Skip to main content

Perut Bunyi Terus Padahal Tidak Lapar: Normal atau Tanda Masalah Pencernaan?

Diperbarui: 30 November 2025

Ringkasan cepat:

  • Perut bunyi terus padahal tidak lapar biasanya berasal dari gerakan usus dan gas di saluran cerna, disebut juga borborygmus.
  • Sering kali kondisi ini normal, misalnya setelah makan, menjelang buang gas atau BAB, atau ketika usus “merapikan” sisa makanan.
  • Namun, perut bunyi yang disertai kembung berat, nyeri, diare, sering buang gas berbau, atau penurunan berat badan bisa menandakan masalah pencernaan.
  • Cara mengurangi: atur pola makan, kunyah lebih pelan, batasi makanan pemicu gas, cukup minum air putih, kelola stres dengan cara yang mubah, dan jaga aktivitas fisik.
  • Segera ke dokter jika perut bunyi disertai nyeri hebat, muntah terus-menerus, BAB berdarah, demam tinggi, atau penurunan berat badan tanpa sebab.

Daftar isi

Kapan Harus Waspada dengan Perut Bunyi Terus?

Perut bunyi sesekali biasanya tidak berbahaya. Misalnya, setelah makan makanan berserat, minum minuman bersoda, atau ketika agak lapar. Namun, Anda perlu lebih waspada bila:

  • Perut bunyi terus-menerus hampir sepanjang hari, bukan hanya sesekali.
  • Bunyi disertai nyeri perut hebat, kram, atau perih seperti ditusuk.
  • Muncul diare berat, konstipasi parah, atau BAB berdarah.
  • Perut tampak sangat kembung, keras, dan terasa tidak nyaman.
  • Berat badan turun tanpa sebab jelas, nafsu makan menurun drastis, atau sering lemas.

Dalam kondisi seperti itu, jangan hanya mengandalkan tips rumahan. Segera periksakan diri ke dokter untuk mencari penyebab dan mencegah komplikasi lebih lanjut.

Apa Itu Perut Bunyi Terus Padahal Tidak Lapar?

Perut bunyi yang terdengar seperti “krok-krok” atau “glug-glug” adalah suara yang dihasilkan oleh:

  • Gerakan otot dinding usus.
  • Cairan pencernaan.
  • Gas yang bergerak di dalam saluran cerna.

Dalam istilah medis, suara ini disebut borborygmus. Suara bisa muncul:

  • Saat perut kosong (lapar).
  • Setelah makan, ketika usus mencerna makanan.
  • Ketika ada gas berlebih atau usus bergerak lebih aktif dari biasanya.

Jadi, perut bunyi terus padahal tidak lapar tidak selalu berarti penyakit serius. Namun, perlu diperhatikan apakah ada gejala lain yang menyertai.

Penyebab Perut Bunyi Terus Padahal Tidak Lapar

Berikut beberapa penyebab umum perut bunyi meskipun Anda merasa tidak lapar:

1. Proses pencernaan normal

Setelah makan, usus akan bergerak secara ritmis untuk mengaduk dan mendorong makanan. Gerakan ini wajar dan bisa menimbulkan suara. Jadi, perut bunyi setelah makan sering kali hanya tanda bahwa usus sedang bekerja.

2. Gas berlebih di usus

Gas di usus bisa berasal dari:

  • Fermentasi makanan oleh bakteri usus (misalnya dari makanan berserat, kacang-kacangan).
  • Minuman bersoda dan minuman berkarbonasi lainnya.
  • Kebiasaan makan terlalu cepat sehingga banyak udara tertelan.

Gas yang bergerak menimbulkan bunyi “gemericik” atau “krok-krok” di perut.

3. Makan terlalu cepat dan kurang mengunyah

Ketika makan terburu-buru:

  • Makanan tidak dikunyah halus.
  • Banyak udara ikut tertelan.

Kondisi ini menyulitkan kerja usus dan memicu lebih banyak bunyi serta sensasi tidak nyaman seperti kembung.

4. Pola makan tidak teratur

Melewatkan jam makan, makan sangat banyak setelah lama tidak makan, atau sering jajan makanan tinggi lemak dan gorengan bisa membuat:

  • Usus bekerja lebih keras.
  • Perut lebih sering bunyi.
  • Muncul keluhan lain seperti perih, mulas, atau kembung.

5. Intoleransi makanan tertentu

Sebagian orang sensitif terhadap:

  • Susu dan produk olahan susu (intoleransi laktosa).
  • Makanan mengandung gluten.
  • Makanan terlalu pedas atau berminyak.

Jika usus sulit mencerna zat tertentu, bisa muncul bunyi berlebih, kembung, dan diare setelah makan makanan tersebut.

6. Stres dan cemas

Stres tidak hanya memengaruhi pikiran, tetapi juga pencernaan. Saat cemas, beberapa orang merasakan:

  • Perut “melilit” atau mules.
  • BAB jadi tidak teratur.
  • Perut bunyi lebih sering.

Karena itu, menjaga ketenangan hati dan pikiran dengan cara yang mubah dan sesuai syariat (misalnya zikir, tilawah, dan doa) juga penting untuk kesehatan pencernaan.

7. Infeksi atau gangguan pencernaan tertentu

Pada beberapa kasus, perut bunyi terus bisa terkait:

  • Infeksi saluran cerna (misalnya karena makanan terkontaminasi).
  • Peradangan usus.
  • Gangguan fungsi usus seperti irritable bowel syndrome (IBS).

Biasanya disertai gejala lain: diare, nyeri perut, mual, atau BAB tidak teratur. Pemeriksaan dokter dibutuhkan untuk menegakkan diagnosis.

Syarat Aman Mengatasi Perut Bunyi di Rumah

Anda boleh mencoba mengurangi perut bunyi dengan cara rumahan jika:

  • Perut bunyi ringan dan tidak disertai nyeri hebat.
  • Tidak ada diare berat, muntah terus-menerus, atau BAB berdarah.
  • Tidak ada demam tinggi, lemas berat, atau penurunan berat badan yang mencurigakan.
  • Anda masih bisa makan dan minum seperti biasa.

Jika salah satu tanda bahaya muncul, jangan menunda ke fasilitas kesehatan. Ikhtiar pengobatan dengan cara mubah dan menjauhi hal yang haram atau syirik adalah bagian dari menjaga amanah tubuh.

Langkah dan Cara Mengurangi Perut Bunyi di Rumah

Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa dicoba di rumah:

1. Atur porsi dan jadwal makan

  • Makan dengan porsi lebih kecil tapi lebih sering, bukan sekaligus sangat banyak.
  • Usahakan jam makan teratur, misalnya 3 kali makan utama + 1–2 selingan sehat bila perlu.

2. Kunyah makanan lebih pelan

Mengunyah makanan dengan baik membantu:

  • Mengurangi udara yang tertelan.
  • Memudahkan kerja lambung dan usus.
  • Mengurangi produksi gas berlebih.

3. Batasi makanan dan minuman pemicu gas

Beberapa makanan/minuman yang dapat memicu gas pada sebagian orang:

  • Minuman bersoda dan minuman berkarbonasi lainnya.
  • Makanan sangat berlemak dan digoreng berulang kali.
  • Kacang-kacangan dan kol dalam jumlah besar, pada orang tertentu.

Bukan berarti harus dihindari total, tetapi bisa dikurangi porsinya dan lihat respons tubuh.

4. Cukupkan asupan air putih

Minum air putih yang cukup dapat membantu:

  • Melancarkan pencernaan.
  • Mencegah konstipasi yang membuat gas terperangkap.
  • Menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh.

5. Bergerak setelah makan, jangan langsung tidur

Setelah makan, sebaiknya:

  • Berjalan santai beberapa menit.
  • Menghindari langsung rebahan penuh selama 2–3 jam, khususnya malam hari.

Ini membantu menurunkan risiko asam lambung naik dan gas berlebih.

6. Catat makanan yang memicu keluhan

Jika perut bunyi terus setelah makanan tertentu, coba catat di buku atau aplikasi catatan. Misalnya:

  • Hari ini makan susu → perut bunyi, kembung.
  • Besok makan pedas → perut perih dan bunyi.

Catatan ini akan membantu Anda dan dokter menemukan pola dan menentukan apa yang sebaiknya dikurangi.

7. Kelola stres dengan cara yang mubah

Karena stres memengaruhi pencernaan, penting untuk:

  • Mencari waktu istirahat sejenak di tengah kesibukan.
  • Berzikir, berdoa, dan memperbanyak ibadah sesuai tuntunan untuk menenangkan hati.
  • Menghindari pelampiasan stres dengan cara yang haram (misalnya minuman keras, narkoba).

Tips Menjaga Pencernaan agar Perut Tidak Sering Bunyi

Beberapa kebiasaan ini membantu menjaga kesehatan saluran cerna:

  • Makan makanan halal dan baik (thayyib), kaya serat dari sayur dan buah.
  • Mengurangi makanan cepat saji, gorengan berulang, dan minuman tinggi gula.
  • Berolahraga secara teratur (misalnya jalan kaki 20–30 menit beberapa kali seminggu).
  • Menjaga berat badan ideal agar tekanan pada organ perut tidak berlebihan.
  • Tidur cukup, jangan terlalu sering begadang.

Untuk memahami rasa sakit perut yang lebih spesifik, Anda bisa baca juga:

Risiko dan Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan diri ke dokter jika perut bunyi terus disertai:

  • Nyeri perut hebat, kram, atau perih yang tidak hilang dengan istirahat.
  • Diare berat atau mencret berulang, terutama jika ada darah atau lendir.
  • Mual dan muntah terus-menerus hingga sulit makan dan minum.
  • Perut tampak sangat kembung, keras, dan nyeri saat ditekan.
  • Berat badan turun drastis tanpa diet, nafsu makan hilang, atau lemas ekstrem.

Dokter mungkin akan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, hingga pemeriksaan penunjang bila diperlukan. Ikuti terapi yang halal dan mubah, jauhi pengobatan yang mengandung kesyirikan, ramalan, atau praktik yang tidak sesuai dengan tuntunan Islam.

FAQ: Pertanyaan yang Sering Ditanyakan tentang Perut Bunyi

1. Apakah perut bunyi terus padahal tidak lapar itu normal?

Sering kali normal, terutama jika tidak disertai nyeri, diare, atau keluhan berat lain. Perut bunyi menandakan usus sedang bergerak dan mencerna. Namun, jika bunyi sangat sering dan mengganggu atau disertai gejala lain, perlu dievaluasi lebih lanjut.

2. Apakah perut bunyi terus artinya asam lambung naik?

Tidak selalu. Asam lambung yang bermasalah bisa menyebabkan perut tidak nyaman dan bunyi, tetapi suara perut juga bisa muncul karena gas, pola makan, atau gerakan usus normal. Hanya pemeriksaan menyeluruh yang bisa memastikan penyebabnya.

3. Apakah boleh minum jamu atau herbal untuk mengatasi perut bunyi?

Beberapa orang merasa terbantu dengan minuman hangat tertentu yang mubah dan bahan-bahannya halal. Namun, pilih jamu atau herbal yang terdaftar resmi, hindari klaim berlebihan, dan jangan menggantikan saran dokter. Jika Anda punya penyakit tertentu (misalnya maag berat, hamil, atau minum obat rutin), konsultasikan dulu sebelum minum herbal apa pun.

4. Apakah menahan kentut bisa membuat perut makin bunyi?

Menahan gas terlalu lama dapat membuat perut lebih kembung dan tidak nyaman, yang pada akhirnya memicu lebih banyak bunyi. Selama dilakukan dengan sopan dan menjaga adab, mengeluarkan gas di tempat yang memungkinkan lebih baik dibanding menahan hingga sakit.

5. Kapan perlu pemeriksaan lab atau USG untuk perut bunyi?

Pemeriksaan lab atau USG biasanya dipertimbangkan bila perut bunyi disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, seperti nyeri berat, berat badan turun, demam, atau perubahan pola BAB yang drastis. Keputusan pemeriksaan sebaiknya mengikuti saran dokter setelah menilai keluhan dan hasil pemeriksaan fisik.

Baca juga di Beginisob.com

Jika Anda tertarik mempelajari lebih jauh tentang keluhan kesehatan sehari-hari dan gaya hidup sehat, Anda bisa membaca artikel lain di Beginisob.com, terutama kategori Kesehatan dan Olahraga, untuk memperkaya wawasan mengenai cara menjaga tubuh tetap bugar dan produktif.

Comments

Edukasi Terpopuler

Connect With Us

Copyright @ 2023 beginisob.com, All right reserved