Skip to main content

Cara Menghitung IMT (Indeks Massa Tubuh): Rumus, Cara Hitung Manual, dan Arti Kategorinya (Kurus–Normal–Gemuk–Obesitas)

Diperbarui: 12 Desember 2025

Ringkasan cepat:

  • Rumus IMT/BMI: IMT = berat badan (kg) ÷ (tinggi badan (m) × tinggi badan (m)).
  • IMT membantu menilai status berat badan secara cepat (kurus/normal/gemuk/obesitas), tapi bukan diagnosis.
  • Kesalahan paling sering: tinggi masih cm (belum diubah ke meter), salah kuadrat tinggi, atau salah baca kategori.
  • Jika IMT jauh dari normal, fokus pada perbaikan kebiasaan yang halal dan baik (thayyib) secara bertahap, bukan cara ekstrem.

Daftar isi

Kapan perlu menghitung IMT?

IMT berguna saat kamu butuh “cek cepat” status berat badan, misalnya:

  • Mulai program diet atau olahraga dan ingin tahu posisi awal.
  • Sering merasa cepat capek, sesak saat aktivitas ringan, atau mudah pegal.
  • Ingin memantau kesehatan secara sederhana (misalnya tiap 1–2 bulan).
  • Pelaku UMKM/karyawan yang ingin menjaga stamina agar produktif.

Apa itu IMT (dan bedanya dengan berat badan ideal)?

IMT (Indeks Massa Tubuh) adalah angka perbandingan antara berat badan dan tinggi badan untuk mengelompokkan status berat badan (kurus/normal/gemuk/obesitas).

Berat badan ideal biasanya merujuk pada “perkiraan berat yang pas” untuk tinggi tertentu berdasarkan rumus tertentu. Jadi singkatnya:

  • IMT = indikator status berat berdasarkan rasio berat dan tinggi.
  • Berat badan ideal = perkiraan target berat berdasarkan rumus tertentu.

IMT itu alat skrining (penyaringan) yang praktis, tapi tetap perlu dilihat bersama faktor lain (lingkar perut, kebiasaan makan, aktivitas, dan kondisi medis).

Syarat/data yang dibutuhkan

  • Berat badan dalam kilogram (kg).
  • Tinggi badan dalam centimeter (cm) atau meter (m).
  • (Opsional) Lingkar perut untuk gambaran lemak perut, karena IMT tidak membedakan lemak vs otot.

Langkah cara menghitung IMT (manual)

Rumus IMT

IMT = Berat badan (kg) ÷ (Tinggi badan (m) × Tinggi badan (m))

Langkah hitung (paling aman untuk pemula)

  1. Catat berat badan (kg). Contoh: 63 kg.
  2. Ubah tinggi dari cm ke meter dengan membagi 100. Contoh: 170 cm = 1,70 m.
  3. Kuadratkan tinggi: 1,70 × 1,70 = 2,89.
  4. Bagi berat dengan hasil kuadrat tinggi: 63 ÷ 2,89 = 21,80.
  5. Bulatkan seperlunya (misalnya 1 angka desimal): IMT ≈ 21,8.

Contoh hitung IMT (dengan pembulatan)

Contoh 1

  • Berat badan: 63 kg
  • Tinggi badan: 170 cm = 1,70 m

IMT = 63 ÷ (1,70 × 1,70) = 63 ÷ 2,89 = 21,8

IMT 21,8 biasanya masuk kategori normal.

Contoh 2

  • Berat badan: 85 kg
  • Tinggi badan: 165 cm = 1,65 m

Kuadrat tinggi = 1,65 × 1,65 = 2,7225

IMT = 85 ÷ 2,7225 = 31,2 (dibulatkan 1 desimal)

IMT 31,2 biasanya masuk obesitas.

Arti kategori IMT (kurus, normal, gemuk, obesitas)

Secara umum, kategori IMT orang dewasa dibagi seperti ini:

Patokan global (sering dipakai internasional)

  • Kurus: < 18,5
  • Normal: 18,5 – 24,9
  • Gemuk/Overweight: 25,0 – 29,9
  • Obesitas: ≥ 30,0

Patokan yang sering dipakai di Indonesia/Asia (lebih “ketat” di angka atas)

Di beberapa rujukan Indonesia, “gemuk” sering dibagi menjadi 25,1–27,0 dan obesitas di atas 27,0. Karena itu, kalau kamu menemukan tabel yang sedikit berbeda, itu normal—yang penting kamu konsisten memakai satu patokan dan fokus ke perbaikan kebiasaan.

Tips menaikkan/menurunkan IMT secara aman

Jika IMT kamu rendah (kurus)

  • Tambah porsi secara bertahap, utamakan makanan bergizi (protein, karbohidrat kompleks, lemak baik).
  • Jangan “asal banyak” dengan minuman manis dan junk food—berat bisa naik, tapi kualitas kesehatan bisa turun.
  • Jika memungkinkan, lakukan latihan kekuatan ringan agar kenaikan tidak hanya lemak.

Jika IMT kamu tinggi (gemuk/obesitas)

  • Mulai dari hal paling berdampak: kurangi minuman manis, snack ultra-proses, dan gorengan berlebihan.
  • Perbanyak makanan utuh: sayur, buah, protein baik, dan serat.
  • Tambah aktivitas harian: jalan kaki, naik tangga, olahraga ringan yang konsisten.
  • Hindari cara ekstrem yang merusak badan. Targetnya menjaga amanah tubuh, bukan menyiksa diri.

Risiko salah menilai IMT & kapan harus konsultasi

IMT itu praktis, tetapi ada keterbatasan:

  • Tidak membedakan otot dan lemak. Orang berotot bisa IMT tinggi padahal lemak rendah.
  • Tidak cocok sebagai patokan utama untuk ibu hamil, atlet, remaja yang masih tumbuh, dan sebagian lansia.
  • Lemak perut kadang lebih berisiko daripada angka IMT saja—makanya lingkar perut juga penting.

Sebaiknya konsultasi jika IMT jauh dari normal dan disertai keluhan (cepat sesak, nyeri dada, pusing berat, lemas ekstrem), atau jika kamu punya penyakit penyerta seperti diabetes/hipertensi.

FAQ

1) Rumus IMT itu apa?
IMT = berat badan (kg) ÷ (tinggi badan (m) × tinggi badan (m)). Contoh: 63 kg dan 1,70 m → 63 ÷ 2,89 = 21,8.
2) Kenapa tinggi harus diubah ke meter?
Karena rumus IMT memakai satuan meter. Kalau tinggi masih cm, hasilnya akan salah jauh.
3) IMT normal itu berapa?
Umumnya IMT normal orang dewasa berada di kisaran 18,5–24,9. Beberapa patokan Asia/Indonesia membagi kategori “gemuk” dan “obesitas” dengan ambang yang sedikit berbeda.
4) IMT tinggi tapi saya rajin gym, apakah berarti obesitas?
Belum tentu. IMT tidak membedakan lemak dan otot. Jika massa otot tinggi, IMT bisa naik. Pertimbangkan lingkar perut, komposisi tubuh, dan evaluasi tenaga kesehatan bila perlu.
5) IMT saya tinggi, langkah pertama paling efektif apa?
Biasanya yang paling cepat terasa dampaknya: kurangi minuman manis dan camilan ultra-proses, rapikan porsi, tambah jalan kaki/aktivitas harian, dan lakukan secara bertahap agar konsisten.

Baca juga di Beginisob.com

Comments

Edukasi Terpopuler

Connect With Us

Copyright @ 2023 beginisob.com, All right reserved