Diperbarui: 29 November 2025
Ringkasan cepat:
- Pancasila sebagai ideologi negara artinya Pancasila menjadi sistem nilai dan cita-cita yang menuntun cara menata negara, masyarakat, dan hubungan antarwarga, bukan sekadar lambang.
- Pancasila juga menjadi dasar negara dan sumber dari segala sumber hukum, sebagaimana tercermin dalam Pembukaan UUD 1945 dan dijelaskan dalam berbagai kajian konstitusi dan perundang-undangan.
- Di era digital, nilai Pancasila menghadapi tantangan baru: hoaks, ujaran kebencian, polarisasi, budaya hedonis, tapi sekaligus membuka peluang untuk gotong royong digital, edukasi kebangsaan, dan dakwah yang lebih luas.
- Penerapan Pancasila di era digital bagi pelajar dan generasi muda tampak pada cara beragama dengan santun, menghargai perbedaan, bermusyawarah, dan bersikap adil dalam interaksi online maupun offline.
- Dari sudut pandang Islam, nilai Pancasila yang menekankan ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sejalan dengan banyak prinsip syariat selama tidak dipahami untuk melegalkan kemaksiatan atau menolak hukum Allah.
Daftar isi
- Kapan materi Pancasila sebagai ideologi negara penting dipahami?
- Apa pengertian Pancasila sebagai ideologi negara menurut ahli & konstitusi?
- Syarat agar pemahaman Pancasila di era digital tetap lurus dan tidak kebablasan
- Langkah menerapkan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di era digital
- Tips belajar materi Pancasila sebagai ideologi negara untuk tugas sekolah
- Risiko jika Pancasila tidak lagi dijadikan ideologi di era digital
- FAQ: Pertanyaan umum tentang Pancasila sebagai ideologi negara
- Baca juga di Beginisob.com
Kapan materi Pancasila sebagai ideologi negara penting dipahami?
Pembahasan Pancasila sebagai ideologi negara penting bukan cuma menjelang ulangan PPKn, tetapi terutama ketika:
- banyak perdebatan politik dan isu SARA di media sosial yang bisa memecah belah,
- generasi muda lebih akrab dengan konten global dibanding materi kewarganegaraan,
- muncul konten yang terang-terangan merendahkan simbol negara, melecehkan agama, atau menyebar kebencian,
- nilai kekeluargaan, sopan santun, dan gotong royong mulai tergeser oleh budaya individualis dan hedonis.
Memahami Pancasila sebagai ideologi membantu pelajar melihat bahwa kebebasan digital harus tetap diarahkan oleh nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial.
Apa pengertian Pancasila sebagai ideologi negara menurut ahli & konstitusi?
1. Pengertian ideologi secara umum
Secara sederhana, ideologi adalah kumpulan gagasan, nilai, dan cita-cita yang menjadi dasar cara suatu masyarakat atau negara mengatur kehidupan politik, ekonomi, sosial, dan budaya.
2. Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara
Pancasila memiliki kedudukan ganda:
- Sebagai dasar negara: termuat dalam Pembukaan UUD 1945 alinea keempat dan menjadi sumber dari segala sumber hukum di Indonesia.
- Sebagai ideologi negara: Pancasila menjadi visi dan nilai dasar yang menuntun bagaimana negara dijalankan, bagaimana kekuasaan dibatasi, dan bagaimana hubungan antarwarga dibangun.
Beberapa kajian menyebut Pancasila sebagai ideologi nasional sekaligus filsafat bangsa, karena merangkum pandangan hidup bangsa Indonesia yang digali dari budaya dan sejarah sendiri.
3. Hubungan Pancasila dengan UUD 1945
Hubungan Pancasila dan UUD 1945 bisa diringkas sebagai berikut:
- Pancasila berasal dari Pembukaan UUD 1945; lima sila dirumuskan di sana.
- Pancasila menjadi cita hukum (rechtsidee) yang menuntun pembentukan aturan di dalam batang tubuh UUD 1945 dan peraturan di bawahnya.
- Semua peraturan perundang-undangan tidak boleh bertentangan dengan nilai Pancasila.
4. Pancasila sebagai ideologi terbuka (namun tetap punya batas)
Banyak ahli menyebut Pancasila sebagai ideologi terbuka: nilai dasarnya tetap, tetapi cara menerapkannya bisa menyesuaikan perkembangan zaman, termasuk era digital.
Bagi seorang muslim, keterbukaan ini dipahami dengan catatan: penyesuaian tersebut tidak boleh melanggar syariat. Artinya, kebebasan berekspresi, berbudaya, dan berteknologi tetap wajib tunduk pada batasan halal–haram yang Allah tetapkan.
Syarat agar pemahaman Pancasila di era digital tetap lurus dan tidak kebablasan
Agar tidak salah memahami Pancasila (misalnya dijadikan pembenaran bebas sebebas-bebasnya), perlu beberapa syarat:
- Memahami sumber resmi: Pembukaan UUD 1945, pasal-pasal UUD, dan penjelasan akademik yang diakui, bukan hanya meme atau potongan quote di media sosial.
- Memahami bahwa Pancasila bukan agama: Pancasila adalah dasar dan ideologi negara; seorang muslim tetap menjadikan Islam sebagai agama dan jalan hidup, sementara Pancasila menjadi kerangka hidup bernegara.
- Menempatkan nilai Pancasila sejalan dengan syariat: misalnya, sila “Ketuhanan Yang Maha Esa” dipahami sebagai kewajiban mentauhidkan Allah bagi muslim, sekaligus menghargai umat lain dalam batas yang syar’i.
- Memahami konteks era digital: tantangan hoaks, cyberbullying, pornografi, intoleransi online, dan sebagainya—kemudian menghubungkannya dengan sila-sila Pancasila.
Langkah menerapkan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di era digital
Berikut contoh penerapan tiap sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di era digital:
1. Sila 1 – Ketuhanan Yang Maha Esa
- Memanfaatkan internet untuk ibadah dan ilmu: kajian online yang lurus, belajar fikih, Qur’an, dan ilmu yang bermanfaat.
- Menghindari konten maksiat (pornografi, perjudian, konten menghina agama) dan tidak ikut menyebarkannya.
- Berbicara di media sosial dengan adab dan rasa takut kepada Allah, tidak asal menghina atau mencaci.
2. Sila 2 – Kemanusiaan yang adil dan beradab
- Tidak melakukan cyberbullying, body shaming, atau menghina fisik/kondisi orang lain.
- Membantu teman yang kesulitan belajar daring, mencari beasiswa, atau butuh informasi, sesuai kemampuan.
- Menjaga privasi orang lain: tidak menyebar foto, video, atau chat pribadi tanpa izin.
3. Sila 3 – Persatuan Indonesia
- Tidak ikut membesar-besarkan isu perpecahan SARA di media sosial.
- Menggunakan platform digital untuk gotong royong: menggalang dana bencana, dukung UMKM lokal, dan kolaborasi positif lintas daerah.
- Bangga dan mempromosikan budaya Indonesia secara positif, bukan malah merendahkannya demi konten.
4. Sila 4 – Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
- Belajar diskusi sehat di grup WA, forum, dan komentar: menyimak, memberi argumen, bukan hanya menghina.
- Ikut musyawarah OSIS, organisasi kampus, atau komunitas secara online dengan adab yang baik.
- Menyaring berita politik dan kebijakan publik dari sumber tepercaya sebelum menyebarkan.
5. Sila 5 – Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
- Mendukung kebijakan yang mengurangi kesenjangan, misalnya program pendidikan gratis, bantuan sosial tepat sasaran, dan pembukaan akses digital ke daerah tertinggal.
- Tidak memanfaatkan perubahan teknologi untuk menipu (scam, phising, jual beli palsu).
- Bagi yang punya ilmu/skill, berbagi tutorial bermanfaat secara gratis atau harga terjangkau untuk membantu orang lain.
Tips belajar materi Pancasila sebagai ideologi negara untuk tugas sekolah
- Tandai kata kunci di buku: “dasar negara”, “ideologi negara”, “sumber dari segala sumber hukum”, “nilai dasar–instrumental–praktis”.
- Buat tabel: Kolom 1 = Sila, Kolom 2 = Makna, Kolom 3 = Contoh di era digital.
- Bandingkan dengan berita aktual: cari berita tentang hoaks, intoleransi, ujaran kebencian → kaitkan dengan sila yang dilanggar.
- Latih diri menjawab soal “jelaskan pengertian… dan berikan contohnya” karena tipe soal itu sering muncul.
- Bagi muslim, hubungkan tiap sila dengan dalil umum tentang tauhid, adab, ukhuwah, musyawarah, dan keadilan supaya lebih mantap di hati.
Risiko jika Pancasila tidak lagi dijadikan ideologi di era digital
- Muncul kekacauan nilai: orang hanya mengejar viral dan “like”, bukan lagi kebenaran dan akhlak.
- Perpecahan sosial karena ujaran kebencian, politik identitas yang berlebihan, dan fanatisme kelompok di media sosial.
- Jati diri bangsa melemah: gotong royong, musyawarah, dan nasionalisme tergeser oleh individualisme dan hedonisme.
- Terbukanya ruang bagi ideologi lain (sekuler murni, ekstrem kiri, ekstrem kanan) yang bisa bertentangan dengan nilai agama dan budaya Indonesia.
- Dari sisi agama, jika kebebasan atas nama “HAM” atau “demokrasi” dipakai untuk melegalkan maksiat, ini menjadi pelanggaran terhadap syariat dan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.
FAQ: Pertanyaan umum tentang Pancasila sebagai ideologi negara
1. Jelaskan pengertian Pancasila sebagai ideologi negara!
Pancasila sebagai ideologi negara berarti Pancasila bukan hanya dasar hukum, tetapi juga sistem nilai, cita-cita, dan pandangan hidup yang menjadi pedoman dalam mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Lima sila Pancasila menuntun bagaimana kekuasaan dijalankan, bagaimana warga negara diperlakukan, dan bagaimana hubungan antarwarga dibangun.
2. Apa perbedaan Pancasila sebagai dasar negara dan sebagai ideologi negara?
Sebagai dasar negara, Pancasila menjadi fondasi hukum dan konstitusional, termuat dalam Pembukaan UUD 1945 dan menjadi sumber dari segala sumber hukum. Sebagai ideologi negara, Pancasila menjadi kerangka nilai dan cita-cita yang menuntun kebijakan, perilaku politik, dan kehidupan sosial agar selaras dengan lima sila.
3. Mengapa Pancasila disebut ideologi terbuka?
Karena Pancasila memiliki nilai dasar yang tetap (ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, keadilan), tetapi cara menerapkannya bisa menyesuaikan perkembangan zaman, termasuk era digital. Namun keterbukaan ini tetap punya batas: tidak boleh dipakai untuk melegalkan perbuatan yang bertentangan dengan nilai dasar tersebut maupun dengan ajaran agama.
4. Sebutkan contoh penerapan Pancasila sebagai ideologi negara di era digital!
Contohnya:
- Menyaring konten dan berita sesuai nilai Ketuhanan dan kemanusiaan.
- Tidak menyebar hoaks dan ujaran kebencian demi menjaga persatuan.
- Berpartisipasi dalam diskusi kebijakan publik secara santun dan berbasis data (musyawarah digital).
- Mendukung program yang membantu pemerataan akses internet dan pendidikan (keadilan sosial).
5. Bagaimana hubungan Pancasila dengan HAM di Indonesia?
Pancasila menjadi sumber nilai HAM di Indonesia: pengakuan martabat manusia, persamaan derajat, kebebasan beragama, dan keadilan sosial digali dari sila-sila Pancasila. Penegakan HAM di Indonesia idealnya selalu mengacu pada nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan.
6. Apakah seorang muslim boleh menjadikan Pancasila sebagai ideologi negara?
Dalam konteks Indonesia, Pancasila diposisikan sebagai dasar dan ideologi negara, bukan sebagai agama baru. Seorang muslim tetap wajib menjadikan Islam sebagai aqidah dan syariat, sementara Pancasila dipahami sebagai kesepakatan kebangsaan yang nilainya banyak selaras dengan prinsip Islam (ketuhanan, keadilan, larangan kezhaliman), selama tidak diartikan untuk menghalalkan hal-hal yang jelas haram.
Baca juga di Beginisob.com
- Penerapan Pancasila sebagai Dasar Negara pada masa Awal Kemerdekaan
- Bagaimana Penerapan Pancasila sebagai Dasar Negara pada masa Awal Kemerdekaan?
- Jelaskan dan Berilah Contoh bahwa Globalisasi merupakan Tantangan bagi Pancasila
- Sebutkan Jati Diri Bangsa Indonesia yang Mulai Luntur dan Tergerus Globalisasi
- Bagaimana Pancasila Menjamin HAM?
Comments
Post a Comment