Skip to main content

Budidaya Bawang Merah: Pembibitan, Media Tanam, Cara Penanaman, Pemupukan, Perawatan, dan Pemanenan Bawang Merah

Bawang merah merupakan sejenis tanaman yang menjadi bumbu berbagai masakan di dunia. Aromanya spesifik dan dapat merangsang keluarnya air mata karena kandungan minyak eteris allin. Bawang merah termasuk ke dalam famili Liliaceae. Selain bawang merah, sayuran yang juga termasuk famili Liliaceae adalah bawang daun, bawang putih, dan jenis-jenis yang serupa dengan bawang putih. Asparagus termasuk famili Liliaceae yang khusus untuk ekspor.

Jenis bawang merah

Bawang merah

Bawang merah (bawang yang berumbi merah) ada beberapa jenis yang terkenal, yaitu bawang merah biasa atau brambang atau syalot (Allium ascalonicum) dan bawang merah besar atau bawang bombai atau bawang timur (Allium cepa L).

JENIS-JENIS BAWANG MERAH

Bawang merah biasa/brambang/syalot

  • Nama latin Allium ascalonicum.
  • Warna daun hijau muda. 
  • Bentuknya bulat panjang, berongga seperti pipa, dan apabila dipotong melintang merupakan lingkaran. 
  • Ukuran umbi kecil, diameter terbesar antara 3-4 cm.
  • Rasanya pedas karena kadar minyak eterisnya tinggi. • Tanaman mudah berbunga di Indonesia. 
  • Varietas terkenal: cirebon, ampenan, dan sumenep.

Bawang merah besar/bawang bombai/bawang timur

  • Nama latin : Allium cepa L. 
  • Warna daun hijau tua. 
  • Bentuknya setengah bulat, panjang, berlubang seperti pipa, dan apabila dipotong melintang merupakan setengah lingkaran.
  • Ukuran umbi besar dengan diameter 5-8 cm.
  • Rasanya tidak pedas dan agak manis. 
  • Tanaman sulit berbunga di Indonesia. 
  • Warna umbi merah atau kuning, ada pula yang berwarna putih. Akan tetapi, umbi putih tidak begitu disenangi konsumen karena rasanya kurang enak.  
  • Varietas terkenal : red criole, yellow grano, dan cairo.

Cara budidaya bawang merah

Syarat tumbuh bawang merah agar dapat tumbuh dengan baik adalah tanahnya subur, banyak humus (gembur), tidak tergenang air, aerasinya baik, pH tanah antara 5,5-6,5. Jika pH-nya asam (<5,5), unsur alumunium (AL) larut dalam tanah akan bersifat racun terhadap tanaman hingga membuat tumbuhnya menjadi kerdil. Namun jika pH-nya di atas 6,5 (netral sampai basa), unsur mangan (Mn) tidak dapat dimanfaatkan hingga umbi-umbinya menjadi kecil. Bawang brambang lebih senang pada iklim agak kering, tanah alluvial, dan suhu udara panas sehingga sangat baik bila ditanam di dataran rendah. Daerah yang banyak ditanami bawang merah ialah di daerah Tegal, Cirebon, Pekalongan, Brebes, Madiun, Wates, dan Ampenan. 

Bawang bombai lebih senang dengan iklim basah (lembap) dengan kelembapan udara 80-90% dan suhu udara 20° C. Selain itu, penyinaran matahari yang panjang (14 jam) lebih disukai bawang bombai. Oleh karena itu, bawang bombal sangat baik jika ditanam di dataran tinggi yang berhawa sejuk (pegunungan).

Waktu penanaman yang baik untuk bawang brambang pada musim kemarau, sedangkan bawang bombai ditanam pada awal musim kemarau. Bawang merah pun dapat ditanam pada musim hujan, tetapi berisiko terkena hama atau penyakit sukar dikendalikan.

1. Cara tanam

Kebutuhan umbi bawang merah untuk penanaman seluas satu hektar lahan diperlukan 200.000 umbi dengan berat sekitar 1.200 kg/ha. Sementara itu, kebutuhan bawang bombai mencapai 90.000 umbi dengan berat sekitar 1.500-2.000 kg/ha.

Bawang merah dapat dikembangbiakkan dengan umbi dan biji. Namun, pengembangbiakan dengan biji tidak pernah dilakukan karena perawatannya sulit. Bibit umbi bawang merah sebaiknya berukuran kecil atau sedang. Jika umbi yang digunakan berukuran besar, akan timbul pemborosan. Selain itu, bentuk umbinya sebaiknya bulat dan telah disimpan dalam gudang selama 1-2 bulan.

Sebelum bawang merah ditanam, tanah diolah terlebih dahulu dengan cara dicangkul sedalam 40 cm, lalu diberi pupuk kandang atau kompos yang telah matang sebanyak 10-20 ton/ ha. Pemberian pupuk kandang untuk bawang bombai lebih banyak daripada untuk bawang brambang. Setelah pupuk diratakan, dibuat bedengan yang lebarnya 60 cm untuk bawang brambang dan 80-100 cm untuk bawang bombai. Jika bedengan dibuat terlalu lebar maka tanah akan sulit didangir. Setiap bedengan memuat tiga baris tanaman. Tiap baris dibuat lubang-lubang tanam dengan jarak antarlubang untuk bawang brambang 20 cm, sedangkan bawang bombai 30-40 cm. Antarbedengan dibuat parit dengan lebar 20-30 cm.

Sebelum ditanam, ujung umbi (bibit) yang akan ditanam dipotong sepertiga atau setengahnya. Bibit harus segera ditanam dalam lubang hingga permukaan irisan umbi tertutup tanah tipis. Bibit yang ditanam akan tumbuh setelah satu minggu.

Pemberian pupuk buatan dilakukan setelah tanaman berumur tiga minggu. Pupuk buatan berupa Urea dan TSP dengan perbandingan 3:1 sebanyak 4 g tiap tanaman. Kebutuhan pupuk untuk satu hektar, yaitu 600 kg Urea dan 200 kg TSP. Penambahan 100 kg/ha KCL dapat dilakukan agar umbi yang dihasilkan keras. Pupuk diberikan bersamaan dengan waktu tanah didangir. Cara pemberian pupuk, dilakukan melingkari tanaman sejauh 5-10 cm dari batangnya. Sewaktu tanah didangir, bedengan yang longsor ditinggikan supaya umbi-umbinya tidak kelihatan. 

2. Pemeliharaan tanaman

Pemeliharaan tanaman bawang merah hanya berupa pendangiran dan pemberantasan hama atau penyakit. Tanah didangir supaya gembur dan gulmanya hilang. Penggunaan pestisida untuk memberantas hama atau penyakit harus memperhatikan dosis dan jenis pestisida yang tepat agar tanaman tidak terganggu. Hama dan penyakit yang sering menggangu tanaman bawang merah dapat menggagalkan panen.

Hama pengganggu bawang merah adalah ulat daun (Laphygma exigua) dan hama bodas atau hama lier (Thrips tabaci). Kedua hama ini menyerang daun tanaman. Ulat daun merusak daun dengan cara memotong ujungnya, sedangkan hama bodas mengisap cairan hingga daun kering. Hama ini dapat diberantas dengan semprotan insektisida Kelthane 0,2% atau Lebaycid 500 EC 0,2%. Akibat serangan hama tersebut umbi bawang merah menjadi kecil.

Umbi bawang juga dapat rusak oleh serangan cendawan busuk umbi yaitu Botrytis alli. Cendawan menyerang tanaman sewaktu di kebun maupun setelah umbi disimpan di gudang. Jenis bawang merah yang mudah terkena penyakit ini ialah bawang bombal umbi putih. Hal ini terjadi jika kebun atau tempat penyimpanan terlalu lembap (basah). Jika gudang penyimpanan kering, tetapi masih terserang penyakit ini, berani umb sudah terinfeksi cendawan sejak dari kebun. Penyakit ini dapat dikendalikan dengan fungisida Benlate atau Dithane M-45 0,2%, Aplikasinya disiramkan di sekitar tanaman dan disemprotkan pada daun daunnya sewaktu masih di kebun.

Penyakit yang biasa menyerang bawang merah di antaranya penyakit mati pucuk bercak konsentris berwarna ungu, dan trotol abu-abu. Penyakit tersebut disebabkan oleh sejenis cendawan. Jika terserang penyakit tersebut umbi tanaman menjadi kecil.

3. Pemanenan

Pemanenan dilakukan jika daun tanaman bawang merah sudah kering mencapai 60% dan pangkalnya sudah lemas. Umur tanaman tersebut berkisar 2,5-3,5 bulan. Pemanenan dilakukan dengan cara mencabut tanaman. Tiap umbi bibit (tiap rumpun) dapat menghasilkan antara 4-6 umbi anakan Berat hasil yang dipungut sekitar 4-5 kali berat bibit yang digunakan. Oleh karena itu, tanaman yang baik dapat menghasilkan 10-40 ton per hektar umbi. Hasil produksi bawang merah merupakan komoditas ekspor penting, terutama bawang bombai.

Umbi dapat bertahan lama jika setelah dijemur disimpan beserta daunnya. Penyimpanannya harus di tempat yang kering dan tidak terkena sinar matahari secara langsung. Akan lebih baik bila disimpan di atas atap dapur atau diasap.

Comments

Edukasi Terpopuler

Connect With Us

Copyright @ 2020 beginisob.com, All right reserved