Skip to main content

Memperbaiki Laptop Lemot Setelah Update Windows 11: Penyebab, Pengaturan, dan Tips Optimasi

Diperbarui: 28 November 2025

Ringkasan cepat:

  • Banyak pengguna mengalami laptop tiba-tiba lemot setelah update Windows 11, terutama saat booting, membuka File Explorer, atau menjalankan aplikasi berat.
  • Penyebab utama: startup apps kebanyakan, update driver belum beres, efek animasi & visual berat, disk hampir penuh, proses background, atau update Windows yang bermasalah.
  • Sebelum panik, lakukan langkah aman: cek Task Manager, matikan aplikasi startup yang tidak perlu, atur power plan ke “Best performance”, jalankan Disk Cleanup, cek malware, dan update driver.
  • Kalau setelah semua langkah masih lemot, bisa pertimbangkan opsi lanjut: uninstall update bermasalah, System Restore, sampai “Reset this PC” tanpa menghapus data.
  • Dari sisi amanah & syariat: jangan tergoda pakai “optimizer” ilegal/berbahaya, jangan pakai Windows & software bajakan, dan biasakan backup data penting sebelum utak-atik sistem.

Daftar isi

  1. Kapan perlu curiga laptop lemot karena update Windows 11?
  2. Apa penyebab laptop jadi lemot setelah update Windows 11?
  3. Syarat & persiapan sebelum utak-atik pengaturan
  4. Langkah memperbaiki laptop lemot setelah update Windows 11 (cek satu per satu)
  5. Tips optimasi Windows 11 agar lebih ringan ke depannya
  6. Risiko pakai cara “asal coba” saat mengatasi laptop lemot
  7. FAQ: Pertanyaan umum tentang laptop lemot setelah update Windows 11
  8. Baca juga di Beginisob.com

Kapan perlu curiga laptop lemot karena update Windows 11?

Update Windows 11 memang dirancang untuk menambah fitur dan menutup celah keamanan, tapi di sebagian laptop justru membuat sistem terasa lebih berat.

Anda patut curiga masalahnya datang dari update Windows 11 jika:

  • Sebelum update, laptop masih terasa normal; setelah update langsung melambat.
  • Booting lebih lama dari biasanya, sering stuck di layar welcome atau loading terlalu lama.
  • Aplikasi yang sebelumnya lancar (Office, browser, software kerja) sekarang sering not responding.
  • CPU/disk usage di Task Manager sering 90–100% tanpa jelas sebabnya.

Kalau gejala di atas muncul tepat setelah update, besar kemungkinan masalahnya bukan di hardware rusak, tapi di pengaturan dan software yang perlu dirapikan.

Apa penyebab laptop jadi lemot setelah update Windows 11?

Beberapa penyebab yang paling sering ditemukan di Windows 11:

1. Aplikasi startup & background terlalu banyak

Banyak program yang otomatis berjalan saat Windows menyala (OneDrive, Discord, Steam, aplikasi vendor, dll.). Terlalu banyak startup apps membuat booting dan penggunaan awal jadi berat.

2. Driver belum sepenuhnya kompatibel

Setelah update besar, Windows kadang pakai driver generik atau versi lama yang kurang optimal (VGA, Wi-Fi, storage), sehingga sistem terasa lambat atau tidak stabil.

3. Efek visual & animasi Windows 11 cukup berat

Windows 11 punya tampilan modern dengan transparansi, animasi, dan efek bayangan. Cantik, tapi di laptop berspesifikasi pas-pasan, efek ini nyata menambah beban GPU/CPU.

4. Disk hampir penuh & fragmentasi (HDD)

Update Windows bisa menghabiskan banyak ruang karena menyimpan file update lama. Kalau disk tinggal sedikit, Windows akan kehabisan ruang untuk file sementara dan paging, lalu terasa sangat lambat.

5. Proses indexing, antivirus, dan tugas maintenance

Setelah update, Windows sering melakukan indexing ulang, scanning, dan maintenance otomatis. Dalam beberapa hari awal, ini bisa membuat performa seolah turun.

6. Bug update tertentu

Walau jarang diakui secara terang, beberapa update memang terbukti membuat boot dan performa melambat sampai Microsoft merilis patch perbaikan.

Syarat & persiapan sebelum utak-atik pengaturan

Sebelum mulai melakukan langkah perbaikan, idealnya:

  • Backup data penting ke eksternal/awan (dokumen kerja, skripsi, file kantor).
  • Pastikan laptop terhubung ke listrik (jangan andalkan baterai low).
  • Login sebagai administrator, agar bisa mengubah pengaturan sistem.
  • Kalau perlu, buat System Restore Point sebelum mengubah hal besar (driver, registry, dsb.).
  • Jauhi “software pembersih” yang tidak jelas, crack, dan tools ilegal lainnya; biasanya lebih banyak mudarat daripada manfaat.

Langkah memperbaiki laptop lemot setelah update Windows 11 (cek satu per satu)

Ikuti urutan dari yang paling ringan dan aman, sampai ke opsi yang lebih “dalam”.

Langkah 1 – Restart beneran (bukan cuma sleep)

  1. Pilih Start > Power > Restart, bukan Shut down > nyalakan lagi.
  2. Restart penuh membantu menyelesaikan proses update yang tertunda dan mengosongkan memori.

Langkah 2 – Matikan aplikasi startup yang tidak penting

  1. Tekan Ctrl + Shift + Esc untuk membuka Task Manager.
  2. Masuk ke tab Startup apps (atau Startup).
  3. Nonaktifkan aplikasi dengan Startup impact: High/Medium yang tidak perlu (Spotify, Discord, game launcher, dll.).

Langkah 3 – Atur power plan ke “Best performance” saat kerja berat

  1. Buka Settings > System > Power & battery.
  2. Di bagian Power mode, pilih Best performance (atau yang sejenis).
  3. Untuk laptop low-end, ini bisa membantu sistem tidak terlalu agresif menghemat daya.

Langkah 4 – Bersihkan penyimpanan & file sisa update

  1. Buka Settings > System > Storage, aktifkan Storage Sense.
  2. Jalankan Disk Cleanup (ketik di Start), centang Temporary files, Delivery Optimization Files, dsb.
  3. Hapus file besar yang tidak dipakai di Download, Video, dan lain-lain.

Langkah 5 – Cek Task Manager (CPU, RAM, Disk, GPU)

  1. Di Task Manager, tab Processes, urutkan berdasarkan CPU atau Memory.
  2. Perhatikan aplikasi mana yang paling banyak makan resource.
  3. Kalau ada aplikasi yang tidak penting tapi menyedot resource, tutup secara normal atau klik End task (hati-hati, jangan tutup proses sistem).

Langkah 6 – Update Windows & driver lagi

  1. Buka Settings > Windows Update > Check for updates.
  2. Install cumulative update/patch baru; kadang Microsoft sudah merilis perbaikan untuk masalah performa.
  3. Update driver penting (GPU, Wi-Fi, chipset) via:
    • Windows Update > Optional updates, atau
    • Aplikasi resmi vendor (Intel Driver & Support Assistant, AMD Adrenalin, NVIDIA GeForce Experience, dsb.).

Langkah 7 – Kurangi efek visual & animasi

  1. Buka Settings > Accessibility > Visual effects.
  2. Matikan Transparency effects dan kurangi animasi jika perlu.
  3. Masuk juga ke System > About > Advanced system settings > Performance, pilih Adjust for best performance (atau kustomisasi).

Langkah 8 – Scan malware & program yang tidak diinginkan

  1. Buka Windows Security > Virus & threat protection.
  2. Jalankan Quick scan, sesekali Full scan.
  3. Hapus aplikasi aneh yang terinstal tanpa sadar (toolbar, “optimizer” gratisan, dsb.).

Langkah 9 – Opsi lanjutan: uninstall update bermasalah / System Restore

Jika setelah semua langkah di atas laptop tetap jauh lebih lemot dari sebelumnya:

  • Gunakan menu Settings > Windows Update > Update history > Uninstall updates untuk menghapus update tertentu.
  • Atau jalankan System Restore ke titik sebelum update (jika restore point tersedia).
  • Kalau sistem terasa rusak berat, gunakan opsi Reset this PC (keep my files) di Settings > System > Recovery.

Tips optimasi Windows 11 agar lebih ringan ke depannya

  • Biasakan restart berkala (misalnya 2–3 hari sekali), jangan hanya sleep terus.
  • Jaga ruang kosong disk minimal 15–20% dari kapasitas.
  • Jangan install terlalu banyak aplikasi yang jarang dipakai; uninstall saja dari Settings > Apps.
  • Kalau masih pakai HDD, pertimbangkan upgrade ke SSD; di banyak panduan, ini cara paling terasa untuk mengurangi lemot.
  • Gunakan fitur seperti Storage Sense dan Microsoft PC Manager (resmi dari Microsoft) untuk maintenance ringan.
  • Selalu pakai Windows & software resmi/legal, jauh dari crack, karena crack sering membawa malware dan bikin sistem tambah lemot sekaligus melanggar hukum dan syariat.

Risiko pakai cara “asal coba” saat mengatasi laptop lemot

Beberapa hal yang perlu dihindari:

  • Mematikan fitur keamanan penting (Defender, firewall) hanya demi merasa “ringan”, padahal itu bisa membuka celah serangan malware.
  • Menghapus file sistem secara acak dari C:\Windows atau registry tanpa paham apa yang dihapus.
  • Memakai aplikasi “cleaner/booster” abal-abal yang meminta akses berlebihan, memasang adware, atau mengubah pengaturan tanpa penjelasan jelas.
  • Memodifikasi BIOS/UEFI dan overclock sembarangan tanpa ilmu; bisa membuat sistem tidak stabil atau bahkan rusak.
  • Dari sisi agama, merusak perangkat karena ceroboh, atau memakai software bajakan, sama-sama bertentangan dengan prinsip menjaga amanah dan menjauhi yang haram.

FAQ: Pertanyaan umum tentang laptop lemot setelah update Windows 11

1. Apakah wajar laptop sedikit lemot beberapa hari setelah update besar Windows 11?

Cukup wajar kalau beberapa hari pertama terasa agak berat, karena Windows sedang melakukan indexing ulang, update driver, dan tugas maintenance lain di background. Namun, kalau setelah seminggu lebih tetap sangat lemot, berarti perlu dicek lebih dalam: aplikasi startup, ruang penyimpanan, driver, dan kemungkinan bug update.

2. Apakah saya harus downgrade ke Windows 10 kalau laptop lemot di Windows 11?

Tidak selalu. Banyak kasus bisa selesai dengan mengoptimalkan pengaturan Windows 11: matikan startup apps yang tidak perlu, kurangi efek visual, update driver, dan bersihkan disk. Downgrade bisa dipertimbangkan jika:
1) Semua langkah sudah dicoba,
2) Spesifikasi laptop mepet dengan minimum Windows 11, dan
3) Windows 10 terbukti lebih stabil untuk kebutuhan kerja Anda.

3. Bagaimana jika laptop lemot hanya saat booting, tapi setelah itu normal?

Kalau masalah hanya di booting, fokus di:
– Mengurangi aplikasi startup,
– Mengaktifkan Fast Startup (jika cocok),
– Pastikan SSD dalam kondisi sehat dan tidak penuh.

4. Apakah perlu reset Windows 11 kalau laptop masih lemot?

Reset this PC (keep my files) bisa jadi solusi jika:
– Sistem terasa rusak, sering error aneh,
– Banyak aplikasi tidak jelas terinstal,
– Semua langkah optimasi biasa tidak berhasil.
Reset ibarat “install ulang resmi” tanpa kehilangan dokumen pribadi, tapi aplikasi akan hilang dan perlu diinstal ulang.

5. Apakah upgrade RAM selalu membuat Windows 11 jadi cepat?

Menambah RAM bisa membantu kalau sebelumnya kapasitas RAM benar-benar kurang (misalnya hanya 4 GB untuk multitasking berat). Tetapi kalau RAM sudah cukup (8–16 GB) dan masalah ada di HDD lambat, disk penuh, atau driver, menambah RAM saja tidak otomatis menyelesaikan masalah.

6. Bagaimana cara tahu apakah masalah dari hardware atau software?

Jika setelah reset Windows 11 ke kondisi bersih dan hanya menginstal aplikasi penting laptop tetap sangat lemot, sering hang, atau muncul tanda fisik (bunyi klik di HDD, suhu ekstrem, BSOD sering), kemungkinan besar masalahnya sudah merambah ke hardware (storage, RAM, atau pendingin). Saat itu, sebaiknya dibawa ke teknisi tepercaya.

Baca juga di Beginisob.com

Comments

Edukasi Terpopuler

Connect With Us

Copyright @ 2023 beginisob.com, All right reserved