Skip to main content

Tabulampot Sawo: Pembibitan, Media Tanama, Penanaman, Penyiraman, Penyiangan, Pendangiran, Pemupukan, Pemangkasan, dan Penanggulangan Hama Tanaman Sawo

Sawo merupakan pohon yang dapat tumbuh besar dan berbuah lebat. Seluruh bagian tanaman bergetah. Batang kayu family Sapotaceae ini keras. Percabangannya cukup rapat. Daun berbentuk lonjong dengan ujung meruncing hingga tumpul. Tajuknya yang rimbun mampu menjadi penaung dari sengatan matahari. Bunga sawo muncul dari ketiak-ketiak daun, sedangkan buahnya terbentuk menggantung pada tangkai buah. Buahnya berbentuk bulat hingga lonjong dengan permukaan kasar berwarna kecokelatan. 

Daging buah cukup tebal, lunak, mengandung banyak air, dan bergetah, Rasanya manis dan beraroma khas. Bijinya berbentuk bulat memanjang atau bulat pipih, hitam mengilap, dan berkeping dua.

Sawo mudah dibudidayakan, baik di lahan maupun pot. Tanaman ini dapat berkembang baik dengan cukup sinar matahari, tetapi toleran terhadap keadaan teduh (naungan).

Cara Penanaman Sawo di Pot

Media tanam

Media tanam di dalam pot dapat disesuaikan dengan kebutuhannya sehingga harus lengkap berisi bahan organik dan anorganik Berikut beberapa pilihan media tanam tabulampot sawo. Alternatif Komposisi Media Tanam Sawo; Tanah, pupuk kandang, sekam padi. Dengan perbandingan 2:1:1.

Cara menanam

Kunci salah satu keberhasilan tanaman hidup dengan subur adalah waktu dan cara penanaman yang tepat. Penanaman sebaiknya dilakukan saat matahari tidak terik, yaitu pagi atau sore hari. Berikut cara penanaman tanaman sawo

  • Siapkan bibit. Bibit yang dipipih berasal dari cangkok dengan kondisi harus sehat tumbuh normal, dan daunnya hijau segar. 
  • Pilih pot berdiameter 40 cm untuk tanaman berukuran kecil yang bagian dasarnya berlubang. Tujuannya untuk membantu memperlancar proses drainase.
  • Masukkan pecahan genting atau bata merah atau ijuk di dasar pot setebal 5-10 cm.
  • Masukkan media tanam hingga ketinggian setengah pot.
  • Keluarkan bibit dari polibag secara hati-hati dan jangan sampai bola tanahnya pecah.
  • Letakkan tanaman di tengah media tanam, lalu tambahkan sisa media tanam hingga bibir pot dan padatkan.  
  • Siram tanaman dan media tanam sampai basah. 
  • Simpan tanaman di tempat teduh untuk sementara. 
  • Setelah tanaman sawo tampak segar dan muncul tunas, tanaman dapat dipindahkan ke tempat terbuka yang terkena sinar matahari penuh. 

Cara Perawatan

Agar tumbuh subur, sehat, dan rajin berbuah tanaman sawo perlu perawatan yang tepat Oleh karena itu, perlu berapa trik perawatan sebagai berikut.

Penyiraman

Penyiraman dilakukan satu hari sekali dan media tanam dalam pot dijaga agar tidak mengalami kekeringan ataupun kelebihan air. Caranya air disiram ke seluruh bagian tanaman hingga tanaman terlihat bersih. Ada baiknya penyiraman dilakukan dengan menggunakan gembor atau nozzle. 

Penyiangan dan pendangiran

Setelah 1-2 bulan setelah tanam, perlu dilakukan penyiangan untuk membersihkan rumput dan gulma yang menggangu. Adapun pendangiran pada pot hanya dilakukan jika media dalam pot sudah tampak memadat. 

Pemupukan

Tabel Panduan Pemupukan Sawo. 

Tabel Panduan Pemupukan Sawo

Adapun pemberian pupuk kandang dapat dilakukan setiap enam bulan sekali. Penggunaannya untuk penanaman di pot sebanyak tiga kilogram per pot. sedangkan penanaman di lahan sebanyak 15 kg per pohon

Pemangkasan

Panaman sawo perlu dilakukan pemangkasan agar tidak tumbuh terlalu tinggi dan pembentukan percabangan yang baik serta kuat. Berikut cara pemangkasan;

  • Pemangkasan ujung batang hingga tinggal 30-40 cm dari permukaan tanah dalam pot. Tempat pemangkasan harus sedikit di atas ruas batang. Luka bekas pangkasan ditutup dengan cat menir atau parafin untuk mencegah penyakit. Pemangkasan bentuk ini pertama kali dilakukan ketika tanaman telah tumbuh cukup kuat (2 bulan setelah tanam). Beberapa bulan setelah pemangkasan ujung batang akan tumbuh tunas-tunas baru pada Ketiak daun. Biarkan tumbuh tiga dari tunas yang tumbuh sehat dan tidak saling berdekatan sebagai cabang primer, sedangkan tunas lainnya dibuang. 
  • Pemangkasan ujung cabang primer yang tumbuh sepanjang 20-25 cm hingga panjangnya tinggal 15-20 cm. Pemangkasan ini dilakukan tepat di atas mata tunas. Pemangkasan bentuk ini akan memunculkan tunas-tunas baru. Dua atau tiga tunas yang sehat dibiarkan tumbuh menjadi cabang sekunder, sedangkan tunas yang lain dibuang. 
  • Pemangkasan ranting yang terlalu panjang atau rusak dan lemah. Pemangkasan ini dilakukan setiap saat Jika diperlukan.

Penggantian media tanam dan pot

Tanaman dalam pot juga membutuhkan tempat yang lebih luas untuk pertumbuhan dan perkembangan batang, tajuk, dan akar. Oleh karena itu, sebaiknya dilakukan penggantian pot (repotting) untuk memenuhi kebutuhan perkembangan tanaman dengan cara:

  • Lepaskan tanaman dari pot lama
  • Tanam tanaman ke dalam pot yang baru dengan ukuran lebih besar.
  • Tambahkan media tanam untuk mengisi bagian pot yang masih kosong.
  • Siram tanaman dan media tanam dengan air hingga basah, tetapi tidak tergenang

Penanggulangan Hama dan Penyakit

Hama lalat buah

1. Penyebab: lalat Ceratitis capitata Wied dan Dacus dorsalis Hendel/Dacus pedastris Bezzi/oriental fruitfly. 

2. Gejala serangan:

  • Jika buah dibelah, terlihat larva lalat buah yang menggerogoti daging buahnya.
  • Buah di bagian dalam menjadi busuk. 

3. Pengendalian:

  • Gunakan insektisida, seperti Agrothion 50 EC dengan dosis 3 cc/liter air untuk membunuh lalat. 
  • Lakukan pengasapan dengan membakar jerami atau sekam padi di bawah tajuk dengan selang waktu tiga hari dapat pula mengusir lalat buah.
  • Bakar buah yang berjatuhan di tanah agar larvanya mati. 
  • Cangkul tanah di sekitarnya agar kepompongnya mati terkena sinar matahari.

Penyakit daun mengerut

1. Penyebab: kutu Coccus viridis (berwarna hitam) dan Saissetia nigra (berwarna cokelat). 

2. Gejala serangan:

  • Daun muda dan ranting mengerut. Pertumbuhannya terhambat, layu hingga kering.
  • Daun dan ranting muda terdapat kutu

3. Pengendalian:

  • Gunakan insektisida Diazinon 60 EC dengan konsentrasi 2 cc/liter air yang disemprotkan langsung ke kutu kutunya.

Penyakit cendawan jelaga

1. Penyebab: cendawan Copmodium sp.

2. Gejala serangan:

  • Permukaan daun sebagian atau seluruhnya berwarna hitam karena tertutup cendawan jelaga. Akibatnya, daun tidak dapat berfotosintesis sehingga pertumbuhannya terganggu.

3) Pengendalian:

  • Semprot tanaman dengan insektisida Diazinon 60 EC dengan konsentrasi 2 cc/liter air untuk membunuh kutu kutu Coccus viridis dan Saissetia nigra, kemudian semprot dengan fungisida Dithane M-45 dengan konsentrasi 2 g/ liter air. 

Comments

Edukasi Terpopuler

Connect With Us

Copyright @ 2020 beginisob.com, All right reserved