Skip to main content

Budidaya Lobak: Pembibitan, Media Tanam, Cara Penanaman, Pemupukan, Perawatan, dan Pemanenan Lobak

Tanaman lobak termasuk tanaman famili Cruciferae seperti kubis T: dan sawi. Bentuk umbi lobak seperti wortel tetapi isi dan kulitnya berwarna putih. Sayuran ini termasuk tanaman yang cukup populer dan sudah banyak diusahakan di Indonesia. Lobak merupakan tanaman yang dapat dikonsumsi. Rasanya yang segar dan memberikan kesan sedikit pedas membuat sebagian orang menyukai lobak. 

Jenis sayuran lobak yang di budidayakan

Lobak

Lobak (Raphanus sativus L) dikenal ada tiga jenis, yaitu lobak, radis, dan lobak hitam. Ketiganya mudah dibedakan dengan melihat bentuk dan wama umbinya. Umbi yang masih mentah dan ketiga varietas tersebut rasanya pedas. Akan tetapi, rasa pedasnya tidak sampai merangsang selaput lapisan kendang) telinga seperti halnya cabai (lombok).

Cara budidaya lobak

Tanaman yang berasal dari Cina ini kini telah banyak diusahakan di Indonesia. Tanaman ini mudah ditanam baik di dataran rendah maupun dataran tinggi (pegunungan). Daerah di Indonesia yang banyak ditanami lobak ialah di dataran tinggi, seperti daerah Pangalengan, Pacet, dan Cipanas.

Syarat tumbuh tanaman lobak adalah tanah gembur, mengandung humus (subur), lapisan atasnya tidak mengandung kerikil-kerikil (batu- batu kecil), dan pH tanah antara 5-6. Waktu tanam yang baik adalah saat musim hujan atau awal musim kemarau. Meskipun demikian, lobak dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan cukup air.

1. Cara tanam

Lobak ditanam dari bijinya. Bijinya bisa diperoleh sendiri karena tanaman mudah berbuah dan dapat berbiji sehingga tidak perlu didatangkan dari luar negeri (impor). Biji-biji tersebut dapat langsung ditanam di kebun tanpa disemai terlebih dahulu. 

Lahan yang akan ditanami dicangkul sedalam 30 40 cm, lalu diber pupuk kandang atau kompos sebanyak 10 ton/ha. Setelah tanah diratakan dibuat alur dengan jarak antar-alur 30 cm. Alur dibuat membujur dari arah barat ke timur agar sinar matahari masuk ke dalam tanaman sebanyak-banyaknya. 

Biji-biji lobak ditaburkan tipis merata sepanjang alur, lalu ditutup dengan tanah tipis-tipis. Biji akan tumbuh sesudah empat hari kemudian. Tanaman yang sudah berumur 2-3 minggu dari waktu tanam, mulai disiangi sambil dibuat guludan. Guludan dibuat dengan cara tanah di sepanjang barisan tanaman ditinggikan. Sambil tanah didangir tanaman diperjarang. Caranya tanaman yang tumbuh kerdil dicabut dan yang subur ditinggalkan Setelah diperjarang, jarak antar tanaman menjadi 10-20 cm.

Agar diperoleh hasil yang memuaskan tanaman perlu diberi pupuk buatan. Pupuk buatan yang diberikan berupa Urea dan TSP dengan perbandingan 1:2 sebanyak 6 g tiap tanaman. Pupuk diberikan di kanan-kiri batang dengan jarak 5 cm. Kebutuhan pupuk buatan untuk tanaman seluas satu hektar adalah 100 kg Urea dan 200 kg TSP. Pupuk sebaiknya diberikan bersamaan dengan waktu tanah didangir.

Kebutuhan biji lobak untuk penanaman seluas satu hektar lahan diperlukan 5 kg. Namun menurut teori, satu hektar lahan hanya diperlukan 4 kg biji dengan daya kecambah 75%.

2. Pemeliharaan tanaman

Pemeliharaan tanaman yang dilakukan adalah mengendalikan hama yang menyerang tanaman. Hama yang biasa menyerang adalah kutu. kutu daun Hama ini dapat diberantas dengan semprotan insektisida, seperti Kelthane 0,2% atau Decis 25 EC 0,2-0,3%.

3. Pemanenan

Tanaman lobak dapat dipanen setelah umbi cukup besar, kira-kira berumur dua bulan. Keterlambatan panen menyebabkan umbi menjadi kayu dan rasanya tidak enak (kapus-kapus) sehingga tidak akan laku dijual. Produktivitas tanaman yang terawat dengan baik dan sehat dapat mencapai 15-20 ton umbi tiap hektar. Bahkan, ada jenis lobak yang dapat menghasilkan umbi yang beratnya antara 0,5-1 kg/tanaman dan umbinya pun enak dimakan. Produksi lobak saat ini umumnya masih untuk konsumsi lokal.

Comments

Edukasi Terpopuler

Connect With Us

Copyright @ 2020 beginisob.com, All right reserved