Cara Menghitung Jangka Sorong untuk Pemula: Cara Baca Skala Utama & Nonius + Contoh Soal (0,1 mm & 0,02 mm)
Diperbarui: 12 Desember 2025
Ringkasan cepat:
- Hasil ukur jangka sorong (vernier caliper) = Skala Utama + (Skala Nonius yang berimpit × ketelitian/least count).
- Ketelitian yang sering ditemui: 0,1 mm (0,01 cm) atau 0,02 mm (lebih halus). Lihat dulu tulisan ketelitiannya di alat.
- Kesalahan pemula paling sering: salah menentukan skala utama sebelum nol nonius, salah memilih garis nonius yang benar-benar berimpit, dan lupa koreksi zero error.
- Jangka sorong bisa mengukur diameter luar, diameter dalam, dan kedalaman (depth rod) jika dipakai dengan benar.
Daftar isi
- Kapan perlu menghitung jangka sorong?
- Apa itu jangka sorong dan fungsinya?
- Syarat & persiapan sebelum mengukur
- Langkah cara menghitung jangka sorong (skala utama + nonius)
- Contoh perhitungan (0,1 mm & 0,02 mm)
- Cara cek & koreksi zero error (nol tidak pas)
- Tips biar hasil ukur akurat
- Risiko & kesalahan umum
- FAQ
- Baca juga di Beginisob.com
Kapan perlu menghitung jangka sorong?
Kamu biasanya butuh jangka sorong saat harus mengukur ukuran benda dengan cukup teliti, misalnya:
- Diameter luar pipa, baut, poros, koin, cincin, dan komponen mesin.
- Diameter dalam (lubang) ring, pipa, bearing, atau fitting.
- Kedalaman lubang/cekungan (pakai batang kedalaman/depth rod).
- Praktikum sekolah (IPA/Fisika/SMK/Teknik) dan pekerjaan bengkel.
Apa itu jangka sorong dan fungsinya?
Jangka sorong (vernier caliper) adalah alat ukur panjang yang punya dua skala:
- Skala utama (biasanya mm atau cm).
- Skala nonius/vernier (skala geser untuk membaca pecahan mm).
Dengan kombinasi dua skala ini, jangka sorong bisa mengukur lebih teliti daripada penggaris biasa.
Syarat & persiapan sebelum mengukur
- Pastikan rahang jangka sorong bersih (tidak ada debu/serpihan logam).
- Tutup rahang (rapatkan) lalu cek apakah angka nol bertemu nol. Kalau tidak, berarti ada zero error.
- Pastikan benda yang diukur tidak miring dan posisi jangka sorong tegak lurus terhadap permukaan ukur.
- Kenali jenis pengukuran:
- Rahang luar = ukuran/diameter luar.
- Rahang dalam = diameter dalam (lubang).
- Depth rod = kedalaman.
Langkah cara menghitung jangka sorong (skala utama + nonius)
Rumusnya sederhana:
Hasil ukur = Skala Utama + (Nomor garis nonius yang berimpit × Ketelitian)
Langkah 1 — Baca skala utama
Lihat angka skala utama yang posisinya tepat di sebelah kiri (sebelum) nol skala nonius.
- Jika nol nonius berada di antara 12 mm dan 13 mm, maka skala utama = 12 mm.
Langkah 2 — Cari garis nonius yang paling berimpit
Perhatikan skala nonius: cari satu garis yang paling pas berimpit sejajar dengan salah satu garis pada skala utama.
Langkah 3 — Kalikan nomor garis nonius dengan ketelitian
Ketelitian (least count) biasanya tertulis di alat, misalnya 0,1 mm atau 0,02 mm.
- Jika garis nonius ke-6 yang berimpit dan ketelitian 0,1 mm, maka tambahan = 6 × 0,1 = 0,6 mm.
Langkah 4 — Jumlahkan skala utama + tambahan nonius
Terakhir: hasil ukur = skala utama + tambahan nonius (lalu koreksi zero error jika ada).
Contoh perhitungan (0,1 mm & 0,02 mm)
Contoh A — Jangka sorong ketelitian 0,1 mm
- Skala utama sebelum nol nonius = 24 mm
- Garis nonius yang berimpit = 7
- Ketelitian = 0,1 mm
Tambahan nonius = 7 × 0,1 = 0,7 mm
Hasil ukur = 24 + 0,7 = 24,7 mm
Contoh B — Jangka sorong ketelitian 0,02 mm
- Skala utama sebelum nol nonius = 12 mm
- Garis nonius yang berimpit = 13
- Ketelitian = 0,02 mm
Tambahan nonius = 13 × 0,02 = 0,26 mm
Hasil ukur = 12 + 0,26 = 12,26 mm
Cara cek & koreksi zero error (nol tidak pas)
Zero error terjadi saat rahang ditutup rapat, tetapi nol nonius tidak tepat bertemu nol skala utama.
1) Cara cek cepat
- Tutup rahang sampai rapat (jangan dipaksa berlebihan).
- Lihat apakah 0 nonius sejajar dengan 0 skala utama.
- Jika tidak sejajar, catat selisihnya sebagai error.
2) Cara koreksi (prinsip aman untuk pemula)
- Jika saat ditutup bacaan menunjukkan angka “lebih besar” dari 0, maka hasil ukur cenderung kebesaran → biasanya perlu dikurangi dengan nilai error.
- Jika saat ditutup bacaan menunjukkan angka “lebih kecil” dari 0 (pada beberapa tipe bisa terjadi), maka hasil ukur cenderung kekecilan → biasanya perlu ditambah dengan nilai error.
Kalau di sekolah kamu memakai aturan tanda (+/−) tertentu dari guru, ikuti patokan itu agar konsisten dengan lembar jawaban/penilaian.
Tips biar hasil ukur akurat
- Hindari paralaks: posisikan mata sejajar skala saat membaca (jangan miring).
- Jangan menekan terlalu kuat saat menjepit benda—bisa membuat hasil lebih kecil dari seharusnya.
- Gunakan pengunci (jika ada) agar skala tidak bergeser saat kamu mengangkat alat untuk dibaca.
- Untuk benda silinder, ukur di lebih dari satu titik (misalnya 2–3 posisi) untuk mengecek apakah diameter benar-benar sama.
- Jika benda panas (baru dari proses gesek/potong), tunggu agak dingin—logam bisa memuai.
Risiko & kesalahan umum
- Salah skala utama: yang diambil harus angka sebelum nol nonius, bukan setelahnya.
- Salah memilih garis nonius: pilih yang benar-benar paling berimpit, bukan “hampir berimpit”.
- Lupa ketelitian: 0,1 mm dan 0,02 mm menghasilkan tambahan yang beda jauh.
- Tidak koreksi zero error: untuk tugas praktik yang menuntut teliti, ini bisa bikin hasil meleset.
Dalam pekerjaan teknik, selisih kecil bisa berdampak besar (komponen tidak pas, longgar, atau macet). Karena itu, biasakan teliti dan jujur pada hasil ukur (amanah).
FAQ
- 1) Rumus cara menghitung jangka sorong itu apa?
- Hasil ukur = skala utama + (nomor garis nonius yang berimpit × ketelitian). Setelah itu koreksi zero error jika ada.
- 2) Skala utama yang dipakai yang mana?
- Skala utama yang dipakai adalah angka pada skala utama yang posisinya tepat sebelum nol skala nonius (di sisi kiri nol nonius).
- 3) Ketelitian 0,1 mm artinya apa?
- Artinya jangka sorong bisa membaca pecahan hingga 0,1 mm. Jika garis nonius ke-7 yang berimpit, tambahan bacaan = 7 × 0,1 = 0,7 mm.
- 4) Bagaimana kalau tidak ada garis nonius yang “pas banget” berimpit?
- Biasanya tetap ada satu garis yang paling tepat. Jika benar-benar sulit dibedakan, ulangi posisi alat, pastikan benda tidak miring, gunakan pengunci, dan baca dengan mata sejajar skala.
- 5) Apa fungsi rahang dalam dan depth rod?
- Rahang dalam dipakai untuk mengukur diameter bagian dalam lubang/pipa. Depth rod dipakai untuk mengukur kedalaman lubang/cekungan.
Baca juga di Beginisob.com
- Cara Menggunakan Buret yang Benar: Fungsi, Bagian, dan Cara Membaca Skalanya
- Cara Menggunakan Pipet Volume dan Pipet Ukur yang Benar: Fungsi, Perbedaan, dan Langkah Praktikum
- Fungsi Gelas Ukur Laboratorium dan Cara Menggunakannya: Membaca Skala dengan Benar
- Fungsi Labu Erlenmeyer dan Cara Menggunakannya: Bagian, Simbol, dan Tips Praktikum Aman
Comments
Post a Comment