Skip to main content

Cara Menghitung Jumlah Gelombang: Rumus n = f×t dan n = s/λ, Lengkap dengan Contoh Soal (IPA/Fisika)

Diperbarui: 13 Desember 2025

Ringkasan cepat:

  • Kalau yang ditanya jumlah gelombang dalam waktu tertentu: pakai n = f × t atau n = t / T.
  • Kalau yang ditanya jumlah gelombang dalam jarak tertentu: pakai n = s / λ.
  • Kalau diketahui cepat rambat gelombang: ingat hubungan v = λ × f untuk mencari λ atau f yang belum diketahui.
  • Kunci agar tidak salah: samakan satuan (Hz, detik, meter) dan pahami konteks soal (gelombang lewat satu titik vs gelombang menempati sebuah panjang).

Daftar isi

Kapan kita menghitung jumlah gelombang?

  • Soal IPA/Fisika yang berbunyi: “Berapa jumlah gelombang yang terbentuk selama t detik?”
  • Soal yang berbunyi: “Berapa banyak gelombang yang melewati satu titik selama t detik?”
  • Soal yang berbunyi: “Dalam tali sepanjang s meter terdapat berapa gelombang?”
  • Soal tentang gelombang bunyi/air/tali yang memberi data f, T, λ, dan/atau v, lalu meminta “jumlah gelombang”.

Apa itu jumlah gelombang, frekuensi, periode, dan panjang gelombang?

  • Jumlah gelombang (n): banyaknya siklus gelombang (puncak-ke-puncak, lembah-ke-lembah) yang:
    • terjadi selama waktu tertentu, atau
    • menempati jarak tertentu.
  • Frekuensi (f): banyaknya gelombang per detik (satuan: Hz).
  • Periode (T): waktu untuk 1 gelombang (satuan: detik). Hubungannya: f = 1/T.
  • Panjang gelombang (λ): panjang 1 gelombang (satuan: meter).
  • Cepat rambat gelombang (v): kecepatan gelombang merambat (satuan: m/s). Hubungan penting: v = λ × f.

Syarat data yang harus diketahui

Untuk menghitung jumlah gelombang (n), kamu perlu salah satu dari dua “paket data” berikut:

  • Paket waktu: tahu f dan t, atau tahu T dan t.
  • Paket jarak: tahu λ dan s.

Kalau di soal tidak langsung ada f/T/λ, biasanya diberikan v, lalu kamu pakai v = λf untuk mencari yang belum diketahui.

Langkah cara menghitung jumlah gelombang (pilih rumus yang tepat)

1) Jika diketahui frekuensi (f) dan waktu (t)

Rumus: n = f × t

Maknanya: frekuensi adalah “gelombang per detik”, jadi dikali waktu (detik) menghasilkan jumlah gelombang.

2) Jika diketahui periode (T) dan waktu (t)

Rumus: n = t / T

Maknanya: kalau 1 gelombang butuh T detik, maka dalam t detik ada t/T gelombang.

3) Jika diketahui panjang gelombang (λ) dan jarak/panjang tali (s)

Rumus: n = s / λ

Maknanya: berapa kali “panjang 1 gelombang” bisa masuk ke jarak s.

4) Jika diketahui cepat rambat (v) dan frekuensi (f) atau panjang gelombang (λ)

Gunakan hubungan v = λ × f untuk mencari yang belum ada.

  • Jika tahu v dan f → λ = v / f
  • Jika tahu v dan λ → f = v / λ

Setelah itu, kembali ke rumus (1), (2), atau (3) sesuai pertanyaan soal.

Contoh soal & pembahasan (berbagai tipe soal)

Contoh 1 (tipe waktu): diketahui f dan t

Soal: Frekuensi gelombang 5 Hz. Berapa jumlah gelombang yang terjadi selama 12 detik?

Jawab:

  • n = f × t = 5 × 12 = 60 gelombang

Contoh 2 (tipe waktu): diketahui T dan t

Soal: Periode gelombang 0,2 s. Berapa jumlah gelombang selama 3 detik?

Jawab:

  • n = t / T = 3 / 0,2 = 15 gelombang

Contoh 3 (tipe jarak): diketahui λ dan s

Soal: Panjang tali 8 m. Panjang gelombang 0,5 m. Berapa jumlah gelombang pada tali?

Jawab:

  • n = s / λ = 8 / 0,5 = 16 gelombang

Contoh 4 (gabungan): diketahui v dan f, ditanya jumlah gelombang dalam jarak s

Soal: Cepat rambat gelombang 20 m/s, frekuensi 4 Hz. Dalam jarak 25 m terdapat berapa gelombang?

Jawab:

  • Cari λ: λ = v / f = 20 / 4 = 5 m
  • Lalu n = s / λ = 25 / 5 = 5 gelombang

Contoh 5 (gabungan): diketahui v dan λ, ditanya jumlah gelombang yang lewat selama t

Soal: Cepat rambat gelombang 12 m/s, panjang gelombang 2 m. Berapa jumlah gelombang yang melewati satu titik selama 10 detik?

Jawab:

  • Cari f: f = v / λ = 12 / 2 = 6 Hz
  • Lalu n = f × t = 6 × 10 = 60 gelombang

Tips cepat biar tidak ketukar rumus

  • Kalau ada kata kunci “selama … detik” → biasanya pakai n = f×t atau n = t/T.
  • Kalau ada kata kunci “dalam … meter” atau “panjang tali …” → biasanya pakai n = s/λ.
  • Kalau soal memberi v, hampir pasti kamu butuh v = λf dulu.
  • Wajib rapikan satuan:
    • Hz = per detik
    • t harus dalam detik
    • λ dan s sebaiknya dalam meter (kalau cm, ubah dulu)

Kesalahan umum & cara menghindarinya

  • Salah konteks: yang ditanya jumlah gelombang dalam waktu, tapi kamu pakai s/λ (atau sebaliknya).
  • Lupa konversi satuan: cm tidak diubah ke m, atau milidetik tidak diubah ke detik.
  • Ketukar f dan T: ingat f = 1/T, jadi kalau T kecil maka f besar.
  • Salah hitung desimal: misalnya 3 ÷ 0,2 harusnya 15 (bukan 1,5).

FAQ

1) Apa rumus paling umum untuk jumlah gelombang?
Yang paling sering dipakai adalah n = f × t (kalau berbasis waktu) dan n = s / λ (kalau berbasis jarak).
2) Bedanya “gelombang lewat satu titik” dan “gelombang pada tali” apa?
“Lewat satu titik” biasanya menghitung banyak siklus yang lewat selama waktu tertentu (pakai f×t). “Pada tali/ruang” biasanya menghitung berapa gelombang yang menempati suatu panjang (pakai s/λ).
3) Kalau yang diketahui periode, bukan frekuensi, gimana?
Pakai n = t/T. Atau ubah dulu: f = 1/T, lalu pakai n = f×t.
4) Kalau tidak ada panjang gelombang, tapi ada cepat rambat?
Gunakan v = λ × f untuk mencari λ atau f yang belum diketahui, lalu lanjutkan ke rumus jumlah gelombang.
5) Jumlah gelombang harus bilangan bulat?
Tidak selalu. Kalau yang dihitung “gelombang selama 2,5 periode”, hasilnya bisa pecahan (misalnya 2,5 gelombang). Namun pada soal tertentu bisa diminta pembulatan atau interpretasi sesuai konteks.

Baca juga

Comments

Edukasi Terpopuler

Connect With Us

Copyright @ 2023 beginisob.com, All right reserved