Langsung ke konten utama

Tabulampot Kelengkeng: Bibit, Media Tanam, Teknik Penanaman, Pemupukan, Pemangkasan, Penanggulangan Hama, dan Panen

Masyarakat mulai mengenal Kelengkeng dataran rendah pada tahun 2000an dengan varietas yang muncul pertama kali adalah Kelengkeng Pingpong, Diamond River dan Itoh. Dahulu, Kelengkeng dikenal hanya bisa berbuah di dataran tinggi ternyata ada yang berbuah di dataran rendah dengan umur genjah. 

Salah satu varietas yang berkembang secara cepat adalah pingpong, disebut demikian karena buahnya sebesar bola tenis meja/pingpong. Varietas ini hasil Introduksi dari Thailand. Karakter yang paling mudah diketahui dari lengkeng jenis ini adalah daunnya yang kecil dan menggulung. 

Selain buahnya yang besar, lengkeng pingpong mempunyai keunggulan yaitu cepat berbuah, berbunga sepanjang tahun, rasanya sangat manis, warna buah yang lebih cerah dibandingkan dengan lengkeng lokal dan pemeliharaannya mudah. Dengan keunggulan karakter yang dimiliki tersebut maka banyak petani mulai menanam lengkeng jenis ini, ada yang di pot dan ada yang dilahan secara luas. Berikut ini kita akan membahas secara mendalam tentang Tabulampot Kelengkeng dari cara memilih Bibit, Media Tanam, Teknik Penanaman, Pemupukan, Pemangkasan, Penanggulangan Hama, dan Panen. 

Teknik Penanaman Kelengkeng

1. Syarat Tumbuh

Buah kelengkeng

Kelengkeng atau disebut Lengkeng menghendaki tanah yang gembur, dengan lapisan tanah yang tebal dan dapat mengikat air dengan baik. 

Jenis tanah yang sesuai untuk pertumbuhan Kelengkeng antara lain Jenis andosol, vertisol, latosol, atau tanah laterit.

Tanaman Kelengkeng dapat tumbuh sempurna pada pH sekitar 5,5-6,5. Curah hujan yang dibutuhkan sekitar 2500-3000 mm per tahun dengan penyebaran merata sepanjang tahun. 

Selain itu tanaman ini membutuhkan sinar matahari penuh. Suhu optimum untuk pertumbuhan lengkeng berkisar 20-33°C dengan kelembaban udara relatif 65-90%.

2. Bibit Kelengkeng

Bila kita ingin membuat tabulampot, sebaiknya memperhatikan bibit yang akan kita tanam. Ada beberapa jenis Kelengkeng dataran rendah yang disarankan untuk dijadikan tabulampot, yaitu Kelengkeng Pingpong dan Kelengkeng Diamond River. Bibit Kelengkeng tersebut bisa di dapat dengan membeli di toko-toko bibit tanaman hortikultura atau di gerai tanaman hias. Pilih bibit tanaman yang sehat, daunnya lebat dan batangnya tidak ada luka atau cacat. 

3. Media Tanam

Pot untuk tabulampot bisa berasal dari bahan drum plastik atau semen beton. Semakin tinggi bibit yang kita peroleh maka harus menggunakan pot yang memiliki tinggi dan diameter yang lebih besar. Misalnya, tanaman Kelengkeng dengan tinggi 30-40cm, kita bisa menggunakan pot berdiameter 40-50cm.

Media tanam yang baik adalah campuran tanah, pasir, sekam dan pupuk kandang dengan perbandingan 11:12. Pupuk kandang yang digunakan sebaiknya berasal dari kotoran kambing, yang mengandung fosfor lebih banyak. Campurkan semua bahan lalu lakukan penanaman. 

4. Langkah Penanaman

Langkah penanaman sama seperti menanam tanaman hortikultura lainnya. Ketika menanam lakukan dengan hati hati agar tidak merusak perakarannya. Sebelum ditanam, sebaiknya dipangkas terlebih dahulu agar penyerapan nutrisi berguna bagi pertumbuhan. Setelah penanaman siram dengan air secukupnya lalu tempatkan di area yang teduh namun tetap terkena sinar matahari.

Perawatan untuk Meningkatkan Produktivitas Buah

1. Penyiraman

Saat baru ditanam, tanaman Kelengkeng memerlukan penyiraman yang teratur 2 kali sehari. Selanjutnya, penyiraman dilakukan dengan melihat kondisi tanaman dan lingkungan pertanaman.

Penyiraman yang baik dianjurkan 2 hari sekali sebanyak 1-2 gayung saja, karena media yang terbatas. Bila berlebihan ini bisa mengakibatkan akar terendam, busuk, bercacing sehingga tanaman mati.

2. Pemupukan

Pupuk buatan yang diberikan sebanyak 100-300 g urea, 300-800 g TSP (400-1000 kg SP-36), dan 100-300 g KCI untuk setiap tanaman. Periode pemupukan pertama cukup menggunakan pupuk kandang dan bulan berikutnya gunakan pupuk NPK 16:16:16. Pupuk diberikan tiga kali dalam selang tiga bulan. Setelah panen buah, pemberian pupuk cukup sekali sebanyak 300 g urea, 800 g TSP, dan 300 g KCI per pohon.

3. Pemangkasan

Pemangkasan diperlukan untuk memperindah tajuk. Rumus penang kemasan yang baik seharusnya menggunakan pola 1:3:9. Dengan banyaknya cabang maka tempat calon bakal bunga akan banyak pula.

Pemangkasan tanaman yang belum berbuah harus dilakukan pada awal musim hujan. Dua minggu sebelum pemangkasan, dilakukan pemupukan agar pertumbuhan tanaman baik. Bagian yang dipangkas adalah cabang cabang air yang tumbuh liar, rusak atau sakit, tumbuh bersinggungan dengan cabang lain, tumbuh membalik ke arah dalam, dan tumbuh ke arah bawah.

4. Penyinaran

Tanaman Kelengkeng butuh penyinaran yang cukup untuk memenuhi pertumbuhannya. Agar Kelengkeng cepat berbuah sebaiknya tabulampot Kelengkeng diletakkan pada tempat yang memiliki pencahayaan 6-7 per hari 

5. Penanggulangan Hama dan Penyakit

Hama yang sering menyerang tanaman kelengkeng adalah Trusuk. Trusuk menyerang bagian batang, terutama batang pokoknya dengan cara membuat lubang dan masuk ke dalamnya. Pengendalian hama trucuk dapat dilakukan dengan penyemprotan insektisida pada batang yang telah terserang oleh hama tersebut. Salah satu penyakit yang sering mengganggu tanaman Kelengkeng adalah Jamur. Penyakit ini pada umumnya menyerang batang pohon Kelengkeng, terutama batang pokoknya. Pemberantasannya dapat dilakukan dengan penyemprotan fungisida pada batang yang terserang. 

6. Panen

Musim panen Kelengkeng dalam budidaya Kelengkeng konvensional dilakukan di bulan Januari sampai Februari dengan produksi 300 600 kg per-pohon. Untuk tanaman tabulampot Kelengkeng, kita bisa merekayasa kapanpun mau dibuahkan. Kelengkeng termasuk buah-buahan non-klimakterik dan harus dipanen matang di pohon karena tidak bisa diperam. 

Pemanenan dilakukan dengan alat pemotong tangkai seperti gunting atau pisau. Tanda-tanda buah matang adalah warna kulit buah menjadi coklat gelap, halus, licin dan mengeluarkan aroma.

Buah Kelengkeng umumnya dibudidayakan secara konvensional atau di lahan pertanian. Akan tetapi, tanaman Kelengkeng ini bisa dibudidayakan di media terbatas, yaitu pot. Dengan media yang memenuhi setiap kebutuhan tanaman, Kelengkeng bisa tumbuh dan berbuah seperti di lahan pertanian.

Komentar

Connect With Us

Copyright @ 2020 beginisob.com, All right reserved