Skip to main content

Bahan Kertas Dapat Dibuat Menjadi Kemasan Minuman Instan dengan Cara Apa? Penjelasan Pelapisan Anti Air + Contoh Soal

Diperbarui: 7 Desember 2025

Ringkasan cepat:

  • Secara teknis, bahan kertas dapat dibuat menjadi kemasan minuman instan (misalnya sachet minuman serbuk atau cup kertas) dengan cara melapisi bagian dalam kertas dengan bahan kedap air/anti lembap (wax, plastik food grade, PE, dll.), kemudian dibentuk (dilipat dan direkatkan).
  • Pada industri, paper cup dan banyak kemasan kertas makanan/minuman memakai lapisan plastik PE atau lilin di sisi dalam agar kertas tidak menyerap air sehingga kemasan tidak bocor.0
  • Di buku pelajaran IPA/Prakarya, soal “bahan kertas dapat dibuat menjadi kemasan minuman instan dengan cara …” biasanya menguji konsep mengubah sifat bahan (kertas yang semula menyerap air menjadi lebih kedap air lewat pelapisan).
  • Jawaban konsep yang benar: melapisi bagian dalam kertas dengan bahan antiair (mis. lilin atau plastik food grade). Menambah lem atau menumpuk lapisan kertas saja tidak cukup membuatnya kedap air.
  • Bagi muslim, bahan pelapis (wax, plastik, lem) perlu dipastikan aman dan halal bila bersentuhan langsung dengan minuman, serta sebisa mungkin tidak berlebihan merusak lingkungan.

Daftar isi

Kapan soal “bahan kertas jadi kemasan minuman instan” muncul?

Kalimat “bahan kertas dapat dibuat menjadi kemasan minuman instan dengan cara …” biasanya muncul di:

  • Soal IPA atau Prakarya SMP tentang perubahan sifat bahan dan teknologi pengemasan.
  • Latihan ujian sekolah saat membahas pengolahan bahan alam dan pemanfaatan limbah kertas.
  • Materi kewirausahaan untuk menjelaskan kenapa banyak kemasan makanan/minuman sekarang memakai kertas yang dilapisi bahan tertentu.

Jadi, selain untuk jawab soal pilihan ganda, pemahaman ini juga berguna untuk UMKM makanan/minuman, terutama yang ingin beralih ke kemasan kertas yang lebih ramah lingkungan.

Apa itu kemasan kertas untuk minuman instan?

Kemasan kertas untuk minuman instan adalah kemasan yang bahan utamanya kertas/karton, tapi telah dimodifikasi supaya cocok untuk menyimpan minuman atau bubuk minuman, misalnya:

  • Paper cup untuk kopi/teh panas: kertas di luar, bagian dalam dilapisi plastik PE atau lilin agar kedap air.
  • Standing pouch kertas untuk bubuk minuman instan: luar kertas kraft, dalamnya dilapisi foil atau plastik agar tahan lembap.
  • Kertas lilin (wax paper) atau kertas tahan minyak, yang permukaannya dilapisi lilin/parafin sehingga tidak mudah ditembus air/minyak.

Tanpa pelapisan seperti ini, kertas biasa akan menyerap air dan mudah bocor atau sobek, sehingga tidak cocok langsung untuk kemasan minuman.

Syarat bahan kertas supaya bisa jadi kemasan minuman instan

Agar kertas bisa digunakan sebagai kemasan minuman atau bubuk minuman instan, secara umum harus memenuhi beberapa syarat:

  1. Cukup kuat
    • Gramatur (ketebalan) kertas harus cukup agar tidak mudah sobek saat diisi, dipegang, dan ditumpuk.4
  2. Tahan lembap dan (idealnya) kedap air
    • Sifat alami kertas adalah menyerap air. Supaya bisa dipakai untuk minuman, bagian dalamnya perlu diberi lapisan anti air seperti lilin, PE, atau kombinasi kertas–foil–plastik (contoh: Tetra Pak).
  3. Aman dan halal untuk kontak pangan
    • Tinta, lem, dan lapisan pelindung harus food grade dan tidak mengandung zat haram bila bersentuhan langsung dengan minuman (misalnya lemak hewani yang tidak jelas asalnya).
  4. Sebisa mungkin ramah lingkungan
    • Walau memakai lapisan plastik, porsi plastik sebaiknya seminimal mungkin, dan desainnya dipikirkan agar tetap bisa didaur ulang atau setidaknya mengurangi sampah plastik murni.

Cara membuat kertas menjadi kemasan minuman instan (secara konsep)

Secara konsep (disederhanakan untuk pelajaran sekolah), prosesnya seperti ini:

  1. Memilih jenis kertas yang tepat
    • Misalnya: kraft paper, karton makanan, atau kertas khusus kemasan yang cukup tebal dan kuat.
  2. Melapisi bagian dalam kertas dengan bahan antiair
    • Bisa dengan pelapisan lilin (kertas lilin), plastik PE, atau kombinasi lain yang membuat permukaan dalam tahan air dan lembap.
  3. Mencetak dan memotong pola kemasan
    • Kertas yang sudah dilapisi kemudian dicetak desain kemasan (logo, petunjuk seduh, komposisi), lalu dipotong sesuai pola sachet/cup/pouch.
  4. Melipat dan merekatkan
    • Kertas dilipat mengikuti pola dan direkatkan dengan lem food grade atau pemanas (heat sealing) pada bagian sambungan.
  5. Diisi produk dan ditutup rapat
    • Sachet diisi bubuk minuman, atau cup disiapkan untuk diisi minuman panas/dingin, lalu ditutup rapat supaya higienis.

Dari langkah di atas, inti jawaban soal sekolah biasanya menyoroti langkah nomor 2: melapisi bagian dalam kertas dengan bahan antiair, karena di situlah sifat kertas diubah.

Contoh soal “bahan kertas …” + kunci dan tabel analisis jawaban

Salah satu bentuk soal yang sering muncul:

Soal: Bahan kertas dapat dibuat menjadi kemasan minuman instan dengan cara …

  1. melapisi bagian dalam dengan bahan antiair
  2. memperbanyak lem dalam pembuatan kertas
  3. menambahkan materi plastik dalam mencetak kertas
  4. menggunakan beberapa lapis kertas yang agak tebal

Kunci jawaban konseptual: (a) melapisi bagian dalam dengan bahan antiair.

Alasannya: tujuan utamanya adalah mengubah kertas yang mudah menyerap air menjadi tahan air di sisi yang bersentuhan dengan minuman. Hal itu langsung tercapai dengan melapisi bagian dalam dengan bahan yang kedap air.

Tabel analisis pilihan jawaban

Pilihan Pernyataan Benar/Salah Alasan
a Melapisi bagian dalam dengan bahan antiair Benar Pelapisan (coating) dengan lilin, PE, atau bahan lain membuat permukaan dalam kertas jadi kedap air. Ini yang dilakukan pada paper cup dan beberapa kemasan kertas makanan/minuman.
b Memperbanyak lem dalam pembuatan kertas Salah Menambah lem dalam struktur kertas tidak otomatis membuat kertas kedap air. Kalau pun sedikit lebih kuat, kertas tetap mudah menyerap air dan rusak.
c Menambahkan materi plastik dalam mencetak kertas Kurang tepat Kalimatnya tidak jelas. Plastik yang dicampur ke dalam massa kertas bukan cara umum. Yang tepat adalah melapisi permukaan, bukan sekadar “menambahkan plastik saat mencetak”.
d Menggunakan beberapa lapis kertas agak tebal Salah Menumpuk beberapa lapis kertas hanya menambah ketebalan dan kekuatan, tapi sifat dasar kertas yang menyerap air tetap ada. Jadi tetap mudah basah dan bocor.

Dengan tabel seperti ini, siswa bisa memahami kenapa satu jawaban benar dan yang lain salah, bukan hanya menghafal huruf opsi.

Tips belajar dan praktik sederhana di rumah/sekolah

  1. Praktik kecil: bandingkan kertas biasa dan kertas berlapis
    • Ambil dua lembar kertas: satu dibiarkan biasa, satu lagi lapisi tipis dengan lilin (misalnya sisa lilin yang dilelehkan dan dioles rata).
    • Teteskan air di atas keduanya dan amati: kertas biasa cepat menyerap/robek, kertas berlapis lilin cenderung lebih tahan.
  2. Perhatikan kemasan di rumah
    • Lihat bagian dalam paper cup, kotak susu, atau standing pouch kertas. Biasanya ada lapisan plastik/foil yang menempel di sisi dalam.
  3. Hubungkan dengan konsep IPA
    • Catat: bahan dasar sama (kertas), tapi sifatnya berubah karena diberi perlakuan fisik/kimia berupa pelapisan.
  4. Dari sisi syariat
    • Biasakan memperhatikan label halal dan keamanan pangan di kemasan minuman. Bahan pelapis dan tintanya pun seharusnya aman dan tidak mengandung unsur haram.

Risiko & keterbatasan kemasan kertas untuk minuman

Walaupun populer dan lebih ramah lingkungan daripada plastik murni, kemasan kertas juga punya keterbatasan:

  • Tidak tahan air tanpa pelapis – kertas polos sangat mudah rusak oleh air.
  • Masalah daur ulang – saat kertas dilapisi plastik atau lilin, proses daur ulangnya lebih sulit dibanding kertas polos biasa.
  • Tidak cocok untuk semua jenis minuman – minuman yang sangat panas, berminyak, atau butuh masa simpan sangat lama sering lebih cocok pakai kombinasi kertas–foil–plastik khusus.
  • Resiko kualitas pelapis – pelapis yang buruk bisa terkelupas atau ikut larut kalau terkena suhu yang tidak sesuai spesifikasi.

Dari sisi Islam, produsen muslim sebaiknya menjaga amanah dengan memilih bahan yang:

  • Jelas halal dan thayyib (baik, aman, tidak berbahaya).
  • Tidak mengandung unsur menipu (misalnya klaim “eco-friendly” padahal sangat sulit didaur ulang).

FAQ singkat tentang kemasan kertas minuman instan

1. Bahan kertas dapat dibuat menjadi kemasan minuman instan dengan cara apa?

Secara konsep, dengan cara melapisi bagian dalam kertas dengan bahan antiair (wax, plastik food grade seperti PE, dan sejenisnya), lalu kertas dilipat dan direkatkan menjadi bentuk kemasan (sachet, cup, atau pouch). Inilah yang mengubah kertas dari mudah menyerap air menjadi relatif kedap air di sisi yang bersentuhan dengan minuman.

2. Mengapa tidak cukup memakai beberapa lapis kertas yang tebal saja?

Menambah lapisan hanya membuat kemasan lebih tebal dan kuat, tetapi sifat dasar kertas yang menyerap air tidak hilang. Air tetap akan meresap ke dalam dan merusak struktur kertas, sehingga tetap berisiko bocor.

3. Contoh bahan pelapis antiair apa yang sering dipakai?

Contoh umum adalah lilin (wax), parafin, dan plastik PE (polyethylene) yang dilaminasi di bagian dalam kertas. Bahan-bahan ini membuat permukaan dalam menjadi tahan air dan minyak, cocok untuk makanan/minuman.13

4. Apakah kemasan kertas minuman selalu lebih ramah lingkungan?

Relatif lebih ramah lingkungan karena mengurangi volume plastik murni, tetapi kalau lapisan plastik/lilinnya tebal dan sulit dipisahkan, proses daur ulang tetap menantang. Jadi “ramah lingkungan” tidak hanya dilihat dari bahannya, tetapi juga dari sistem pengelolaan sampahnya.

5. Dari sisi halal, apa yang perlu diperhatikan?

Perhatikan bahwa kemasan yang menyentuh langsung minuman sebaiknya memakai bahan pelapis, lem, dan tinta yang food grade dan halal. Hindari bahan yang asal-usul lemaknya tidak jelas atau ada kandungan alkohol tinggi yang tidak dibenarkan syariat untuk penggunaan seperti itu.

Baca juga di Beginisob.com

Comments

Edukasi Terpopuler

Connect With Us

Copyright @ 2023 beginisob.com, All right reserved