Skip to main content

Cara Budidaya Pare Organik di Pot

Budidaya pare

6 Langkah Cara Sukses Menanam Pare Hasil Menguntungkan

Tanaman paria mudah dibudidayakan, juga dapat ditanam di dalam pot. Bagi Anda yang hobi berkebun, ingin mengonsumsi paria organik namun memiliki pekarangan yang terbatas, menanam paria di dalam pot merupakan solusinya.

Tahapan penanaman paria organik dalam pot antara lain persiapan media tanam, pemilihan dan penanaman benih, pemeliharaan, penanggulangan hama dan penyakit, proses panen dan pengolahan hasil panen.

1. Media Tanam

Salah satu media tanam yang digunakan untuk menanam paria organik adalah pot. Pot yang digunakan sebagai media tanam bisa pot yang terbuat dari tanah liat, pot ban bekas, pot dari anyaman bambu, pot dari sabut kelapa, pot plastik dan pot kaleng bekas. Pilihan bahan pot maupun ukuran pot disesuaikan kebutuhan dan luas pekarangan. Jika menggunakan pot ukuran kecil hingga sedang, sebaiknya dibuatkan rak. Dengan rak, pot tanaman dapat lebih banyak dan akan terlihat lebih indah karena pot dapat disusun secara rapi.

Media tanam selanjutnya adalah tanah gembur dengan pH sekitar 5-6. Karena paria yang diinginkan merupakan paria organik maka pupuk yang digunakan harus pupuk organik, yaitu pupuk kompos dan pupuk kandang. Pupuk kompos didapat dari dedaunan layu dan abu sekam sedangkan pupuk kandang diperoleh dari kotoran ayam, kotoran kerbau, kotoran kambing, kotoran sapi, kotoran kelinci, dan lain sebagainya. Campurkan tanah dan pupuk organik dengan perbandingan 1:1. Artinya, setiap 1 kg tanah dicam pur dengan 1 kg pupuk organik. Setelah tanah dan pupuk tercampur rata kemudian masukkan ke dalam pot dan siram dengan air. Media tanam sudah siap untuk ditanami benih paria.

2. Pemilihan dan penanaman benih

Dengan benih yang berkualitas maka budi daya tanaman paria organik dalam pot akan lebih berhasil. Jadi seleksi benih merupakan hal yang sangat penting sebelum benih paria ditanam di dalam pot. Benih paria dapat diperoleh dari biji paria. Anda juga dapat membeli di toko pertanian atau secara online. Benih paria yang dijual di toko pertanian merupakan benih paria yang berkualitas, bahkan bersertifikat.

Setelah benih diperoleh, rendam dengan air hangat bersuhu sekitar 45 derajat celsius selama kurang lebih 10 menit agar terbebas dari hama dan penyakit yang menempel. Benih yang baik akan tenggelam saat direndam. Pilihlah benih tersebut untuk ditanam.

Setelah direndam selama 10 menit, benih dapat langsung ditanam dalam pot. Penanaman benih dilakukan dengan menusuk tanah sedalam kurang lebih satu sentimeter. Masukkan 2 benih pada setiap lubang lalu timbun dengan tanah. Setelah itu siram dengan air.

3. Pemeliharaan

Pemeliharaan yang optimal dapat mempercepat pertumbuhan dan per kembangan benih paria. Benih paria akan mulai berkecambah 10 hari setelah tanam. Beberapa perawatan yang sebaiknya dilakukan agar benih dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal antara lain dengan melakukan pemupukan susulan, penyiraman secara teratur, penyiangan, pemasangan ajir, dan penanggulangan hama dan penyakit. 

a. Pemupukan susulan

Pemupukan susulan dilakukan satu minggu setelah tanam. Lakukan pemupukan susulan lagi setiap dua minggu sekali. Gunakan pupuk organik yang terdiri dari pupuk kompos dan pupuk kandang. Pemupukan susulan harus dilakukan karena kandungan unsur hara dalam tanah terus berkurang karena diserap tanaman. Dengan melakukan pemupukan susulan maka benih paria akan tumbuh dan berkembang secara optimal.

Ada dua cara pemupukan, yaitu dengan menanam pupuk ke dalam pot dan pemupukan dengan menyiram pupuk ke dalam pot. Pemupukan cara pertama dilakukan dengan membuat lubang-lubang sedalam 1 cm menggunakan kayu di sekitar benih. Setelah itu masukkan pupuk kandang atau pupuk kompos ke dalamnya lalu timbun dengan tanah. Siram dengan air agar tanah tetap lembab. Untuk pemupukan cara kedua, terlebih dahulu kita buat pupuk cair organik dengan bahan buah yang matang atau sudah busuk, gula pasir dan air putih. Cara membuatnya, campur semua bahan kemudian blender atau tumbuk hingga halus kemudian masukkan dalam botol atau ember yang kemudian ditutup rapat. Jangan sampai terkena sinar matahari langsung. Diamkan selama 15 hari. 

b. Penyiraman

Penyiraman dilakukan agar tanah terjaga kelembabannya. Pada musim kemarau, lakukan penyiraman dua kali sehari pada pagi dan sore hari. Pada musim hujan, lakukan penyiraman satu kali sehari pagi atau sore. Gunakan air bersih saat menyiram tanaman. Jangan menggunakan air got yang tercemar limbah rumah tangga.

c. Penyulaman 

Lakukan penyulaman terhadap tanaman terserang penyakit. Ganti de ngan benih yang lebih baik. Penyulaman dilakukan ketika benih berusia kurang dari satu minggu setelah tanam.

d. Penyiangan

Penyiangan perlu dilakukan sesering mungkin karena gulma yang tum buh di sekitar pot ikut menyerap unsur hara dalam tanah sehingga mengganggu pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

e. Pemasangan ajir

Tanaman paria termasuk tanaman merambat sehingga perlu diberi tempat merambat bila mulai tumbuh dan berkembang. Tancapkan se batang kayu atau bambu di sebelah benih paria agar saat mulai tumbuh dan berkembang dengan sendirinya tanaman paria akan merambat pada ajir itu.

4. Penanggulangan hama dan penyakit

Hama dan penyakit merupakan kendala utama usaha bercocok tanam. Penanggulangan hama yang tidak tepat dapat berakibat gagal panen. Anda perlu pengetahuan luas tentang penanggulangan hama dan penyakit agar dapat menanggulanginya secara tepat dan efektif.

a. Hama

Lembing

Hama lembing, Epilochma S., menyerang daun. Jika tidak ditanggulangi dengan tepat maka daun akan habis sehingga pertumbuhan tanaman terhambat. 

  • Indikasi: Daun tanaman yang terserang hama ini berbentuk tidak beraturan karena bekas gigitan. Bahkan daunnya habis sama sekali.
  •  Pengendalian: Petik daun atau bagian tanaman yang terserang kemudian semprot dengan pestisida organik.

Ulat daun

Ulat ini menyerang daun sehingga sangat merusak tanaman. Jika tidak ditanggulangi dengan cepat maka daun akan habis dalam waktu singkat. Akibatnya, tanaman akan mati.

  • Indikasi: Daun tanaman yang terserang terlihat berlubang-lubang, bahkan habis sama sekali
  • Pengendalian: Petik daun yang terserang, Kumpulkan ulat hijaunya dan musnahkan. Setelah itu lakukan penyemprotan menggunakan pestisida organik. 

Penggerek daun

Hama ini menyerang daun, membuat daun berwarna putih keabu abuan.

  • Indikasi: Daun terlihat berwarna putih keabu-abuan serta melinting. 
  • Pengendalian: Petik daun yang terserang hama kemudian semprot tanamannya menggunakan pestisida organik yang berupa campuran minyak cengkeh, air tembakau dan minyak sereh.

Lalat buah

Hama ini menyerang buah sehingga jika tidak ditanggulangi secara cepat dan tepat maka akan mengakibatkan gagal panen.

  • Indikasi: Buah paria membusuk, berlubang-lubang kecil berwarna cokelat kehitaman. Jika dibelah maka akan ditemukan belatung di dalam buah itu.
  • Pengendalian: Segera petik buah paria yang terserang hama kemudian semprot dengan pestisida organik.

Kumbang kecil

Hama ini menghambat pertumbuhan tanaman. Seperti halnya ulat hijau, hama ini juga menyerang daun.

  • Indikasi: Tanaman yang terserang hama ini akan terlihat kurang segar, terdapat lubang-lubang kecil pada daun-daunnya.
  • Pengendalian: Kumpulkan kumbang itu dan musnahkan. Petik daun yang terserang hama ini dan kemudian semprot dengan pestisida organik.

b. Penyakit

Busuk daun

Penyakit ini disebabkan jamur Phytophthora infestans yang menyerang pangkal buah hingga daun.

  • Indikasi: Terdapat bercak hitam pada pangkal buah dan daun. 
  • Pengendalian: Segera semprot dengan pestisida organik.

Layu

Penyakit ini disebabkan oleh jamur yang menyerang akar.

  • Indikasi: Tanaman akan terlihat layu pada siang hari saat terkena sinar matahari. Dapat mengakibatkan kematian. 
  • Pengendalian: Segera cabut tanaman yang terserang dan kemudian bakar. Ganti dengan bibit yang baru.

Black spot

Penyakit ini menyerang daun, mengakibatkan daun rontok.

  • Indikasi: Permukaan daun bebercak hitam, menguning dan akhirnya rontok.
  • Pengendalian: Segera petik daun yang terserang kemudian semprot dengan pestisida organik. Bila perlu, lakukan penyulaman.

Kapang daun

Penyakit ini disebabkan jamur Cladosporum fulvus cke yang menyerang daun.

  • Indikasi: Seluruh permukaan daun dipenuhi spora berwarna cokelat. 
  • Pengendalian: Semprot dengan pestisida organik.

5. Panen

a. Paria sudah mulai dapat dipanen setelah berusia 3 bulan.

b. Pemanenan dilakukan pagi atau sore hari dengan memutar buah paria hingga putus dari tangkainya.

6. Pengolahan Hasil Panen

Hasil panen paria organik dapat dijual atau dikonsumsi sendiri, tergantung kebutuhan. Paria biasa digunakan untuk membuat sayur. Paria juga bisa dibuat sayuran tambahan siomay.

Comments

Edukasi Terpopuler

Connect With Us

Copyright @ 2020 beginisob.com, All right reserved