Skip to main content

Budidaya Seledri: Pembibitan, Media Tanam, Cara Penanaman, Pemupukan, Perawatan, dan Pemanenan Seledri

Seledri adalah sayuran daun dan tumbuhan obat yang biasa digunakan sebagai bumbu masakan. Seledri termasuk tanaman serbaguna, terutama sebagai sayuran dan obat-obatan. Sebagai sayuran, daun, tangkai daun, dan umbi-umbian digunakan sebagai campuran sup. Daun juga digunakan sebagai salad atau dipotong kecil kecil dan ditaburkan di bakso, sup, atau bubur ayam.

Jenis Seledri

Tanaman seledri

Seledri (Apium graveolens L) merupakan sayuran famili Umbelliferae, seperti wortel Berdasarkan habitus (bentuk) pohonnya, seledri dapat dibagi menjadi tiga golongan, yaitu seledri daun, seledri potong, dan seledri berumbi. Ada jenis tanaman lainnya yang menyerupai seledri potong, yaitu peterseli (Petroselinum vulgare Hill atau Apium petroselinium L.). Peterseli ini hanya hidup di tempat lembap dan teduh (tidak terkena sinar matahari langsung). Tanaman ini digemari oleh orang-orang Eropa.

JENIS-JENIS SELEDRI BERDASARKAN BENTUK POHONNYA

1. Seledri daun

  • Nama latin:(A.graveolus L. var. secalinum Alef).
  • Bagian yang dipanen: daun atau batangnya saja. 
  • Banyak ditanam di Indonesia.

2. Seledri potong

  • Nama latin: (Agraveolus L. var. sylvestre Alef).
  • Bagian yang dipanen: batang.

3. Seledri berumbi

  • Nama latin : (A.graveolus L. var. rapaceum Alef). 
  • Bagian yang dipanen: daun.

Cara budidaya seledri

Seledri dapat ditanam baik di dataran rendah maupun dataran tinggi (pegunungan), terutama di daerah yang berhawa sejuk (dingin) dan lembap. Di Indonesia, daerah yang banyak ditanami seledri adalah Jawa Barat terutama di Cipanas dan Pangalengan. Waktu tanam yang baik adalah pada awal musim hujan atau akhir musim hujan.

Syarat tumbuh tanaman seledri adalah tanah banyak mengandung humus (subur), gembur, serta mengandung garam dan mineral. Selain itu, pH tanahnya antara 5,5 6,5. Tanah yang agak kering disukai jenis seledri daun. Oleh karena itu, seledri daun lebih baik bila ditanam di akhir musim hujan. Tanah yang mengandung pasir atau kerikil dan banyak airnya, tetapi tidak menggenang lebih disukai seledri potong. Akan tetapi, tanah yang mengandung lumpur sebaiknya tidak ditanami seledri.

Tanah yang mengandung garam natrium dan kalsium serta unsur boron lebih cocok untuk tanaman seledri. Jika tanahnya kekurangan natrium, tanaman menjadi kerdil. Oleh karena itu, tanaman seledri perlu diberi garam dapur (NaCl) sebanyak 600 kg/ha. Jika tanaman kekurangan kalsium, kuncup daun seledri menjadi kering. Jika kekurangan unsur boron, batang dan tangkainya menjadi retak-retak Di luar negeri pada lahan pH rendah dan kandungan humusnya tinggi (gambut) sering ditambahkan Borax sebanyak 25 kg/ha pada tanaman seledri.

Kebutuhan biji seledri untuk penanaman seluas satu hektar lahan diperlukan 200-250 g dan 600-1.000 g peterseli. Namun menurut teori, satu hektar lahan hanya diperlukan 100-150 g biji seledri atau 500 g biji peterseli dengan daya kecambah 75%.

1. Cara tanam

Seledri dikembangbiakkan dengan bijinya  Biji seledri biasanya disemaikan terlebih dahulu. Tempat biji disemaikan diberi pupuk kandang yang telah matang. Pupuk kandang tersebut dicampur dengan tanah dan diratakan. Setelah tanah rata biji disebar berbaris dengan jarak antarbaris 10 cm lalu ditutup dengan tanah tipis-tipis. Biji akan tumbuh setelah kira-kira tiga minggu kemudian. 

Tanah yang akan ditanam dicangkul terlebih dahulu sedalam 25 cm dan diberi pupuk kandang sebanyak 10 ton/ha. Selanjutnya, tanah dibuat bedengan bedengan yang lebarnya satu meter dengan jumlah tiga baris tanaman. Bibit yang telah berumur satu bulan yaitu berdaun 3-5 hela dipindahkan ke bedengan bedengan yang telah disiapkan dengan jarak tanam 25 cm dan jarak baris 30 cm. 

Biji-biji seledri dapat pula langsung ditanam di bedengan tanpa disemai. Akan tetapi, cara ini sulit dijamin kelembapannya sehingga ada kemungkinan biji-biji itu tidak tumbuh. Sebelum disemaikan, biji-biji tersebut disimpan di tempat yang basah (dibungkus dengan kain yang selalu basah) sampai keluar akarnya untuk mempercepat tumbuhnya biji. Selanjutnya, biji ditaburkan di persemaian atau langsung ke kebun. 

Pupuk buatan diberikan setelah tanaman berumur 15 bulan sejak semai atau 0,5 bulan di kebun (biji berakar). Pupuk buatan berupa campuran Urea dan KCL dengan perbandingan 3:2 sebanyak 3 g tiap tanaman (150 kg Urea dan 100 kg KCL tiap hektar). Cara aplikasinya diberikan di sekitar tanaman sejauh 5 cm dan batangnya bersamaan dengan penyiangan. Garam dapur dapat pula ditambahkan dalam jumlah kecil (50 kg/ha) untuk mendorong pertumbuhannya menjadi hijau. 

2. Pemeliharaan tanaman

Pemeliharaan tanaman yang penting dilakukan adalah pemberantasan hama dan penyakit tanaman. Hama yang sering menyerang adalah kutu daun yang merupakan vektor untuk menyebarkan penyakit virus mosaik (blorok) dan dapat merusak daun. Hama tersebut diberantas dengan semprotan Kelthane 0,2%.

Cendawan juga sering muncul yang dapat menyebabkan penyakit. Cendawan Cercospora api menyebabkan penyakit cacar cokelat kuning. Penyakit tersebut menyerang tanaman di persemaian. Sementara itu, cendawan Septoria apii var graveolentis menyebabkan penyakit cacar hitam. Penyakit tersebut menyerang tanaman dewasa pada saat di kebun. Pemberantasan penyakit yang disebabkan cendawan dapat digunakan fungsida Benlate 0,1-0,3% atau Dithane M-45 0,2%.

3. Pemanenan

Tanaman seledri dapat dipanen hasilnya setelah berumur antara 2-3 bulan dari waktu sebar. Pemanenan dilakukan dengan cara mencabut tänarnan untuk seledri daun, memotong tanamannya pada pangkal batangnya untuk seledri pohon, atau hanya memetik daun-daunnya untuk seledri berumbi. Setelah dipanen untuk pertama kali, tanaman dapat dipanen lagi setelah satu bulan. Tanaman yang dirawat dengan baik dapat menghasilkan 5-6 ton/ha. Hasil produksi tanaman seledri tersebut pemasarannya masih terbatas untuk pasar lokal. 

Comments

Edukasi Terpopuler

Connect With Us

Copyright @ 2020 beginisob.com, All right reserved