kali sehari.

2. Pemupukan

Untuk menjaga agar kesuburan media tanam tanaman Jambu Biji tetap stabil perlu diberikan pupuk secara berkala dengan aturan sebagai berikut, pada tahun 0-1 umur penanaman bibit diberikan pada setiap pohon dengan campuran 40 kilogram pupuk kandang. 50 kilogram TSP. 100 gram Urea dan 20 gram ZK. Caranya ditaburkan di sekeliling pohon Tanaman bisa berbuah 2 kali setahun.

Pemupukan tanaman umur 13 tahun, setelah tanaman berbuah 2 kali. Pemupukan dilakukan dengan NPK 250 gram/pohon, dan TSP 250 gram/pohon. Cara seperti ini dilakukan setiap 3 bulan sekali dengan TSP dan NPK dengan takaran sama. 

3. Pemangkasan

Supaya tanaman Jambu Biji mendapatkan tajuk yang rimbun, setelah tanaman berumur 2 tahun segera dilakukan pemangkasan pada ujung cabang-cabangnya. Di samping untuk memperoleh tajuk yang seimbang juga berguna memberi bentuk tanaman Selain itu juga memperbanyak dan mengatur produksi agar tanaman tetap terpelihara.

Pemangkasan juga perlu dilakukan setelah masa panen buah berakhir. Harapannya, agar muncul tajuk-tajuk baru sebagai tempat munculnya bunga baru pada musim berikutnya dengan hasil lebih meningkat atau tetap stabil keberadaannya.

4. Penanggulangan Hama dan Penyakit

Agar menjaga kemungkinan tumbuhnya penyakit atau hama maka perlu dilakukan penyemprotan pestisida, Penyemprotan dilakukan 15-20 hari sebelum panen. Perlu juga disemprot dengan sevin atau furadan terutama untuk menghindarkan adanya ulat jambu, tikus atau jenis semut-semutan. 

Penyemprotan fungisida jenis Delsene 200 MX dilakukan guna memberantas cendawan yang akan mengundang hadirnya semut-semut Di samping itu, gunakan insektisida guna memberantas lalat buah dan kutu daun yang disemprot 2 kali seminggu. Sebulan sebelum panen penyemprotan dihentikan.

5. Panen

Buah Jambu Biji umumnya pada umur 6 bulan sudah bisa berbuah Jambu Biji yang telah matang ciri-cirinya berwarna lebih terang. Cara pemanenan yang terbaik adalah dipetik beserta tangkainya. Pemanenan Jambu Biji yang sudah matang sekaligus melakukan pemangkasan pohon agar tidak rusak. 

Jambu Biji adalah salah satu tanaman buah yang banyak digemari. Tidak hanya untuk buah tetapi dapat dimanfaatkan untuk obat demam berdarah. Harganya dipasaran juga lumayan tinggi. 

Meskipun penanaman Jambu Biji mampu tumbuh dan menghasilkan tanpa perlu dirawat, tetapi akan lebih baik apabila keberadaannya diperhatikan. Tanaman yang terawat dengan baik akan memberikan imbalan hasil yang memuaskan.

Comments

Edukasi Terpopuler

Connect With Us

Copyright @ 2023 beginisob.com, All right reserved