Langsung ke konten utama

Cara Menambah Ram Lenovo Ideapad 100 14ibd

Baca Juga

Beginisob - sedikit pengalaman saya tentang upgrade ram laptop lenovo ideapad 100 14ibd. Awalnya saya sempat ke tukang service laptop dan menanyakan harga upgrade ram. Untuk ram 2 GB harganya sekitar 200ribuan dan 4GB sekitar 400ribuan. Sebelum menayakan ketempat service laptop saya juga sempat survey harga ram di tokopedia/OLX dan saya mendapati harga yang terbilang cukup terjangkau, tapi yang jadi masalahnya saya belum tau tipe ram yang mau saya beli dan terlebih lagi saya belum pernah bongkar-bongkar leptop.

Tapi karena saya sangat membutuhkan upgrade ram untuk pekerjaan saya yang terbilang membutuhkan memory lebih banyak, jadinya mau tidak mau saya harus mengambil keputusan, upgare sendiri atau jasa tukang service!. Tentunya karena uangnya tidak cukup saya memilih upgare sendiri sebesar 2GB. Jadi total yang akan saya dapatkan ditambah ram onbord sebesar 4GB.

Saya melakukan banyak riset terlebih dahulu di internet tentang spesifikasi lenovo ideapad 100-14ibd dan cara membongkarnya. Saya dapatkan dari google, laptop ideapad 100 menggunakan ram tipe DDR3L dengan frekuensi 1600 Mhz 2GB onbord, dan 1 slot ram kosong yang bisa diisi maksimal 8GB total memory secara keseluruhan.

Untuk lebih meyakinkan saya supaya tidak salah beli, saya mencoba untuk membongkar laptop dan melihat langsung soket ramnya (cara bisa dilihat di youtube). Dan saya pun terkejut karena di atas soket ram terdapat tulisan DDR3 1.5V, ini menandakan bahwa tipe ramnya bukan DDR3L tapi yang DDR3 biasa.

Cara memasang ram di laptop ideapad 100 14ibd

Hal ini membuat keraguan yang besar untuk saya, karena ini laptop satu-satunya dan jika rusak akibat kelalaian saya maka habis sudah.

Saya terus mendalami spesifikasi laptop ini, dari situs resmi lenovo maupun banyak forum dan saya menemukan hampir semuanya menyatakan DDR3L.

Apasih perbedaan DDR3 dan DDR3L? dan apakah bisa jikalau tipe ram tidak sama dengan soketnya? Pertanyaan itu menjadi PR besar yang harus saya pecahkan.

Banyak situs telah menjelaskan problem ini, DDR3 berjalan di 1.5V tegangan, sedangkan DDR3L 1.35V. Untuk soket ram DDR3L tidak bisa dipasang ram dengan tipe DDR3 biasa, dan begitu juga sebaliknya. Banyak yang merekomendasikan bahwa untuk soket DDR3 tidak cocok untuk DDR3L karena akan menyebabkan kelebihan tegangan sebesar 0.15V dan ini akan berakibat ram bisa kelebihan panas dan konsleting. Ini yang saya temukan di google.

Tapi saya belum puas dengan sebagian besar penjelasan ini, karena saya juga menemukan sebaian kecil menyatakan untuk soket DDR3 bisa menggunkan tipe ram DDR3L untuk jenis prosesor intel i generasi ke4 keatas. Penjelasan ini lebih mengena dan tepat menurut pemikiran saya. Terlebih yang menyatakan hal itu adalah website dengan otoritas tinggi, bukan web kebanyakan yang ecek-ecek.

Untuk laptop ideapad 100 14ibd sudah menggunkan prosesor inter generasi ke 5 dan secara logika saya juga mustahil laptop generasi terbaru menggunkan tipe ram jadul/lawas.

Karena itu saya pun mengambil keputusan untuk membeli tipe ram lenovo ideapad 100 14ibd DDR3L 12800 1600Mhz SODIMM dengan harga Rp 90.000 di OLX. Ram yang saya beli ini bekas copotan laptop juga, dan karena saya beli di OLX, tentu harus ketemuan. Keuntungan yang saya dapatkan disaat ketemuan, saya bisa coba testing dulu sebelum membeli, jadi bisa diketahui work atau tidaknya.

Disaat testing tersebut, ram itu berhasil terbaca dan total ram laptop berjalan di 4GB. Itu artinya ram telah sukses terpasang dan berjalan dengan baik. Namun setelah beberapa jam pemakaian terjadi blue screen. Saya sempat kawatir, jangan-jangan betul bahwa telah terjadi kelebihan tegangan yang mengakibatkan ram menjadi panas.

Ada niatan saya mau lepas lagi ini ram karena takut akan terjadi konsleting. Tapi dalam pikiran saya, ini hal biasa karena sebelum-sebelumnya juga sering terjadi blue screen karena kelebihan beban pemakain.

Jadi saya yakinkan diri untuk bersabar dulu, menunggu blue screen yang kedua. Jika seandainya blue screen terjadi yang kedua kalinya tidak lama dari waktu blue screen yang pertama, maka ini memang penyebabnya adalah ram yang tidak cocok.

Alhasil setelah berjalannya waktu tidak ada sama sekali terjadinya blue screen yang saya khawatirkan itu. Semenjak saya menulis artikel ini, Sudah lebih dari 1 bulan pemakaian dan tidak terjadi apa-apa, Malahan laptop ini jadi bertambah cepat, ringan, dan nyaman untuk dibawa beraktifitas, Alhamdulillah.

Mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan, semoga bisa membantu Anda yang juga memiliki problem yang sama. Dan harus diingat jika belum punya pengalaman sama sekali dalam bongkar laptop untuk lebih berhati-hati lagi, semoga sukses.

Komentar