Skip to main content

Panduan Reset Windows 10 Tanpa Kehilangan Data (File Dokumen Tetap Aman)

Diperbarui: 30 November 2025

Ringkasan cepat:

  • Reset Windows 10 bisa membantu mengatasi laptop/PC yang lemot, sering error, atau terkena virus ringan tanpa perlu install ulang total.
  • Fitur Reset this PC > Keep my files di Windows 10 memungkinkan kamu mengembalikan sistem ke kondisi bersih sambil mempertahankan file pribadi di drive sistem (biasanya drive C:).
  • Sebelum reset, wajib backup file penting (termasuk yang ada di Desktop dan Documents), siapkan koneksi listrik, dan pastikan memakai Windows 10 asli yang legal, bukan bajakan.

Daftar isi

Kapan kamu perlu mempertimbangkan reset Windows 10?

Tidak semua masalah laptop/PC harus langsung diatasi dengan reset. Namun, reset Windows 10 bisa dipertimbangkan jika:

  • Laptop/PC terasa sangat lemot padahal sudah dibersihkan dari file sampah dan program berat.
  • Sering muncul error aneh, aplikasi bawaan Windows tidak jalan normal, atau blue screen ringan.
  • Terinfeksi virus/malware yang sulit dihapus, tetapi masih bisa masuk ke Windows.
  • Banyak setting sistem berantakan karena terlalu sering dioprek, sampai kamu tidak tahu harus dikembalikan dari mana.
  • Kamu baru saja membeli laptop bekas dan ingin mengembalikannya ke kondisi “seperti baru” tanpa menghapus file tertentu.

Kalau masalah masih ringan (misalnya cuma satu aplikasi error), sebaiknya coba perbaiki aplikasinya dulu. Reset lebih cocok untuk masalah menyeluruh pada sistem.

Apa itu reset Windows 10 dan apa bedanya dengan install ulang?

Di Windows 10 ada fitur bawaan bernama Reset this PC. Fitur ini mengembalikan Windows ke kondisi bersih seperti baru di-install, tetapi dengan beberapa pilihan:

  • Keep my files: Menghapus aplikasi dan sebagian besar pengaturan, tetapi mempertahankan file pribadi di folder pengguna (Desktop, Documents, Pictures, dll).
  • Remove everything: Menghapus semua aplikasi, pengaturan, dan file pribadi di drive sistem (seperti install ulang penuh).

Bedanya dengan install ulang manual:

  • Reset this PC menggunakan file sistem yang sudah ada di dalam Windows, prosesnya lebih otomatis.
  • Install ulang manual biasanya memakai flashdisk/ISO, butuh setting boot, partisi, dan bisa menghapus semua isi drive jika tidak hati-hati.

Dalam panduan ini, fokus kita adalah opsi Reset this PC > Keep my files, supaya kamu bisa memperbaiki Windows tanpa menghapus dokumen penting.

Syarat dan persiapan sebelum reset Windows 10 tanpa kehilangan data

Meskipun namanya “tanpa kehilangan data”, kamu tetap harus berjaga-jaga. Berikut persiapan penting yang sebaiknya dilakukan:

  • Backup file penting ke lokasi lain
    Simpan salinan file penting ke:
    • Drive lain (misalnya D:, E:),
    • Flashdisk atau hard disk eksternal,
    • Atau cloud storage yang aman.
    Prioritaskan folder Desktop, Documents, Downloads, dan folder kerja lain.
  • Catat daftar aplikasi penting
    Setelah reset, hampir semua aplikasi desktop akan hilang. Catat apa saja yang kamu pakai: browser, Office, aplikasi desain, aplikasi kerja, driver printer, dll.
  • Pastikan baterai dan listrik aman
    Untuk laptop, pastikan baterai cukup dan charger tersambung selama proses reset. Untuk PC, usahakan listrik stabil. Jangan mematikan paksa saat proses reset berjalan.
  • Siapkan akun Microsoft & password
    Kalau kamu memakai akun Microsoft untuk login, pastikan kamu ingat email dan password-nya. Setelah reset, Windows mungkin akan minta kamu login lagi.
  • Gunakan Windows yang legal
    Dari sisi syariat, memakai software bajakan termasuk mengambil hak orang lain tanpa izin. Pastikan Windows-mu asli dan legal, agar reset maupun update berjalan lancar dan lebih berkah.

Langkah-langkah reset Windows 10 tanpa kehilangan data (Keep my files)

Berikut langkah umum untuk reset Windows 10 lewat menu Settings. Tampilan bisa sedikit berbeda tergantung versi build, tapi alurnya sama.

1. Buka menu Recovery di Settings

  1. Klik tombol Start (logo Windows).
  2. Pilih Settings (ikon gear).
  3. Pilih menu Update & Security.
  4. Di sisi kiri, klik Recovery.

2. Pilih “Reset this PC” > Get started

Pada bagian Reset this PC, kamu akan melihat tombol Get started. Klik tombol tersebut.

3. Pilih opsi “Keep my files”

Setelah klik Get started, akan muncul dua pilihan:

  • Keep my files
  • Remove everything

Pilih Keep my files agar Windows berusaha mempertahankan file pribadi di folder pengguna.

4. Pilih metode instal ulang: Cloud download atau Local reinstall (jika tersedia)

Di beberapa versi Windows 10 terbaru, kamu akan diminta memilih:

  • Cloud download: Windows mengunduh file sistem baru dari internet (butuh kuota besar dan koneksi stabil).
  • Local reinstall: menggunakan file sistem yang sudah ada di komputer.

Jika kuota terbatas, pilih Local reinstall. Jika sistem sudah sangat bermasalah dan internet kencang, Cloud download bisa jadi pilihan lebih bersih.

5. Periksa daftar perubahan sebelum reset

Sebelum mulai, Windows akan menampilkan ringkasan apa yang akan terjadi, seperti:

  • Aplikasi yang akan dihapus.
  • Pengaturan yang akan dikembalikan ke default.

Bacalah dengan teliti. Biasanya, Windows juga membuat daftar aplikasi yang dihapus dan menyimpannya sebagai file di Desktop setelah reset, supaya kamu gampang menginstall ulang.

6. Klik “Reset” dan tunggu proses selesai

Jika sudah yakin:

  1. Klik tombol Reset.
  2. Komputer akan restart beberapa kali.
  3. Proses ini bisa memakan waktu 30 menit–2 jam, tergantung kecepatan perangkat dan metode yang dipilih.

Penting: Jangan paksa mematikan komputer selama proses berlangsung, kecuali benar-benar darurat (misalnya listrik padam). Jika terputus di tengah, sistem bisa gagal boot dan butuh perbaikan lebih lanjut.

7. Selesaikan pengaturan awal setelah reset

Setelah proses selesai, Windows akan masuk ke tampilan pengaturan awal (mirip saat pertama kali beli laptop):

  • Pilih bahasa dan zona waktu.
  • Pilih jenis akun (akun Microsoft atau akun lokal).
  • Setujui pengaturan privasi yang diperlukan (lokasi, telemetri, dll) – atur secukupnya, tidak perlu berlebihan.

Setelah selesai, kamu akan masuk ke Desktop dengan Windows 10 yang sudah “bersih” kembali.

Tips setelah reset Windows 10 agar sistem tetap stabil dan aman

Setelah reset selesai, ada beberapa langkah lanjutan yang sebaiknya kamu lakukan:

  • 1. Jalankan Windows Update
    Buka Settings > Update & Security > Windows Update, lalu klik Check for updates. Instal update penting dan driver yang direkomendasikan.
  • 2. Instal ulang aplikasi penting saja
    Jangan langsung menjejali laptop dengan semua aplikasi. Install bertahap: browser, Office legal, aplikasi kerja/belajar, dan driver printer jika perlu.
  • 3. Pasang antivirus yang ringan dan legal
    Windows Defender sebenarnya sudah cukup untuk banyak pengguna. Yang penting, hindari menginstall antivirus bajakan atau aplikasi “pembersih” yang tidak jelas.
  • 4. Kembalikan file backup dengan rapi
    Salin kembali file yang kamu backup ke folder yang teratur. Kamu bisa sekaligus menerapkan standar penamaan file yang rapi seperti yang dibahas di artikel Beginisob.com tentang standar penamaan file dokumen kantor .
  • 5. Catat konfigurasi penting
    Kalau kamu mengatur ulang pengaturan jaringan, printer, atau aplikasi kerja, catat di satu file khusus agar tidak bingung kalau suatu hari perlu reset lagi.

Risiko dan hal yang tetap bisa hilang meskipun pilih “Keep my files”

Opsi Keep my files memang dirancang agar file pribadi tetap aman, tetapi ada beberapa risiko yang harus kamu pahami:

  • Semua aplikasi desktop di drive C: umumnya akan terhapus dan perlu diinstall ulang.
  • Beberapa pengaturan khusus (network, driver custom, registry tweak) akan hilang dan kembali ke default.
  • File yang disimpan di folder selain pengguna (misalnya di root C:\) bisa saja hilang jika terkena proses reset, maka backup tetap wajib.
  • Jika sistem sudah sangat rusak atau terkena virus parah, ada kemungkinan proses reset gagal atau file tetap terdampak.

Selain itu, dari sisi syariat, jangan gunakan momentum reset untuk kembali menginstall software bajakan (Windows, Office, software desain, dsb). Memakai lisensi ilegal termasuk mengambil hak orang lain. Lebih baik cari alternatif:

  • Gunakan software gratis dan legal (LibreOffice, GIMP, dsb).
  • Manfaatkan lisensi resmi dari kampus/kantor jika disediakan.
  • Atur prioritas: beli lisensi untuk aplikasi yang benar-benar kamu butuhkan untuk kerja halal.

FAQ seputar reset Windows 10 tanpa kehilangan data

1. Apakah data di drive D: akan ikut terhapus saat reset Windows 10?

Secara umum, fitur Reset this PC dengan opsi Keep my files hanya memengaruhi drive tempat Windows terpasang (biasanya C:). Namun, untuk keamanan, tetap backup data penting di drive lain. Jangan simpan satu-satunya salinan file penting di satu tempat saja.

2. Apakah reset Windows 10 bisa menghilangkan virus?

Reset dengan opsi Keep my files dapat menghilangkan banyak virus yang menempel di sistem atau aplikasi, tetapi tidak menjamin 100% bersih. Kalau virus tersebut menempel pada file pribadi (misalnya makro di dokumen), file itu bisa tetap membawa risiko. Setelah reset, tetap scan dengan antivirus dan berhati-hati saat membuka file lama.

3. Berapa lama proses reset Windows 10 biasanya berlangsung?

Tergantung kecepatan laptop/PC dan jenis storage:

  • SSD dan sistem yang tidak terlalu penuh: sekitar 30–60 menit.
  • HDD dan sistem penuh file: bisa 1–2 jam atau lebih.

Selama proses berjalan, jangan paksa dimatikan kecuali benar-benar darurat.

4. Apa bedanya reset Windows 10 dengan System Restore?

System Restore mengembalikan sistem ke titik pemulihan (restore point) tertentu tanpa menghapus aplikasi sebanyak reset, tetapi juga tidak se-“bersih” reset. Reset this PC mengembalikan Windows ke kondisi seperti baru di-install, menghapus lebih banyak aplikasi dan pengaturan, namun sistem biasanya jadi lebih segar.

5. Bagaimana kalau Windows tidak bisa masuk sama sekali, apakah tetap bisa reset?

Kalau Windows tidak bisa boot (macet di logo, automatic repair, dsb), kamu masih bisa mencoba reset dari menu Advanced Startup:

  • Matikan paksa laptop/PC, lalu nyalakan kembali dan ulangi beberapa kali sampai muncul menu Preparing Automatic Repair.
  • Pilih Advanced options > Troubleshoot > Reset this PC.

Namun, kalau kondisinya sudah sangat parah atau storage rusak, kadang perlu install ulang total dengan bantuan teknisi yang amanah.

Baca juga di Beginisob.com

Comments

Edukasi Terpopuler

Connect With Us

Copyright @ 2023 beginisob.com, All right reserved