Skip to main content

Cara Melaporkan Penerima Bansos Tidak Tepat Sasaran 2025 lewat Aplikasi Cek Bansos dan Layanan Resmi Kemensos

Diperbarui: 2 Desember 2025

Ringkasan cepat:

  • Kasus viral penerima bansos di Bogor yang punya rumah dan mobil mewah membuat warganet heboh dan mempertanyakan data bansos yang salah sasaran. 
  • Di saat yang sama, Menteri Sosial dan lembaga lain mengakui bahwa hingga sekitar 45% bansos 2025 masih berisiko tidak tepat sasaran sehingga perlu perbaikan data dan mekanisme pengawasan. 
  • Dari sisi pencarian Google Indonesia, frasa seperti “bansos salah sasaran”, “cara melaporkan penerima bansos tidak tepat sasaran”, dan “lapor bansos online” melonjak tajam karena masyarakat ingin tahu cara resmi menyampaikan pengaduan. 
  • Secara resmi, pengaduan bisa disampaikan lewat aplikasi Cek Bansos Kemensos, situs cekbansos.kemensos.go.id, kanal SP4N LAPOR! (lapor.go.id), dan jalur offline ke RT/RW, kelurahan, dan Dinas Sosial. 3
  • Artikel ini menjelaskan kapan perlu melapor, apa dasar hukumnya, syarat & etika melapor agar tidak jadi fitnah, langkah teknis lapor bansos salah sasaran 2025, serta risikonya kalau masyarakat diam saja, semuanya disajikan dengan sudut pandang pendidikan kewarganegaraan dan syariat Islam (manhaj salaf).

Daftar isi

  1. Kapan perlu melaporkan bansos salah sasaran?
  2. Apa itu bansos tepat sasaran menurut aturan Kemensos?
  3. Syarat dan etika melaporkan penerima bansos yang dinilai tidak layak
  4. Langkah-langkah lapor bansos tidak tepat sasaran 2025 (aplikasi, website, dan offline)
  5. Tips agar laporan bansos kamu lebih cepat ditindaklanjuti
  6. Risiko jika bansos salah sasaran dibiarkan
  7. FAQ: Pertanyaan umum tentang lapor bansos tidak tepat sasaran
  8. Baca juga di Beginisob.com

Kapan perlu melaporkan bansos salah sasaran?

Kasus di Bogor yang viral beberapa hari lalu memperlihatkan stiker “keluarga miskin penerima bansos” menempel di rumah yang tampak mewah dan punya mobil di garasi. Setelah viral, Pemkab Bogor turun tangan dan akhirnya status penerima bansos tersebut dicabut. 

Secara umum, kamu perlu mempertimbangkan melapor kalau:

  • Di lingkunganmu ada keluarga penerima bansos yang secara nyata lebih mampu daripada tetangga lain (rumah mewah, kendaraan banyak, usaha besar) sementara banyak tetangga miskin tak pernah dapat bantuan.
  • Kamu menemukan data penerima di cekbansos.kemensos.go.id yang jelas-jelas tidak sesuai kenyataan di lapangan. 
  • Nominal bansos rutin cair, tetapi tidak pernah sampai kepada nama yang tercantum (misalnya ada oknum yang memotong atau menguasai). 
  • Kamu sendiri seharusnya memenuhi kriteria miskin/rentan, tapi namamu tidak ada di daftar penerima, sedangkan tetangga yang lebih mampu justru dapat.

Dalam Islam, melaporkan kezhaliman dan kecurangan (misalnya mengambil hak fakir miskin) adalah bagian dari amar ma’ruf nahi munkar, selama:

  • niatnya memperbaiki, bukan sekadar dendam atau iri;
  • caranya melalui jalur resmi, bukan fitnah liar di media sosial;
  • informasi yang disampaikan akurat dan bisa dipertanggungjawabkan.

Apa itu bansos tepat sasaran menurut aturan Kemensos?

Sebelum melapor, penting memahami dulu siapa yang memang berhak menerima bansos.

1. Definisi bansos menurut Permensos

Menurut Peraturan Menteri Sosial Nomor 1 Tahun 2019, bantuan sosial adalah bantuan berupa uang, barang, atau jasa kepada seseorang/keluarga/kelompok/masyarakat yang miskin, tidak mampu, dan/atau rentan terhadap risiko sosial

2. Kriteria umum penerima bansos

Ringkasnya, penerima bansos biasanya harus memenuhi beberapa kriteria, misalnya: 

  • pendapatan sangat rendah dan tidak cukup untuk kebutuhan dasar;
  • tidak punya aset produktif yang memadai (tanah luas, usaha besar, kendaraan mewah, dll.);
  • masuk dalam kategori fakir miskin atau keluarga miskin dalam data Kemensos;
  • mengalami masalah kesejahteraan (lansia terlantar, disabilitas berat, dsb.).

Kalau profil penerima jelas bertentangan dengan kriteria di atas (hidup serba cukup, usaha besar, gaya hidup mewah), wajar bila muncul dugaan bansos salah sasaran.

3. Kenapa bansos salah sasaran bisa terjadi?

Dari berbagai laporan resmi, beberapa penyebab umum bansos salah sasaran antara lain: 

  • data DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) tidak cepat diperbarui ketika kondisi ekonomi keluarga berubah;
  • pendataan awal kurang teliti atau kurang melibatkan tokoh lokal yang jujur;
  • kurangnya pengawasan, sehingga penerima yang sudah mampu tidak segera dicoret;
  • kurangnya partisipasi masyarakat untuk melapor jika melihat ketidaksesuaian.

Syarat dan etika melaporkan penerima bansos yang dinilai tidak layak

Melapor bansos salah sasaran itu penting, tapi tidak boleh sembarangan. Dari sisi aturan negara dan syariat, beberapa hal ini wajib diperhatikan:

  • Punya dasar yang kuat
    • Sudah melihat langsung kondisi penerima (bukan cuma katanya-katanya).
    • Kalau bisa, punya bukti foto/video dan data identitas dasar penerima.
  • Tidak asal sebar di media sosial
    • Hindari menyebarkan nama & wajah orang tanpa sensor ke publik sebelum ada klarifikasi resmi.
    • Lebih baik gunakan jalur pengaduan resmi dulu.
  • Niat membantu hak fakir miskin
    • Melaporkan agar hak orang miskin tidak diambil oleh yang mampu.
    • Bukan sekadar iri karena tetangga mendapat, sementara kita tidak.
  • Jaga adab Islami
    • Hindari kata-kata kasar, makian, dan tuduhan tanpa bukti.
    • Ingat bahwa ghibah & fitnah tetap dosa, meskipun objeknya orang kaya.

Langkah-langkah lapor bansos tidak tepat sasaran 2025 (aplikasi, website, dan offline)

Berikut panduan teknis yang bisa kamu ikuti jika menemukan bansos tidak tepat sasaran. Sebaiknya mulai dari kanal resmi Kemensos, lalu dukung dengan laporan ke pemerintah daerah.

1. Cek dulu data penerima lewat situs Cek Bansos

  1. Buka situs resmi cekbansos.kemensos.go.id.
  2. Pilih provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa/kelurahan.
  3. Masukkan nama lengkap penerima sesuai KTP.
  4. Ketik kode captcha yang muncul, lalu klik CARI DATA.
  5. Cocokkan apakah nama tersebut benar tercatat sebagai penerima bansos (PKH, BPNT, dll.).

Langkah ini membantu memastikan bahwa kasus yang kamu lihat memang terkait dengan program bansos resmi Kemensos.

2. Cara melaporkan bansos tidak tepat sasaran lewat aplikasi Cek Bansos

Banyak panduan resmi menyarankan pengaduan melalui aplikasi Cek Bansos dari Kemensos.

  1. Unduh aplikasi Cek Bansos dari pengembang resmi Kementerian Sosial (cek nama developer-nya).
  2. Buat akun dengan NIK KTP, nama, nomor HP, dan alamat email yang aktif.
  3. Login ke aplikasi, pilih menu “Cek Bansos” untuk melihat daftar penerima di wilayahmu.
  4. Cari nama penerima yang kamu anggap tidak layak.
  5. Pilih fitur “Usul/Sanggah” atau menu pengaduan (namanya bisa sedikit berbeda, tetapi intinya untuk menyanggah data).
  6. Isi formulir sanggahan:
    • pilih alasan “tidak layak menerima” atau sejenisnya,
    • jelaskan kondisi nyata (misalnya punya mobil x, rumah dua lantai, usaha toko besar, dll.),
    • unggah bukti foto jika diminta.
  7. Kirim laporan dan simpan nomor tiket atau bukti pengaduan jika tersedia.

3. Cara lapor bansos salah sasaran lewat SP4N LAPOR! (lapor.go.id)

Selain ke Kemensos, kamu juga bisa melapor melalui sistem pengaduan nasional SP4N LAPOR!.

  1. Buka lapor.go.id atau aplikasi LAPOR! di HP.
  2. Buat akun atau login bila sudah punya.
  3. Klik Buat Laporan, pilih Kementerian Sosial atau pemerintah daerah terkait.
  4. Tulis laporan singkat dan jelas:
    • identitas penerima (nama, alamat lengkap),
    • jenis bansos yang diterima,
    • alasan kenapa dinilai tidak layak (kondisi ekonomi, aset, dll.),
    • lampirkan bukti foto bila perlu.
  5. Pilih kategori pengaduan yang sesuai (misalnya bansos tidak tepat sasaran).
  6. Kirim, lalu pantau perkembangan laporan di dashboard akunmu.

4. Lapor langsung ke RT/RW, kelurahan, dan Dinas Sosial setempat

Di banyak kasus, laporan lokal justru lebih cepat ditindaklanjuti karena:

  • RT/RW dan kelurahan bisa melakukan verifikasi langsung ke lapangan;
  • mereka punya akses ke operator data DTKS di kecamatan atau dinas sosial.

Langkah yang bisa kamu lakukan:

  1. Temui ketua RT/RW, paparkan temuanmu dengan adab dan bahasa sopan.
  2. Bawa bukti pendukung (foto rumah, kondisi ekonomi, keterangan tetangga, dll.).
  3. Minta agar dilakukan musyawarah RT/RW atau berita acara pengusulan perubahan data.
  4. Jika perlu, ajukan surat tertulis ke kelurahan/dinas sosial (gunakan format resmi, singkat, dan jelas).

Tips agar laporan bansos kamu lebih cepat ditindaklanjuti

  • Jangan anonim jika memungkinkan

    Laporan dengan identitas jelas biasanya lebih dipercaya daripada akun anonim. Kalau khawatir, kamu bisa minta identitas dirahasiakan di ruang publik, tapi tetap dikenali oleh petugas.

  • Fokus pada fakta, bukan emosi

    Hindari kalimat seperti “pokoknya dia sombong” atau “dia nyebelin”; ganti dengan data: “punya 2 mobil, 1 ruko, dan penghasilan stabil, sementara masih terdaftar sebagai penerima PKH”.

  • Simpan semua bukti

    Screenshoot daftar penerima, foto stiker, foto rumah, dan bukti percakapan resmi dengan petugas simpan baik-baik.

  • Ikuti alur dengan sabar

    Verifikasi lapangan butuh waktu. Daripada marah-marah di media sosial, lebih baik sesekali follow up via kanal resmi (aplikasi, call center, atau kantor dinas sosial).

  • Jaga keamanan diri

    Jika kasusnya sensitif dan berpotensi konflik, hindari konfrontasi langsung dengan penerima; arahkan komunikasi lewat aparat setempat (RT/RW, kelurahan, Babinsa/Bhabinkamtibmas jika perlu).

Risiko jika bansos salah sasaran dibiarkan

Kalau masyarakat diam saja melihat bansos salah sasaran, akibat jangka panjangnya bisa cukup serius:

  • Risiko sosial dan moral
    • Rasa ketidakadilan meluas; orang miskin merasa ditinggalkan.
    • Kepercayaan kepada pemerintah turun.
    • Anak-anak belajar bahwa “asal punya koneksi, bantuan bisa dimanipulasi”.
  • Risiko ekonomi
    • Ratusan triliun rupiah anggaran negara tidak mengenai sasaran, sebagaimana beberapa laporan tentang besarnya kebocoran bansos salah sasaran.
    • Program pengentasan kemiskinan jadi tidak efektif.
  • Risiko keagamaan
    • Orang yang sengaja memanfaatkan bansos padahal sudah mampu memakan hak fakir miskin; dalam syariat ini termasuk kezaliman.
    • Orang yang melihat kemungkaran tapi tidak berusaha melaporkan padahal mampu, ikut memikul dosa karena membiarkan ketidakadilan.

FAQ: Pertanyaan umum tentang lapor bansos tidak tepat sasaran

1. Apa keyword utama artikel ini dan kenapa dipilih?

Keyword utama artikel ini adalah “cara melaporkan penerima bansos tidak tepat sasaran”. Frasa ini muncul di banyak artikel panduan besar (Detik, Jawapos, dan portal pengaduan lain), dan sedang naik volumenya di Indonesia karena beberapa kasus viral bansos salah sasaran dan pernyataan resmi pemerintah soal pembenahan data bansos.

2. Kalau saya melapor, apakah identitas saya pasti aman?

Umumnya, kanal resmi seperti aplikasi Cek Bansos dan SP4N LAPOR! menyimpan identitas pelapor secara tertutup dan hanya digunakan untuk proses verifikasi internal. Namun, tetap ada kemungkinan pihak lokal mengetahui siapa yang melapor, misalnya saat verifikasi lapangan. Karena itu, sampaikan laporan dengan bahasa santun dan siapkan penjelasan faktual bila diminta klarifikasi.

3. Apakah melaporkan bansos salah sasaran itu termasuk ghibah?

Kalau tujuannya mencari solusi melalui jalur resmi, bukan untuk menjatuhkan kehormatan orang di depan umum, banyak ulama menjelaskan bahwa pengaduan kepada pihak berwenang tidak termasuk ghibah yang diharamkan, karena masuk dalam bab tazallum (melaporkan kezhaliman) dan nashihah (nasihat untuk kemaslahatan). Yang jadi ghibah adalah ketika aib orang disebar ke publik tanpa kebutuhan syar’i dan tanpa jalur yang benar.

4. Bagaimana kalau ternyata saya salah menilai dan orang itu memang masih layak menerima bansos?

Tenang, sistem verifikasi Kemensos dan pemerintah daerah tidak akan langsung mencabut bantuan hanya dari satu laporan. Mereka akan cek data dan kondisi lapangan. Kalau ternyata laporan kita salah, namanya tetap bisa dipertahankan. Kuncinya: sampaikan laporan dengan kalimat “menurut pengamatan saya, mohon dicek kembali”, bukan dengan vonis mutlak.

5. Apakah saya bisa mengusulkan keluarga miskin yang belum dapat bansos?

Bisa. Di aplikasi Cek Bansos biasanya ada fitur “usul penerima” selain “sanggah”. Kamu bisa mengajukan keluarga yang menurutmu layak, lalu petugas akan melakukan verifikasi sebelum memasukkan ke DTKS. Selain itu, usulan juga bisa lewat musyawarah desa/kelurahan dan RT/RW setempat.

Baca juga di Beginisob.com

Comments

Edukasi Terpopuler

Connect With Us

Copyright @ 2023 beginisob.com, All right reserved