Skip to main content

Cara Budidaya Ikan Beronang Lada di Hampang

Beronang lada juga merupakan ikan herbivora (pemakan tumbuhan). Makanannya berupa lumut, alga, lamun, dan sebagainya. Beronang pada tingkat larva memakan plankton dan menjadi herbivora di saat mulai aktif mencari makan. 

Hidup di padang lamun, sekitar ekosistem mangrove, estuaria, dan masuk keluar sungai. Di Indonesia beronang lada terdapat di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Obi, Ternate, Bacan, Kayoa, dan Halmahera.

Pemeliharaan Beronang Lada di Hampang

Beronang lada dapat dipelihara di hampang yang dibangun di padang lamun atau teluk, pada kedalaman maksimal 2 m pada saat pasang tinggi dan 0,5 m ketika surut terendah. Untuk pemeliharaan berenang, pada saat pembuatan hampang, lamun pada lokasi tidak perlu ditebas atau dicabut. karena akan dimakan oleh beronang.

Berat awal benih beronang lada yang ditebar pada hampang ditentukan oleh ukuran celah atau mata jala/kawat anyam bahan hampang. Sedangkan padat penebaran ditentukan oleh tingkat kesuburan lahan dan sistem pengelolaan. Atas dasar ini maka padat penebaran beronang lada untuk berat benih 8-20 gr/ekor cukup ditebar sebanyak 4-5 ekor/m2.

Jika ukuran hampang lebih kecil, maka pengelolaan mudah dilakukan. Beronang lada di hampang diberi pakan buatan berupa pelet mengandung protein minimal 20% dengan ransum 5-10% dari bobot ikan per hari. Pakan lain yang diberikan beronang adalah rumput laut dan lamun. 

Karena hampang berada di perairan dangkal dan air dalam kondisi tenang diam, pemberian pakan cukup 2-3 kali sehari. Pemberian pakan yang banyak akan mempercepat penimbunan limbah di dalam hampang. 

Lama pemeliharaan beronang lada di hampang tergantung dari sistem pengelolaan dan target ukuran beronang yang hendak diproduksi. Lama pemeliharaan 4-6 bulan akan menghasilkan beronang lada ukuran 200 400 gr/ekor.

Comments

Edukasi Terpopuler

Connect With Us

Copyright @ 2020 beginisob.com, All right reserved