Diperbarui: 26 November 2025
Ringkasan cepat:
- Buret adalah alat gelas laboratorium berbentuk tabung panjang berskala dengan kran di bawah, dipakai terutama untuk titrasi dan pengukuran volume cairan yang sangat teliti.
- Fungsi utama buret adalah mengeluarkan larutan tetes demi tetes dan mengukur volume yang keluar dengan ketelitian sampai 0,1 mL (bahkan lebih halus pada beberapa tipe).
- Sebelum digunakan, buret harus dicuci, dibilas larutan titran, diperiksa kebocoran, dan bebas gelembung udara pada ujungnya.
- Cara membaca buret yang benar: mata sejajar skala, baca meniskus bawah, dan hitung volume terpakai dari selisih pembacaan awal dan akhir.
- Kesalahan umum: buret bocor, ada gelembung, buret tidak tegak lurus, salah baca skala (paralaks), atau lupa mencatat pembacaan awal sebelum titrasi.
Daftar isi
- Kapan Anda perlu memakai buret di laboratorium?
- Apa itu buret dan apa saja fungsinya?
- Bagian-bagian buret yang perlu Anda kenali
- Syarat dan persiapan sebelum menggunakan buret
- Langkah-langkah menggunakan buret yang benar
- Cara membaca skala buret dan menghitung volume terpakai
- Tips titrasi dengan buret agar hasil lebih akurat
- Risiko dan kesalahan umum saat menggunakan buret
- FAQ seputar fungsi dan penggunaan buret
- Baca juga di Beginisob.com
Kapan Anda perlu memakai buret di laboratorium?
Anda biasanya perlu menggunakan buret ketika:
- Melakukan titrasi asam-basa untuk menentukan konsentrasi larutan yang tidak diketahui.
- Mengukur volume larutan secara sangat presisi untuk analisis volumetri.
- Praktikum kimia analitik di SMA, SMK Analis Kesehatan, farmasi, maupun perguruan tinggi.
- Menguji kualitas air, makanan, atau sampel lain yang membutuhkan perhitungan konsentrasi dengan teliti.
Jika praktikum menuliskan instruksi seperti “titrasi dengan buret 25 mL” atau “tambahkan titran sampai titik ekivalen tercapai”, artinya Anda akan bekerja dengan buret.
Apa itu buret dan apa saja fungsinya?
Buret adalah alat gelas laboratorium berbentuk tabung kaca panjang berskala, dengan ujung bawah menyempit dan dilengkapi kran (stopcock) untuk mengatur aliran cairan.
Fungsi utama buret:
- Mengukur volume larutan yang keluar dengan presisi tinggi.
- Mengeluarkan larutan secara terkontrol, tetes demi tetes, misalnya saat titrasi.
- Memudahkan penentuan titik ekivalen titrasi dengan menambahkan titran sedikit demi sedikit.
Dalam praktikum, buret biasanya diisi larutan standar (titran), sementara larutan sampel berada di erlenmeyer yang diletakkan di bawahnya.
Bagian-bagian buret yang perlu Anda kenali
Sebelum memakai buret, pahami dulu nama setiap bagiannya:
- Tabung buret: bagian panjang yang transparan, tempat larutan ditampung dan diberi skala volume.
- Skala buret: garis-garis penanda volume (biasanya dalam mL) yang dicetak di sepanjang tabung.
- Mulut buret (bagian atas): tempat memasukkan larutan dengan corong.
- Stopcock / kran: katup di bagian bawah untuk mengatur aliran larutan (buka-tutup).
- Ujung buret (tip): ujung kecil tempat larutan menetes ke erlenmeyer.
- Penjepit buret dan statif: bukan bagian dari buret, tetapi selalu digunakan untuk menahan buret agar berdiri tegak.
Memahami bagian-bagian ini memudahkan Anda mengikuti instruksi praktikum dan menghindari kesalahan penggunaan.
Syarat dan persiapan sebelum menggunakan buret
Sebelum mulai titrasi atau pengukuran volume, pastikan beberapa syarat berikut terpenuhi:
- Buret bersih dan bebas lemak
- Cuci buret dengan air sabun, bilas dengan air mengalir, lalu bilas dengan air suling jika diperlukan.
- Pastikan tidak ada titik air yang menempel tidak merata (tanda masih ada lemak).
- Buret tidak retak dan kran tidak bocor
- Periksa kaca apakah ada retak rambut.
- Putar kran untuk memastikan bisa dibuka-tutup dengan halus dan tidak menetes ketika tertutup.
- Buret terpasang tegak lurus
- Klem buret pada statif dengan posisi tegak, bukan miring.
- Ini penting agar pembacaan skala lebih akurat.
- Gunakan APD (alat pelindung diri)
- Jas laboratorium, kacamata pelindung, dan sarung tangan bila bekerja dengan asam/basa kuat.
- Buret dibilas dengan larutan titran
- Tujuan: menyamakan kondisi di dalam buret dengan larutan yang akan digunakan, sehingga konsentrasi tidak berubah karena sisa air.
Langkah-langkah menggunakan buret yang benar
Berikut langkah praktis yang bisa Anda ikuti saat menggunakan buret:
1. Membilas buret
- Pastikan kran tertutup.
- Masukkan sedikit larutan titran (sekitar 5 mL) ke dalam buret.
- Miringkan buret dan putar perlahan sehingga larutan membasahi seluruh dinding bagian dalam.
- Buka kran sebentar agar bagian ujung bawah juga terbilas, lalu buang larutan ke wadah limbah.
2. Mengisi buret dengan titran
- Pasang corong di mulut buret.
- Isi buret dengan larutan titran hingga melewati skala nol (0,00 mL) atau skala volume awal yang diinginkan.
- Buka kran perlahan sampai tidak ada gelembung udara di ujung buret.
- Kembalikan ketinggian larutan ke dekat skala nol dengan membuang sedikit larutan jika perlu.
3. Menyetel pembacaan awal
- Posisikan mata sejajar dengan skala.
- Atur larutan hingga puncak meniskus berada tepat pada garis nol atau skala awal yang ditentukan.
- Catat pembacaan awal di buku data (misalnya 0,00 mL atau 1,20 mL).
4. Melakukan titrasi
- Letakkan erlenmeyer berisi sampel dan indikator di bawah ujung buret.
- Buka kran perlahan, biarkan titran keluar tetes demi tetes sambil mengaduk erlenmeyer.
- Mendekati titik akhir (perubahan warna indikator mulai permanen), perlambat laju tetesan.
- Ketika warna indikator berubah stabil dan tidak kembali lagi setelah beberapa detik, hentikan titrasi.
5. Membaca volume akhir
- Setelah kran ditutup, tunggu larutan di dinding buret turun dan stabil.
- Baca posisi meniskus akhir dengan mata sejajar skala.
- Catat pembacaan akhir di buku data (misalnya 18,65 mL).
Cara membaca skala buret dan menghitung volume terpakai
Cara membaca buret sering membingungkan pemula, karena skala biasanya menurun dari atas ke bawah. Berikut panduannya:
- Pahami arah skala
- Skala 0,00 mL biasanya berada di dekat bagian atas.
- Angka makin besar ke arah bawah (misalnya sampai 25,00 mL atau 50,00 mL).
- Baca meniskus bagian bawah
- Untuk larutan bening, selalu baca bagian bawah meniskus.
- Pastikan mata sejajar dengan meniskus untuk menghindari kesalahan paralaks.
- Tulis dua angka penting di belakang koma
- Jika skala 0,1 mL, pembacaan biasa ditulis sampai 0,01 mL (hasil perkiraan di antara garis).
- Contoh: meniskus di antara 18,6 dan 18,7, Anda bisa memperkirakan 18,65 mL.
- Hitung volume terpakai
- Volume terpakai = pembacaan akhir − pembacaan awal.
- Contoh:
- Pembacaan awal = 0,00 mL
- Pembacaan akhir = 18,65 mL
- Volume terpakai = 18,65 mL.
Latihan membaca skala buret sangat membantu mengurangi kesalahan data dalam laporan praktikum.
Tips titrasi dengan buret agar hasil lebih akurat
Beberapa tips sederhana yang sering diajarkan analis dan guru kimia:
- Gunakan buret yang sesuai dengan volume titran yang Anda butuhkan (misalnya 25 mL atau 50 mL).
- Lakukan titrasi pendahuluan untuk memperkirakan volume mendekati titik akhir, lalu titrasi berikutnya bisa dilakukan lebih hati-hati.
- Catat pembacaan awal dan akhir dengan segera agar tidak lupa.
- Jangan mengisi buret di atas kepala orang lain; lakukan di area yang aman dan bebas gangguan.
- Hindari hembusan napas langsung ke mulut buret karena bisa menyebabkan uap air atau CO₂ memengaruhi larutan tertentu.
- Lakukan pengulangan (triplo) dan ambil nilai rata-rata untuk hasil yang lebih meyakinkan.
Risiko dan kesalahan umum saat menggunakan buret
Meskipun terlihat sederhana, penggunaan buret menyimpan beberapa risiko dan potensi kesalahan:
- Risiko bahan kimia
- Titran bisa berupa asam atau basa kuat yang menyebabkan iritasi kulit dan mata.
- Pakaian dan meja bisa rusak jika terkena larutan pekat.
- Pecahnya alat gelas
- Buret terbuat dari kaca; bila jatuh atau terkena benturan keras dapat pecah dan melukai tangan.
- Kesalahan paralaks
- Membaca skala dengan posisi mata terlalu tinggi/rendah menyebabkan volume tampak berbeda dari nilai sebenarnya.
- Gelembung udara di ujung buret
- Jika gelembung tidak dikeluarkan, volume titran yang sebenarnya keluar lebih besar daripada yang terbaca di skala.
- Kebocoran kran
- Larutan bisa menetes tanpa disadari sehingga pembacaan volume menjadi salah.
Untuk mengurangi risiko, selalu ikuti SOP laboratorium, gunakan APD, dan minta pengawasan guru/analis bila Anda masih pemula.
FAQ seputar fungsi dan penggunaan buret
1. Apa perbedaan utama buret dengan pipet volumetrik?
Pipet volumetrik hanya digunakan untuk mengambil satu volume tertentu (misalnya 10 mL atau 25 mL) dan memindahkannya sekaligus. Buret digunakan untuk mengeluarkan volume variabel secara terkontrol, misalnya dari 0 sampai 18,65 mL, sehingga cocok untuk titrasi.
2. Kenapa skala buret turun dari atas ke bawah?
Skala buret dibuat turun dari atas ke bawah karena buret digunakan untuk mengukur volume yang keluar. Ketika titran keluar, angka yang terbaca akan bertambah. Volume terpakai dihitung dari selisih pembacaan akhir dan awal.
3. Bagaimana cara menghilangkan gelembung udara di ujung buret?
Setelah buret diisi titran, buka kran sambil mengetuk perlahan ujung buret dengan jari atau sendok gelas sampai gelembung keluar dan ujung terisi larutan penuh. Ulangi jika masih terlihat gelembung kecil yang menempel.
4. Apakah buret harus selalu dibilas dengan titran sebelum dipakai?
Ya, pada praktikum yang menuntut ketelitian, buret sebaiknya dibilas terlebih dahulu dengan sedikit titran. Hal ini mencegah pengenceran oleh sisa air di dalam buret dan memastikan konsentrasi titran yang keluar tetap sesuai dengan yang tertera.
5. Kenapa hasil titrasi bisa berbeda-beda setiap kali percobaan?
Perbedaan kecil adalah hal yang wajar. Penyebabnya bisa berupa perbedaan kecepatan penetesan, cara mengaduk, keterlambatan membaca perubahan warna indikator, atau sedikit kesalahan pembacaan skala. Karena itu, titrasi biasanya diulang beberapa kali dan hasil akhirnya diambil rata-rata.
Comments
Post a Comment