Skip to main content

Cara Budidaya Paprika Organik di Pot

Budidaya paprika

Cara Mudah dan Lengkap Budidaya Paprika Dari Biji

Paprika yang dijual di pasar terbagi menjadi dua, yaitu paprika organik dan paprika non-organik. Paprika organik merupakan paprika yang sejak awal penanaman hingga panen selalu menggunakan pupuk dan pestisida organik. Paprika non-organik merupakan paprika yang dalam peroses penamaman dan perawatannya menggunakan pupuk dan pestisida kimia. Secara fisik tidak ada perbedaan antara paprika organik dan paprika non-organik namun harga paprika organik lebih mahal dibanding paprika non-organik karena penanaman parika organik membutuhkan perawatan ekstra. Mengonsumsi paprika organik lebih sehat karena bebas dari bahan kimia berbahaya.

Paprika dapat ditanam di dalam pot. Masyarakat perkotaan yang hobi berkebun dan ingin menanam paprika organik namun memiiki pekarangan yang terbatas dapat menanam paprika di dalam pot. Ini merupakan solusi yang cerdas karena untuk menanam paprika organik di dalam pot tidak memerlukan pekarangan yang luas. Keuntungan lain dari menanam paprika organik dalam pot antara lain menjadikan udara lingkungan sekitar lebih segar dan bersih. Paprika yang dihasilkan adalah paprika organik yang lebih sehat untuk dikonsumsi.

1. Media Tanam

Pot dapat digunakan untuk menanam paprika organik. Kita dapat meng gunakan pot tanah liat, pot ban bekas, pot dari anyaman bambu, pot dari sabut kelapa, pot plastik ataupun kaleng bekas. Gunakan pot berukuran sedang. 

Media tanam selanjutnya adalah tanah gembur dan pupuk organik. Tanah yang digunakan untuk menanam paprika adalah tanah yang gembur berpasir. Pupuk yang digunakan adalah pupuk kompos dan pupuk kandang. Pupuk kompos didapat dari dedaunan layu dan abu sekam. Pupuk kandang diperoleh dari kotoran ayam, kotoran kerbau, kotoran kambing, kotoran sapi, kotoran kelinci, dan lain sebagainya. Setelah semua bahan terkumpul, campur tanah dengan pupuk organik dengan takaran 1:1. Setelah tanah dan pupuk tercampur rata, masukkan ke dalam pot dan siram dengan air agar kelembaban media tanam terjaga. Kini media tanam sudah siap ditanami benih paprika. 

2. Pemilihan dan Penanaman Benih

Penyeleksian benih secara tepat menentukan keberhasilan budidaya paprika. Benih yang berkualitas lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Benih paprika dapat diperoleh dari biji paprika. Benih paprika dapat juga dibeli di toko rtanian. Biasa benih paprika yang dijual di toko pertanian merupakan hasil seleksi sehingga kualitasnya lebih terjamin. Anda juga dapat membeli benih paprika secara online.

Setelah benih diperoleh, rendam benih dengan air bersuhu sekitar 45 derajat celsius selama kurang lebih 10 menit agar benih steril dari hama dan penyakit yang menempel. Benih yang baik akan tenggelam saat direndam. Pilih benih yang tenggelam tersebut untuk ditanam dalam media tanam. Setelah direndam selama 10 menit, benih kemudian diangin-anginkan hingga kering. Setelah itu benih dapat langsung ditanam di pot yang sudah disiapkan sebelumnya. Untuk menanam, buat lubang kurang lebih satu sentimeter menggunakan kayu. Setelah itu masukkan dua butir benih pada setiap lubang dan kemudian timbun dengan tanah dan kemudian siram dengan air.

3. Pemeliharaan

Benih paprika akan mulai berkecambah kurang lebih lima hari setelah tanam. Setelah berkecambah, lakukan perawatan secara optimal hingga panen. Beberapa hal yang sebaiknya dilakukan agar benih dapat tumbuh dan berkembang dengan cepat antara lain pemupukan susulan, penyiraman secara teratur, penyiangan dan penanggulangan hama dan penyakit.

a. Pemupukan susulan

Pemupukan susulan dilakukan sekitar satu minggu setelah tanam. Lakukan pemupukan lagi dua minggu sekali. Pupuk yang digunakan merupakan pupuk organik, pupuk kompos cair dan pupuk kandang. 

Pupuk kompos cair dapat dibuat secara sederhana dari buah-buahan yang sudah matang atau busuk, gula pasir, dan air putih. Semua bahan itu diblender atau ditumbuk sampai halus kemudian dimasukkan ke dalam ember lalu ditutup rapat. Simpan di tempat yang sejuk yang terhindar dari sinar matahari langsung. Diamkan selama 15 hari hingga siap digunakan sebagai pupuk kompos cair. Lubangi tanah di sekitar tanaman menggunakan kayu dan kemudian siram dengan pupuk itu. Gunakan dosis sesuai kebutuhan.

Untuk memupuk dengan pupuk kandang, buat lubang-lubang sedalam 2 cm di sekitar tanaman menggunakan kayu. Masukkan pupuk kandang ke lubang itu dan timbun dengan tanah. Siram dengan air agar tanah tetap lembab.

b. Penyiraman

Untuk menjaga kelembaban tanah, lakukan penyiraman secara teratur Pada musim hujan, lakukan penyiraman satu kali sehari pada pagi atau sore. Pada musim kemarau, lakukan penyiraman dua kali sehari pada pagi dan sore hari.

c. Penyulaman

Penyulaman dilakukan satu minggu setelah tanam. Lakukan penyulaman jika benih layu atau terserang penyakit. Ganti dengan benih baru yang lebih baik. Manfaat penyulaman di antaranya agar hama dan penyakit tidak menyebar ke tanaman lain.

d. Penyiangan

Lakukan penyiangan bersamaan dengan penyiraman. Basmilah ta naman liar (gulma) yang tumbuh di sekitar pot. Penyiangan perlu dilakukan sesering mungkin karena tanaman liar ikut menyerap unsur hara sehingga membuat tanaman paprika terganggu pertumbuhannya.

4. Penanggulangan Hama dan Penyakit

Pencegahan serangan hama dan penyakit dimulai sejak seleksi benih. Pastikan bahwa benih yang akan kita tanam adalah benih yang berkualitas karena lebih tahan atas serangan hama dan penyakit. Jika tanaman terserang hama dan penyakit, segera lakukan penanggulangan secara cepat dan tepat. Jika tidak maka kita akan gagal panen.

a. Hama

Penggerek daun

Hama ini menyerang daun, menyebabkan daun menjadi berwarna putih keabu-abuan.

  • Indikasi: Daun yang terserang hama ini terlihat berwarna putih keabu-abuan dan melinting
  • Pengendalian: Petik daun yang terserang kemudian semprot dengan pestisida organik yang berupa larutan minyak cengkeh, air tembakau,bawang putih, minyak sereh.

Ulat daun

Hama ini menyerang daun, mengakibatkan kerusakan parah bila tidak dapat segera diatasi. Tanaman dapat mati karenanya.

  • Indikasi: Daun berlubang-lubang, bahkan habis dimakan ulat. 
  • Pengendalian : Petik daun yang terserang. Kumpulkan ulatnya dan binasakan. Setelah itu semprot dengan pestisida organik.

Lembing

Hama Epilachma Sparsa ini menyerang daun. Jika tidak ditanggulangi secara tepat dan tepat maka daun akan habis yang mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan tanaman.

  • Indikasi: Daun menjadi tidak beraturan bentuknya karena bekas gigitan. Lama-lama daunnya akan habis.
  • Pengendalian: Petik daun atau bagian tanaman yang terserang kemudian semprot tanaman menggunakan pestisida organik.

Lalat buah

Hama ini menyerang buah sehingga jika tidak ditanggulangi secara cepat dan tepat maka akan mengakibatkan gagal panen.

  • Indikasi: Buah paprika berlubang-lubang kecil, berwarna cokelat kehitaman. Jika dibelah maka akan ditemukan belatung di dalamnya.
  • Pengendalian: Segera petik buah paprika yang terserang hama kemudian semprot dengan pestisida organik.

Kumbang kecil

Hama ini mengganggu pertumbuhan tanaman paprika seperti halnya ulat hijau. Hama ini juga menyerang daun.

  • Indikasi: Tanaman terlihat kurang segar, terdapat lubang-lubang kecil didaunnya
  • Pengendalian: Kumpulkan kumbangnya dan musnahkan. Petik daun yang terserang hama ini kemudian semprot tanaman dengan pestisida organik secara teratur pagi atau sore hari.

b. Penyakit

Busuk daun

Penyakit ini disebabkan jamur phytophthora infestans yang menyerangbpangkal buah hingga daun. 

  • Indikasi: Tanaman yang terserang penyakit ini bebercak hitam pada pangkal buah dan daun.
  • Pengendalian: Segera semprot dengan pestisida organik.

Layu

Penyakit ini disebabkan jamur yang menyerang akar.

  • Indikasi: Tanaman terlihat layu pada siang hari, terutama saat terkena sinar matahari. Dapat mengakibatkan kematian tanaman.
  • Pengendalian: Segera cabut dan bakar tanaman yang terserang. Ganti dengan bibit yang baru.

Black spot

Penyakit ini menyerang daun, mengakibatkan rontok. 

  • Indikasi: Bagian permukaan daun bebercak hitam. Daun kemudian menguning dan akhirnya rontok
  • Pengendalian: Segera petik daun yang terserang penyakit kemudian semprot dengan pestisida organik. Bila perlu lakukan penyulaman.

Kapang daun

Penyakit ini disebabkan jamur Cladosporum fulvus cke yang menyerang daun

  • Indikasi: Seluruh permukaan daun dipenuhi spora berwarna cokelat. 
  • Pengendalian : Semprot secara teratur menggunakan pestisida organik.

5. Panen

a. Tanaman paprika mulai dapat panen 3,5 bulan setelah tanam

b. Pemanenan dilakukan pada pagi atau sore hari memetik buah paprika hingga putus dari tangkainya.

6. Pengolahan Hasil Panen

Hasil panen paprika organik dapat dikonsumsi sendiri atau dijual tergantung kebutuhan. Paprika organik biasa digunakan untuk bahan tambahan sayur. 

Comments

Edukasi Terpopuler

Connect With Us

Copyright @ 2020 beginisob.com, All right reserved